PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
MENGGINAP DIRUMAH GIBRAN


__ADS_3

"Papa gimana ini udah jam segini tapi kenapa Putri kita belum juga pulang, kalau Putri kenapa-kenapa gimana pa?"ucap Mamanya Putri yang terlihat sangat cemas sekaligus khawatir.


"Sudahlah Ma. Mungkin Putri lagi ngambek terus akhirnya dia pun putuskan untuk tidur di-Rumah temannya, jadi jangan cemas kenapa?"


"Astaga Papa. Papa ini kenapa sih, kenapa sifat Papa tidak kaya biasanya, biasanya Papa yang paling khawatir kalau Putri pulang telat, tapi kenapa sekarang Papa malah bersikap santai saja, apa yang terjadi dengan Papa?"


"Sudahlah Ma! Papa ngantuk, Papa mau tidur!"ucap Suaminya yang kemudian dia pun pergi.


"Ada apa dengan Papa ini, kenapa dia sangat berbeda seperti ini sifatnya sekarang?" gumam Istrinya yang merasa terheran


Setelah mendapat tawaran untuk tertidur di-Rumah ini, Putri pun merasa sangat senang sekaligus lega, lantaran dia bersyukur karena masih ada orang yang merasa kasihan kepadanya.


Malam pun dengan sangat cepat telah berganti menjadi pagi. Dan menyinari alam semesta ini, Gibran yang masih tertidur pulas diatas sofa pun akhirnya Mamanya membangunkannya.


"Gibran bangun..ini udah pagi ayo bangunlah,"perintah Mamanya


"Ahh...Mama ini gangguin aku aja sih, sekarang kan hari minggu jadi kan tidak ada sekolah, aku masih ngantuk aku mau tidur lagi,"ucapnya yang tanpa memperdulikan Mamanya.


"Astaga Gibran jangan malas seperti ini, ayo cepat bangun!" ucapnya dengan sangat lembut.


"Baiklah aku akan bangun!"balas Gibran yang kemudian dia pun beranjak dari sofa. Dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Berbeda dengan Putri, Putri yang sedari telah terbangun dia pun merasa sangat lega, lantaran dia bisa tertidur nyenyak pada malam tadi.


"Ternyata tidur disini nyenyak juga ya?" ucap Putri


"Untung saja sekarang hari minggu jadi aku bisa istirahat dengan leluasa. Dan ini sudah pagi, jadi lebih baik aku pamit sama mereka?" ucap Putri yang kemudian dia pun keluar dari kamarnya.


"Nak kamu udah bangun ternyata?" tanya Erika ketika melihat Putri yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Iya tante ini aku baru aja bangun,"balas Putri dengan tersenyum.


"Dimana tidurnya nyenyak gak?" tanya Erika lagi.


"Iya nyenyak kok tante, oh iya Putri mau tanya dimana kamar mandinya ya? Sebelum aku pergi, aku ijin mau mandi dulu soalnya?"


"Ooh iya kamu tinggal jalan lurus saja kesana, terus ada belokan kamu masuk aja, disana letak kamar mandinya,"balas Erika


"Baiklah tante terima kasih ya?"


"Iya sama-sama. Tunggu!"


"Iya ada apa lagi tan?"


"Ini tante sampai lupa tante juga mau memberikan pakaian ganti ini buat kamu jadi pakailah, kan gak mungkin kalau kamu masih pake baju itu?"


"Baiklah tante, Maaf ya tan kalau saya tambah merepotkan tante?"


"Tidak apa-apa."balasnya dengan tersenyum.


"Ya sudah kalau gitu aku pamit masuk kedalam ya tan?"


"Iya."


"Dia kelihatannya anak yang baik dan sopan ya?" ucap Suaminya pada Erika ketika memberi pujian kepada Putri.


"Iya dia memang anak yang baik dan sopan, tapi kalau aku lihat dari penampilannya dia seperti anak orang kaya ya kan Pa?"


"Iya kelihatannya seperti itu?"


"Kata Tante tinggal jalan lurus terus belok ke kiri, oh ini ternyata?" ucap Putri yang kemudian dia yang baru aja mau membuka pintu, Dia pun terkejut setelah Gibran yang tiba-tiba muncul dari dalam kamar mandi tersebut.

__ADS_1


"Hey apa yang kamu lakukan, kalau kamu mau masuk ketok dulu dong, jangan asal nyelonong aja?" Sentak Gibran sambil menutupi dadanya. Karena dia hanya bertelanjang dada.


"Maaf-maaf aku tidak tahu kalau ada kamu disini?" balasnya yang kemudian menutup kedua matanya dengan mengunakan tangannya.


