
Kediaman yang sangat mewah. Gibran beserta Revi yang terduduk santai sembari menikmati siaran televisi yang sedang berlangsung. Sedangkan bibik yang lagi memasak menu siang, aroma yang dihasilkan pada masakan itu telah menembus lubang hidung Revi hingga membuatnya merasa mual-mual.
Wajahnya yang seketika memucat, rasa pusing yang menyertainya membuat kesadarannya hampir saja menghilang, terjatuh dalam pelukan Gibran lantas Gibran dengan sigap langsung membopongnya kedalam kamar tak lupa ia memangil Dokter khusus untuk menangani keluarganya.
"Dok? Gimana keadaan istri saya apa dia baik-baik saja? Mual-mual yang dialaminya gejala apa itu Dok?"tanya Gibran pada Dokter laki-laki sehabis keluar dalam kamar tersebut.
"Selamat! Istri anda mengandung dan kini usianya masuk ke usia 2 bulan selamat!"
"Ini aku tidak salah dengar kan? Aku hamil?"tanya Revi dengan pura-pura bahagia.
"Iya nyonya anda dinyatakan positif mengandung dan kini usia kandungan anda sudah masuk ke usia 2 bulan selamat! Ya sudah mari saya tinggal dulu!"
"Baik Dok!"
"Aku tidak akan menyangka jika tidak akan lama kita akan mempunyai calon buah hati kita yang kedua kalinya aku tidak percaya dengan semua ini. Aku sangat bahagia sayang aku sangat bahagia?"ucapnya dengan senyum yang merekah dihadapan Gibran.
"Aku tau jika kamu bahagia tapi sayangnya kebahagiaan kamu tidaklah berarti untukku!"timpal Gibran yang spontan mengalihkan pandangan Revi yang sekejap langsung menatapnya.
"Maksud kamu apa? Kamu tidaklah bahagia dengan kabar kehamilan ku ini? Ini anak kamu apa kamu sungguh-sungguh tidak bahagia mendengarnya?"
__ADS_1
"Sudahlah Rev! Sudahi akting kamu itu, se'berusaha bahkan sehebat apa kamu berakting aku sudah tau apa yang sebenarnya telah terjadi. Bahkan jujur aja calon anak yang kamu kandung itu sesungguhnya bukanlah anakku kan? Bahkan Rasya? Kamu pastinya juga tau kan jika Rasya juga bukanlah anakku?"
"Gibran kamu ngomong apa aku tidak mengerti!"
"Kenapa Revi? Kenapa kamu kelihatan sangatlah takut? Apa kamu takut karena rahasia yang sudah kamu sembunyikan hampir 6 tahunan akhirnya berhasil meledak dengan cara mengejutkan seperti ini? Apa itu alasan kenapa kamu terlihat gugup sampai-sampai tidak berani bergerak seperti ini?"timpal Revan yang akhirnya dirinya ikut di-pihak Gibran.
"Kamu tidak mengerti! Bahkan berpura-pura membodohi tapi sadarlah kebohongan kamu sudah tidak ampuh lagi untuk mampu membodohi-ku aku tau lagi. Jadi sudah jangan basa-basi katakan saja apa yang aku katakan ini sungguh-sungguh benar kan?"timpal Gibran lagi.
"Aku sungguh-sungguh tidak mengerti dengan maksud kalian ini? Kak Revan katakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa kak Revan juga ikut-ikutan?"
"Rev sudahlah apa lagi yang ingin kamu bela? Aku atau pun Gibran sudah sama-sama tau akan kebusukan kamu ini jadi dengan cara apa lagi kamu ingin mengekangnya?"
