PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
148 " Segitu susahnya Putri bahagia "


__ADS_3

"Tidak! Aku tidak mau berpisah dengan Gibran tidak! Itu tidak boleh terjadi, tidak boleh!"


Melihat kehadiran seseorang yang tiba-tiba datang dan masuk kedalam ruang tamunya. Sadar akan siapa seseorang itu dirinya yang sangat bahagia, Revi lantas langsung memeluk tubuh seseorang yang tak lain ialah Gibran, membekap tubuh Gibran dalam pelukannya tapi tak berangsur lama pelukan hangat yang ia lakukan ditolak mentah-mentah dari seorang laki-laki tampan yang jelas-jelas masih menjadi suami sahnya.


"Sudahlah waktuku tidak banyak. Dan satu lagi tujuan pertama ku kesini bukan untuk memaafkan atau pun berbicara lama denganmu, tapi aku hanya ingin menyerahkan surat gugatan ini kepadamu jadi cepat tanda tangani-lah!"tegas Gibran tanpa memandangnya.


"Apa maksud kamu kenapa kamu tiba-tiba gini mau menggugat aku? Aku tahu aku salah sayang tapi bukan seperti ini cara kamu mencampakkan aku bukan seperti ini caranya?"


"Oh jadi cara seperti ini tidak seharusnya aku lakukan padamu, terus cara seperti apa agar aku bisa membuat kamu mau menanda tangani surat ini?"


"Sayang aku tahu aku salah besar. Aku tahu aku sudah mengecewakan kamu tapi aku mohon beri aku kesempatan satu kali untuk menata semua kekacauan ini aku mohon!"


"Aku minta cepat tanda tangani surat ini apa kamu sesusah itu hanya untuk menanda tanganinya? Atau aku harus pakai cara kasar atau mungkin aku harus berteriak sekeras mungkin agar semua orang tahu selicik apa wanita seperti kamu ini?"


"Tidak! Sudah aku bilang aku tidak mau apa kamu akan terus memaksaku ingat sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu apa kamu paham itu!"


Surat putih yang tadinya masih sangat rapi, kini terlihat acak-acakan setelah Revi yang dengan sengaja merobeknya hinga menjadi beberapa bagian.


"Lihat surat ini sudah hancur lebur jadi itu artinya aku tidak mau menceraikan kamu apa kamu paham!"


"Itu hanya selembar surat yang barusan kamu hancurkan, tapi kamu lupa aku masih membawa banyak lembaran yang lain jadi cepat tanda tangani lah!"timpal Revan yang tiba-tiba datang dengan membawa beberapa lembar kertas putih.


"Kak Revan? Kenapa kak Revan malah bersikap seperti ini, aku Adik Kakak tapi kenapa kak Revan membiarkan, bahkan membantu Gibran untuk terus memaksanya menceraikan-ku kak Revan tidak sayang sama aku, kak Revan jahat!"


"Sadarlah Rev apa yang sudah kamu perbuat sudah sangatlah salah! Selama ini biarpun Gibran belum mampu untuk mencintaimu dia masih berusaha untuk mempertahankan kamu biar pun kamu sendiri tidak pernah menganggapnya. Dengan membohonginya sampai separah ini kak Revan sadar dia juga butuh kebahagiaan dan kak Revan sadar kebahagiaan Gibran yaitu bercerai denganmu jadi cepat tanda tangani lah ayo tanda tanda tangani lah surat ini!"


"Gak! Sudah aku bilang aku tidak mau menanda tanganinya sampai aku mati pun aku tidak akan menanda tanganinya paham!"


"Terserah kamu mau mengekang dengan cara apa. Apa yang sudah aku katakan tidak semudah itu untuk aku ingkar kan. Ucapan yang pernah keluar dari mulutku tidak semudah itu untuk aku ingkari, terserah kamu mau menandatangani atau tidak tapi yang jelas hari ini detik ini aku talak, talak dan talak kamu paham kan sekarang!"


Beberapa ucapan kata yang jelas tidaklah pernah diinginkan maupun didengarkan setiap telinga seorang Wanita. Pagi yang cerah, bahkan awan mendung tak terlihat menggelapkan cerahnya pada langit yang indah ini, tapi tidak dengan wanita berambut panjang ini entah mimpi apa yang habis ia dapatkan mendapatkan ucapan talak sampai ketiga kalinya spontan air mata yang dulunya tidak pernah menetes kini buliran air mata pun perlahan-lahan mulai berjatuhan.


