PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
116 " Kapan Gibran akan terus sabar "


__ADS_3

Terduduk disalah satu tepi ranjang tempat duduknya, lamunan Gibran pun terus terjadi setelah ia tak sengaja melihat seseorang yang sangat mirip dengan Putri. Entah itu hanya sebuah bayangan, atau kah itu beneran Putri, hal itu membuat Gibran tak henti memikirkannya secara terus menerus.


"Siapa sebenarnya Wanita itu, jika dia Putri kenapa aku sampai tidak tahu. Apa sebenarnya dia sudah melihatku, bahkan bisa jadi dia juga orang yang sedang memeriksaku tadi. Akan tetapi yang bikin aku penasaran kenapa dia malah menghindari ku?"batin Gibran yang kemudian, seseorang pun telah mengetuk pintunya.


Tok...Tok...Tok.


"Siapa itu?"


"Ini saya Tuan, ada Sekertaris Tuan yang sedang inggin bertemu dengan Tuan malam ini, jadi cepat keluarlah,"ucap Bibik yang kemudian Gibran pun membalasnya.


"Baik Bik, aku akan segera turun, beritahu Sekertaris Lee untuk menungguku,"balas Gibran lagi.


"Baik Tuan,"balas Bibik yang kemudian Gibran pun segera beranjak dari tempat tidurnya.


"Tumben Sekertaris Lee menemui ku malam-malam gini. Apa yang inggin dia bicarakan?"gumam Gibran yang kemudian ia pun menghampiri Lee yang sudah terduduk disalah satu kursi ruang tamu.


"Sekertaris Lee, ada apa. Apa yang bikin kamu datang malam-malam gini?".

__ADS_1


"Maaf Tuan kalau saya telah menggangu waktu Tuan, tapi tujuan saya datang kesini. Ada sesuatu yang inggin saya beritahu pada Tuan, dan ini mengenai terjadinya mati lampu pada saat berlangsung acara kemaren."


"Masalah itu, iya saya masih mengingatnya, tapi apa yang inggin anda katakan pada saya, bukannya waktu itu bisa mati lampu karena adanya seseorang yang sedang iseng mengerjai-ku dengan mematikan saklar itu?"


"Bukan Tuan, ternyata setelah saya selidiki dan melihat dari rekaman CCTV yang terpasang tak jauh dari tempat itu pelaku dari semua itu ia adalah Istri Tuan sendiri, Nyonya Revi, dialah orang yang sudah menyuruh seseorang untuk mematikannya. Dan tak jauh beda dari tempat lain, terdapat lah seseorang Wanita yang dibungkam oleh seorang Laki-laki dan Pria itu membawanya keluar, dan langsung melepaskannya tanpa harus melukainya. Dan yang bikin aneh lagi, setelah saya perhatian dengan sangat jelas ternyata kostum yang dipakai Nyonya sama Wanita itu sama percis hingga tidak ada bedanya. Jadi itulah yang inggin saya katakan Tuan, dan ini rekaman Videonya?"ucap Sekertaris Lee yang yang kemudian ia pun ikut melihat rekaman CCTV itu.


"Aneh dia beneran Revi. Dan gaun yang mereka kenakan juga sama, tapi yang bikin aku bingung siapa Wanita yang satu ini. Dan kenapa Revi pake cara seperti ini, Jadi sekarang sudah jelas kalau awal acara berlangsungnya acara itu. Aku kan sempat bingung lantaran Wanita yang aku kira Revi sama sekali tidak bersuara mau pun mengatakan apapun padaku, karena pada kenyataanya Wanita itu bukanlah Revi makanya iya memilih bungkam karena tidak mau ada masalah jika semua orang akan tahu.


"Iya Tuan, tapi yang bikin penasaran kira-kira siapa ya Wanita itu?"


"Entahlah aku juga bingung. Oh iya berhubung kamu ada disini, apa kamu mau membantuku tolong carikan data Dokter baru yang baru masuk di Rumah sakit Hospitality Gangnam Rekord, karena ada sesuatu yang inggin aku ketahui disana, jadi kamu gak keberatan kan?"


"Baiklah terima kasih kalau gitu.


"Ya sudah karena hanya itu yang inggin aku katakan pada Tuan, saya pamit permisi dulu.


"Baiklah pergilah, tinggalkan rekaman CCTV ini karena saya inggin bertanya langsung kepada Revi nanti."

__ADS_1


"Baik Tuan tidak masalah, ya sudah saya tinggal dulu.


"Silahkan.


"Siapa sebenarnya Wanita itu. Dan Revi kemana aja dia kenapa sampai sekarang di belum juga pulang, apa dia lupa sama Putra dan Rumahnya sekarang?"ucap Gibran sembari mengelus-elus dadanya.


"Darimana aja kamu, kenapa jam segini kamu baru pulang. Apa kamu lupa kamu itu punya anak harusnya kamu itu awasi Putramu jangan cuma kamu urusan pribadimu saja."gertak Gibran yang ketika mendapati Revi yang baru aja pulang di jam yang sudah menunjukkan pukul 00:00 malam ini.


"Sudahlah kamu itu untuk apa harus memperdulikan ku, mau aku pulang pagi mau pun malam ini kan urusanku, jadi pergilah jangan ganggu hidup aku pergilah."gertak Revi yang kemudian ia pun mendorong Gibran hingga jatuh.


Melihat dari cara berbicara dan berjalan Revi yang sempoyongan ini, Gibran pun akhirnya sadar Jika Revi ternyata dalam keadaan mabuk akibat minuman keras.


"Revi jadi kamu mabuk. Apa kamu sudah gila siapa yang menyuruhmu untuk bermabuk-mabukan seperti ini, siapa?"gertak Gibran akan tetapi selalu dihiraukan oleh Revi.


"Sudahlah jangan coba kamu menganggu hidupku, biarlah aku bahagia dengan caraku sendiri. Dan satu hal lagi yang inggin aku katakan dan tegaskan ke kamu ya, biar pun dia sudah kembali lagi disini, jangan berharap kalau kalian akan kembali bersatu dan bersama. Karena aku tidak akan pernah membiarkan itu sampai terjadi, apa kamu mengerti?"ucap Revi yang kemudian tanpa memperdulikan Gibran, ia pun akhirnya melanjutkan lagi jalannya dan langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa ruang tamu.


"Mimpi apa aku punya Istri pemabuk seperti dia. Dan siapa orang dimaksud olehnya tadi? Apa semua ini ada hubungannya sama Putri. Apa Wanita yang kemaren itu beneran Putri, makanya dia sampai nekat menyuruh orang untuk mematikan saklar itu?"ucap Gibran yang kemudian tanpa perduli pada Revi, Gibran pun bergegas masuk kedalam kamar dan menemani Rasya untuk tertidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2