"Lucu! Sangatlah lucu ketika penjahat sudah tertangkap secara terang-terangan tapi kamu masih bisa mengelak juga? Apa dengan bukti ini kamu masih bisa membodohi kita? Didalam laporan ini sudah terpampang jelas jika golongan darahku dan darah Rasya sangatlah berbeda, bahkan ginjal ku dan juga milik Rasya juga sangatlah beda jadi sudah jelaskan kalau Rasya itu bukanlah putra kandungku dan kamu! Selama 6 tahun ini kamu dengan pintar dan hebatnya membohongi kita semua jadi dengan cara apa lagi kamu ingin membela diri.
Jadi apa kamu masih ingin mengelabui kita juga? Dengan cara apa lagi kamu ingin mengelabui kita?"tegas Gibran yang memberikan penjelasan secara terang-terangan. Langkahnya yang akhirnya ia niatkan untuk pergi, tapi Revi yang terus saja menghalanginya tak mengijinkannya untuk pergi dari pandangan saat ini.
"Tidak Gibran! Kamu harus percaya ini anak kamu! Ini anak kamu!"
"Sudahlah Rev! Se'berusaha apa kamu berusaha untuk menjelaskan semuanya aku sudah tau! Aku sudah tau akal busuk kamu itu seperti apa, jadi diam! Cukup diam tanpa melakukan pembelaan paham! Dan satu lagi, aku rasa kita sudah tidak seharusnya mempertahankan rumah tangga ini, kamu hamil anak orang lain jadi untuk apa harus aku yang mempertanggung jawabkan perbuatannya itu?"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Kamu selalu berpura-pura seolah-olah tidak tau akan ucapan ku ini, sudahlah aku muak membahas masalah ini tidak akan lama aku akan mengirimkan surat gugatan cerai jadi persiapkan diri kamu!"
"Tidak Gibran! Kamu tidak bisa melakukan semua ini sama aku tidak bisa!"
Tak peduli dengan celotehan yang terus saja diucapkan wanita itu secara terus-menerus. Gibran yang berhasil pergi, dari luar halaman kediamannya raut wajah Gibran terlihat puas. Bahkan senyuman manis yang terukir seakan-akan sadar jika beban yang selama ini ia rangkul setelah sekian lamanya sudahlah lepas kembali pada habitatnya.
Sedangkan disisi lain Revan yang merasa menyesal atas apa yang sudah ia perbuat selama ini, dirinya menghampiri Gibran, berlutut tepat dihadapannya, Gibran yang sadar atas tindakan apa yang dilakukan Revan padanya dirinya seketika langsung membangkitkan tubuh Revan agar berdiri tegak lagi.
"Apa yang kamu lakukan! Tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu?"
"Aku jahat Gib! Aku sangatlah jahat. Aku merasa tidak pantas mendapatkan pintu maaf darimu atas apa yang sudah dilakukan Adikku selama ini aku tidak bisa! Aku tidak bisa!"
"Bangkitlah! Semua ini bukan salah kamu kenapa juga malah kamu yang menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini? Aku akui Revi salah dan licik karena dengan hebatnya berhasil membodohi kita seperti ini tapi kamu? Semua ini bukanlah salah kamu jadi jangan menyalahkan diri kamu?"
"Terus dengan kamu sendiri? Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya apa kamu ingin menceraikannya? Aku sebagai Abang dari Revi tidak masalah jika kamu ingin menceraikannya. Apa yang telah dilakukannya, bahkan Rasya mau pun janinnya yang sudah jelas-jelas anak dari Pria lain aku sudah pasrah jadi menyetujui kamu untuk menceraikannya. Kamu berhak untuk bahagia Gib, aku tau selama ini kamu tidak bahagia dengan Revi jadi kejarlah kebahagiaan kamu kejarlah!"
"Aku sadar keputusan ini cukuplah sulit untuk aku pilih. Tapi mengingat kebohongan yang besar yang selama ini telah ia lakukan tidak mengharuskan diriku untuk mempertahankan Wanita seperti ini. Di-dunia hidup banyak pilihan jadi pilihanku sekarang aku harus segera menceraikannya, entah kapan itu aku memang harus menceraikannya?"
__ADS_1
BERSAMBUNG.