PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
129 " Apa yang akan terjadi pada Putri "


__ADS_3

" Wah tepat nih, mereka lagi berantem apa aku gunakan kesempatan ini untuk menghancurkan hubungan persahabatan mereka dulu aja? Sekarang Kak Revan berbohong dengan bilang kalau dia itu mantan Putri, jadi gimana jadinya kalau seumpama mereka kepergok bersama atau mesra-mesraan bersama tepat dihadapan Nina aku rasa ini ide yang sangat cemerlang untuk aku gunakan?"batin Revi dengan senyum liciknya.


Kemudian dirinya pun pergi dan tak sengaja Revi berpapasan dengan dua orang yang sedang berbicara mengenai soal sumur kosong.


"Apa kamu sudah memasang plang pengumuman kalau didalam hutan sana ada sumur yang mangkrak sudah lama mengering?"ucap salah satu seseorang itu.


"Iya aku sudah memasangnya aku rasa tidak akan ada lagi kejadian serupa yang akan terjadi jika aku sudah memberikan tanda pemberitahuan itu,"timpal teman yang satunya.


"Syukurlah kalau gitu, kita memang harus setiap hari mengecek agar kejadian serupa tidak terjadi lagi ya sudah kita cabut!"ajak seseorang itu kemudian langkah mereka terhalang akan kedatangan Revi yang secara mendadak dan menghalangi langkahnya.


"Tunggu? Maaf saya boleh bertanya sesuatu?"tanya Revi pada kedua orang tersebut.


"Bertanya? Baiklah ada apa Mbak?"tanya salah satu temannya.


"Maaf saya barusan tidak sengaja mendengar kalian berkata ada sumur mengering maksudnya sumur apa ya?"


"Oh itu Mbk, didalam hutan sama ada sumur yang sudah lama tidak terpakai, lebih tepatnya itu sih bukan sumur sungguhan, dulunya ada pengali proyek yang berencana mengali lubang itu untuk dijadikan sumur dalam proses proyek pembangunan, tapi berhubung letaknya didalam hutan dan proses pembangunannya tidak dilanjutkan akhirnya sumur itu menjadi mangkrak dan apesnya sudah ada beberapa korban yang menjadi korbannya dan diantaranya dua seseorang pernah tewas karena bertepatan pada air hujan yang menggenangi sumur itu hinga beberapa meter,"balas salah satu dari mereka secara menjelaskan.


"Astaga kasihan sekali orang itu, saya dan juga teman saya kebetulan pendatang disini. Kami memutuskan untuk berlibur sejenak disini. Dan syukurlah saya mengetahui kabar ini jadi saya bisa memberitahukan yang lain ya sudah sekali lagi terima kasih kak atas infonya, ini sangat membantu buat kami,"timpal Revi dengan sok polosnya.


"Iya mbk ya sudah kami pergi dulu,"balasnya.


"Baik Pak,"balas Revi.


Pergi dari pandangan Revi, wajah Revi yang tadinya hanya menunjukkan ekpresi pedulinya, kini ekpresi itu berubah sinis setelah tau akan rencana apa yang akan ia rencanakan.


"Kenapa bisa tepat gini? Baru juga aku berencana ingin mengerjai Putri dan juga Kak Revan, aku rasa jika aku memberinya pelajaran dengan menjebak keduanya didalam sana aku rasa ini ide yang sangat tepat, dibayangkan saja kalau seumpama satu hari mereka terjebak didalam sana otomatis mereka akan tidur bersama dalam keadaan terpaksa sekali pun dan Nina? Aku sudah tidak sabar seperti apa reaksinya nanti setelah melihat Suami dan Temannya bersama dalam tempat seperti itu?"batinnya dengan senyum liciknya.


"Aku harus menjalankan rencana-ku selanjutnya maaf ya Kak aku gunakan Kak Revan dalam rencana bodoh ini maafkan aku." Batinnya yang terus berkata, mendapat rencana bodoh yang terlintas dalam benak pikirannya, ia secara diam-diam akhirnya mulai menyusunnya dan target pertama yang tak lain adalah Revan. Mendatangi Revan disaat dirinya terlihat cukup sibuk merapikan sesuatu.


"Kak apa aku merepotkan kak Revan?"tanpa Revi setibanya dikamar Revan.

__ADS_1


"Tidak! Ada apa?"tanya balik Revan.


"Gini aku lagi kehabisan kuota apa Kak Revan mengijinkan aku untuk meminjam ponsel Kak Revan sebentar?"


