PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
APAKAH RAHASIA PUTRI TERBONGKAR.


__ADS_3

"Hey kamu lagi lihatin siapa sih? Kamu lagi lihatin si cupu itu kan?" tegas Verrel yang bingung ketika melihat Gibran yang fokus melihat kearah Putri.


"Ya gak lah siapa juga yang ngelihatin dia, yang benar saja sudah-sudah jangan bahas itu, mendingan kita lanjutkan lagi makannya,"balasnya yang mencoba menyangkal pembicaraan mereka.


"Baiklah!"balas Verrel yang kemudian dia pun melanjutkan lagi makannya


Lagi asyik-asyiknya Putri dan juga Nina yang sedang menyantap makanan, tiba-tiba Sally dan kedua temannya pun datang, dengan menggatakan sesuatu yang akhirnya membuat Putri harus lebih bersabar lagi untuk bisa menghadapinya .


"Kasihan banget ya orang-orang kaya mereka ini, kalian bisanya hanya makan-makanan seperti ini, mumpung sekarang aku lagi baik, aku bakal tlaktirin kalian deh. Dan untuk kalian semua yang ada didalam kantin ini, jika kalian ingin menambah makanan kalian, cepat mintalah sesuka kalian. Karena aku yang akan membayar semuanya nanti!"ucap Sally dengan menyombongkan diri.


"Kamu serius bakal tlaktirin kita semua?" tanya David yang sedikit tidak percaya.


"Iya aku serius! Aku bakal traktir kalian semua, jadi cepat ambil yang kalian mau, untuk kalian berdua, kalian kan pastinya jarang ya makan-makanan yang enak, jadi cepat ambillah makanan sesuka kalian, ayo cepat ambil!"perintah Sally dengan menatap kearah Nina dan juga Putri. Akan tetapi Putri yang tahu niat Sally yang inggin merendahkannya dia pun sama sekali gak menggubrisnya.


"Hm apa lagi sih ini, itu orang ada-ada aja untuk cari masalah padanya?" ucap Verrel yang agak terheran.


"Ya biasalah dia orangnya kan seperti itu, jadi jangan kaget!" balas Gibran.


"Sally apa kamu seriusan dengan perkataan kamu tadi? Tumben-tumben'nan kamu seperti ini, sekarang kan bukan hari ulang tahun kamu, kok kamu jadi sebahagia ini sekarang?" tanya temannya.


"Ya iyalah aku bahagia, bagaimana mungkin aku tidak bahagia apa kalian tahu apa yang bikin aku seceria ini?"


"Enggak?"


"Gue sekarang lagi mendapat kenalan baru, dia itu seorang anak dari pengusaha sekaligus Putri dari seorang miliader, coba bayangin jika aku berteman dengan dia, kalian tahu kan apa yang akan terjadi, mungkin reputasiku akan semakin naik di sekolah ini?"


"Putri seorang miliader kamu serius Sal?"tanya Verrel spontan.


"Iya aku serius, bahkan aku sudah mendapatkan no telfonnya sekarang, jadi akan lebih mudah untuk bisa berteman dengannya?"


Putri yang terkejut, spontan dia pun terkejut. Setelah Sally bilang jika dia mendapatkan kontaknya.


"Yahh kenapa dia yang malah terkejut?" ucap Reza yang tiba-tiba langsung berbicara.


"Astaga Putri kamu kenapa? Aku kan udah bilang kalau makan itu jangan terburu-buru, jadi tersedak kan kamu sekarang?" ucap Nina.


"Iya ... Iya ... Maaf!"


"Apa jadi Sally mendapatkan nomer telfon ku? Tapi darimana dia mendapatkannya, apa jangan-jangan Papa yang memberikannya?" batin Putri yang merasa sangat kesal.


"Kenapa kamu sampai tersedak gitu, apa kamu iri karena aku lebih beruntung dari hidup kamu! Ya iyalah lebih beruntung, aku kan cantik anak orang kaya lagi, sedangkan kamu apa? Jadi mendingan jangan banyak berharap yang aneh-aneh deh, ngaca! Dan sadar diri?" ucap Sally dengan merendahkan Putri didepan banyak orang.


"Putri tahan! Kamu jangan sampai emosi oke!"ucap Nina mencoba menenangkan Putri.


"Kamu tenang saja Nin, aku masih bisa tahan kok, lagian untuk apa aku harus percaya dengan perkataanya jika dia hanya bisa ngomong, tapi tidak bisa membuktikannya, bisa aja dia hanya mengada-ngada saja jadi untuk apa aku harus percaya!"ucap Putri langsung yang kemudian membuat orang-orang tambah terkejut akan keberaniannya.


