PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
ASET SAHAM.


__ADS_3

"Gibran sudah mengetahui rahasiaku, dan dia juga sudah aku berikan no seluler yang aku gunakan untuk meneror Sally, tapi kenapa perasaanku sedikit kurang lega ya sekarang. Gimana kalau Sally sampai tahu dan dia malah akan berganti mencurigainya. Kalau Gibran sampai kepergok gimana?"


"Sudahlah lebih baik aku telfon Gibran saja!"


"Aist kenapa dia gak ngangkat sih?"


****


Penjahat tidak akan pernah kalah melawan kebaikan sama halnya dengan apa yang kamu lakukan saat ini, seberapa besar kamu berusaha menyembunyikan perbuatan jahat kamu, pasti ujung-ujungnya rahasia yang selama ini kamu sembunyikan perlahan-lahan pasti akan terkuak juga.


Sama seperti bangkai tikus sekecil apapun bentuknya, yang namanya bangkai pasti akan tercium juga aroma bau menyengat. Dan semua itu tidak berbeda dengan apa yang kamu lakukan saat ini jadi bersiaplah karena sebentar lagi kejahatan kamu pasti akan terbongkar. Dan kamu bersiaplah mendekam dipenjara setelah perbuatan jahat yang selama ini telah kamu lakukan.


"Siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu terus-menerus meneror ku seperti ini. Jika kamu berani maka tunjukkanlah wajah kamu agar aku bisa tahu siapa kamu sebenarnya," balas Sally melalui pesan WhatsApp nya.


"Gak penting juga aku menemui mu, karena bagiku melihatmu mendekam dipenjara itu sudahlah bikin aku lega, menyerah lah diri kamu ke polisi dengan begitu aku tidak akan meneror mu seperti ini!"balas seseorang itu yang kemudian ponselnya pun sudah tidak aktif.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan dia benar-benar mengancam ku, dia benar-benar inggin menjebloskan ku ke Kantor Polisi sekarang apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku lakukan sekarang.


Sudah dipenuhi dengan rasa ketakutan yang begitu besar, Sally yang sudah mulai depresi bahkan pikirannya sudah tidak mampu menampung semua ini, hingga akhirnya ia pun jatuh pingsan dihadapan banyak temannya yang sedang bersantai di waktu istirahat.


"Sally...Sally...


"Apa yang terjadi dengannya, kenapa dia bisa jatuh pingsan seperti ini, apa dia sakit?"


"Sudah-sudah jangan banyak berkata, mendingan sekarang kalian cepat bawa Sally ke ruang Uks sekarang juga!"perintah temannya.


Berjalan melewati koridor Sekolah, pandangan Putri pun seketika teralihkan setelah ia melihat ada banyak orang yang pada berkerumun.


"Ada apa disana kenapa orang pada berkerumunan, mendingan aku samperin kesana aja."


"Astaga Sally, apa yang terjadi dengannya?"


"Gue gak tahu, tiba-tiba aja dia jatuh pingsan pada saat sedang main chat sama seseorang?"balas Agnes sembari merangkul Sally.


"Ya sudah cepat angkat dan bawa dia ke Uks!" perintah Putri.


"Baiklah!"


"Main chat, itu artinya Gibran, pasti Sally bisa pingsan seperti ini karena Gibran telah mengirimkan pesan kepadanya. Astaga Gibran kamu itu parah banget sih, aku harus mencarinya sekarang.


Bersantai sembari menikmati menu makanan di Kantin, dengan langsung Putri pun menarik lengan tangan Gibran.

__ADS_1


"Gibran ayo ikut aku sekarang!"ajak Putri.


"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Gibran.


"Jangan banyak bertanya, ayo ikut aku!"


"Iya...iya...aku bakal ikut kamu!"


"Ada apa sih kenapa kamu tarik-tarik aku seperti ini, ada apa?"


"Mana ponselmu!"


"Ponsel?"


"Ini!"


"Eh apa yang mau kamu lakukan, apa yang inggin kamu lakukan pada ponselku?"


"Ini jadi benar kamu orang yang sudah bikin jatuh pingsan tadi, kamu itu keterlaluan banget sih Gib, apa kamu sadar dengan cara kamu mengancam dia seperti ini, perlahan-lahan kamu itu menekan mentalnya, jika kamu mengancamnya seperti ini terus dia bisa gila apa kamu paham itu!"


"Jujur aku tuh bingung banget sama kamu Put, kamu tahu jika dia orang yang sudah bikin kamu celaka, bahkan dia juga orang yang hampir bikin nyawa kamu menghilang tapi kenapa semudah ini kamu memaafkannya."


"Bukannya aku memaafkannya, tapi tidak ada gunanya juga aku membencinya. Karena dengan cara membenci, itu bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada itu malah akan membuat masalah lebih besar lagi."


"Maksudmu?"


"Selama ini aku diam bukannya aku bodoh dan tidak berani, tapi aku memutuskan diam karena aku yakin jodoh gak bakal kemana, jika sekarang kita tidak bisa bersatu aku yakin jika kita memang jodoh pasti tuhan akan mempertemukan kita sekaligus mempersatukan kita.


Sekarang aku tanya sama kamu, sebelum kamu menggalami kecelakaan dan menggalami amnesia kamu pernah bilang padaku kalau kamu itu suka dan cinta sama aku. Dan pertanyaan yang inggin aku tanyakan sama kamu, apa perasaan itu sekarang masih sama seperti perasaan yang waktu itu kamu rasakan.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Gibran padanya, seketika Putri pun terdiam dan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun padannya.


