
"Apa kalian sudah berhasil menemukan Putri?" tanya pak Guru pada beberapa anak didiknya.
"Kita tidak berhasil menemukannya Pak. Kita juga sudah mencarinya kemana-kemana tapi tidak juga menemukannya, apa jangan-jangan dia diculik sama seseorang?" balas salah satu seseorang.
"Kamu itu ada-ada aja, lagian siapa juga yang mau menculik anak cupu seperti Putri yang benar saja?" balas teman satunya.
"Reza dimana kamu sudah menemukan keberadaan Putri?" tanya pak guru lagi ketika melihat Reza dan temannya yang baru aja sampai.
"Belum pak kita bertiga sudah mencarinya ke seluruh kelas mulai dari IPA sampai IPS tapi tak ada satupun yang melihat Putri, bahkan dikelas tasnya Putri masih ada di bangkunya jadi tidak mungkin jika Putri pulang duluan?"balas Reza.
"Sekarang kita harus mencarinya kemana lagi?"
"Ya sudah kita tunggu sampai satu jam, jika dia belum juga ditemukan maka kita harus secepatnya melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian!"
"Baik pak itu ide yang sangat bagus!"
"Ya sudah karena sekarang teman kalian lagi hilang, bapak tugaskan ke kalian untuk mencarinya. Olah raga kita kia tunda dulu Bapak akan kerahkan semua pelajar disini untuk membantu mencari Putri jadi cepat pergilah dari carilah Putri sampai ketemu, jika kalian menemukannya kabari bapak!"
"Baik pak!"
"Ya sudah cepat pergilah!"
"Baik pak ayo Verrel kamu ikut aku!"
"Baiklah ayo Gib!"
****
"Putri sebenarnya lo itu ada dimana sih sekarang, kenapa kamu pergi tanpa ada yang tahu seperti ini?"ucap Gibran yang terlihat sangat panik. Berusaha ia meneleponnya beberapa kali tapi hasilnya slalu tidak aktif.
"Gibran kita harus mencarinya kemana lagi, kita sudah keliling Sekolah ini sedari tadi tapi kita tidak juga menemukannya, apa jangan-jangan benar jika Putri sedang diculik?"
"Tapi menurutku itu sangatlah tidak mungkin. Karena SMA ini telah dijaga ketat oleh pak Satpam dari gerbang depan, jadi mana mungkin ada penyusup yang berhasil masuk kedalam SMA ini, kecuali?" ucap Gibran yang seketika menghentikan langkahnya.
"Kecuali apa Gib?" tanya Verrel dengan penasaran.
"Kecuali ada orang dalam, atau anak SMA Cenderawasih sendiri yang benci sama dia. Dan berniat inggin mencelakainya?"
"Kalau orang yang paling benci sama dia, kan hanya ada satu orang yaitu Sally, dia kan orang yang sering sekali cari masalah sama Putri tapi apa itu mungkin?" ucap Gibran.
"Apa jangan-jangan memang dia ya pelakunya?" sahut Verrel yang seketika membuat Gibran dan Verrel pun menghentikan langkahnya dan sama-sama menatap satu sama lain.
"Aku harus tanya langsung kepada Sally sekarang?" sahut Gibran yang berniat akan pergi, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti lagi setelah ada seseorang yang berteriak sangat kencang dengan menyebutkan ucapan tolong...
Tolong....tolong.....tolong...
"Tunggu Gib lo gak denger ada suara minta tolong, apa jangan-jangan itu?"
__ADS_1
Belum juga Verrel selesai bicara, Gibran yang sudah memikirkan yang aneh-aneh tanpa berkata lagi, ia pun langsung berlari menghampiri arah suara itu berasal. Verrel yang melihatnya ia pun langsung bergegas ikut mengejarnya.
"Gibran tungguin gue?"teriak Verrel yang kemudian dia pun ikut mengejarnya.
"Tolong....
Setelah mendengar teriakan seseorang itu, Gibran yang bergegas berlari. Baru aja sampai di arah suara itu berasal tadi, dia pun dikejutkan dengan adanya seorang perempuan yang sudah mengambang di kolam dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri. Dan seseorang itu yang tak lain dia adalah Putri .
"Putri...
Teriakan Gibran yang begitu terkejut setelah melihat jika Putri lah orang yang telah mengambang diatas kolam tersebut. Tanpa berfikir maupun melepaskan sepatunya ia pun bergegas langsung terjun ke kolam. Dan menolongnya untuk dia bawa ketepian
Ketepian, para pelajar yang mendengar kabar tenggelamnya Putri dengan segera mereka pun pada berdatangan untuk melihat kondisinya. Hampir selama satu jam Putri terjebak didalam air, wajah Putri pun berubah sedikit pucat bahkan denyut nadinya pun telah terhenti.
"Astaga cepat tolong...kasihan dia!"ucap seorang temannya yang ikut membantu Putri dengan membawanya ketepian.
"Astaga Putri bangunlah! Bangun! Siapa yang tega melakukan semua ini sama kamu, Putri bangunlah!"teriak Gibran yang terlihat sangat panik lan cemas.
"Astaga ini gak bisa terjadi, kenapa denyut nadi Putri bisa terhenti seperti ini..Putri ayo sadarlah aku yakin kamu pasti masih bisa mendengar perkataanku bapak kan, Putri ayo bangunlah kamu tidak bisa menyerah seperti ini, Putri bangunlah, cepat tunggu apa lagi Gibran kamu berikan pertolongan pertama kepada Putri, kamu berikan dia nafas buatan?" perintah Gurunya yang seketika membuat Gibran oun terkejut.
"Nafas buatan?" tanya balik Gibran dengan wajah bingung.