"Kamu mau gunakan untuk apa?"


"Aku tidak akan lama kok, aku hanya akan memberikan pesan pada seseorang hanya itu saja,"balasnya.


"Baiklah ini ambillah! Nanti kalau kamu sudah mengunakannya taruh lagi dikamar ya aku ada urusan sebentar,"balas Revan.


"Baik kak sekali lagi terima kasih kak."


"Misi satu berjalan sesuai rencana,"batinnya yang kemudian dia mulai mengetik beberapa pesan.


"Putri aku Minta kamu cepat datang kesini, ini tempatnya dalam hutan belakang hotel kita, Nina ngambek tidak mau balikan gara-gara masalah tadi kamu mau kan membantuku mencarinya?"


Beberapa pesan yang Revi ketik pun akhirnya berhasil terkirim ke nomor WhatsApp Putri, untuk menghilangkan jejaknya ia pun akhirnya menghapusnya untuk diri sendiri sedangkan di ponsel Putri masih terdapat pesan tersebut.


"Putri aku Minta kamu cepat datang kesini, ini tempatnya dalam hutan belakang hotel kita, Nina ngambek tidak mau balikan gara-gara masalah tadi kamu mau kan membantuku mencarinya?"


"Astaga Nina kenapa jadi seperti ini sih? Sejak kapan dia jadi suka ngambek seperti ini aku harus membantu Revan.


"Iya Van tunggu aku, aku akan membantu kamu untuk mencarinya tunggulah!"balasnya yang tanpa curiga ia kemudian keluar dari hotel tanpa ada seorang pun yang tau.


"Baik Putri sekali lagi terima kasih.


Melihat Putri sudah terjebak dalam jebakannya, wajah senyum bahagianya kembali terlihat. Akan tetapi kali ini sialnya Nina yang terlebih dulu memergokinya.


"Revi siapa yang kamu kirimkan pesan kenapa kamu malah senyum-senyum sendiri coba lihat!" Tanpa berkata lagi Nina langsung merebut ponsel tersebut.


"Astaga kamu itu kenapa sih aku belum selesai memberikan mengirimkan pesan itu kenapa kamu asal mengambilnya?"balas Revi dengan kesal.

__ADS_1


"Kamu gak mungkin selingkuh dengan Pria Lain kan?"


"Apa maksud kamu?"tanya balik Rebi.


"Aku lihat kamu senyum-senyum sendiri, biasanya kalau orang senyum-senyum pasti ada sesuatu jadi katakan apa yang kamu sembunyikan?"


"Astaga kamu itu cerewet banget sih, memangnya kalau chat-chat'an dengan Wanita atau pun Pria lain yang jadi temanku, kamu langsung dengan mudahnya bilang kalau aku selingkuh tidak kan?"


"Sudah ini ambillah aku sudah muak denganmu, dan satu lagi segera cas ponsel Kak Revan karena data baterainya habis paham!" Tanpa berkata sekali pun lagi pada Nina, Revi yang dulu merasa marah akhirnya ia pun cabut dan meninggalkannya.


"Astaga ada apa dengan orang itu kenapa dia malah marah aku kan hanya tanya baik-baik?"


"Untung saja sebelum dia datang aku sudah terlebih dulu menghapus dan mematikan ponsel itu,"batinnya secara lega.


Sedangkan Putri yang sudah berada dibelakang hotel yang ditujukan oleh Revan pada pesan barusan, Putri nampak bingung lantaran setibanya ia melihat tidak ada siapa-siapa disini.


"Dimana Revan? Tadi dia menyuruhku untuk datang kesini tapi mana dia?"ucapnya dengan pandangannya yang melirik kesana kemari, tapi apa yang ia cari tak membuahkan hasil.


"Lagi cari siapa neng?"tanya seseorang yang tiba-tiba ada dibelakangnya. Terkejut akan suara itu, spontan pandangan Putri beralih melihatnya.


"Kalian? Siapa kalian kenapa kalian busa ada disini?"tanya Putri dengan wajah paniknya.


"Kamu benar-benar sangatlah bodoh! Bisa-bisanya anda percaya dengan tipuan ini. Anda kesini karena habis menerima pesan Pria bernama Revan kan?"


"Apa maksud kalian jadi ini jebakan?"


"Iya cantik, ini hanya jebakan cepat kalian tangkap Wanita ini, tunggu apa lagi ayo cepat tangkap!"


"Baik!"


"Kalian jangan mendekat pergi!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2