PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
13 "Tertuduh "


__ADS_3

Dalam perjalanan Putri yang hendak akan pergi ke-toilet, tanpa sengaja ada seseorang yang telah memperhatikannya dari kejauhan. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Sally dan juga kedua temannya yang pada waktu itu telah membully teman sekelasnya sendiri.


"Gadis itu?" ucap temannya sally.


"Siapa?" balas teman satunya.


"Itu? Dia kan gadis yang sok keren itu kan?" balas teman sally.


"Iya gadis itu? Dia bukannya gadis yang menghalangi kita tadi?" ucap Sally yang tak lain dia adalah gadis yang waktu tadi telah membully teman sekelasnya sendiri.


"Iya dia beneran gadis itu?" balas temannya.


"Kini saatnya kita membalas gadis itu, ayo kalian ikuti dia!"ucap Sally dengan tatapan sinis.


"Baiklah ayo!"ucap para temannya yang kemudian mereka pun ikut Sally.


"Sally apa yang mau kamu lakukan pada gadis menyebalkan ini?"


"Kamu akan tahu apa yang akan lakukan padanya, tapi kenapa dia masuk kedalam toilet?"


"Aku punya ide gimana kalau kita kunci dia aja didalam sana?"ucap sally.


"Apa kamu serius Sal?" balas temannya.


"Iya aku serius, udah jangan banyak bertanya lagi lebih baik cepat kalian kunci pintu ini dari luar! Jangan sampai gadis itu keburu keluar dan mengetahui kalau kitalah yang telah menguncinya,"ucap sally.


"Baiklah ayo cepat kita kunci!"


"Sekarang ayo kita pergi dari sini sebelum ada orang yang melihat kita!"


"Baiklah ayo!"


Setelah melakukan semuanya. Putri yang hendak akan keluar dan membuka pintu depan pun dibuat terkejut lantaran pintu sama sekali tidak bisa dibuka dari dalam.


"Lah ini kenapa? Kenapa pintunya tidak bisa dibuka, hei ... Buka pintunya siapapun yang ada diluar saya mohon buka pintunya hei..


... Buka!" ucap Putri sambil teriak dan sesekali dia berusaha untuk mendobrak pintu tersebut tapi tidak ada hasilnya.


"Aku baru ingat sekarang kan ada pertandingan jadi mana mungkin ada orang yang bisa mengeluarkan-ku dari sini. Dan siapa orang yang sudah mengunciku dari sini. Hei ... Buka pintunya siapa yang berani mengunciku dari dalam sini hei ... Saya mohon buka pintunya?"


"Percuma gak akan ada orang yang bakal membuka pintu ini. Ponsel? Aku-aku harus menelfon seseorang, aku butuh bantuan seseorang?" ucapnya yang kemudian dia pun menggambil ponsel yang berada dalam sakunya akan tetapi setelah Putri menyalakannya.


"Yah ini kenapa? Kenapa gak bisa dibuka, yahh aku baru ingat tadi malam kan aku lupa tidak mengecasnya ada apa lagi sih ini kenapa nasibku begitu sial seperti ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap Putri yang merasa sangat bingung.


Disisi lain anak Kasuari yang menerima kenyataan pahit bahwa Cenderawasih-lah yang menang dalam pertandingan ini, mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari SMA Cenderawasih ini. Akan tetapi setelah mereka berkumpul didalam bis hanya Putri-lah yang belum juga berkumpul.


Para temannya yang mengira jika Putri telah pulang duluan akhirnya mereka pun putuskan untuk pulang. Tanpa mencari Putri terlebih dahulu.


Sedangkan Nina yang baru menyadari jika sudah setengah jam lamanya Putri gak kunjung balik-balik, setelah berpamitan dia pun merasa sedikit cemas.


"Putri kenapa lama banget sih sudah hampir 30 menit Putri dia tadi pamit ke-toilet tapi kenapa sampai sekarang belum juga kembali, apa dia sakit perut? Atau jangan-jangan dia nyasar. Sudahlah lebih baik aku samperin dia langsung kesana?" ucapnya yang kemudian dia menuju kearah Toilet dan sesampainya dia terkejut lantaran ada seseorang yang berteriak minta tolong dengan cukup kencang.


"Tolong ...."

__ADS_1


"Tolong ...."


"Suara siapa itu yang meminta tolong? Arahnya kayaknya dari dalam toilet, aku harus kesana sekarang?"


Sesampainya Nina yang mendengar suara itu, dia pun lantas menghampirinya tidak menunggu lebih lama lagi, dia pun langsung membuka pintu tersebut. Dan betapa terkejutnya dia setelah berhasil membuka pintu itu.


"Putri? Jadi ternyata kamu, apa yang terjadi dan siapa orang yang sudah mengunci-mu dari dalam sini?"


"Nina syukurlah kamu sudah mau menolongku, aku lega sekarang. Dan aku juga tidak tahu siapa orang yang sudah tega mengerjai-ku seperti ini?"


"Astaga sudah hampir satu jam lebih aku meninggalkan mereka semua dan tidak melihat pertandingan itu, maaf Nina aku harus segera pergi aku harus kelapangan sekarang, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi ya dah..." ucap Putri dengan bergegas dia pun pergi dan melambaikan tangannya.


"Astaga aku lupa belum minta no telfonnya, sudahlah!" ucap Nina yang agak terlihat sedih.


Putri yang pada saat itu sedang berlari sangat kencang menuju kelapangan, dalam perjalanannya dia yang tidak fokus akhirnya tak sengaja telah bertubrukan dengan seseorang yang tak lain pria itu adalah Gibran.


Gibran dan juga verrel yang pada saat itu sedang berjalan dengan santainya seketika mereka dibuat terkejut setelah Putri yang tidak sengaja menabraknya.


"A ...."ucap Putri yang hampir terjatuh.


Karena hampir saja terjatuh Gibran pun dengan sigapnya langsung menangkap tubuh Putri yang akhirnya lagi-lagi mereka tidak sengaja telah berpelukan.


Putri yang melihat tatapan mata Gibran yang begitu indah kepadanya, seketika hati Putri pun mulai meleleh. Dan menjadi melamun tak berkata apa-apa lagi. Sama halnya dengan yang dialami oleh Putri, Gibran yang yang tak sengaja memandangnya pun seketika ikut terpesona akan kecantikan yang dimiliki oleh Putri. Bahkan melihat bibir Putri yang sangat manis dalam hati diam-diam mereka telah mengagumi satu sama lain.


"Mata yang sangat indah, ternyata pria ini sangatlah tampan jika dipandang dengan sangat dekat seperti ini?" batin Putri.


"Bibir yang sangat manis?" batin Gibran sembari melihat bibir Putri yang sangat mungil dan manis dengan warna agak merah kejambu'an.


"Uhuk! Uhuk! Tenggorokanku mulai sakit nih, uhuk! Uhuk! Sudah kalian jangan pelukan terus, iri banget nih gue melihatnya?"


Seketika mereka yang mendengar ucapan Verrel, mereka pun terkejut dan Putri yang akhirnya tersadar jika telah berpelukan dengan Gibran, dia pun lantas berteriak dan meminta untuk segera melepasnya sekarang juga.


" Apa yang kamu lakukan lepasin aku gak? Lepasin!" ucapnya Putri yang kemudian tanpa aba-aba ataupun berkata, Gibran yang terkejut dia pun langsung menjatuhkan tubuh Putri ke lantai.


"Astaga Gibran apa yang lo lakukan? Kenapa lo menjatuhkannya?"


"Biarin saja!" balas Gibran dengan santai.


"Ah kau?"


"Astaga lo itu bener-bener keterlaluan banget sih jadi cowok bagaimana mungkin lo bisa jatuhin gue seperti ini?" ucap Putri yang kemudian Verrel pun membantunya berdiri.


"Lagian siapa suruh lo curi-curi kesempatan agar bisa memeluk? Dan ini udah yang ke dua kalinya?"


"Siapa juga yang mau peluk lo GR banget jadi cowok? Waktu itu juga lo sendiri yang memeluk gue duluan kenapa lo malah jadi menuduhku?" sewot Putri.


"Tunggu kamu kan gadis yang waktu itu ada di Restoran itu kan?"tanya Verrel.


"Iya gue memang gadis itu? lo kan laki-laki yang menolongku waktu itu kan? Sekali lagi makasih ya karena lo udah membantuku sekaligus memberitahuku kalau pacarku itu telah mengkhianati-ku?"


