PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
SATU TAMPARAN.


__ADS_3

"Mama ... Papa bangun dong, jangan bikin Putri merasa cemas seperti ini, Bik gimana ini kenapa mereka tak kunjung sadar?" ucap Putri yang merasa sangat cemas. Dan terus berusaha menghirupkan minyak angin kehidung mereka tapi sia-sia saja.


"Non Putri yang sabar dulu Bibik yakin nyonya dan juga Tuan akan baik-baik saja, jadi non yang sabar dan tenang?"


"Tapi bik bagaimana mungkin aku bisa tenang kalau Mama dan Papa masih belum siuman seperti ini?"


Baru aja mereka dibicarakan, tak lama kemudian mereka pun perlahan-lahan membuka matanya. Putri yang melihatnya pun sangat lega.


"Alhamdulillah akhirnya kalian sadar juga Mama sama Papa tidak kenapa-kenapa kan?"tanya Putri yang merasa sangat lega.


"Putri?"ucap Papanya dengan membelai wajah Putrinya.


"Sayang ini beneran kamu?" ucap Mamanya sambil memegang Pipi Putri.


"Iya ini aku Ma ... Pa?"


"Maafkan Putri gara-gara Putri, kalian harus jadi seperti ini maafkan Putri ya?"ucap Putri dengan sangat menyesal.


"Iya Mama dan Papa akan maafin kamu, tapi ingat lain kali kamu jangan ulangi lagi ya?"


"Iya Putri janji Putri tidak akan seperti itu lagi jadi maafin Putri ya Pa?"


"Baiklah karena kita sudah pada berkumpul, ada sesuatu yang inggin papa katakan sama kamu sayang?"


"Tentang masalah apa Pa?"


"Gini malam ini Papa sudah memutuskan untuk mengatur makan malam bersama rekan bisnis Papa yang membicarakan soal rencana kerja sama Perusahaan Papa yang ada di Jakarta ini sayang, jadi Papa minta kamu malam ini jangan kemana-kemana."


"Baiklah Putri tidak akan kemana-kemana, lagian Putri juga tidak ada kerjaan Pa."


"Baguslah kalau gitu?"


"Oh iya sekalian Papa juga ingat tanya sama kamu, apa benar kamu pindah sekolah sekarang. Dan kenapa kamu tidak memberitahu Papa?"


"Maafkan Putri Pa, waktu itu Putri inggin mengasih tahu Papa dan juga Mama, tapi karena waktu itu kalian tidak bisa dihubungi sama sekali jadi aku pun akhirnya tidak memberitahu kalian, maaf kalau aku udah buat kalian kecewa."


"Untuk kali ini Papa bisa maafkan kesalahan kamu sayang, tapi Papa harap ini terakhir kalinya kamu membuat kesalahan ya. Dan Papa minta kamu jangan pernah mengulanginya lagi?"


"Iya Pa! Putri ngaku kalau Putri memang lancang maafin Putri?"


"Ya sudah mendingan kamu cepat mandi dan bersiap-siaplah. Karena tamu Papa akan datang pukul 19:30 malam nanti!"

__ADS_1


"Baiklah Putri akan bersiap-siap sekarang, ya sudah Putri pamit masuk dulu ya?"


"Baiklah!"


Dalam perjalanan Putri menuju ke kamarnya, Putri pun sedikit ada pikiran dimana dia merasa ada yang perubahan dengan sikap Papanya. Karena yang Putri kenal, Papanya itu ngomongnya sangat halus dan pasti mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Putrinya, tapi hari ini Putri merasa ada yang berbeda.


"Ada apa dengan Papa? Kenapa dia bukan seperti Papaku yang dulu, kalau aku lihat Papa ada sedikit perubahan, tapi apa yang membuat Papa jadi berubah sikap seperti itu?" batin Putri yang merasa terheran.


Jam yang sudah menunjukkan pukul 19:20 menit yang artinya hanya menghitung beberapa menit saja, tamu spesial Papanya Putri akan segera datang ke rumah ini. Melihat kedua orang tuanya masih sibuk sama penampilan mereka masing-masing.


Putri yang sudah berdandan dengan sangat cantik pun memutuskan untuk berdiam diri didepan cermin sampai menunggu para tamu hadir.Terlihat agak bersedih itulah yang dialami Putri saat ini, entah pikiran apa yang menggangunya saat ini.



Tak berapa kemudian akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga. Putri dan kedua orang tuanya yang dengan sopan langsung menyambut kehadiran tamu mereka.


Akan tetapi Putri yang sedari tadi telah menunggunya karena sangat penasaran dengan siapa tamu spesial Papanya itu. Akhirnya setelah mengetahui wajah orang tersebut, akan tetapi setelah dia mengetahui wajah orang itu, Putri malah dia buat sangat terkejut lantaran tanpa dia duga ternyata tamu itu yang tak lain orang yang sangat dia kenal. Dan mereka adalah Hermawan dan juga Sally, teman sekelasnya yang sangat sering menbully-nya disekolah.


"Apa? Jadi tamu spesial yang dimaksud Papa adalah mereka, tapi bagaimana mungkin Mama dan Papa bisa kenal dengan mereka?" batin Putri yang merasa bingung.


"Ya sudah karena kalian sudah datang, mari kita masuk semua sudah menunggu kalian sedari tadi, jadi cepat masuklah!"pinta Papanya Putri.


"Baiklah ayo sayang kita masuk!"ajak Hermawan.


DIRUANG TAMU.


