
Setelah mendapat ijin memeriksa Cctv disini, satu persatu Putri pun memperhatikan setiap gerakkan pemutaran video yang sedari tadi belum juga muncul akan tanda-tanda.
"Tanggal dimana aku menggalami kecelakaan kemaren tepat jatuh pada tanggal 25, sedangkan sekarang sudah memasuki tanggal 3 yang artinya jika dihitung dari hari sekarang sudah tepat masuk ke sembilan harinya. Tapi kenapa di rekaman ini tidak ada rekaman videonya, apa mungkin mereka telah menghapusnya.
Tidak itu tidak mungkin, mungkin aku aja yang kurang teliti mencarinya jadi lebih baik sekarang aku lebih teliti lagi aja. Tanggal 25 hari dimana aku kecelakaan dan dilarikan ke Rumah sakit. Apa mungkin tanggal 26 itu Papanya Sally membawa Mobilnya ke bengkel ini setelah ia tahu jika Putrinya baru aja menabrak seseorang dan untuk menghilangkan jejak dia dengan segera merenovasinya disini .
Perlahan-lahan Putri pun memutar kembali dan dimulai dari hari mundur dan memulainya dari hari 3 ke belakang. Sesaat ia melihat dan memperhatikannya seara serius terdapat lah rekaman yang memperlihatkan seorang laki-laki yang berbicara dengan seorang laki-laki yang tak lain orang itu adalah bos pemilih dari bengkel ini. Memberikan segepok uang kepada laki-laki tersebut Putri pun akhirnya mengetahuinya.
"Dasar laki-laki berkepala serigala, gak anak gak Papanya sifatnya sama aja jadi dia menyogok pemilik bengkel ini untuk jangan bilang siapa-siapa mengenai kecelakaan ini, dan hanya segepok uang ternyata orang itu bisa disogok juga. Sekarang aku sudah mendapatkan bukti baru ini jadi bersiaplah kalian masuk ke penjara, sepintar-pintarnya kalian, kalian juga masih terlihat bodoh karena tidak sadar jika kalian telah terekam cctv ini, kalian bisa membohongi semua orang tapi tidak denganku!"
Mendapatkan apa yang dia inginkan, bergegas Putri pun segera pergi dari tempat ini, dan tak lupa ia pun terlebih dulu berpamit pada petugas bengkel tadi.
"Maaf mas saya hanya inggin menggatakan kalau saya sudah menemukan rekaman video itu. Jadi dengan adanya bukti ini pasti pelaku pencopetan itu akan segera tertangkap sekali lagi makasih ya mas atas kebaikannya karena memberi ijin ke saya untuk melihat Cctv disini?"
"Iya Mbak sama-sama, saya juga senang bisa membantu Mbak!"
"Ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya Mas, ini ada uang sedikit buat mas sebagai imbalannya,"ucap Putri yang memberikan beberapa lembar uang bernilai 100 ribu pada sang petugas.
"Gak usah Mbak, saya ikhlas menolong Mbak, jadi mendingan Mbak simpan kembali!" tolaknya secara halus.
"Gak Mas saya juga sudah merepotkan mas, jadi ambil dan sekalian ajakin traktir temen-temen mas ini?"
"Baiklah kalau mbak memang ikhlas saya akan menerimanya,mbak sekali lagi makasih juga mbak karena udah memberi kami upah?"
"Iya mas sama-sama ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya mas, Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam salam!"
"Udah cantik baik lagi, coba aja kalau dia itu pacarku mungkin aku bakal jadi orang paling bahagia di dunia ini, bisa mendapatkan istri sebaik dia?"ujar salah satu teman petugas yang sedari tadi hanya memperhatikannya dengan senyum-senyum tidak jelas.
"Mimpi kamu!"sndir petugas yang lain secara langsung.
"Ya elah didoakan kan bisa, kenapa harus menyindir segala sih.
__ADS_1
"Sudah-sudah jangan bertengkar, mendingan sekarang kita kerjakan tugas kita ini agar cepat selesai, dengan begitu kita bisa menikmati uang pemberian dari si neng tadi." Cela salah satu temannya.
"Giliran makan aja selalu ingat dasar kalian ini!"
*****
Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya hari ini adalah hari dimana ujian akhir semester akan segera diselenggarakan.
Bel telah bersembunyi yang menandakan jika hanya cukup menghitung menit maka ujian akhir semester kelas IPA Xll akan segera terlaksana. Rasa was-was pun mulai menyerang pikiran mereka. Dan tidak ada lagi rasa tenang yang mereka rasakan saat ini melainkan hanyalah perasaan tegang dan cemas yang terjadi pada diri mereka.
Semua pelajar menatap dengan tatapan serius kearah pintu lantaran mendengar ada suara langkahan kaki yang hendak akan memasuki ruangan kelas ini.
Pandangan mereka seketika berubah sesaat mereka melihat siapa guru yang bakal jadi pengawas disini, guru IPS bagian matematika yang terkenal galak dan suka marah-marah .Seketika ruangan ini yang tadinya terlihat damai dan tenang kini menjadikan suasana dikelas ini seketika menjadi gaduh dan tidak ada satu kalimat pun yang terucap dari mulut mereka.