Laki-laki yang mungkin baru sadar telah ia cintai dengan gampang, diselimuti rasa kecewanya laki-laki itu bergegas pergi tanpa memperdulikannya.


Tak jauh berbeda dengan mereka. Putri yang sehabis bertugas dirinya setibanya tiba di rumah, pandangannya dikejutkan dengan adanya mobil yang seperti ia kenal akan siapa pemilik dari mobil ini. Tak mau berfikir banyak lantas ia seketika masuk kedalam dan ternyata


"Mama ... Papa kalian? Kalian sejak kapan pulang?"


"Sayang, Mama sangat kangen sama kamu gimana kabar kamu apa kamu baik-baik saja?"


"Alhamdulillah Putri baik-baik saja Ma, Mama dan papa tidak lagi ada masalah kan disana?"


"Alhamdulillah Mama dan Papa tidak ada masalah sayang, hanya saja kemaren Perusahaan kita mengalami penurunan saham lantaran Papa kamu terkena tipuan, tapi tenanglah semuanya sudah berakhir


"Tipuan? Tipuan seperti apa Ma? Kalian tidak lagi diancam kan?"

__ADS_1


"Tidak sayang, kamu tidak lagi mendapatkan ancaman, kemaren Papa memutuskan untuk melakukan kerja sama pada Perusahaan ***** tapi karena kecerobohan Papa, Papa tidak menyelidiki latar belakang dari perusahan itu, alhasil Papi mengalami penurunan saham dan juga kerugian ratusan juta dan untungnya ada Bimo yang dengan tepat waktu datang menolong Papa, jadi Papa tidak sampai menjual apalagi sampai mempertaruhkan Perusahaan kita beruntung kamu mempunyai kekasih seperti Bimo sayang jadi dia bisa diandalkan untuk perkembangan perusahaan Papa nanti!"ucapnya dengan tersenyum merekah.


"Iya sayang. Apa yang dikatakan Papi kamu memanglah benar, kamu berhutang Budi padanya jadi Papa dan Mama berharap hubungan kalian tetap berjalan biar pun hati kamu masih ada nama Gibran yang selalu kamu rindukan?"


"Apa maksud Mama? Dan nama Gibran kenapa kalian malah membawa-bawa nama Gibran dalam pembicaraan kita ini?"


"Sayang. Sudah hampir 6 tahun lamanya bahkan Gibran sudahlah berumah tangga dan juga sudah memiliki anak apa kamu sama sekali tidak berfikir resiko apa yang akan tejadi ketika kamu memutuskan untuk menjadi seorang pelakor?"


"Tunggu! Maksud kalian apa? Apa maksud dari perkataan Papa yang mengatakan jika Putri seorang pelakor itu tidaklah benar Pa itu tidaklah benar!"


"Terus jika itu semua tidaklah benar apa kamu bisa menjelaskan apa arti dari foto ini?" Menunjukkan satu foto ciuman mereka dengan sangat jelasnya. Air mata Putri tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya.


"Foto ini? Ini pasti Bimo kan yang menunjukkannya?"


"Iya! Ini memang Bimo yang memberitahu Papa. Bahkan saat ini Papa sangat bersyukur karena Bimo dengan sigap langsung memberitahu Papa soal kelakuan kamu ini. Jujur Papa tau kamu masih sangat mencintainya, tapi dengan statusnya yang sudah beristri bahkan memiliki anak apa kamu sungguh-sungguh berniat ingin merusak kebahagiaan mereka semua? Apa kamu juga sangat sulit untuk menerima Bimo menjadi calon suami kelak kamu nanti?"


"Sayang Bimo laki-laki yang baik. Dia juga perhatian bahkan peduli pada kamu termasuk pada Mama dan Papa juga jadi stop! Stop kamu mengharapkan cinta gibran karena itu semua tidak akan mungkin terjadi stop! Stop mama mohon!"timpal Mamanya yang ikut mendukung Bimo.


"Sekarang aku sadar kerugian pada perusahaan Papa bisa jadi itu ulah dari Bimo sendiri. Dia sengaja membuat rencana seolah-olah Perusahaan akan bangkrut dengan begitu dia akan berlagak seolah-olah jadi pahlawan agar dia punya dukungan dari kalian jadi ini semua sudah masuk akal kan!"


"Putri apa yang kamu bicarakan kenapa kamu malah menuduhnya? Apa segitu bencinya kamu terhadapnya sampai-sampai kamu mengarang cerita seperti itu?"timpal Papanya dengan raut wajah geramnya.