"Dasar ya sudah cepat masuk. Dan kemudian pergi dari Rumah ini!"perintah Gibran dengan kesal.


"Iya...iya..nanti juga aku akan pergi?"


"Mmm baguslah kalau gitu!"ucap Gibran yang tiba-tiba dia malah sedikit bengong.


"Ya sudah sana pergi, kenapa kamu masih ada disini, aku tidak akan masuk kalau kamu belum pergi dari sini?" ucap Putri yang kemudian membuat Gibran pun terkejut.


"Ohhhh gitu..baiklah!"ucapnya lagi yang kemudian Gibran pun akhirnya pergi, sedangkan Putri pun akhirnya masuk kedalam kamar mandi tersebut.


"


"


Tak berapa lama kemudian akhirnya Putri telah selesai juga mandinya. Setelah selesai dia pun menghampiri mereka semua yang berada dimeja makan untuk melakukan Sarapan pagi.


"Kamu ternyata cocok juga ya pakai baju itu?"


"Iya tante bearti ukuran tubuh kita sama ya tan?"


"Iya."balas Wanita itu dengan membelai pucuk rambut Putri.


"Ya sudah kalau gitu terima kasih ya buat tante dan juga Om. Terima kasih karena kalian sudah mengijinkan-ku untuk tinggal semalam di-Rumah kalian ini, sekarang aku harus pulang."


"Tunggu kamu gak sarapan dulu, bibik sudah siapkan semua sarapannya jadi ayo ikutlah sarapan bersama kita.


"Tidak tante saya sudah kenyang kok, kalian sudah mengijinkan-ku untuk tinggal disini aja, ini sudah sangat membahagiakan sekali buat aku. Dan aku juga tidak mau merepotkan kalian lagi, jadi gak papa kok."


"Kamu jangan gitu, kita ikhlas kok membantu kamu, jadi ayo makanlah bersama kita jangan sungkan,"ucap Suami Erika


"Udah ayo!"ucap Suaminya lagi.


"Baiklah terima kasih ya Tan, Om."


"Dasar! Anak orang lain aja diperhatikan, sedangkan anaknya sendiri diabaikan!"gerutu Gibran yang merasa kesal, lantaran orang tuanya lebih memilih memperhatikan tamu dari pada Putranya sendiri.


"Sudahlah Gib sama tamu itu tidak boleh begitu, kita harus sama-sama saling menghargai jangan gitu kenapa?" ucap Mamanya.


"Maaf om, tante. Apa dia itu beneran Putra kandung kalian?"


"Iya dia ini Putra kandung kita kenapa memangnya?" tanya balik Erika.


"Ya gak apa-apa tante, saya hanya merasa kalian ini cukup banyak perbedaan kalau menurut saya, kan kalian ini orangnya sangat berhati baik seperti malaikat, sedangkan Putra tante ini saya sendiri tidak tahu darimana asal keturunannya ini, ini bener-bener sangat dingin. Dan sangat berbeda dengan sifat kalian ini,"balas Putri kemudian mendapat tatapan tajam dari Gibran, sedangkan kedua orang tuanya hanya tersenyum malu melihatnya.


"Ya elah pake acara nyindir segala?"


"Mama dan Papa ini tidak sayang gak sih sama aku, lihat Putra kalian dia hina seperti ini kenapa kalian malah senyum-senyum saja, tega sekali kalian?"


"Mmm dasar anak mami!"


"Sudah-sudah jangan berantem terus, memang yang dikatakan dia memang benar kok, kamu kan memang dinggin orangnya. Dan Mama salut sama dia. Karena baru kali ini ada orang yang berani berkata jujur tentang kamu?"


"Wekk?" ledek Putri sambil menggeluarkan lidahnya.


"Dasar!"


"Ya sudah kalau disini aku gak ada artinya, lebih baik aku pergi saja, mumpung sekarang hari minggu jadi aku inggin jalan-jalan sama verrel!"

__ADS_1


"Tunggu?"


"Ada apa lagi sih Ma?"


"Kamu kan mau berangkat sekarang, sekalian saja kamu anterin dia untuk pulang?"


"Apa? Anterin dia pulang, yang benar saja sih Ma gak! aku gak mau!"


"Iya tante gak Papa kok, lagian aku kan bisa cari taksi ataupun kendaraan yang lain, jadi gak perlu kalau aku harus berangkat bareng sama dia. Karena itu akan sangat berresiko nanti?"


"Sudah jangan membantah apa yang Mama perintah, kalau kamu gak mau jadi jangan gunakan mobil itu, kamu kan bisa cari taksi atau kendaraan yang lain. Apa kamu mau fasilitas kamu Mama ambil.


"Ist Mana ini. Iya..iya..aku bakal anterin dia! Ayo cepat kita berangkat!"