"Yahh kenapa harus bu Lampir sih yang jadi pengawas disini?" batin verrel yang langsung menelan kembali air li*rnya.
"Apa yang kalian lihat, dan sampai kapan, kalian akan berdiam diri seperti ini, dan hanya menatap saya. Cepat ambil dan kerjakan tugas ujian matematika ini!"entak sang Guru pengawas.
"Ingat jika ada yang kepergok telah menyontek maka senjata saya ini gak segan-segan akan saya lemparkan ke kalian apa kalian mengerti"
"Baik buk kita mengerti!"
"Cepat kerjakan!"
"Baik buk!"
Selain terkenal menjadi Guru galak, beliau juga terkenal karena selalu membawa senjatanya yang tak lain penggaris yang terbuat dari kayu dengan panjang mencapai satu meter.
Jam yang sudah menunjukkan tepat pukul 09:00 pagi yang artinya waktu istirahat telah datang, mereka yang semua merasa panas dengan mata pelajaran yang menyusahkan ini, kini mereka bisa berlega hati lantaran terbebas dari mata pelajaran Matematika sekaligus usai berhadapan dengan sang guru yang super menakutkan.
"Ha. Lega aku sekarang akhirnya kita bisa terbebas juga dari bu lampir tadi!"ujar Verrel sesampainya di kantin, ia yang langsung meneguk sebotol minuman berasa jeruk.
"Iya benar sekali jantungku hampir saja mau copot karena takut akan terkena lemparan senjata yang dibawa bu Ros tadi, tapi untungnya kita selamat dan bisa bebas sekarang?"timpal Saga.
__ADS_1
"Iya betul banget!"sahut David kemudian.
"Sudahlah kita jangan pada mengeluh dari pada kita mengeluh kita fokus pada mata pelajaran kita selanjutnya. Dan berdoalah semoga guru pembimbing tidak seperti bu Ros,"ujar Reza sembari melahap nasi gorengnya.
"Iya yang kamu katakan memang benar Reza!. Sahut Verrel.
Dalam tempat yang sama, Putri yang sedari memperhatikan mereka kini pandangannya pun teralihkan sesaat ia melihat teman yang berada disamping tempat duduknya terlihat bersedih dan memanyunkan bibirnya.
"Nina kamu kenapa? Kok aku perhatikan dari tadi muka kamu terlihat bersedih seperti itu, ada apa, apa kamu ada masalah, cerita-lah padaku?"
"Hanya menghitung hari maka kamu sudah tidak akan ada di SMA ini lagi, dan berganti kamu akan masuk ke universitas favorit kamu. Dan hal yang bikin aku sedih, pada saat itu juga aku telah kehilangan sahabat terbaik seperti kamu Put. Pertanyaanku apa setelah kamu masuk ke Universitas favorit kamu, apa kamu akan melupakan persahabatan kita ini?" ucap Nina dengan raut wajah sedihnya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu, kamu sahabatku jadi mana mungkin aku bisa melupakan kamu begitu mudahnya Nin."
"Jadi kamu gak akan melupakanku?"
"Ya tidaklah, kamu itu sahabat terbaikku jadi aku gak akan mungkin melupakan kamu begitu saja, jadi buanglah pikiran seperti itu ya.
"Baiklah.
"Maafkan aku Nin, maafkan aku kalau sampai sekarang aku belum bisa berkata jujur sama kamu, jika waktunya telah tiba nanti, aku janji aku bakal ngasih tahu kamu kalau ingatanku sudahlah pulih?"batin Putri dengan merasa yang sedikit menyesal.
"Sally kamu kenapa apa kamu ada masalah, tumben-tumben'nan kamu diam seperti ini, dan aku perhatikan kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu apa kamu ada masalah?"tanya Agnes pada Sally, dan seketika pandangan Putri pun teralihkan padanya.
"Gak, aku gak lagi ada masalah itu mungin cuma perasaan kalian aja,"balas Sally dengan ucapan yang sedikit terbebani.
"Iya mungkin itu hanya perasaanku saja!"
"Sebenarnya siapa orang yang telah meneror ku, jika ancaman dia memang benar apa yang harus aku lakukan. Aku gak mau masuk ke penjara dan menjadi nara pidana usiaku yang baru mau menginjak 18 tahun ini, aku gak mau!"batin Sally yang mulai bingung.
"Sally...Sally, aku sengaja beberapa hari ini berhenti meneror mu karena aku inggin memberi kesempatan ke kamu memikirkan ujian akhir semester ini agar nilai kamu bagus. Tapi ternyata kamu tipe orang yang gampang merasa takut, bahkan ini belum apa-apa tapi kamu sudah terlihat jika kamu ini sudah sangatlah ketakutan, jujur melihatmu seperti ini kenapa aku jadi merasa tidak tega untuk melakukan semua ini, tapi jika aku merasa kasihan sama kamu, kamu akan malah semakin menjadi dan tidak terkontrol itulah yang bikin aku geram dan tega berbuat jahat sama kamu!"batin Putri yang kemudian ia pun memalingkan pandangannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1