"Aku bukan mengarang cerita Pi! Tapi ini sungguh-sungguh terjadi. Ini semua rencana yang sudah ia atur, jujur awal pertama kali aku dan juga Bimo jadian aku sangat bersyukur karena akhirnya hubunganku dengan Bimo sudah berstatus, tapi setelah tau sifat asli arogannya Putri menyesal karena sudah menerimanya putri sangat menyesal!"


"Kenapa sekarang kalian malah jadi seperti ini lagi? Sudah Putri katakan Bimo hanya mempermainkan kalian tapi kenapa semudah ini kalian mempercayainya aku tidak mau menikah dengannya tidak mau!"


Satu tamparan pun berhasil mendarat tepat di pipi kanan Putri, dan akibatnya darah segar pun mengalir dibibir Putri. Setelah mendengar perkataan yang barusan dikatakan oleh Putrinya


"Pa, sudah! Kenapa papa malah menamparnya?"


"Dia sudah berani kurang ajar. Dia pikir menjadi penghancur rumah tangga seseorang akan berpengaruh baik pada kehidupannya kelak nanti? Kamu Putri satu-satunya Papa dan Mama jadi Papa mohon menikahlah dengannya Papa mohon!"


"Kenapa? Kenapa Papa hanya menampar aku sekali, jika Papa inggin menamparku lagi, ayo tampar! Ayo tampar lagi jika itu akan membuat Papa merasa lega. Sudah beberapa kali aku mengatakan pada Papa kalau dia itu bukanlah orang baik!"


"Harusnya Putri sadar jika selama ini papa hanya tergoda akan kekayaan saja. Papa mengorbankan kebahagiaan Putri papa hanya karena keegoisan papa sendiri. papa memaksa Putri untuk menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku cintai semua ini karena Papa hanya menginginkan harta kekayaannya saja kan?"


"Sayang kenapa kamu malah mempersulit masalah ini. Papa melakukan semua ini karena Papa hanya ingin kamu mendapatkan suami yang sempurna sedangkan Gibran apa kelebihannya dia?"


"Stop! Stop Papa menyalahkan Gibran dalam masalah ini. Apa Papa gak sadar aku dan Gibran sudah memutuskan hubungan bahkan kita putus tanpa alasan yang jelas! Apa Papa ingin tahu siapa penyebab utamanya? Penyebab utamanya adalah Papa! Apa setelah kami berpisah memutuskan hubungan kita Papa masih sangat membencinya sehingga Papa dengan mudahnya berkata seperti tadi? Ingat Pa! Dalam masalah yang Putri alami jika ada orang yang harus disalahkan itu Papa sendiri bukanlah Putri, Papa sendirilah penyebab dari kehancuran kebahagiaan Putri Papa sendirilah!"


"Putri kamu kenapa berkata seperti itu siapa yang mengajarimu untuk berkata tidak sopan seperti itu pada Papa kandungmu sendiri? Papa ini orang yang sudah bikin hidup kamu bahagia! Papa lah yang merawat kamu sedari kecil, tapi kenapa kamu dengan teganya berkata seperti itu pada Papa kenapa?"


"Pa! Putri tidak asal bicara, di-dunia ini tidak ada seorang anak yang tega memaki-maki Papa kandungnya sendiri jika perbuatanya sudah melampaui batas. Selama ini Putri diam karena Putri masih menghargai Papa karena Papa adalah Papa kandung Putri , tapi semakin lama Putri terdiam seolah-olah tidak perduli dengan semuanya Putri sadar jika Putri sendirilah yang harus menyadarkan Papa. Apa Papa sadar selama ini Putri sudah cukup banyak membohongi perasaan Putri sendiri termasuk berpura-pura jika Putri sudah berhasil melupakannya.


Apa Papa sadar selama ini Putri sengaja berpura-pura bahkan 6 tahun lamanya hidup dalam bayang-bayang mencintai seseorang api apa Papa tahu gimana rasanya? Putri aslinya Sudah capek. Putri sudah capek Putri ingin sekali Papa bisa mengetuk pintu hati Papa tentang keadaan Putri, Putri mau Mama tidak selalu menekan apa kemauan Putri, Putri mau Papa ikut senang dengan kebahagiaan Putri hanya itu saja pa apa Papa masih belum bisa menerima semuanya?"