"A...aku...masih ada urusan, jadi aku harus pergi!" Selangkah Putri akan pergi, Gibran langsung menariknya.


"Kenapa kamu menghindar. Apa kamu ragu untuk mengatakannya padaku?"


"Bukannya aku ragu, tapi sekarang belum saatnya aku untuk mengatakan jika, jika waktunya nanti tiba aku bakal mengatakan perasaan itu padamu.


"Kapan pun kamu akan mengatakan, aku sudah siap mendengarnya Putri.


******

__ADS_1


Pagi yang dengan cepatnya berganti menjadi malam. Putri yang sehabis menggambil air minum di Dapur, ia pun mendapati Papanya yang sedang berbicara lewat telfon pada seseorang.


"Papa sedang berbicara dengan siapa?" tanya Putri yang seketika membuat pandangan Papanya pun beralih menatap kearah Putri.


"Ini sayang, Papa sedang berbicara dengan Om Herland dia itu teman terbaik Papa."


"Ooo memangnya apa yang sedang kalian bicarakan tadi, kelihatannya masalah serius, Papa gak lagi ada masalah kan?"


"Tidak sayang, Papa gak ada masalah kok. Dan tadi masalah yang Papa bicarakan pada Om Herland itu menyangkut harta warisan, kan sebentar lagi kamu sudah masuk ke universitas jadi itu artinya harta warisan Papa nanti akan jatuh ketangan kamu. Dan Papa akan umumkan pada semua orang beberapa hari lagi, dan Papa meminta bantuan ke Om Herland untuk mengurus berkas saham Papa yang akan Papa gantikan atas nama kamu."


"Apa Om Herland gak keberatan dengan permintaan Papa ini, sekaligus apa Papa gak takut kalau ada masalah yang akan terjadi nanti, ini masalah saham perusahaan Pa, dan gak sembarangan orang bisa Papa andalkan apalagi om Herland hanya sebatas teman.


"Sudah sayang Papa gak mau membahas masalah itu, Papa harus pergi karena Papa masih ada urusan jadi Papa tinggal dulu ya sayang.


"Baik Pa."


"Gak aku gak bisa biarkan ini semua, aku tahu pasti ada sesuatu yang telah direncanakan oleh Om Herland sekarang, jadi yang harus aku lakukan sekarang, aku harus mendapatkan berkas saham itu sebelum Papa memberikannya pada Om Herland iya hanya itu cara satu-satunya.


"Aku sudah mendapatkan aset saham ini, sekarang yang harus aku lakukan aku harus menyembunyikan berkas ini agar Papa tidak berhasil memberikannya pada Om Herland.


"Tunggu. Tapi jika aku menyembunyikan berkas saham ini yang ada Papa akan tahu kalau ingatanku sudahlah pulih dan Papa juga pasti akan memarahiku nanti jadi aku harus cari ide lain tapi ide apa. Yahh aku tahu sekarang aku harus membuat berkas palsu yang sama percis seperti yang ada didalam aset saham ini dengan begitu aku rasa Om Herland tidak akan menyadarinya iya aku harus melakukan itu.


Tapi sebelum aku melakukan itu aku harus merusak brangkas ini terlebih dulu, karena hanya ini cara untuk mengulur waktu agar rencana yang aku rencanakan ini berhasil, jadi sekarang lebih baik aku rubah kode kata sandi yang ada di brangkas ini dengan aku ganti kode lain mendingan aku ganti (4O516) iya ini akan lebih baik aku rasa Papa gak akan tahu kode rahasia ini.


*


*


*


"Malam harinya jam yang telah menunjukkan pukul 00:00 malam waktu bagi semua orang untuk mengistirahatkan sejenak tubuh yang sudah seharian melakukan aktifitas setiap harinya yaitu kerja, dan jam itu juga bagi para mahluk halus melakukan aktifitas biasanya yaitu bergentayangan. Tapi berbeda dengan Putri jika semua orang sudah pada tertidur terlelap Putri malah fokus didepan layar laptop sembari mengetik sesuatu.


"Untung saja Papa dulu pernah mengajarkan aku tentang membuat laporan kerja maupun aset-aset seperti ini, jadi bagiku ini akan sangat mudah bagiku melakukannya. Semua tulisan sudah aku ketik rapi seperti yang ada didalam aset ini tanpa ada yang keliru dan yang harus aku lakukan selanjutnya aku harus meminta tanda tangan seseorang untuk membantu berjalannya rencanaku ini tapi pada siapa aku harus meminta bantuan. Sudahlah mendingan besok aja aku meminta tanda tangan sekarang aku sudah sangat ngantuk jadi lebih baik aku tidur aja.


Setelah berjam-jam ia fokus didepan layar laptop dan menahan rasa kantuknya akibat mengerjakan laporan aset ini, setelah kerjaannya selesai Putri pun dengan langsung, langsung merobohkan tubuhnya diatas ranjang dengan keadaan tengkurap dan kedua matanya pun kemudian ia pejamkan.


BERSAMBUNG.


PENGUMUMAN.


IJIN PROMOSI KARYA BARU YA, JANGAN LUPA MAMPIR.

__ADS_1




__ADS_2