
Sedangkan Bimo yang mengambilkan minum untuk Putri, ia terlihat aneh akan pandangannya yang seperti sedang memperhatikan suasana aman. Mengambil dua gelas minuman berasa jeruk pandangannya yang sedari tadi nampak tidak tenang ia akhirnya memberikan sesuatu bubuk yang ia campurkan pada salah satu minuman yang akan ia kepada Putri nanti.
"Maaf aku harus mengerjai-mu seperti ini. Aku terpaksa memberikanmu obat per4ngs4ng karena hanya dengan cara ini aku bisa mendapatkan cintamu seutuhnya Put, maafkan aku! Maafkan aku!" gumam Bimo dengan senyum sinisnya.
Melihat apa yang dilakukannya barusan, Gibran yang sedari tadi sedang membuntuti secara diam-diam, entah kenapa hatinya merasa kacau melihat sifat asli dari Pria yang sangat ia percayai ini
"Dasar laki-laki bajingan, kenapa ia bisa berbuat seperti itu hanya untuk mendapatkan cintanya saja, tidak! Aku tidak bisa membiarkannya aku harus terus awasi dia," batin Gibran dengan menggenggam erat tangannya.
"Ini minumlah maaf aku agak lama tadi antri soalnya," ucap Bimo.
"Iya gak papa terima kasih," balas Putri.
"Sama-sama ya sudah kamu minumlah,"pintanya.
"Kamu gak ingin kembali lagi kesana? Berkumpul dengan teman-temanmu yang lain?"tanya Putri.
"Aku sadar yang dikatakan Gibran memang ada benarnya aku yang telah membawamu, jadi ini sudah jadi tugasku untuk melindungi mu maafkan aku jika aku bersikap arogan seperti tadi maafkan aku!"
"Aku tau sesungguhnya kamu tidak ingin melakukan itu, tapi karena rasa cemburu kamu hati kotor kamulah yang mendorongnya jadi tenanglah aku tidak akan marah kok,"balasnya dengan tersenyum tipis.
"Baiklah aku hanya ingin disini aja takut ada seseorang yang akan mengganggumu karena aku lihat kamu terlihat panik tadi, belum lagi pakaian karena pakaian inilah aku kamu jadi perhatian orang-orang,"ucapnya.
"Ya sudah kamu minumlah!"
"Baiklah!"
Melihat Putri yang meminum, minuman yang ia ambilkan tadi Bimo nampak puas. Tak berapa lama Putri terlihat memegang kepalanya.
"Kamu kenapa Put?"tanya bimo.
"Aku tidak apa-apa kok hanya saja aku agak pusing, kayaknya aku harus pulang kalian gak papa kan kalau kita pulang dulu?"
"Iya gak papa kok kamu terlihat lagi tidak enak badan. Baiklah aku akan mengantarmu!"ucap Bimo.
__ADS_1
Memasukkan Putri kedalam mobil Bimo sendiri. Tak lama Bimo akhirnya melajukan laju kendaraannya dengan wajah seringainya.
Sedangkan Gibran yang tak ingin kalah ia segera melajukan kendaraannya cukup tinggi untuk mengejar mobil yang ditumpangi Bimo mau pun Putri.
"Panas ... Kenapa disini sangat panas sekali aku ingin mandi ... Aku ingin mandi," ucap Putri dengan matanya yang masih terpejam.
"Iya Put kamu tenang saja tidak akan lama aku kita akan melakukannya jadi kamu yang sabar ya," balas Bimo yang membelai rambut Putri sedangkan Putri terlihat keringatnya mulai keluar dari wajahnya.
Bimo yang melihat Putri masih memakai pakaian seksi yang ia berikan tadi, dengan beraninya ia mencium pipi Putri dengan lancang.
Belum puas Bimo yang melihat bibir mungil merah jambu yang Putri miliki membuat gairah Bimo semakin memanas. Sekejap ia ingin sekali melu*at habis bibir manis yang dimiliki Putri itu. Akan tetapi tiba-tiba mobil langsung menghadang tepat dihadapannya dan mengakibatkan mobil keduanya tak bisa mengendalikan yang akhirnya benturan cukup keras yang membuat depan mobil sedikit ringsek.
Bimo yang tadinya ingin melakukan niat bejatnya. Seketika pandangannya teralihkan dan langsung keluar dari mobilnya. Kedua keluar pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanan pria itu hinga babak belur.
"Ais berani sekali anda memukul-ku," gertak balik Bimo. Sedetik Bimo berniat ingin memukulnya tangannya terhalangi lantaran Gibran yang dengan sigap langsung mencengkram tangan Bimo dari hadapannya.
"Itu akibat karena anda dengan beraninya memakai cara bejat seperti ini paham!"gertaknya lagi dengan meluncurkan satu pukulan lagi tepat mengenai tubuh Bimo itu.
"Ayo ikut aku!" ajaknya yang langsung mengangkat tubuh Putri hinga jatuh dalam pelukannya.
"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini karena aku tidak akan membiarkan bajingan ini sampai menodai-mu!" ucapnya yang tidak mau melepaskan gendongnya.
"Lepaskan aku! lepaskan aku! Kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku!" ucapnya yang terus memberontak tapi Gibran tidak menggubrisnya langsung memasukannya kedalam mobil dan menghiraukan Bimo yang terdiam tak berkutik.