__ADS_1


"Sudahlah pa, Putri capek dan Putri tidak mau mendengar ataupun bertengkar sama Papa apalagi membahas soal masalah ini. Dan Putri tegaskan ke Papa kalau Putri sudah capek diatur-atur memang selama ini Putri sudah banyak menuruti apa permintaan Papa dan Putri tidak akan mempermasalahkan itu, tapi mengenai pasangan, maaf Putri tahu sendiri seperti apa pria yang cocok untuk Putri jadi Putri bisa mencari sendiri." Selangkah Putri akan pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


Papanya yang hendak akan menghalang Putri, tiba-tiba langkah Papa nya pun terhenti setelah papanya yang tiba-tiba memegang dadanya dengan sangat erat sambil merasakan sakit di bagian dadanya itu, bahkan raut wajahnya pun seketika berubah dan tak lama Papa nya Putri pun akhirnya jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.


"Papa!" teriak Putri yang langsung menghampiri Papanya. Dan membopong tubuh Papanya yang kemudian ia pun melarikannya ke Rumah sakit.


"Dokter dimana keadaan Papa? Apa Papa baik-baik saja dia tidak kenapa-kenapa kan Dok?" tanya Putri pada seorang Dokter laki-laki sehabis keluar dari ruangan Papanya.


"Papa anda keadaannya sudah stabil, Papa anda baru aja menggalami serangan jantung dadakan dan jika tadi beliau tidak segera dilarikan ke Rumah sakit, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Papa anda. Tapi kalau saya boleh tahu apa sebelumnya anda tidak mengerti jika beliau menderita kelainan jantung seperti ini?" tanya Dokter.


"Tidak Dok. Sebelumnya saya tidak mengetahui jika Papa saya memiliki kelainan seperti ini?"


"Astaga jadi beliau masih beruntung, saya harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, ya sudah saya tinggal dulu?"


"Baiklah dok?"


Sesampainya Putri memasuki ruangan rawat Papanya, Putri pun terlihat bersedih setelah melihat papanya yang mengabaikan kehadiran dirinya. Bahkan melihat kunjungan Putri, papanya malah membuang muka membelakangi Putri.


"Pa! Maafkan Putri! Maafkan Putri!"


"Pergi! Anda bukanlah Putri-ku jadi pergilah dari hadapan ku sekarang karena Papa tidak mau melihat wajahmu lagi pergilah! Jika kamu masih ada disini yang ada kondisi Papa tambah jadi semakin parah, jadi tolong pergi dari hadapanku sekarang!"


"Putri tahu Papa sekarang sangat kecewa sama Putri, Putri sadar kalau Putri memang tidak pantas untuk dimaafkan. Maafkan Putri Ma! Maafkan Putri, Putri sadar atas perlakukan Putri selama ini. Putri janji setelah kejadian ini Putri akan menyayangi Papa dan menuruti apa kemauan Papa, maafkan Putri Pa! Maafkan Putri!"


"Apa kamu serius dengan perkataan kamu itu termasuk mau menikah dengan Bimo?"tanya Papanya.


"Iya Putri serius pa! Putri mau menikah dengannya!"


"Sekali lagi maafkan Putri Pa! Maafkan Putri?" ucap Putri sembari memeluk Papanya dengan erat.


"Ya sudah Putri akan beli sesuatu Papa disinilah, Ma Putri pamit pergi dulu!"


"Baik sayang berhati-hatilah!"balas Mamanya.


Setelah perginya Putri, ternyata semua ini hanyalah akal-akalan Papanya, ia berpura-pura terkena serangan jantung agar Putri merasa bersalah dan akhirnya dia pun mau menerima semua permintaan yang akan ditujukan oleh Papanya sendiri.


"Putri ... Putri, Papa tahu kalau kamu itu orang yang paling tidak suka dengan adanya paksaan, tapi Papa juga tahu kalau kamu itu paling tidak tega kalau melihat Papa atau pun mama kamu ini sampai terluka, dan ternyata ada untungnya juga Papa berpura-pura kena serangan jantung seperti ini. Karena dengan begini kamu pasti akan mau menerima semua permintaan Papa termasuk perjodohan yang akan Papa pilihkan nanti tanpa tak terkecuali lagi!" ucap Papanya yang dengan senyum sinisnya.


"Pah! Apa Papa tidak kasihan pada Putri dia seperti sedang tersiksa hatinya?"tanya sang istri.


"Sudahlah Ma! Ini demi kebahagiaan Putri kita jadi sudahlah!"


Sedangkan Putri yang tidak mengetahui rencana licik Papanya, dengan berat hati dia pun akhirnya menerima permintaan ini, walaupun sebenarnya hatinya sangat terluka sekaligus hancur, karena tidak tau harus berbuat apa sekarang.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2