
Terkejut dengan jawaban yang diucapkan oleh Putrinya tadi, Papanya pun lantas langsung mengatakan.
"Sayang ini Papa, ini Papa kamu apa kamu tidak ingat sama Papa? Ini Papa?" ucap Papanya yang mencoba meyakinkan Putri tapi semua itu sia-sia saja
"Maaf tapi aku tidak mengenal anda, dan kalian semua siapa. Dokter siapa mereka semua?"balas Putri yang masih dalam kondisi kebingungan.
"Sayang kamu jangan seperti ini, kasih tahu Mama kalau kamu sedang lagi bergurau kan, kasih tahu Mama kalau kamu sedang bercanda sekarang?"ujar Mamanya yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan putrinya ini.
"Aku tidak lagi bergurau, aku memang sungguh-sungguh tidak mengenal kalian semua.
Menatap setiap wajah seseorang yang berada dihadapannya saat ini, spontan dalam ingatan Putri pun langsung muncul bayang-bayang seseorang yang berlalu sangat cepat, hingga ia tidak mampu untuk menggapai bayang-bayang apa yang terus mengitari dalam pikirannya saat ini.
Hingga rasa sakit yang amat sangat pun keluar dari kepalanya, bahkan sangking sakitnya ia seperti dipukuli beberapa kali. Meringis kesakitan pun akhirnya menggapai dirinya.
"Ah..kepalaku, kenapa kepalaku jadi sakit banget seperti ini. Ah....awww sakit! Ahh sakit...tolong...ah....
Teriakan itulah yang akhirnya muncul dalam mulut Putri lantaran sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang ia derita saat ini. Setelah melihat Putri yang tiba-tiba meringis kesakitan dengan menekan keras bagian kepalanya semua orang yang melihatnya pun menjadi sangat panik, hingga rasa sakit yang ia alami sudah tidak bisa ia tahan lagi dengan berakhir ia pun akhirnya langsung tersungkur jatuh kembali diatas tempat tidurnya lagi.
__ADS_1
"Putri?"teriak Gibran yang langsung menghampirinya.
"Sayang kamu kenapa sayang, sayang kamu kenapa?"teriak Mamanya yang begitu cemas melihat Putrinya kesakitan sejadi tadi, yang kemudian langsung tidak sadarkan diri.
"Putri bangun...Putri..
"Dokter apa yang terjadi pada Putri saya. Kenapa dia jadi tidak ingat sama kita yang jelas orang tuanya sendiri, apa yang terjadi padanya Dokter, cepat katakan padaku?" tanya Papanya Putri yang sangat panik.
"Dari awal aku sudah menduganya tapi saya belum berani untuk memberitahukan pada kalian berdua. Karena ini hanya dugaan awal saja aja, tapi setelah saya melihat gimana Putri anda yang meringis kesakitan sejadi tadi, saya baru yakin kalau Putri anda menggalami amnesia dimana akibat benturan yang keras yang ia alami, dia menggalami gegar otak yang akhirnya ingatannya pun hilang 90 persen, dan selain itu saya rasa dia selama ini sudah cukup banyak memikirkan masalah berat yang selama ini mengganjal pikirannya, yang akhirnya pikiran itu sudah tidak bisa ia tampung lagi yang khirnya resikonya jadi fatal seperti ini.
Bahkan dia bukan hanya tidak akan ingat sama kalian saja, tapi dia juga akan lupa nama, tempat tinggalnya bahkan kehidupan pribadinya pun hilang dari ingatannya.
"Dok, apa amnesia yang dialami Putriku bisa ditangani?"tanya Papanya.
"Soal itu aku rasa akan sangat sulit. Karena semakin kalian berusaha memaksa Putri kalian agar ingat semuanya, yang ada tindakan itu bukan malah ingatan dia akan kembali pulih secara cepat, tapi yang ada kalian malah akan menyiksa Putri kalian secara perlahan-lahan, contohnya seperti kejadian yang tadi, dimana Putri kalian meringis kesakitan sejadi-jadinya, apa kalian inggin hal seperti itu akan terulang kembali?"ujar Dokter.
"Jika Putri aja melupakan kedua orang tuanya, maka itu artinya Putri juga akan melupakanku sekarang.
__ADS_1
Batin Gibran yang kemudian ia hanya terdiam sembari menundukkan kepalanya kebawah dan tidak berkata apa-apa pun.
Kemudian langkahnya pun memaksa dirinya untuk menghampiri seseorang yang sedang dalam keadaan sangat bersedih dan orang itu yang dalam posisi menyenderkan tubuhnya dibelakang tembok, sembari menyembunyikan wajahnya dibalik lipatan kedua lengan tangan nya.
Tanpa memikirkan lagi ia pun akhirnya mengikuti apa yang dilakukan seseorang itu, Gibran yang akhirnya ikut terduduk diatas alas lantai disamping seseorang itu, yang kemudian ia pun lantas mengatakan.
Apa om pernah lihat bintang yang ada diatas langit sana, indah dan cantik bukan. Sama halnya dengan apa yang dialami oleh Putri anda, selain cantik dia juga kuat tahan akan rintangan yang selalu menerpa dirinya.
Ucap Gibran yang seketika membuat pandangan seseorang itu pun beralih menatap kearahnya.
Dalam keadaan susah dan banyak pikiran, iya selalu menyempatkan untuk menunjukkan senyuman kesemua orang walaupun orang itu tidak sadar akan hancurnya perasaannya pada saat itu
Dan sama halnya dengan bintang cantik diatas sana, walaupun dia sendirian tidak seperti bintang yang lainnya yang dalam bergerombol dan banyak teman disampingnya. Dia selalu menggeluarkan sinetron cantiknya dan menunjukkan pada semua orang kalau dia pasti bisa bersinar walaupun tidak ada teman yang mau menerima dirinya disampingnya.
Jadi saya rasa anda tidak boleh patah semangat seperti ini, jika Putri anda sendiri aja mampu berjuang sendiri kenapa anda tidak sanggup. Bangkit dan bersemangat lah karena Putri pasti tidak inggin melihat anda hancur seperti ini, bangkitlah.
Ajak Gibran yang tanpa menunggu lagi, ia pun langsung membantu Papanya Putri untuk berdiri kembali.
__ADS_1
"Iya yang kamu katakan memang benar, jika saya seperti ini yang ada malah akan membuat Putriku tambah menderita. Jika Putri saja mampu berjuang sendiri kenapa saya tidak mampu, terima kasih anak muda, terima kasih karena kamu sudah mau menyadarkan saya. Terima kasih!"ucap Papanya Putri dengan langsung merangkul dan memeluk tubuh Gibran.
BERSAMBUNG...