
Dalam perjalanan Putri yang akan balik pulang ke-Rumah karena mau mengambil beberapa pakaian ganti buat Bibik. Akan tetapi dalam perjalanan yang tanpa Putri sengaja dia tidak sengaja melihat Rico dan juga Nadia yang sedang asyik makan bersama disalah satu Restoran yang tempatnya tak jauh dari lokasi Rumah sakit.
Karena merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Rico dan juga Nadia disana, bergegas Putri pun menghampiri mereka sebelum Putri membuka Pintu Mobil.
"Rico ... Nadia apa yang mereka lakukan disana? Apa mereka sedang makan bersama, lebih baik aku temui mereka saja?" ucapnya yang kemudian tanpa memikirkan apa-apa lagi, Putri pun menghampiri mereka.
Tak disangka Verrel dan juga Gibran yang sedang berencana untuk ketemuan di Restoran itu , Verrel dibuat kesal lantaran udah 30 menit Verrel menunggu Gibran disana tapi hasilnya Gibran tak kunjung datang juga.
"Dasar si Gibran kalau dia aja yang ngajak ketemuan dan aku yang datangnya telat pasti dia akan marah-marah. Lah ini aku sudah tungguin dia setengah jam tapi apa, dia belum juga datang, bahkan tidak kelihatan tuh batang hidungnya?" Kesal Verrel sembari meminum teh yang telah dia pesannya.
Belum juga rasa kesalnya hilang karena Gibran belum juga datang sampai sekarang. Verrel sudah dibuat kesal lagi karena ada sepasang kekasih yang mengeluarkan kemesraan mereka tepat disamping tempat duduknya. Karena masih bernasib Jomblo jadi Verrel agak terganggu dengan kemesraan yang mereka lakukan. Dan sepasang kekasih tersebut yang tak lain dia adalah Rico dan juga Nadia.
"Sayang kamu mau aku suap'in ini sangat enak?"pinta Nadia dengan menyodorkan sesendok nasi goreng untuk dia suap'kan ke Rico.
"Baiklah itu kayaknya juga sangat enak!" balasnya yang kemudian dia pun melahap sesendok nasi goreng yang diberikan Nadia tersebut.
"Gimana enak kan?"
"Iya sangat enak," balasnya yang kemudian Nadia pun membersihkan nasi yang masih tertinggal didekat bibir Rico.
"Ganteng-ganteng kok belepotan,"goda Nadia sembari membersihkannya.
"Makasih,"balasnya Rico dengan tersenyum.
"Gini amat ya jadi jomblo ngenes, udah kesal karena si Gibran sekarang belum muncul -muncul juga. Lah sekarang muncul masalah baru, iri gue lihatnya,"kesalnya sembari bertanya pada salah satu pelayan Restoran
"Mbak bisa gak AC nya dibesarkan volumenya?" pinta Verrel yang agak aneh.
"Dibesarkan? Memangnya kenapa mas?" balas sang pelayan dengan penasaran.
"Soalnya panas lihatin kemesraan mereka?" ucap Verrel dengan menunjuk kearah Rico dan juga Nadia.
"Oh ... Itu bukan panas karena ACnya volumenya kecil mas. Tapi memang hati Mas yang lagi ngenes karena lihatin kemesraan mereka?" goda si Pelayan yang kemudian berlalu pergi.
__ADS_1
"Yee ... Malah ngatain lagi sudahlah malas aku lama-lama disini kalau si Gibran tak kunjung datang juga?"
Baru juga Verrel akan pergi dari Restoran ini, tiba-tiba niatnya pun berpaling setelah dia merasa sangat penasaran dengan kehadiran seorang cewek yang tiba-tiba mendekati sepasang kekasih yang tak wanita tersebut adalah Putri.
"Rico? Nadia apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Putri yang kemudian membuat Rico dan juga Nadia pun spontan terkejut dengan kehadiran Putri yang secara tiba-tiba.
"Pu ... Putri? Kamu sedang apa disini?" balas Rico dengan muka sangat terkejut.
"Putri? Kamu?" ucap Nadia yang ikut-ikutan terkejut dan langsung berdiri.
"Hm ... Ada apa ini siapa wanita cantik ini, apa jangan-jangan wanita cantik ini adalah kekasih dari nih cowok, parah bakal rame nih?" batinnya Verrel yang kemudian dia pun duduk kembali.
"Putri aku .... Ini kamu jangan berprasangka buruk dulu, aku dan juga Nadia tidak melakukan apa-apa kita hanya makan malam bersama dan tidak lebih!"ucap Rico dengan sangat gugup.
"Iya Putri karena dalam perjalanan pulang tadi kita merasa sangat lapar, jadi kita putuskan untuk berhenti sejenak dan makan sebentar disini,"jawab Nadia dengan agak gugup juga.