"Jadi ini Putri kamu? Dia sangat cantik kamu pasti sangat bangga bisa punya Putri secantik dia, melihat kecantikannya ini pasti sudah sangat kelihatan jika dia pasti jadi bahan rebutan cowok-cowok di sekolahnya ya kan?"goda Hermawan.


"Kamu bisa aja Her, ngomong-ngomong Putri kamu juga cantik, coba aja kalau aku punya anak laki-laki seusianya mungkin aku juga bakal jodohkan dia dengan Putrimu. Dan menjadikan kamu sebagai besanku!"


"Sandiwara apalagi yang direncanakan olehnya, dasar manusia bermuka dua, diluar dia sok belagu. Dan menyombongkan kekayaanya, tapi didepan Papa dia sok alim dan berhati sangat baik bak seperti malaikat, dasar menyebalkan!" batin Putri yang merasa sangat bingung.


Melihat kedua Papa mereka kelihatan sangatlah akrap, Putri pun menjadi sangat bingung. Dan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, Sedangkan Sally yang sedari tadi telah memperhatikan Putri tanpa Putri sadari.


"Gila wanita ini cantik sekali beruntung sekali dia menjadi anak dari miliarder seperti mereka, mau apa pun itu pasti tinggal minta saja tapi ngomong-ngomong kalau aku jadi sahabatnya aku rasa aku akan bisa lebih mudah menaikkan derajat ku. Apalagi dengan rencana yang Papa rencanakan saat ini, aku rasa itu akan tambah mempermudah rencana Papaku nanti?" batin Sally yang menatap Putri dengan tatapan sinisnya.


"Apa yang sedang dia katakan dalam hatinya, apa dia mulai mengenaliku?"batin Putri yang kemudian melihat Sally dan perasaannya merasa sedikit cemas.


"Ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Putri yang seketika membuat Sally pun terkejut.


"Ti ... Tidak. Aku hanya terkagum-kagum akan kecantikanmu, aku rasa kamu anak yang baik dan ramah, apa kamu mau jadi temanku?" tanya Sally secara langsung.

__ADS_1


"Teman?"tanya Putri balik.


"Iya kamu mau kan jadi temanku?"


"Iya aku mau, aku lihat kamu juga anak yang baik!" balas Putri dengan tersenyum.


Sebenarnya rencana apa yang sedang mereka rencanakan saat ini, kenapa kalau aku perhatikan, ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan, bahkan tatapan keduanya aku tidak bisa dibohongi itu.


Dan awas saja kalau sampai kalian berani menyentuh keluargaku, maka kalian sendiri yang akan menyesal nanti. Karena aku tidak akan pernah membiarkan kalian sampai berani melukai keluargaku.


Batin Putri yang secara diam-diam, dia pun memperhatikan gerak-gerik yang mereka lakukan saat ini.


Hampir satu jam rencana makan malam mereka yang berlangsung dengan sangat lancar tanpa ada halangan apapun.


Mereka yang memutuskan akan pulang, dengan sopan Putri dan keluarganya pun mengantarnya sampai didepan rumah.


Kedua orang tua Putri yang terus melambaikan tangan mereka sebelum melihat Mobil yang mereka tumpangi hilang dari pandangan mereka.


"Pa? Mereka orang-orang yang sangat baik, mama rasa rencana kerja sama kita akan berjalan dengan sangat lancar nanti?"ucap Mamanya kemudian mendapatkan anggukan dari Papanya yang setuju dengan idenya.


"Iya Ma! Papa juga punya pendapat seperti itu?"


"Pa ... Ma ... Aku tahu kalau kalian sangat bangga bertemu mereka. Dan mengenal mereka, tapi saran Putri mendingan kalian batalin rencana kerja sama kalian itu!"ucap Putri yang spontan membuat pandangan mereka keduanya teralihkan melihat Putrinya.


"Apa maksud kamu Putri? Papa tidak mengerti?"tanya Papanya dengan wajah terheran-nya.


"Iya sayang apa maksud kamu? Mama juga sama sekali tidak mengerti dengan maksud kamu itu?"


"Pa! Mereka itu bukanlah orang baik-baik, mereka hanya inggin memanfaatkan Papa, jadi Papa jangan segampang itu mempercayai mereka. Dan Putri juga akan kasih tahu kalian siapa mereka yang sebenar!"ucap Putri yang tiba-tiba Papanya langsung menamparnya


Belum juga Putri menyelesaikan pembicaraan. Putri sudah dibuat terkejut lantaran tanpa Putri sadari Papanya ternyata dengan beraninya memberi satu tamparan tepat mengenai pipi Putri.


"Tega sekali Papa menamparku seperti ini?. Dan ini pertama kalinya Papa menamparku hanya karena mereka, Papa bener-bener jahat! Papa jahat!" balas Putri yang kemudian dia pun berlari keluar. Dan pergi tanpa memperdulikan kedua orang tuanya.


"Astaga apa yang Papa lakukan, kenapa Papa menampar Putri?" tanya Istrinya.


"Putri tunggu Mama?"teriak Mamanya yang hendak akan mengejar Putri, tapi Papanya menghalanginya dengan menarik tangan Istrinya. .


"Sudah jangan dikejar, dia memang pantas mendapatkan tamparan itu karena perkataannya yang sangat tidak sopan!"


"Tapi Pa?"

__ADS_1


"Cepat ayo kita masuk sekarang!"ajak Papanya yang langsung menarik tangan Istrinya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2