"Ya sudah Tante, om sekali lagi terima kasih ya atas semua kebaikan yang telah om dan juga Tante berikan ke-saya, sekali lagi terima kasih."


"Iya sama-sama, kamu kan anak yang baik jadi itulah yang bikin kita mau menolong-mu."


"Ya sudah kalau gitu saya pamit ya?"


"Baiklah berhati-hatilah!"


"Baik Tante."


"Ayo cepat!"


"Astaga itu anak!"


Setelah memutuskan mau menggantarnya, Mereka pun sudah sama-sama berada didalam satu mobil, tapi biarpun mereka hanya berdua, tidak terdenggar ocehan ataupun suara yang mereka timbulkan dari dalam sana.


"Ini orang memang dinggin banget ya, udah tahu aku ada disampingnya gak juga diajak berbicara. Sebenarnya dia ini orang atau es sih, dingin banget heran aku?" batin Putri yang merasa bingung. Dan sesekali dia pun memperhatikan Gibran yang hanya terdiam.


"Ini cewek sebenarnya anggap aku itu apa sih, orang atau hantu udah tahu kalau aku ada disebelahnya gak juga mau di ajak ngomong, panggil apa kek gitu biar gak canggung gini! Kalau sama Verrel aja dia dia ceplas -ceplos saja, tapi kenapa sama aku kaku gini, heran aku?"batin Gibran yang merasa ikut heran. Dan kemudian dia pun melihat kearah Putri.


"Kenapa kamu menatapku se-sinis itu?" tanya Putri yang seketika membuat Gibran pun terkejut.


"Enggak siapa juga yang menatap kearah mu, GR?"


"Baguslah kalau gitu!"


" Oh iya sekalian aku inggin tanya sama kamu apa sih sebenarnya permasalahan kamu sama keluarga kamu, sampai-sampai kamu gak mau pulang gitu, apa kamu itu anak nakal yang suka pergaulan yang bebas seperti itu. Dan akhirnya kamu dapat hukuman dari orang tua kamu kan? Karena tidak mau terkena masalah lebih besar lagi akhirnya kamu kabur kan dari rumah, itu kan permasalahan kamu aku bisa nebak kali!"ucap Gibran yang seketika membuat Putri terlihat agak bersedih.


"Memang kebanyakan orang kalau melihat hidupku yang bergelimamg banyak harta. Dan bisa membeli apapun yang aku mau, mereka pasti berfikir jika aku itu wanita yang sangat beruntung. Dan menjadi orang yang paling bahagia di-dunia ini kan. Tapi itu tanggapan mereka termasuk kamu juga. Tapi bagi aku semua itu sangatlah salah! Sudah turunkan aku disini!" ucapnya yang kemudian membuat Gibran pun terkejut.


"Apa sekarang?" tanya Gibran balik.


"Tidak 10 tahun lagi. Ya sekarang lah!"


Kemudian Gibran pun memperhentikan laju mobilnya. Dan setelah berhenti Putri pun tiba-tiba langsung keluar dari mobil ini, sambil mengatakan.


" Ya sudah terima kasih ya atas tumpangannya!"ucapnya yang kemudian dia pun langsung pergi.


"Kenapa dengan dia, apa aku telah menyingung perasaannya tapi bagaimana mungkin, itu kan memang kenyataannya kan? Tapi kenapa dia tiba-tiba terlihat sedih gitu, apa jangan-jangan sebenarnya dia itu bukanlah anak orang kaya. Apa mungkin dia hanya berpura-pura kaya saja untuk membodohi semua orang, itu tidak bisa dibiarrin aku harus ikuti dia. Dan melihat siapa jati dirinya yang sebenarnya?" gumam Gibran yang kemudian tanpa berfikir lagi, dia pun langsung menggikuti Putri dari belakang.


"Kenapa sih orang-orang pada berfikir jika hidupku ini sangatlah sempurna? Kenapa diotak mereka tidak ada yang menggerti dengan penderitaanku ini. Bahkan pada saat aku yang kabur dari rumah seperti ini, mereka tidak berniat inggin mencari-ku.


Dan mungkin mereka juga gak perduli dan khawatir kepadaku, terus apa gunanya aku hidup jika penderitanku akan terus seperti ini, kapan semuanya akan berakhir. Dan kapan aku akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya? Jujur aku sudah sangat lelah dengan semua ini, aku sudah sangat lelah!"ucap Putri yang kemudian tanggisnya pun pecah setelah menggingat kembali nasib hidupnya sekarang.


Dengan terduduk dan memeluk kedua lututnya, Putri pun seketika terkejut setelah mendenggar ada suara seseorang


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


.


__ADS_2