Melihat mobil yang ditumpangi Gibran kembali melajukan laju kendaraannya, Bimo nampak kesal .
"Sial gara-gara Laki-laki itu aku gagal mendapatkannya," ucapnya yang langsung menendang sesuatu.
"Kamu mau bawa aku kemana lepaskan aku! Lepaskan aku!"ucap Putri yang terus terucap biar pun pandangannya masih terpejam.
"Gibran ... Gibran kamu itu sebenarnya gila atau apa? Kamu selama ini bersikap seolah-olah tidak perduli! Tapi kenapa melihat dia hampir dilecehkan kamu kenapa malah melindunginya, aneh! Tapi apa benar jika aku sudah mulai menyukainya? Dan apa yang aku lakukan ini termasuk bukti jika aku tidak mau ia jatuh ke tangan pria lain, apalagi pria itu adalah Pria bajingan?"ucap Gibran dengan pandangannya yang memandang kearah Putri secara terus menerus.
Tak lama akhirnya mereka telah sampai disalah satu kediaman yang tak lain adalah kediaman dari Kos-kosan miliknya sendiri.
__ADS_1
"Saya terpaksa membawa mu kesini karena jika aku membawamu pulang ke rumah yang ada keluargamu akan berfikir yang tidak-tidak mengenai aku. Jadi jika aku membawanya pulang kesini otomatis nama-ku akan aman," batinnya yang langsung mengendong dan mengeluarkan Putri dari dalam mobilnya.
Membaringkan tubuh Putri diatas ranjang dengan kesadarannya yang masih belumlah pulih. Putri terlihat mengoyak-ngoyak tubuhnya sendiri lantaran merasa kepanasan, Putri tak segan-segan hendak ingin melepaskan pakaian yang menutupi tubuhnya sendiri. Gibran yang melihatnya dengan sigap ia langsung menghalanginya.
"Apa kamu udah gila? Jangan lakukan itu!" tegasnya."Hey ini tempat ku jadi jaga sifat-mu dan jangan coba-coba kamu mengoda-ku apalagi sampai-sampai menunjukkan harta kamu itu apa kamu paham!" tegasnya Gibran dengan raut wajah kesalnya.
Mendengar ucapan yang diucapkan Gibran, Putri terlihat tidak meresponnya. Dengan keadaan terbaring dan membolak-balik tubuhnya sendiri. Tatapan Gibran tiba-tiba membuat dia terpukau akan kecantikan Putri yang sekarang baru ia sadari.
"Kamu terlihat sangat cantik put, bahkan kecantikan yang kamu miliki sangatlah berbeda dengan yang dimiliki semua wanita yang aku pandangi," gumamnya yang tersenyum sendiri,ucapan manis yang akhirnya terucap dari mulutnya sendiri.
"Astaga apa yang barusan aku katakan tadi kenapa aku bisa-bisanya sampai berkata seperti itu?"
Beranjak pergi dari hadapan Putri, Gibran yang lantas keluar dari ruangan tersebut, mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.
"Segeralah kesini! Untuk alamatnya aku akan memberikan alamatnya pada pesan WhatsApp nanti."
Tak ada niat untuk melihat sekali lagi Wanita yang barusan dimasukkan kedalam ruangan itu, dirinya yang tanpa berfikir lantas beranjak pergi dari tempat ini.
Beberapa jam kemudian setelah perginya pria tampan itu, seseorang Wanita terlihat mulai membuka pejam'an matanya, melirik kesana-kemari pandangannya melirik pada satu arah terdapatnya wanita cantik yang mungkin juga dia kenali.
"Nina?"ucapan wanita yang masih terbaring diatas ranjang tersebut.
"Putri kamu sudah bangun?"balasnya segera ia menghampirinya.
"Kenapa aku bisa ada disini?"tanya Putri sesaat Nina membantunya untuk bangkit.
"Iya tadi ada seseorang yang menelfon-ku mengunakan ponselmu ini,dia berkata jika ada seorang Wanita yang hampir saja dinodai oleh kekasihnya sendiri, baiknya Pria itu segera menggagalkan rencana jahat pria yang aku duga adalah Bimo jadi akulah yang membawamu kesini sekarang. Jujur aku sangat tidak menyangka jika Bimo akan sebejad ini?"
"Tapi jika Bimo benar-benar berniat melakukannya apa alasannya jujur aku tidak percaya jika dia akan sebejad ini sampai berniat melakukan hal menjijikkan seperti itu?"
"Put! Sekarang kita sudah tau seperti apa sifat aslinya Bimo jadi apa kamu masih berniat ingin melanjutkan hubungan kalian itu? Dia baru jadi pacar bahkan belum jadi tunangan kamu tapi kamu bisa lihat kan seperti apa dia sesungguhnya?"
"Aku sudah mengenal Bimo sejak lama, sifat dan perilakunya aku pun tau, tapi jika dia berniat bertindak seperti itu aku rasa aku tidak bisa untuk mempercayainya, aku kenal dia jadi dia tidak mungkin akan melakukan semua ini padaku tidak mungkin?"
__ADS_1
"Put! Apa segitu susahnya kamu untuk mempercayainya? Dia sudah jelas-jelas hampir saja melecehkan kamu apa kamu masih mau hal itu terulang kedua kalinya?"tegas Nina yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Putri.
BERSAMBUNG.