"Hm ... Sangat pintar ternyata mereka, mereka benar-benar berselingkuh sungguh sangat terlalu, aku kerjain ah si Playboy satu ini?"batin Verrel yang mulai beraksi.
"Kalian kenapa terlihat gugup seperti itu?" tanya Putri yang tambah membuat mereka tambah tegang.
"I ... Iya kita tidak tegang kok, itu hanya perasaan kamu kali?"
"Ya elah udah tahu ada hubungan, udah tahu suap-suapan, mesra-mesraan pake acara bilang sayang godain aku dong, sayang aku suap'in dong eh ternyata gak mau ngaku lagi payah!" sahut Verrel yang kemudian spontan membuat Putri, Rico dan juga Nadia berpaling kearahnya.
"Apa?" balas Putri dengan terkejut.
"Siapa kamu berani sekali kamu berkata seperti itu. Putri tidak yang dikatakan laki-laki ini sama sekali tidak benar, aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa sama Nadia jadi aku mohon kamu percaya ya sama aku, aku mohon?"
"Sudahlah Rico untuk apa kamu mencoba untuk menjelaskan ke Putri, apa yang sudah terjadi biarkanlah terjadi lagian itu kenyataanya juga kan. kamu kan memang pacarku jadi apa lagi yang mau kamu jelaskan ke Putri, biar Putri tahu hubungan kita ini, biar Putri tahu kalau kita memang sama-sama saling mencintai?" balas Nadia dengan ceplas-ceplos.
"Waw sangat sempurna dasar playboy kampret, udah jelas-jelas selingkuh pake acara ngeyel lagi, sekarang kamu mau jelasin apa lagi ayo jawab!" sahut Verrel dengan ikutan agak kesal.
"Apa? Nadia bilang sama aku kalau yang kamu katakan tadi sama sekali tidak benar kan Nad? Bilang sama aku kalau apa yang kamu katakan tadi semua itu hanya Prank, ayo katakan?"
__ADS_1
"Tidak Putri apa yang aku katakan tadi memang itu nyatanya, aku dan juga Rico memang sama-sama saling mencintai. Dan tanpa dugaan kamu, kita sebenarnya sudah menjalin hubungan ini sejak lama maafin aku karena aku udah berani mengkhianati kamu dengan cara seperti ini, maafkan aku,"ucap Nadia yang kemudian terpotong oleh Rico.
"Putri aku bisa jelasin aku ...!"ucap Rico yang kemudian tanpa mengucapkan satu kalimat lagi, Putri pun berlari keluar pergi meninggalkan mereka.
"Putri!"teriak Rico tapi sudah tidak dihiraukan oleh Putri, yang kemudian dia pun mengejarnya dan Nadia pun ikut mengejarnya.
Tanpa sengaja Putri yang sedang berlari menuju keluar, dia tanpa sengaja telah bertubrukan dengan Gibran yang pada saat itu dia hendak inggin masuk kedalam.
"Hey kamu?" ucapnya dengan menatap kearah Putri.
"Maaf!" balas Putri yang kemudian tanpa berkata lagi, dia pun langsung pergi dari hadapan Gibran.
"Ada apa dengan gadis itu? Kenapa dia menangis?" ucap Gibran yang agak penasaran yang kemudian dia pun menghampiri Verrel yang lagi fokus melihat gadis yang baru saja menubruknya.
"Hey Ver, sudah lagi itu cewek udah jauh kali, ada apa ini, kenapa kelihatannya baru aja ada keributan disini apa yang terjadi?" tanya Gibran dengan agak penasaran.
"kamu sih coba aja kalau kamu datang dari tadi, kamu pasti akan menyaksikan sebuah tontonan gratis gimana ada Playboy kampret yang baru saja terbongkar rahasia busuknya," ucap Verrel sambil cengengesan.
"Playboy kampret siapa? Kamu?"
"Enak aja bilang aku, tidak lagi, ya si laki-laki yang tadi mengejar cewek cakep itu tadi?"
"Yang sedang menangis itu?" balas Gibran.
"Kasihan banget itu cewek sudah cantik dapat laki-laki seperti itu lagi, coba aja kalau dia jadi pacar gue mungkin aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya,"gumamnya Verrel yang mulai agak ngawur.
"Yah..iya itu kalau tuh cewek mau sama kamu?" ledek Gibran yang kemudian Gibran pun terduduk dan meminum segelas minuman yang sudah Verrel pesan sedari tadi.
"Enak aja kamu bilang. Tapi dipikir-pikir enak banget ya hidup lo, baru aja datang langsung minum tuh minuman?"
"Iya? Dan akan lebih enak lagi kalau kamu yang mentlaktir juga?"
"Ogah!"
__ADS_1
Bersambung....