
"Aku tidak tau harus mengatakan apa lagi sekarang. Jujur sudah lama aku menanti suasana seperti ini, percaya jika cinta kita tidak mungkin bersatu tapi sekarang aku sungguh-sungguh tidak percaya jika apa yang aku inginkan benar-benar akan terjadi dan kita akhirnya bisa kembali bersatu. Aku Gibran betranto laki-laki yang sudah sangat mengagumi sejak SMA apa kamu bersedia menikah denganku?"
ucapan itukah yang akhirnya gibran mampu lontarkan. Hanya mampu mengangguk'kan kepalanya bersamaan dengan air mata yang terus saja berjatuhan membuat suasana terlihat berselimut haru pilu.
Sama-sama setuju kejenjang yang lebih serius, Gibran maupun putri yang sudah bersiap keduanya duduk berhadapan dengan penghulu yang sudah sedari tadi ikut menantikan ijab kabul akan pasangan yang sudah lama terpisahkan.
Menggenggam tangan penghulu.
"Saya terima, nikah dan kawinnya, Putri Varelina Alexander Binti Putra Alexander Wijaya, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi, sah?"
"SAHHH!!!"
Gibran terdengar sangat tegas mengucapkan Ijab Kabul, diiringi tangis haru dari tamu dan anggota keluarga yang hadir di sana.
Ucapan Sah yang sangat semangat itu semakin mengharukan ruangan ini.
Ijab kabul yang akhirnya diucapkan oleh Gibran telah membuktikan jika keduanya sudah sah menjadi sepasang Suami-istri.
"Sekarang, sesi pemakaian cincin." Pak penghulu mengarahkan keduanya agar segera pasang cincin pernikahan secara bergantian.
Gibran duluan yang memegang tangan kanan Putri, kemudian dengan lembut memasangkan cincin di jari manisnya.
Bergantian, Putri yang menyematkan cincin pernikahan di jari tengah Gibran. Acara ini begitu berjalan lancar, membuat semuanya tak terasa sudah hampir selesai.
Dua pandangan yang tidak bisa dihindari lagi berhasil membuat mereka melamun dalam lamunannya.
"Semoga langgeng sampai kakek nenek ya Nak, doa terbaik buat kalian," ujar Mamanya dengan tulus dan memeluknya.
"Selamat ya sayang. Dan kamu ... saya harap kamu laki-laki yang bisa diandalkan dengan ucapan apa yang pernah kamu ucapan waktu dulu. Dan jika kamu sampai berani menyakitinya maka bersiaplah untuk berhadapan denganku," ledek Papanya Putri dengan merangkul menantunya.
__ADS_1
"Iya Pa ... Gibran janji Gibran akan menjaga dan melindungi Putri Papa, Gibran janji," balas Gibran dengan membalas rangkulannya.
Wajah keduanya berbinar-binar, diselimuti wajah kebahagian yang tidak bisa lagi dibohongi kedua sepasang pengantin baru ini
"Sekarang kita sudah jadi sepasang suami-istri, inilah yang aku nantikan sejak sedari lama tapi kenapa hatiku rasanya canggung seakan-akan tidak percaya dengan semua ini. Terima kasih Tuhan, terima kasih engkau telah memberikan kami kesempatan untuk bersatu dalam ikatan cinta ini terima kasih.
******"____________________*******
"Sekarang kita sudah jadi sepasang suami-istri apa kamu akan tidur diatas ranjang ini, denganku? Maksudnya jika kamu merasa canggung untuk tidur bersamaku kamu bisa tidur disini biar aku yang tidur di sofa aku tau kamu lagi grogi dan sangat canggung jadi cepat tidurlah aku tidak masalah jika harus tidur di Sofa ini!"
"Aku rasa sekarang ini yang merasa canggung bukanlah diriku, tapi aku malah melihat sebaliknya kamulah yang sangat canggung kamu serius tidak apa-apa?"tanya balik Gibran.
