PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
INTROGASI GIBRAN.


__ADS_3

Lagi asyik-asyiknya Sally dan kedua temannya menyantap makanan di kantin, tiba-tiba Gibran yang datang. Tanpa mengatakan apa-apa ia pun langsung mengebrak meja kantin tersebut hingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras.


Gebrakan yang dilakukan Gibran tidak hanya membuat Sally dan juga kedua temannya saja yang merasa terkejut, tapi hampir seluruh orang yang ada di kantin ini pun merasa sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan Gibran barusan.


Merasa bingung dengan tindakan yang dilakukan Gibran saat ini, Sally pun lantas langsung menegurnya.


"Gibran apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah gila, kenapa datang-datang kamu langsung menggebrak meja ini, apa kamu inggin kita terkena serangan jantung dadakan, apa kamu udah gila?" bentak Sally yang dengan marahnya langsung berdiri tepat berada dihadapan Gibran.


"Sudahlah lo jangan kebanyakan bac*t. Dan jangan berpura-pura kalau lo itu tidak apa-apa tentang tindakan ku ini!"gertak Gibran yang membuat Sally pun bingung.


"Maksud lo apa? Gue serius sama sekali gak mengerti dengan perkataan yang lo maksud tadi?" sahut Sally.


"Ooo baiklah jika lo memang gak tahu apa -apa, gue bakal tunjukkan ke elo alasan kenapa gue jadi semarah ini sama lo. Baiklah kita tidak usah menunggu terlalu lama lagi. Lo sekarang mendingan duduk yang nyaman.


Dan perhatikan vidio yang bakal aku tunjukkan ke elo. Karena pastinya butuh nyali yang besar untuk lo bisa melihat vidio itu, jadi silahkan lihatlah!"perintah Gibran yang tanpa menunggu lagi, ia pun langsung menunjukkan ke Sally sebuah Vidio yang sudah menyala siap untuk diputar.


Sally yang tadinya bersikap biasa tidak mengerti dengan arti apa yang di maksud perkataan yang diucapkan Gibran tadi. Akan tetapi setelah ia menonton sebuah vidio rekaman pelaku yang sudah tertangkap kamera itu, seketika wajah Sally pun berubah menjadi tegang.


"Astaga bagaimana mereka bisa mendapatkan rekaman vidio kejadian tadi, astaga Sally kamu kenapa bisa se'ceroboh ini. Kenapa kamu bisa lupa jika di tempat kolam itu adalah CCTV yang telah terpasang disana?"batin Sally yang mulai cemas, akan tetapi Sally berpura-pura jika dirinya sama sekali gak mengetahui tentang hal ini.

__ADS_1


"Kenapa kamu lama sekali diam nya? Apa kamu sedang merasa takut lantaran kejahatan kamu telah terbongkar sekarang?" sahut Gibran yang terus menerus memperhatikan Sally sedari tadi.


Jawaban yang dilakukan Sally yang akhirnya malah membuat Gibran dan Verrel pun terkejut dibuatnya.


"Kenapa kamu malah tertawa, apa ada yang lucu dalam masalah ini?" tanya Gibran dengan muka geram.


"Astaga jadi hanya karena sebuah rekaman vidio yang menunjukkan pelaku itu yang mengunakan sebuah jaket perempuan, kamu jadi menuduhku kalau akulah pelaku yang sudah membuat Putri tengelam disana?"


Heyy sadarlah kamu pikir bukti ini sudah jelas jika akulah pelaku itu. Memang aku itu benci dan tidak suka sama Putri, tapi bukan seperti itu caranya kamu bisa semudah itu menuduhku jika akulah pelaku itu?" gertak Sally yang mencoba mengecoh Gibran.


"Tunggu bukannya aku belum mengatakan apa-apa jika aku ini telah menuduh mu atas kecelakaan yang dialami Putri tadi, tapi kenapa kamu sekarang gak ada gak hujan, kenapa kamu malah secepat itu bisa menebak pikiran apa yang ada di otakku ini?" sahut Gibran yang seketika membuat Sally pun terdiam.


"Ya kan aku bisa bilang seperti itu. Karena kamu telah menunjukkan sebuah rekaman itu, jadi ya pasti jelaslah kalau aku itu bisa menebaknya dengan jelas?"balas Sally yang dengan pintarnya langsung bisa mengakali Gibran.


