PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
19 " Pura -pura Miskin "


__ADS_3

Tak disangka hari pun telah berganti dengan sangat cepat, malam yang dengan cepatnya telah berganti menjadi pagi. Dan menyinari alam semesta yang ada dimuka bumi ini.


Dan dua hari kemudian telah berlalu, Putri yang sudah berhasil mempersiapkan semuanya, mulai dari Surat-surat pindahan maupun surat untuk mendaftarkan diri sekolah SMA Cenderawasih yang akhirnya bisa membuatnya bisa merasa sangat lega. Karena akhirnya apa yang dia inginkan akan segera terlaksana sekarang.


Dan hanya menghitung waktu, maka kehidupan baru Putri akan segera dimulai, mulai dari merubah penampilan sampai berpura-pura menjadi gadis miskin sudah dia siapkan. Dan tinggal Putri yang melangkahkan kakinya di SMA Cenderawasih


Sambil berhias didepan cermin kamarnya, Putri pun merias diri dan merubah semua penampilannya menjadi gadis yang sangat cupu bahkan dirinya seketika berubah seratus persen dari Putri yang sebelumnya.


"Gila ini beneran aku? Jujur aku hampir saja tidak mengenali diriku sendiri sekarang, tapi gak papa lah karena menurutku jika aku berpura-pura dan merubah penampilanku seperti ini, aku rasa apa yang aku inginkan akan segera tercapai.


Karena jika aku berpenampilan sama seperti dulu, aku rasa ada banyak orang yang bakal menipuku dan juga memanfaatkan-ku demi kepentingan mereka sendiri, jadi ini sudah jadi keputusanku. Dan aku tidak masalah jika aku harus merubah penampilanku seperti ini, ini tidak terlalu buruk!"ucap Putri sambil tersenyum memandangi wajahnya di cermin.


Jam yang sudah menunjukkan pukul 07:00 kurang, yang artinya Putri harus segera datang ke Sekolah SMA Cenderawasih jika tidak inggin telat dan mendapat hukuman.


"Sekarang sudah saatnya aku untuk berangkat!"ucap Putri yang kemudian dia pun menggambil sebuah tas yang berwarna Pink yang kemudian dia pun gunakan.


Sambil berjalan keluar dari kamarnya, Bukan hanya Putri yang dibuat takjub akan perbedaan Putri sekarang ini. Tapi Bibik Minah yang pada saat itu sedang berjalan dia juga dibuat terkejut lantaran ada orang asing yang keluar dari kamar Putri. Dan dia tidak menyadari jika itu adalah Putri sendiri.


"Siapa kamu? Kenapa kamu keluar dari kamar non Putri, ayo jawab siapa kamu?"


Melihat Bibik yang terlihat sangat cemas dan panik, Putri hanya menunjukkan senyumannya. Yang kemudian dia pun berkata.


"Apa bibik beneran tidak menyadari siapa orang yang ada dihadapan bibik sekarang ini?" tanya Putri yang kemudian membuat Bibik seketika terkejut setelah mendengar suara Putri barusan.


"Lo suara itu kan suaranya non Putri? Tapi kenapa? Apa bener kamu itu non Putri?" tanya nya yang kurang percaya.


"Iya ini aku Bik, saya non Putri,"jawabnya sambil tersenyum.


"Oalah non Putri apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa non Putri bisa berubah jadi seperti ini, non Putri tidak lagi amnesia kan? Non Putri pasti masih ingat kan siapa saya?"


"Iya bik saya kenal dengan bibik. Dan saya juga ingat siapa nama dan orang tua saya, saya tidak amnesia. Ya sudah karena ini sudah mau jam 07:00 Putri pamit berangkat dulu ya bik,"ucap Putri yang kemudian dia yang inggin pergi, tiba-tiba Bibik pun menghadangnya.


"Ada apa bik?"tanya Putri.


"Non Putri lupa tidak menggambil kunci mobilnya, jadi ini kuncinya?"ucap Bibik dengan memberikan kunci itu padanya.