"Aku yang canggung?"tanyanya yang tidak percaya.
"Iya aku melihat kamu sangat canggung,"balasnya yang nahan tawa.
"Aku rasa aku tidak canggung sedikit pun. Aku tiba-tiba ingin kekamar mandi jadi permisi!" segera berlari masuk kedalam kamar mandi dan tak lupa dirinya langsung menguncinya dari dalam.
"Tidak! Apa kamu sudah gila jika kamu bertanya mengenai malam pertama dengan pasangan kita. Apa tanggapan Verrel dan juga Revan mengenai diriku ini? Sudah kamu pasti bisa jadi tenang ... Dan tetap tenang paham!"
Tak jauh seperti yang dialaminya. Putri setibanya masuk kedalam kamar kecil, dirinya beberapa kali mengecek detak jantungnya dan benar saja jantungnya serasa akan copot dengan detakan jantung yang amat kencang ini.
"Putri ... Putri ... Tenang! Oke tetap tenang kamu jangan terlalu cemas seperti ini tenang ... Tenang ...
Keluar dari kamar mandi tanpa banyak melakukan apapun didalam sana. Dirinya keluar melihat Gibran yang terlihat mengigit kuku jempolnya.
"Apa yang dilakukannya itu? Dia mengigit jarinya apa sungguh-sungguh dia tidak tahan lagi untuk melakukan malam pertama itu?"batinnya yang sesekali ia menelan air lud4hnya.
"Kamu kenapa bengong?"tanya Gibran spontan Putri pun terkejut.
"Tidak! Tidak apa-apa cepat mandilah aku sudah mandi tadi!"
__ADS_1
"Sungguh? Jika kamu sudah mandi kenapa kamu masih mengenakan kebaya itu?"ucap Gibran yang saat itu juga Putri melirik ujung kakinya.
"Soal!"ucapnya secara pelan.
"Baiklah aku rasa harus aku dulu yang mandi karena wanita cukup lama untuk melakukan ritual itu,"balasnya secara malu-malu gibran pun masuk kedalam kamar mandinya.
Berada didalam kamar, Gibran sehabis melakukan ritual mandinya ia melihat Putri yang masih mengenakan kebayanya, dirinya kesusahan membuka resleting yang tersangkut dan sudah untuk dilepaskan.
Berusaha menarik resleting kebelakang tapi nyatanya sangat susah untuk ia lakukan. Gibran yang melihat Putri nampak kesusahan ia langsung menghampirinya.
"Apa kamu butuh bantuan?"tanyanya yang seketika mengejutkan Putri.
"Tidak! Aku bisa sendiri kok lagian ini juga sudah terlepas,"balasnya yang merasa canggung.
dirinya yang melihat Putri masih sangat kesusahan ia nampak tersenyum puas melihat Putri yang nampak ikut tersipu malu dibuatnya.
Tanpa berkata maupun memberikan isyarat. Gibran yang dengan langsung, ia lantas menghampirinya dan membenahi resleting yang tersangkut. Terkejut akan apa yang dilakukannya.
"Gibran kamu?"
"Jika butuh bantuan segeralah katakan padaku,"balasnya.
"Apa kamu sudah berhasil membukanya?"tanya Putri.
"Iya aku sudah membukanya,"balas Gibran, selangkah Putri yang berniat akan pergi masuk kedalam kamar mandi, dirinya dikejutkan dengan suara Gibran yang tiba-tiba mengatakan sesuatu.
"Kenapa kamu tidak ganti dihadapan ku saja bukankah kita sudah menjadi sepasang Suami-istri?"tanya Gibran, Putri yang mendengarnya ia nampak bingung ingin mengatakan apa.
"Oh gitu ... Tidak! Dasar mesum!"balasnya yang langsung masuk kedalam kamar mandinya.
"Astaga lucu juga ya kalah ngerjain itu anak,"gumamnya tersenyum sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG.