PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
138 " Apa segitu bodohnya"


__ADS_3

Datang ke-salah satu restoran setelah mengadakan pertemuan dengan salah satu temannya. Seseorang yang terlihat terduduk seorang diri, Gibran yang datang ia lantas memangilnya dan seseorang itu beralih pandangannya melirik kearahnya bangkit dari tempat ia terduduk tadi.


"Hey gimana kabar kamu apa semua baik-baik saja?"tanya Gibran pada seorang pria itu yang tak lain adalah Verrel teman semasa sma dan kuliahnya.


"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja, oh iya ngomong-ngomong maaf ya aku sekarang jarang bercakap-cakap seperti dulu?"balas Verrel.


"Santai aja lagi, kita kan tidak ada muda yang selalu dapat waktu untuk bercanda seperti waktu SMA jadi aku bisa maklumi itu kok, lagian aku sendiri cukup senang dengar kabar suksesnya kamu sekarang?"


"Kamu jangan gitu Gib, semua ini terjadi juga karena bantuan kamu juga, oh iya ngomong-ngomong soal hubungan kamu dengan Revi gimana? Apa semuanya masih baik-baik saja? Maksudmu diantara kalian tidak pernah berdebat atau pun adanya hal yang lainnya kan?"


"Sulit jika aku tidak berkata jujur dan berkata jika semuanya baik-baik saja? Jujur sampai sekarang ini hubungan kita memang sedikit baik tapi baik itu bukan karena hubungan kita akur atau pun tenteram seperti hubungan pasangan suami-istri lain?"


"Apa aku kasih tau Gibran jika beberapa hari lalu aku sempat memergoki Revi jalan bersama dengan seorang laki-laki dengan mesranya? Tapi jika aku memberitahunya bukankah ini sama aku mendukung retaknya rumah tangga dari kedua sahabatku sendiri? Tapi jika aku tidak memberitahunya aku malah lebih menyesal karena membiarkan temanku tertipu pada Wanita seperti itu?"batin Verrel dengan lamunannya, Gibran yang sadar.


"Verrel? Kamu kenapa? Kamu gak lagi ada masalah kan?"

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak kenapa-kenapa kok hanya saja ada masalah sedikit yang aku pikirkan tapi tidak apa-apa aku baik-baik saja kamu tengah lah!"


"Ver? Aku tau kamu terdiam seperti ini ada sesuatu yang telah kamu sembunyikan dariku ada apa? Jika kamu merasa masalah yang kamu pikirkan cukuplah berat cerita-lah insyallah aku bisa bantu kamu cerita-lah!"


"Gimana aku mau cerita jika masalah ini tentang masalah rumah tangga kamu Gib, jujur aku tidak tau antara harus kasihan atau gimana tapi jujur menyembunyikan sebuah rahasia ternyata tidaklah semudah itu?"batinnya dengan memberikan tatapan melas padanya.


"Ver? Kamu masih tidak mau berkata jujur juga? Apa kamu mau persahabatan kita selesai sampai disini?"


"Baiklah aku akan berkata jujur, masalah yang membuatku jadi kepikiran semua ini aslinya bukan masalahku tapi itu adalah masalah kamu sendiri. Aku tidak tau dengan cara apa aku bisa memberitahumu apa aku akan mampu merubah kebahagiaan kamu tapi aku sendiri bingung tidak tau lagi dengan cara apa aku bisa menjelaskan semuanya sama kamu!"


"Baiklah jika kamu ingin secara detail aku memberitahumu. Aku ... Aku kemaren tidak sengaja mempergoki Istri kamu bersama dengan seorang Pria, mereka kelihatan sangatlah mesra jadi aku yakin jika itu mungkin selingkuhannya,"ucapnya.


"Jika dia memang selingkuh aku tidak perduli!"balas Gibran secara entengnya.


"Apa semudah ini kamu mengatakannya? Dia itu sudah berani main api dibelakang kamu apakah seperti ini cara kamu menyelesaikannya? Apa kamu tidak berniat ingin cari tau siapa seseorang yang sudah dengan beraninya menganggu rumah tangga kamu?"

__ADS_1


"Jujur aku merasa jika Revi berani berselingkuh itu karena kesalahanku? Akulah orang yang menjadi penyebab kenapa dia melakukan hubungan terlarang itu?"


"Maksud kamu? Aku tidak paham kamu bisa jelaskan apa maksudnya?"


"Selama ini jujur aku masih belum bisa mencintainya layaknya mencintai seorang Istri pada umumnya entah kenapa jujur aku masih belum bisa menerimanya?"


"Tapi biarpun kamu belum bisa menerimanya kamu sudah cukup memberikan dia perhatikan. Jadi kamu tidak bisa se'egois ini menyalahkan diri kamu sendiri, dia sendiri yang kurang bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih kepadanya bahkan alasan dibalik kenapa kamu sulit untuk mencintainya karena dia sendiri yang setiap harinya selalu memojokkan kamu! Cinta atau pun tidak jujur kamu harus mengakhirinya Gib, dia sudah berani melukai hubungan itu jadi apa wanita seperti itu masih bisa untuk dipertahankan?"


"Jujur aku tidak tau harus berbuat apa setelah tau dia selingkuh? Jika dia beneran selingkuh aku merasa tidak masalah dan aku juga tidak akan menghalanginya?"


"Kamu bodoh karena hanya menganggap enteng dia telah berkhianat seperti ini, tapi jika masalah semakin melebar dan tanpa dugaan kamu dia telah mengandung apa yang ingin kamu lakukan apa kamu masih ingin mempertahankannya?"


"Sudahlah Ver ini masalah rumah tanggaku kamu tidak seharusnya ikut campur urusan ini, bukan maksudku bersikap bodoh atau apa tapi aku tau sendiri cara apa yang harus aku ambil jadi sudahlah lupakan saja!"


"Hanya seperti ini tanggapan kamu? Entahlah Gibran aku merasa baru kali ini aku melihat kamu sangat bodoh baru kali ini!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2