"Iya sama -sama lagian gue juga senang bisa membantu wanita secantik lo?"


"Mulai?" balas Gibran yang menyela perkataan mereka.

__ADS_1


"Tunggu tapi kamu kan anak SMA KASUARI, kenapa kamu masih ada disini bukannya temen-temen kamu udah pada cabut dari sini? Apa yang kamu lakukan disini?" ucap Verrel.


"Iya apa yang kamu lakukan di SMA ini, apa kamu inggin mencari sesuatu?" tanya Gibran.


"A... Apa jadi mereka semua sudah pergi dari SMA ini?"


"Iya,"balas Verrel.


"Astaga, bagaimana ini apa yang harus aku lakukan sekarang? Maaf aku harus pergi!" ucapnya yang kemudian Putri yang baru saja mau pergi, seketika ada seseorang yang telah menarik baju Putri dari belakang. Karena terkejut Putri akhirnya berhenti dan melihat kebelakang dan ternyata orang itu adalah Reza.


"Kamu siapa?" ucap Putri dengan wajah terkejut.


"Kamu?Kamu kan anak SMA KASUARI kenapa kamu masih ada di SMA ini, apa yang kamu lakukan? Apa kamu sedang jadi mata-matanya SMA KASUARI?" ucap Reza yang setelah menariknya. Dan melepasnya sekaligus dia juga yang sudah membuat Putri seketika terkejut dengan perkataanya barusan.


Putri yang melihat semua SMA Cenderawasih pada fokus melihat kearahnya dan menatapnya dengan tatapan sangat serius, dia pun lantas mulai deg-degan bahkan suara detak jantungnya bisa didengar oleh semua orang.


"Ada apa ini? Ke ... Kenapa kalian menatapku dengan sangat serius seperti ini? Jika kalian mau menyerang-ku, harusnya kalian bersikap adil atau kalau bisa satu tanding satu saja jangan asal main keroyokan seperti ini, ini namanya pengeroyokan secara babi buta apa kalian mengerti itu?" ucap Putri yang mulai mengakali sembari tangan yang mulai agak gemetaran.


"Pinter sekali kamu ngomongnya ya ternyata?" ucap Reza dengan menunjukkan tatapan seriusnya.


"David, Rendy bawa gadis ini?" ucap Resa dengan memerintah.


"Baik Rez! Ayo kamu ikut kita!" ucap Rendy dengan memegang tangan Putri.


"Ini aku mau dibawa kemana?" tanya Putri.


"Cepat bawa dia!"


"Baiklah ayo jalan jangan bikin kita akan pake cara cukup kasar sama kamu!" ucap David.


"Aku bisa jalan sendiri jadi kalian jangan tidak perlu memaksaku?"


"Baiklah cepat jalan sekarang?"ucap Reza dengan membentak.


Dan akhirnya dengan perasaan takut dan cemas Putri pun berjalan mengikuti Reza.


Sedangkan Verrel yang bingung dan juga penasaran, apa yang inggin dilakukan Reza dan juga temannya kepada Gadis itu.


"Gib? Kira-kira apa yang inggin dilakukan oleh Reza kepada gadis cantik itu?"


"Kenapa kamu malah tanya sama aku, kalau kamu penasaran kamu kan bisa bertanya sendiri pada Si Reza?" balas Gibran dengan muka kesal.


"Astaga ini orang ditanya baik-baik juga?"


"Sudahlah ayo kita pergi, lagian itu kan bukan urusan kita! Jadi biarkan saja gadis itu," ucap Gibran yang kemudian dia pun pergi dan ninggalin Verrel.


"Kira-kira apa ya ya inggin dilakukan sama mereka?" ucap Verrel yang agak bingung. Dan tanpa melihat Gibran yang ternyata sudah ninggalin dia sedari tadi.


"kamu kira-kira tahu gak apa yang inggin Reza lah!"ucapnya yang terhenti setelah dia tahu jika dia sedari tadi hanya berkata sendiri.


"Lah ditinggalin! Woii ... Gibran kamu itu ya asal tinggalin aku aja, woii tungguin?"teriak Verrel yang kemudian dia mengejar Gibran.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2