"Ooo jadi kamu gak percaya jika aku memang berteman dengan seorang anak milyader? Baiklah aku akan buktikan! Dan aku bakal telfon dia sekarang juga!"balas Sally dengan menatap tajam kearah Putri.


"Ma*i aku! Kalau dia sampai beneran menelfonnya maka habislah riwayatku, kalau mereka tahu siapa jati diriku ini, pasti mereka bakal menuduhku yang tidak-tidak. Apa yang harus aku lakukan sekarang?"batin Putri yang detak jantungnya mulai berdetak tidak karuan.

__ADS_1


Hingga akhirnya terlintaslah dalam fikiran Putri untuk menggerjai si anak manja ini.


"Aduhh kenapa perutku jadi sakit ya, Nin aku harus segera pergi ketoilet sekarang, kamu bisa kan bantu aku untuk jadi saksi apa dia memang benar-benar berteman dengan anak miliyader itu, aku sudah gak tahan nih aku cabut dulu dahh!"ucap Putri yang langsung pergi dengan menabrak Sally.


"Heyy berani sekali kamu menabrak ku hey!"teriak Sally tapi tidak dihiraukan oleh Putri.


"Yahh Putri kok aku ditinggalin sih!" ucap Nina.


"Sudah jangan ladenin dia, sekarang kamu buktikan Sally, buktikan pada dia kalau kamu memang benar-benar gak bohong!"ucap Temannya Sally.


"Baiklah aku akan buktikan. Dan kamu yang jadi saksinya oke!" ucap Sally sambil menatap tajam kearah Nina.


Berhasil mengarang cerita dan meloloskan diri dari Sally, Putri pun akhirnya sampai juga ditoilet. Dan sesampainya ponselnya pun tiba-tiba berdering.


Dan Putri sudah tahu siapa orang yang menelfonnya sekarang ini, iya siapa lagi kalau bukan Sally.


Dret...Dret...Dret..(Suara nada dering)


"Huuu untung saja aku tepat waktu pergi dari sana tadi, coba aja kalau telat sedikit saja aku tidak bisa bayanggin apa yang akan terjadi nanti. Ayo mulai akting kamu Putri?" ucap Putri yang langsung batuk.


"Halo dengan siapa ini?" ucap Putri yang kemudian membalas telfon tersebut dengan suara Putri yang sengaja dia agak samarkan.


"Maaf apa saya bukan bermaksud untuk menggangu kamu, tapi saya ini Sally anak dari teman papa kamu, apa kamu masih ingat?"


"Sally ohh iya aku inggat kamu apa kabar?"


"Alhamdulilah saya baik."


"Iya aku mendapatkan kontak ini dari Papa kamu. Dan om Putra juga tidak keberatan pada saat aku memintanya kemaren, apa kamu tidak suka atau keberatan?"


"Bukan gitu aku suka kok, kan Papa kita sekarang sudah jadi sahabat. Dan memang benar yang kamu katakan, memang kita juga harus menjadi sahabat!"balas Putri yang mencoba untuk menahan tawa akan tingkahnya itu.


"Syukurlah kalau kamu tidak keberatan soal ini, terima kasih ?"


"Oh iya aku lupa aku masih ada urusan, kamu gak papa kan kalau aku tutup dulu telfonnya?"


"Iya aku gak Papa kok dahh?"


"Dahh!"


"Yeah..kayaknya aktingku tadi bener-bener bagus. Dan aku rasa dia gak mungkin mengenali suaraku ini, yahh akhirnya si anak manja ini kena Prank juga dariku. Aku tidak bisa bayanggin apa ya reaksinya sekarang ini, dia mungkin sangat kegirangan sekarang? Ya sudah mendingan aku kembali lagi kekantin saja, aku takut kalau ada orang yang tahu kalau aku ini sedang menyamar sekarang!"


"Dimana kamu percaya kan sekarang?" ucap Sally dengan berkata langsung didepan Nina.


"Iya aku percaya!"balas Nina yang hanya menundukkan kepalanya.


Tak berapa kemudian, Putri yang akhirnya sampai dikantin dia yang baru aja masuk dipintu kantin, dia dibuat terkejut lantaran Reza yang juga kebetulan akan keluar dari pintu itu pun tidak sengaja saling bertabrakan, yang akhirnya membuat kedua ponsel mereka pun terjatuh bersamaan.


