
Klek!
Gita membuka pintu apartemennya dengan raut wajah kesal. Apalagi setelah melihat wajah Ririn muncul di hadapannya, rasa kesalnya semakin bertambah. Meskipun bukan salah Ririn sepenuhnya, tapi gara-gara dia Gita harus melewati malam penuh kegilaan yang memalukan. Kalau diingat-ingat lagi, lebih baik dia mati daripada harus mengalami peristiwa semalam.
Betapa memalukan dirinya yang tidak tahu diri meminta diperawani oleh atasannya sendiri. Mungkin Rei akan memandangnya punya kelainan jiwa. Semalam jelas-jelas Gita yang paling agresif dan memaksa Rei untuk bercinta.
"Nih, aku bawakan jus yang benar." Ririn mengeluarkan jus jeruk yang ingin diberikan untuk sahabatnya itu. Bentuknya sangat mirip dengan yang semalam Gita minum, namun bedanya ada label yang jelas. "Cepat kembalikan jus punyaku yang salah kamu ambil! Gara-gara kamu semalam kami jadi gagal bercinta! Makanya kalau mau ambil apa-apa tanya dulu!" gerutu Ririn.
Suami Ririn setiap kali pulang berlayar selalu membawa minuman suplemen yang berkhasiat menambah gai*rah bercinta pria dan wanita. Sudah menjadi kebiasaan, Ririn akan standby di rumah selama suaminya libur. Enam bulan sekali mereka baru bisa bertemu. Momen pertemuan akan dihabiskan dengan sesi bermesraan sepanjang hari. Jangan harap bisa bertamu atau menemui Ririn selama suaminya di rumah. Dia akan dikurung suaminya seharian dalam kamar. Bahkan, untuk makan saja mereka lebih memilih pesanan layan antar daripada memasak sendiri.
Gunanya minuman yang suami Ririn berikan agar mereka kuat bercinta seharian. Suami pelayaran memang harus diberi pelayanan yang memuaskan supaya tidak jajan sembarangan dan selalu kangen segera pulang. Begitu pula yang selama ini Ririn lakukan.
Semalam, momen yang tepat untuk bercinta. Apalagi didukung dengan pemadaman lampu secara luas, menambah suasana semakin syahdu. Saat ingin meminum suplemen, ternyata benda itu sudah tidak ada di atas meja. Suami Ririn sampai uring-uringan mencarinya.
Ririn ingat siangnya Gita sempat main ke rumah, ia suruh mengambil sendiri jus oleh-oleh suaminya yang ada di atas meja. Tidak disangka jika ternyata Gita justru mengambil minuman terlarang dari dalam kamarnya.
__ADS_1
"Ambilkan punyaku!" perintah Ririn.
Gita berjalan ke arah dapur mengambilkan minuman itu di dalam kulkas. "Nih!" Dia menyerahkan sisa bungkusan minuman kepada Ririn.
Ririn mengerutkan dahi. Ada yang aneh dengan bungkusan minuman itu, kemasannya sudah rusak. Dia hitung isinya sisa delapan botol. Matanya membelalak lalu mengarahkan pandangan kepada Gita yang mukanya masih muram. "Jangan bilang kamu minum ini, Git ... gila ya, kamu ...." Ririn tercengang dan tidak bisa mempercayainya. "Jangan-jangan kamu minum dengan Pak Rei ... oh, Ya Tuhan ... semalam kamu minum ini sama Pak Rei, ya ...," terka Ririn.
"Jangan bahas itu lagi!" Buru-buru Gita pergi berjalan ke arah kamarnya. Ririn mengikutinya dari belakang.
"Hua ...." Gita menjatuhkan dirinya di atas ranjang dengan posisi tengkurap. Ia pukul-pukul ranjang empuknya sembari sesekali berteriak karena mengingat kejadian semalam. Ia sangat malu sampai ke ubun-ubunnya. Semalam dia sangat ganas menggoda Pak Rei tanpa malu.
Ririn justru tertawa melihat kelakuan temannya. Ia sudah bisa membayangkan apa yang terjadi semalam sampai Gita merasa sangat malu. Ririn turut berbaring di samping Gita. "Bagaimana semalam, Git ... apa enak?" tanyanya sembari menyeringai.
Gita merengut. "Enak apanya, yang ada malu sampai mau mati ...."
"Halah, jangan bohong. Aku dan suamiku juga biasanya tambah mesra kalau minum itu. Kuat lagi sampai semalaman. Kamu tahan berapa lama? Pak Rei mantap nggak? Gimana rasanya dijebol pertama kali?" Ririn mengatakan pertanyaan yang semakin membuat Gita kesal.
__ADS_1
"Siapa yang dijebol ... ah! Sialan."
"Ck! Jangan bohong ... itu pakaian Pak Rei yang semalam saja masih ada di sana." Ririn menunjuk ke arah meja.
Gita menghela napas. Ia lupa memasukkan pakaian yang semalam Rei tinggalkan di kamarnya. Tak ada lagi kesempatan untuk berbohong kepada Ririn. Bukti pakaian dalam milik Rei bahkan ada di sana. Sungguh memalukan.
"Sudah, cerita saja. Kita kan sudah sama-sama dewasa, aku juga sudah menikah."
Gita menatap Ririn dengan wajah cemberutnya. "Apa kamu percaya kalau aku bilang semalam tidak terjadi apa-apa?"
"Tidak ...," jawab Ririn enteng. "Bagaimana ceritanya Pak Rei melepas pakaian di kamarmu tapi tidak melakukan apa-apa? Memangnya semalam kalian hanya fashion show pamer badan? Obatnya kan bekerja cepat bahkan efeknya sangat lembut sampai orang seakan melakukan hal erotis karena kemauan sendiri."
*****
Sambil menunggu update selanjutnya, bisa mampir ke sini 😘
__ADS_1