
Setelah supir bus yang tidak sengaja mengerem laju kecepatannya karena ada seekor kucing yang tiba-tiba melintas tepat didepan laju bus yang sedang melaju. Akibat dari kejadian itu Gibran dan juga Putri yang akhirnya terjatuh dan tidak sengaja berpelukan pun akhirnya tersadar setelah ada seorang penumpang yang berkata.
" Sudah-sudah pelukannya jangan lama-lama kenapa, iri kita melihatnya?"ledeknya.
Melihat posisi Putri yang berada tepat diatas tubuh Gibran akhirnya membuat Gibran pun seketika menghempaskan tubuh Putri kesamping. Karena terkejut dengan apa yang terjadi pada mereka saat ini.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan berani sekali kali mengambil kesempatan seperti ini, kamu pasti sengaja kan peluk-peluk aku tadi ayo ngaku?"ucap Putri yang merasa kesal.
"Hey apa kamu udah gila, apa kamu tidak lihat tadi pak Supir sendiri yang tiba-tiba mengerem laju setirnya, jadi kalau kamu mau nyalahin orang salahkan pak supirnya Dan aku kasih tahu kamu daripada aku harus peluk wanita mak lampir seperti kamu lebih aku peluk tuh tiang listrik sono!"ucap Gibran sembari menunjuk kearah tiang listrik yang berdiri tegak dipinggir jalan.
"Ya sudah kalau kamu mau peluk tuh tiang listrik peluk saja biar sekalian kesetrum, sudahlah malas berdebat terus sama laki-laki gesrek seperti lo jadi lebih baik gue cabut saja?"
"Ya sudah pergi saja lagian siapa juga yang mau lo ada disini cepat pergi!" pinta Gibran yang agak memaksa.
"Dasar lo ya? Kesel Putri yang kemudian Putri yang hendak akan pergi, dia tak sengaja menginjak kaki Gibran yang akhirnya membuat Gibran tambah kesal.
"Aw ... Kau? Berani sekali lo menginjak kaki-ku?" tegas gibran.
"Bodoh!" jawab Putri yang kemudian dia pun pergi dan turun dari bis ini.
"Dasar gadis tidak waras sudah tau kalau dia yang salah pake acara nyalahin gue lagi!"
"Kesel ..., kenapa gue harus ketemu laki-laki seperti itu sih tadi bikin darah tinggi naik saja?"kesel Putri sambil ngoceh-ngoceh dipinggir jalan.
Hanya membutuhkan waktu 20 menit akhirnya Gibran sampai juga di Sekolah Cenderawasih. Gibran yang sedang berjalan di-koridor sekolah dia terus menerus mengingat kejadian yang barusan terjadi kepadanya. Akan tetapi tiba-tiba ucapan Gibran yang sedang maki-maki gadis yang baru dia temui tadi dia dibuat terkejut setelah mengingat sekilas seragam sekolah yang barusan dipakai oleh Putri.
"Tunggu tapi ngomong-ngomong seragam yang digunakan gadis itu, kenapa rasanya tidak asing ya dalam penglihatan-ku? Gue kaya pernah ketemu sama orang yang berseragam sama seperti gadis gesrek itu, tapi sekolah mana?" ucapnya sembari mikir-mikir.
Dari kejauhan Verrel yang juga berjalan melewati koridor sekarang dia pun tak sengaja melihat Gibran yang sedang berbicara sendiri. Karena merasa aneh dengan apa yang terjadi pada temannya itu akhirnya tanpa memikirkan apa-apa lagi verrel pun langsung menghampirinya.
"Hey Gib, apa sedang lo pikirkan kenapa Lo berbicara sendiri, lo gak lagi sakit kan?" ucapnya yang kemudian memegang kening Gibran.
"Badan lo normal-normal saja. Dan gak juga panas tapi apa yang membuat lo berbicara sendiri, ingat Gibran lo itu masih muda jadi jangan buru-buru jadi orang pikun dan lo juga gak lagi gila kan? Lo masih waras kan?"
PLAK.
__ADS_1
Karena merasa kesal Gibran akhirnya memberi satu jitakan tepat mengenai kepala Verrel.
"Apa yang lo lakukan, kenapa lagi-lagi lo menjitak kepala gue sakit tahu?" ucap Verrel sembari mengelus-elus kepala belakangnya.
"Biarin! Lagian lo juga gak lihat apa kalau gue itu lagi kesel banget karena ulah si gadis gesrek itu, bisa-bisanya lo malah meledekku seperti itu, jadi lo terima sendiri akibatnya?" ucap Gibran yang terlihat sangat kesal.
"Tunggu gadis? Lo habis ketemu sama seorang Gadis bagaimana mungkin bisa?" ucapnya yang terlihat sangat penasaran
"Iya semua ini berawal dari aku yang tak sengaja memeluknya, yang akhirnya dia pun marah sampai-sampai menuduhku kalau gue itu sengaja memeluknya apa itu gak kurang ajar namanya?"
"Berpelukan?"
"Iya!"balas Gibran yang spontan membuat Verrel tertawa cekikikan dibuatnya.
"Kenapa lo malah tertawa apa lo gak lihat gue sekarang lagi kesal banget, tapi kenapa lo malah tertawa?"tegasnya dengan wajah kesalnya.