Karena ponsel mereka yang ber merek, sekaligus warna yang sama jadi mereka tidak sempat memeriksa kembali ponsel tersebut.

__ADS_1


"Astaga kamu itu kalau jalan punya mata gak sih?" ucap Reza yang kemudian langsung menggambil salah satu ponsel yang tergeletak dilantai.


"Maaf, aku tidak sengaja!" balasnya yang kemudian dia pun menggambil yang satunya lagi. Dan kemudian dia pun berlalu pergi.


"Ayo kita cabut!"


"Baiklah ayo!"balas kedua temannya.


"Akhirnya kamu datang juga, sekarang kamu tanya sama dia apa aku memang berbohong?"


"Putri dia memang gak berbohong, dia beneran sunguh-sunguh berteman dengan anak miliyader itu?" ucap Nina.


"Mmm baiklah kalau gitu, sorry aku sudah berprasangka buruk!" ucap Putri sambil menunduk.


"Sekarang aku masih diam Sally, tapi lihat saja jika dugaanku memang benar, maka jangan salahkan aku, jika aku akan bertindak nanti!"batin Putri dengan tegasnya.


"Baguslah kalau kamu sadar sekarang, ayo Gays kita cabut sekarang!"perintah Sally.


"Baiklah ayo!"


"Ya sudah Gibran mendingan sekarang kita masuk kedalam kelas saja, kan sebentar lagi jam pelajaran akan segera dimulai?" ajak Verrel.


"Baiklah kalau gitu,"balas Gibran yang kemudian dia pun ikut berdiri.


Sedangkan Putri yang juga akan ikut pergi, tiba-tiba dia pun dibuat terkejut setelah dia yang mendengar ada suara pesan masuk dalam ponsel yang ada digengamannya itu. Setelah memeriksanya.


"Lah..ponselku kok jadi gini jelek gini wallpapernya, ini kan bukan ponselku?" ucap Putri terkejut.


"Kenapa Putri?" tanya Nina.


"Gak tahu nih Nin, aku rasa ponselku telah telah tertukar tadi, tapi dengan milik siapa?" ucap Putri yang merasa bingung, kemudian dia pun inggat kejadian tabrakannya dengan Reza tadi.


"Astaga ma*i aku! Maaf Nin aku harus segera pergi sekarang, aku ada urusan yang sangat penting dah!"ucap Putri yang kemudian dia pun berlari sangat kencang.


"Ada apa lagi dengan Putri itu, aku rasa dia agak aneh hari ini?" ucap Nina yang merasa bingung.


Sedangkan Reza dan temannya yang baru aja sampai dikelas mereka, dia belum menyadari sama sekali. Dan kemudian Gibran, Verrel, Sally dan kedua temannya pun menyusulnya dengan masuk kedalam kelas ini.


Jam pelajaran yang belum dimulai membuat para pelajar memutuskan untuk main ponsel terlebih dulu. Reza yang akhirnya membuka ponsel yang ada digenggamannya itu pun seketika terkejut, lantaran ponsel itu tidak ada password nya.


"Lahh ini ponselku kenapa? Bukannya ponselku itu aku kasih password, tapi kenapa sekarang tidak! Dan wallpaper nya juga kenapa jadi gambar seorang wanita?Tunggu! Ini bukannya anak Kasuari itu kan yang kemaren aku tuduh jadi mata-mata disini kenapa ponselnya bisa ada disini. Coba aku periksa galerinya saja?" batinnya yang kemudian dirinya merasa sangat penasaran, Reza pun akhirnya melihat Galeri ponsel tersebut.


Setelah membuka galeri yang ada diponsel itu, Reza sangat terkejut lantaran memang benar jika ponsel yang ada digengamanya bukanlah miliknya. Melainkan milik dari anak KASUARI yang tak lain adalah Putri.


David dan juga Rendy yang melihat Reza hanya terdiam. Dan terfokus pada ponsel yang ada digenggaman tangannya pun seketika langsung bertanya.


"Hey Reza kamu kenapa? Kok jadi bengong gitu?"tanya David.


"Iya kamu kenapa?" tanya Rendy.

__ADS_1


"Ini? Ponsel ini ...."balas Reza yang kemudian inggin mengasih tahu kedua temannya, akan tetapi Putri datang tepat waktu, spontan ponsel langsung menggambil Ponsel yang ada ditangan Reza itu, Reza yang melihatnya dia pun terkejut


BERSAMBUNG.....


__ADS_2