"Ayo kenapa kamu malah bengong, dia butuh nafas buatan itu ayo cepat lakukan!"perintah Gurunya.
"Tapi Pak?"
"Ya sudah biar aku aja yang melakukannya!" sahut Reza yang seketika Gibran,semua orang jadi melongo.
"Kenapa sih harus Gibran juga yang memberikannya?" batin Revi yang terlihat kesal.
"Kalian semua tutup mata kalian. Karena aku tidak mau tindakanku ini akan membuat kalian jadi berfikir yang tidak-tidak!"perintah Gibran yang akhirnya membuat semua orang pun menutup matanya.
"Maaf Putri kalau aku lancang melakukan ini, maafkan aku?" ucap Gibran yang kemudian, dia pun menekan hidung Putri sembari memegang bibir bawahnya, yang kemudian dia pun akhirnya melakukannya.
*****
Setelah Gibran memberikan pertolongan pertama itu, tidak ada tanda-tanda jika detak nadi Putri kembali.
"Pak aku sudah melakukannya, tapi kenapa Putri belum juga sadarkan diri?" tanya Gibran yang masih terlihat sangat cemas.
"Tapi sebenarnya apa yang terjadi sama Putri tadi. Gimana ceritanya kenapa dia bisa sampai tengelam seperti ini?" tanya Reza dengan menunjukkan wajah cemasnya.
"Saya tidak tahu seperti apa kejadiannya tadi, saya melihatnya dia sudah dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri didalam kolam. Karena terkejut lantas aku pun langsung berteriak meminta tolong!"balas salah satu seseorang perempuan.
" Aku mohon bangunlah -bangunlah, kamu jangan bikin aku cemas seperti ini Putri bangun?"batin Gibran yang terus berusaha memberikan pertolongan pertama pada Putri dengan menekan jantungnya beberapa kali, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena jantung Putri tidak ada respon sama sekali.
"Putri bangunlah...ayo bangun aku yakin kamu pasti bisa..putri ayo bangun!"
__ADS_1
"Gibran sudah kamu ikhlaskan saja, Putri denyut nadinya sudah terhenti, maka itu artinya dia sudah tidak bernyawa lagi jadi tidak ada untungnya kamu melakukan seperti ini, ikhlaskan lah?" kata Pak Guru yang berusaha menenangkan Gibran.
"Tidak pak dia pasti akan baik-baik saja, dia hanya terlalu lama berada didalam air. Aku yakin Putri dia pasti akan kembali aku yakin dia pasti akan kembali?"
Dengan berusaha Gibran pun menekan jantung Putri seberapa kali. Akhirnya apa yang Gibran inginkan pun terkabul juga, Jantung Putri yang tadinya telah terhenti secara tiba-tiba tak lama kemudian denyut nadinya pun kembali muncul bahkan Putri akhirnya bisa mengeluarkan air yang tadinya masuk dalam tubuhnya.
"Alhamdulillah Putri..pak dia sudah sadar kembali?" ucap semua orang yang merasa sangat lega.
"Ya sudah tunggu apa lagi, cepat kamu angkat dan bawa dia keruang kesehatan sekarang!"
"Baik pak!"
****
"Dimana dok keadaan teman kita ini apa dia kondisinya udah mulai membaik?"tanya Gibran pada salah satu dokter laki-laki yang baru aja memeriksa Putri tadi.
"Kalian gak perlu khawatir, keadaanya udah mulai membaik sekarang. Teman kalian juga sudah tersadar hanya saja dia masih merasa sangat lemas lantaran kebanyakan kemasukan air akibat tengelam tadi."
"Oh syukurlah kalau gitu?"
"Baiklah kalau gitu saya tinggal dulu, dia harus banyak istirahat jadi saya harap pasien jangan diganggu dulu."
"Baik dok kita tidak akan menggangunya, sekali lagi terima kasih!"
"Iya sama-sama ya sudah silahkan masuk. Dan tengoklah teman kalian tapi ingat jangan ada yang membuat keributan ya?"
"Iya baiklah dok, ya sudah kita tinggal dulu Dokter!"
"Baiklah!"
Tanpa menunggu lagi, Gibran ,Reza dan semua teman terdekatnya pun menjenguk kondisi Putri. Sedangkan Nina yang mendengar kabar ini pun dengan segera ia pun masuk terlebih dulu. Menabrak beberapa laki-laki yang menghadangnya.
Bruk..
"Putri?" teriak Nina yang bergegas langsung berlari kearah Putri.
"Astaga itu anak asal tabrak aja?" ocehan Verrel.
"Putri lo gak papa kan, apa yang terjadi sama kamu kenapa kamu bisa tengelam seperti ini, kamu baik-baik saja kan?"tanya Nina dengan pertanyaan bertubi-tubi sambil menunjukkan raut wajah cemasnya.
"Aku tidak tahu Nin, tadinya aku berniat inggin menemui seseorang, tapi sesampainya ditempat itu tanpa kesadaran aku ternyata ada orang yang dengan tiba-tiba langsung memukulku dengan mengunakan sebuah balok kayu yang akhirnya seketika itu juga aku tidak sadarkan diri?"balas Putri dengan cara berkata yang masih terlihat lemas.
"Astaga jadi maksud kamu, ada seseorang yang berniat inggin mencelakai kamu?" tanya Verrel.
"Iya seperti itulah,"balas Putri.
"Apa kamu sempat melihat siapa wajah seseorang itu?" tanya Reza.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak tahu seperti apa wajah dari seseorang itu. Karena orang itu adalah orang jahat yang selama ini telah meneror ku, jadi setelah aku mendapat sebuah pesan darinya aku pun tanpa memikirkan apapun lagi, aku langsung menyetujui pertemuan itu."
BERSAMBUNG....