PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
APAKAH PUTRI SELAMAT


__ADS_3

Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Putri yang dalam kondisi tergeletak dan berlumuran banyak darah di bagian kepalanya, Sally pun dengan teganya meninggalkan Putri sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.


Sesaat Sally pergi meninggalkan tempat kejadian ini, ada seseorang pengendara motor yang kebetulan lewat jalan itu, dan melihat ada seseorang yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan. Karena situasinya sekarang lagi hujan deras ia pun lantas turun dan mengecek denyut nadinya.


"Astaga apa yang terjadi pada anak ini, apa dia jadi korban tabrak lari, denyut nadinya masih ada, dia masih bernyawa aku harus segera memanggil ambulance sekarang?". Ujar seseorang laki-laki setengah tua, yang tanpa menunggu lebih lama lagi, ia pun segera menelfon Ambulance.


*****


Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Dan hampir 30 menit lamanya Putri telat mendapat pertolongan, wajah Putri yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat bersimbah darah.


Putri yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun mendirinya, dan langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memperihatinkan, pasien harus segera ditangani dengan segera.


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Putri yang sudah sangat memperihatinkan, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus terlebih dulu.


" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kamu keluarlah dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu!"perintah Dokter itu pada Suster


"Baik Dokter!"balas sang Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.


"Maaf apa anda keluarga korban?" tanya salah satu Suster kepada laki-laki yang menolong Putri.


"Tidak, korban ini, korban tabrak lari, kebetulan saya melihatnya sudah dalam kondisi Mengenaskan jadi saya bukan keluarganya?" balas laki-laki barusan.


"Astaga pasien kondisinya sangat memperihatinkan, jika dia tidak segera ditangani ini akan berakibat fatal nanti. Karena dia harus melalukan tindakan operasi, jika tidak ada anggota keluarganya maka ini akan sangat sulit!"


"Astaga terus sekarang apa yang harus kita lakukan, astaga saya baru ingat tadi ditempat lokasi kejadian, ada tas berwarna abu-abu ini yang jatuh tak jauh dari tempat korban terkapar, mungkin disini ada identitas korban, coba saya cek dulu?" ucap laki-laki itu


Tak berselang lama, laki-laki itu pun akhirnya menemukan sesuatu dalam tas yang sedang ia bawanya


"Ini saya menemukan Gadget sama kartu pelajar milik korban, disini pasti ada petunjuk nomer keluarga korban, mendingan suster cek sekarang!. Perintah laki-laki itu.


"Baiklah saya akan mengeceknya!"

__ADS_1


*******


"Pa? Kemana lagi kita harus mencari Putri kita Pa, kemana lagi kita harus mencarinya, kita sudah menyisir semua tempat ini, tapi kita tak kunjung menemukannya apa yang harus kita lakukan sekarang Pa?" Isak tangis Mamanya yang merasa sangat khawatir.


"Mama tenang saja, Papa yakin Putri akan baik-baik saja, jadi Mama harus tenang!" balas Papanya yang mencoba menenangkan nya


"Bagaimana mungkin Mama bisa tenang Pa, Mama mempunyai firasat tidak enak tentang Putri kita, Mama takut kalau Putri kita kenapa-kenapa?"


Belum mengetahui jika Putri mereka menggalami kecelakaan tunggal yang sangat parah, lantas tak berselang lama ponsel Papanya pun tiba-tiba berdering.


"Tulit...tulit...tulit...(Anggap saja itu suara dering ponsel)


"Pak, siapa Pa?" tanya Mamanya


"Tidak tahu Ma? No seluler nya gak tidak ada namanya?"


"Ya sudah Papa angkat saja, siapa tahu ada hal penting?"


📞 "Maaf apa ini dengan saudara bapak Putra wijaya Alexander, ayah dari saudari Putri?"


📞 "Iya dengan saya sendiri, anda siapa? Bagaimana mungkin anda bisa tahu nama saya dan nama Putri saya?"


📞 "Saya dari pihak Rumah sakit Citra medika hanya inggin memberitahukan bahwa Putri anda, baru aja menggalami kecelakaan tunggal. Dan sekarang Putri anda dalam kondisi memperhatikan!"


📞" Apa Putriku kecelakaan?"


Karena sangking terkejutnya, Papanya pun seketika langsung menginjak rem mobil.


"Apa? Papa apa yang papa katakan tadi, kenapa Papa bilang Putri kecelakaan, apa itu benar? Papa katakan pada Mama?"


" Putri Ma! Putri!"

__ADS_1


"Putri, cepat tunggu apalagi Pa ayo kita kesana sekarang!"


"Baik Ma!"


Tidak membutuhkan waktu lebih lama, mereka berdua pun akhirnya sampai juga di Rumah sakit Citra media, sesampainya mereka masuk di Rumah sakit itu, mereka pun bergegas bertanya pada Suster penjaga.


"Suster dimana ruang rawat, pasien yang baru aja menggalami kecelakaan barusan tadi, pasien atas nama Putri?"tanya Papanya pada salah satu Suster.


"Baiklah saya antar kalian?"


Mengikuti langkah kaki Suster, akhirnya mereka pun sampai juga.


"Kalian? Apa kalian orang tua dari pasien atas nama Putri?"


"Iya Dokter, kita Mama dan Papanya, gimana keadaan Putri kita Dok, dimana kondisi nya sekarang?"


"Kita gak ada waktu lagi, pasien dalam kondisi sangat memperihatinkan, dia harus segera dioperasi.


"Ya sudah tunggu apa lagi Dok, apa yang Dokter tunggu sekarang, cepat lakukan operasi sekarang juga?"


"Baiklah kita akan melakukan operasi nya sekarang juga. Sus cepat siapkan alat-alat medisnya kita sudah tidak ada waktu lagi, cepat siapkan!"perintah salah seorang Dokter laki-laki.


Bergegas brankar yang ditempati Putri berbaring pun dikeluarkan dari ruang ICU, dan dengan segera dipindahkan keruang operasi. Mama dan Papanya Putri yang melihat kondisi Putri sudah berlumuran darah yang terus keluar tanpa henti, yang mereka bisa lakukan sekarang hanyalah menyesal dan menyesali semua perbuatan yang telah mereka lakukan pada Putri mereka.


Air mata yang dulunya tidak pernah membahasi kedua pipi Papanya, kini pun kejadian ini telah menyadarkan keduanya.


"Maafkan Papa sayang, maafkan Papa?" Semua ini salahku kalau bukan karena aku tadi memarahinya, mungkin semua ini gak akan pernah terjadi padanya, maafkan Papa sayang, maafkan Papa!"ucap Papanya yang air matanya terus menerus membasahi pipinya.


"Sayang Mama mohon jangan tinggalkan Mama, Mama mohon jangan tinggalkan Mama?"Isak tangis Mamanya yang kemudian suaminya pun memeluknya.


"Pa? Apa yang akan terjadi pada Putri nanti Pa? Apa yang akan terjadi dengannya, bilang sama Mama kalau Putri kita akan baik-baik saja, ayo bilang sama Mama kalau Putri kita tidak akan ninggalin kita, ayo katakan sesuatu Pa..katakan sesuatu?" ucap Istrinya dengan tangisan tersedu-sedu, dan yang bisa Suaminya lakukan hanyalah memeluknya dengan erat , dan air matanya yang sama-sama membanjiri pipi keduanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2