"Tidak usah bik! Mulai sekarang pada saat saya yang akan pergi ke-sekolah, saya tidak akan menggunakan mobil lagi, saya sudah putuskan kalau saya akan menggunakan sepeda itu saja,"ucap sembari jarinya yang menunjuk kearah luar yang gimana ada sepeda berwarna Pink yang telah menunggunya.


"Oh baiklah!"jawab bibik dengan muka sangat bingung.


"Ya sudah bik, saya berangkat dulu ya?"


"I ... Iya non, hati-hati ya?"


"Iya bik!" ucap Putri yang kemudian dia pun mengarah kearah sepeda dan kemudian dia pun mengayun sepeda tersebut.


"Astaga apa lagi ini yang terjadi sama Non Putri? Dia tidak mungkin kehilangan akalnya kan. Apa jangan-jangan dia habis ke'jedot sesuatu makanya pikirannya jadi geser seperti ini?"ucap Bibik yang merasa sangat bingung.


"


"


"

__ADS_1


Tak butuh waktu lama akhirnya Putri telah sampai juga didepan Gerbang SMA Cenderawasih. Sesampainya dia pun terlebih dulu berhenti dan melihat sekolah SMA ini dengan tersenyum.


Setelah tersenyum Putri pun melanjutkan lagi perjalananya. Dan hal pertama yang dia lakukan dia menuju keruang para Guru.


"Kamu pasti Putri kan? Anak baru itu?" tanya guru Bk.


"Iya Pak dengan saya sendiri?"


"Ya sudah syukurlah kamu datang dengan tepat waktu, ya sudah ambil ini,"ucap Guru Bk sembari memberi sebuah tulisan nama.


"Terima kasih pak?"


"Iya sam-sama?"


"Gibran sini kamu!"ucap Guru Bk yang kemudian melihat Gibran yang kebetulan ada di-ruangan ini karena telah mengumpulkan tugas . Dan segera Gibran pun menghampirinya.


"Iya pak ada yang bisa bantu?" ucapnya dengan santai.


"Laku-laki ini, kenapa aku harus bertemu dengan dia sih?" batinnya merasa was-was.


"Bapak sengaja memanggilmu, bapak hanya minta kamu tolong kamu anterin dia dikelas IPA Xll, bukannya kalian itu sekelas kan?"


" Saya?" ucapnya yang kemudian menatap kearah gadis culun yang berada disampingnya.


"Iya kamu?" jawab Pak BK.


"Tapi kenapa harus saya sih? Baiklah pak saya akan mengantarnya!"ucap Gibran yang kemudian dia pun jalan terlebih dahulu.


"Ya sudah kamu ikuti laki-laki itu!"pinta pak Bk.


"Dasar rupanya dia tidak pernah berubah, aku kira dia hanya akan bersikap jutek padaku pada saat melihat penampilan yang seperti dulu, tapi ternyata walaupun dia tidak tahu aku ini siapa, dia juga masih bersikap sama?" batin Putri yang merasa kesal dengan laki-laki berseragam merah yang ada dihadapannya itu.


Karena terlalu fokus melototi si Gibran, Putri yang tidak sadar Gibran telah berhenti melangkah, seketika Putri pun terkejut dan wajahnya pun menabrak dada belakang Gibran.


Bruak.


"Aw, ini orang kenapa kalau mau berhenti tidak bilang-bilang sih sakit nih jidat gue?"batinnya sambil kesal, Gibran yang menyadari jika ada seseorang yang telah menubruknya, dia pun lantas membalikkan tubuhnya.


"Kamu kenapa? Apa kamu telah terbentur tadi?" tanya Gibran tapi Putri tidak mau menanggapinya, dia hanya menunjukkan sifat juteknya.


"Aku?"


Baru aja Putri mau mengatakan sesuatu, Gibran tiba-tiba mengelus kening Putri yang tadi telah menubruknya, dengan tatapan Gibran yang terlihat sangat manis kepada Putri.


Putri yang menyadari apa yang dilakukan Gibran, Putri pun seketika menjadi terdiam bahkan mulutnya tak bisa mengatakan apa-apa.