"Ya bagaimana mungkin gue tidak tertawa kalau akhirnya gue sekarang melihat teman gue si Bad boy ini, akhirnya bisa berpelukan juga sama seorang wanita. Dan bilang sama gue ini pelukan pertama lo kan?"ledek Verrel dengan mengedipkan mata kanannya.
"Siapa bilang ini pelukan pertama gue kepada seorang wanita, apa lo kira Mami-ku seorang laki-laki apa, gila ya lo?"
"Sudahlah males gue ngomong sama lo, lebih baik gue cabut saja!" ucap Gibran yang kemudian dia yang hendak akan pergi tiba-tiba ditarik oleh Verrel.
"Tunggu! Gue belum selesai ngomong masih ada lagi yang inggin gue katakan sama lo?"
"Apa tentang gadis itu?"tanya Gibran dengan wajah juteknya.
"Tidak!"balas Verrel dengan spontan.
"Terus?"tanya Gibran.
"Makanya lo ayo ikut aku?"ajaknya yang langsung menarik tangan Gibran.
"Kemana?"
"Ayo ikut saja bawel amat sih lo!" ucap Verrel yang kemudian dia pun menarik Gibran yang membawanya ke-suatu tempat, yaitu tepat didepan mading.
__ADS_1
"Lo sudah membacanya kan?"tanya Verrel ketika keduanya sudah berhadapan didepan Mading sekolah.
"PERTANDINGAN BASKET BALL 2022 Cenderawasih melawan kasuari?"
"Iya dan ini diselenggarakan besok jadi gue minta lo siap-siap untuk pertandingan ini karena besok kita akan melawan SMA KASUARI yang dimana SMA itu sekolah elit dan juga keren yang juga tak kalah dari SMA Cenderawasih. Bahkan katanya rumor yang beredar sekolah ini sering membawa piala dan juga piagam setiap mengikuti suatu pertandingan.
"Mmmm?"
"Hanya itu tanggapan lo?"
"Iya terus gue harus gimana?"
Sedang dalam obrolan Gibran dan juga Verrel yang sedang berlangsung, sesaat kemudian mereka dibuat terkejut setelah ada tiga pria tampan yang tak lain mereka adalah Reza Antonio, David dan juga Rendy pria yang jadi incaran di SMA ini karena ketampanan yang mereka miliki. Yang dimana mereka kebetulan lewat tepat dihadapan mereka. Para kaum wanita yang melihatnya mereka pun begitu terpesona bahkan rasanya seperti bertemu dengan para idola Mereka.
Akan tetapi biar pun Gibran dan juga Reza satu sekolah yang sama, tak terlihat jika mereka itu teman yang akur, bahkan bisa dibilang mereka adalah musuh bebuyutan sejak masih kelas....
"Tak disangka kita bakalan ketemu sama si pecundang disini,"gumamnya yang menatap tajam kearah Gibran
"Daripada ribut sama dia lebih baik kita cabut saja dari sini Ver. Karena masih ada urusan yang lebih penting ketimbang nanggepin dia!" balas Gibran yang kemudian dia yang hendak akan pergi, Reza pun mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat Gibran pun berhenti melangkah.
"Besok adalah pertandingan kita melawan SMA KASUARI jadi gue harap lo bisa diandalkan besok. Dan semoga aja lo gak menjelekkan nama baik sekolah ini?"
"Sebelum lo merendahkan orang lain, setidaknya lo koreksi diri lo sendiri apa lo itu sudah cukup pantas bisa berkata seperti itu!"sahutnya yang kemudian tanpa berkata apa-apa lagi, Gibran pun langsung pergi meninggalkan mereka.
"Gibran jangan tinggalin gue!"teriak Verrel yang kemudian dia pun mengejar Gibran.
Rendy dan juga David yang Melihat perilaku yang ditunjukkan Reza kepada Gibran akhirnya membuat mereka pun angkat bicara.
"Reza sebenarnya apa sih permasalahan kalian berdua ini, kalian ini satu sekolah harusnya kalian bisa bersifat akur dan juga damai jangan malah ribut ketika bertemu seperti ini?" ucap Rendy.
"Iya yang dikatakan Rendy memang benar, kini waktunya bagi kalian untuk berdamai, seenggaknya ini demi nama baik sekolah, apa kalian pikir dengan perdebatan yang kalian lakukan ini akan memberi nama baik sekolah ini, tidak kan yang ada kalian malah akan menjatuhkan diri kalian sendiri. Setiap kali pertandingan apa yang kalian lakukan, kalian malah akan ribut yang akhirnya membuat lawan malah menjadi menang sedangkan sekolah ini akan tambah semakin jatuh karena ulah kalian sendiri, jadi tolong pikirkan omonganku ini baik-baik ya?"ucap David yang mencoba memberi pertimbangan ke Reza, akan tetapi Reza malah tidak menanggapinya dengan serius.Dan berlalu pergi meninggalkan Rendy dan juga David
"Sebenarnya gue tadi lagi menasehati siapa sih?" ucap David yang merasa kesal.
"Sudah ayo kita ikuti si Reza dia memang seperti orangnya yaitu keras kepala!" ucap Rendy yang kemudian mereka pun pergi mengejar Reza.
__ADS_1
Bersambung.......