"Verrel ambil cepat pergi ke kelas. Dan bongkar tas Sally sekarang. Karena pasti didalam tas itu pasti ada bukti yang jelas jika dialah pelaku itu sebenarnya?" perintah Gibran.


"Baiklah aku akan membongkarnya sekarang?" balas Verrel yang kemudian ia pun pergi. Segera ia pun bergegas pergi menuju ke kelas mereka.


"Percuma juga kalian menggeledah tas ku itu. Karena pada kenyataanya barang bukti yang kalian cari tidak akan ada didalam sana?"batin Sally sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Sesampainya Verrel dan Gibran dikelas, Gibran yang sudah tidak tahan lagi, ia pun akhirnya bergegas menggambil tas berwarna merah yang tak lain adalah milik Sally sendiri. Dan tanpa menunggu Gibran pun langsung menjungkir kebawah tas itu yang akhirnya membuat seluruh isinya pun pada berjatuhan berhamburan semua, akan tetapi yang bikin Gibran bingung tidak ada barang yang dia carinya, melainkan hanya ada beberapa buku sekolah,barang-barang pribadi milik Sally sendiri.


"Kok tidak ada jaket itu?" tanya Gibran sembari menatap kearah Verrel, Verrel pun lantas menatapnya kembali.


"Dimana kalian sekarang sudah menggeledah kan? Apa yang kalian temukan sekarang, apa kalian menemukan barang bukti yang kalian cari itu? Tidak kan? Jadi sekarang sudah jelas jika aku itu bukanlah pelaku itu jadi kamu Gibran, kamu tidak bisa menuduhku tanpa adanya bukti yang jelas!"


"Memang sekarang bukti itu tidak ada disini. Dan aku juga tidak punya banyak bukti untuk membuktikan jika kamulah pelaku itu, tapi sama seperti kata pepatah mengatakan seberusaha apa kamu menyembunyikan seekor bangkai tikus, pasti lama kelamaan bangkai itu akan mengeluarkan bau sekaligus menunjukkan keberadaan dimana letak bangkai itu berada sebenarnya.


Sama halnya dengan tindakan kejahatan yang kamu lakukan ini, seberapa kamu berusaha menyimpan kebohongan ini, pasti lama kelamaan akan terbongkar juga jadi ingat itu.


Verrel ayo kita pergi, memang sekarang bukti itu belum kita temukan, tapi aku yakin suatu saat nanti bukti itu akan muncul dengan sendirinya. Kamu bersiaplah untuk menerima balasan dari perbuatan kamu ini!"gertak Gibran yang akhirnya ia pun mengajak Verrel untuk pergi.


"Huu untung saja setelah kejadian itu, aku langsung membuang jaket itu jadi aku masih aman sekarang, tapi jika Putri menyadari jika jaket itu sama seperti miliknya gimana dong apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Sally.


"Sudahlah Gibran mendingan kita abaikan masalah ini, lagian Putri kan juga baik-baik saja. Dia sendiri juga tidak mempermasalahkan masalah ini lebih serius lagi, jadi kita lupakan saja ya?"perintah Verrel.


"Iya yang dikatakan Verrel memang benar, kamu memang gak harus mempermasalahkan, masalah ini lebih serius lagi. Kecurigaan kamu terhadap Sally juga belum tentu ada benarnya jadi mendingan saran aku, kamu jangan ikut campur tentang urusan pribadi Putri. Jangan pula cari muka didepan Putri, lagian gue tahu lo alasan lo melakukan semua ini. Karena lo hanya inggin mencari kesempatan kan kepada Putri?" ucap Reza.


"Terserah apa kata kalian! Terserah jika kamu beranggapan mau aku cari muka, maupun cari hati itukan bukan urusan kamu juga, jadi dari pada lo urusin hidup orang lebih baik lo urusin aja hidup lo sendiri!"sahut Gibran yang seketika membuat Reza, Verrel dan temannya hanya bisa terdiam tak berkutik. Setelah mendengar jawaban dari Gibran mengatakan itu, Gibran pun lantas mengabaikan mereka. Dan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Gila itu orang?"sahut Reza yang rasanya inggin memukulnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2