Dan baru aja Putri udah mau baper dan klepek-klepek dibuat Gibran, Tiba-tiba Gibran malah mengatakan sesuatu yang membuat Putri tambah merasa kesal.


"Ternyata kening kamu kuat banget ya setelah menubruk ku? Dan untungnya saja dadaku tidak retak setelah ditabrak oleh banteng sepertimu?" ucap Gibran yang kemudian dia pun pergi masuk kedalam kelasnya. Dan seketika membuat Putri pun terkejut setelah mendengar perkataan Gibran.


"Dasar itu orang benar-benar menyebalkan ya? Tidak tahu apa kalau nih kening sakit gini, seenaknya aja dia bilang seperti itu?" gerutu Putri yang rasanya inggin sekali mencabik-cabik tubuh si Gibran.


"Putri kamu kenapa?" tanya Pak BK yang tiba-tiba ada dibelakangnya.

__ADS_1


"Bapak? Tidak dak saya tidak kenapa-kenapa kok pak?"


"Ya sudah mari kita masuk!"


"Baik pak!"ucap Putri yang kemudian dia pun mengikuti guru BK dari belakangnya. sesampainya ruangan IPA Xll.


Anak IPA Xll yang tadinya bercanda-canda, seketika mereka pun terdiam setelah ada Guru BK yang masuk kedalam ruangan itu. Merasa agak penasaran dengan siapa gadis yang bersama dengan Pak BK itu, mereka semua pun lantas pada mengatakan.


"Siapa gadis itu? Apa dia anak baru di Kelas ini?" ucap David yang merasa penasaran.


"Mungkin dia itu anak baru?"balas Reza dengan santai.


"Iya siapa Gib gadis itu?" tanya Verrel.


"Nanti kamu juga bakal tahu, kenapa harus tanya sama aku?" jawabnya ketus.


"Ya elah tanya baik-baik juga?"


"Sally kayaknya kita punya bahan baru nih!" ucap Teman sally yang membisikkan sesuatu ke telinga Sally.


"Iya,"balas Sally dengan senyum sinisnya.


"Baik anak-anak hari ini kita telah kedatangan anak baru dari sekolah lain. Dan bapak harap dengan kehadiran dia, kalian bisa menghargai dan bersikap baik kepadanya. Ya sudah ayo perkenalkan siapa kamu pada mereka semua?"


"Baik pak?"


"Kenalin nama saya Putri larasati saya pindahan dari sekolah PERMATA INDAH, saya harap dengan kehadiran saya ini, kita bisa menjadi teman yang baik, terima kasih!"ucapnya yang hanya menundukkan kepalanya.


"Ya sudah kamu sekarang duduk di bangku nomer 2 didepannya Gibran itu ya?"


"Baik pak! Ah apes banget dapat bangku didepan pria menyebalkan itu?" batinnya Putri.


Sambil berjalan kearah Gibran, Tiba-tiba langkah kaki Putri pun terhenti setelah dia terjatuh karena ada seseorang yang telah menyangkal kakinya. Dan siapa lagi kalau bukan Sally yang melakukannya, gadis kaya dan keren yang sering menggunakan anak baru sebagai bahan bully di SMA ini.


BRUAK.


"Aw..


"Ups jatuh ya? Makanya kalau jalan pake mata dong, jangan pake dengkul,"ucap Sally yang kemudian malah menertawakannya.


"Astaga mereka lagi? Mereka lagi?" ucap Rendy.


"Sudahlah jangan ikut campur jika tidak inggin nasibmu akan apes seperti yang lainnya?" ucap David.


"Mari saya bantu,"ucap Verrel yang kemudian dia pun membantu Putri untuk berdiri.


"Terima kasih?"


"Putri kamu tidak apa-apa kan?"tanya guru Bk


"Tidak! Saya baik-baik saja kok pak,"balas Putri yang kemudian ia pun duduk di-kursi yang tujukan.


"Ya sudah kalau gitu mari kita lanjutkan pelajaran pada hari ini,"balas guru Bk.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2