PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
ORANG TUA PUTRI PINGSAN.


__ADS_3

Mendengar ucapan yang dilontarkan gadis tersebut terhadap dirinya, Hermawan pun seketika menjadi kesal. Karena baru kali ini ada seseorang yang dengan beraninya berkata sangat lancang pada dirinya, hingga akhirnya Hermawan pun melontarkan kata ancaman yang kemudian membuat Putri pun seketika terdiam.


"Anda itu pintar sekali ngomongnya, tapi anda harus ingat dan sadar dengan siapa anda berbicara saat ini!"ucap Hermawan yang kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Putri.


"Dan saya pertegaskan lagi pada anda, jika anda sampai berani mencari masalah dengan Putri saya, maka jangan salahkan saya jika saya sendirilah yang akan bertindak. Dan tidak segan-segan membuat hidup kamu maupun keluarga anda menderita, apa anda paham!"


Setelah mendapat bisikan dari Hermawan. Seketika Putri pun terdiam bahkan mulutnya rasanya terkunci. Dan tidak mampu untuk mengatakan apapun.


"Ya sudah saya tahu anda orang baik, jadi saya akan melupakan masalah ini!"ucap Hermawan lagi yang memegang pundak Putri dengan wajah terlihat sangat pura-pura baik kepada Putri.


"Ya sudah sayang karena urusan ini sudah selesai, Papa sekarang harus kembali lagi perusahaan!"


"Baik Pa?"


Baru aja hermawan mau melangkahkan kakinya, ponselnya pun tiba-tiba berbunyi yang akhirnya Hermawan pun memutuskan untuk mengangkatnya terlebih dulu.


TULIT..TULIT..TULIT..


"Siapa yang menelfon-ku?" ucapnya yang kemudian dia pun melihat nama yang tertera pada ponselnya yang ternyata adalah Pak Wijaya sekretarisnya sendiri.


"Iya pak Wijaya ada apa? Kenapa anda menelfon saya, apa ada masalah di perusahaan?"


"Tidak Tuan! Saya hanya inggin memberitahukan baru saja Tuan Alexander mengabari saya kalau beliau sudah sampai di Indonesia sekarang, lebih tepatnya dia sudah sampai di Jakarta?"


"Tuan Alexander sudah sampai di Jakarta?"


"Baiklah atur pertemuan kita ini. Dan kabari saya kalau Tuan Putra Alexander Wijaya sudah menyetujuinya, apa kamu paham?"


"Iya Tuan saya paham!"


"Bagus cepat dan laksanakan perintah saya!"


"Baik tuan! Ya sudah Tuan saya akan mengabari Tuan nanti jika semuanya sudah selesai?"


"Baiklah?"


"Ya sudah saya matikan telfonnya?"


"Iya silahkan!"


"Pa ada apa?"tanya Sally setelah Papanya mematikan telfonnya.


"Nanti Papa akan kasih tahu kamu, Sekarang kamu sudah waktunya jam pelajaran, jadi Papa tinggal dulu ya?"


"Baik Pa!"balas Sally yang kemudian Papanya pun pergi. Dan Sally pun melihat


Putri yang tiba-tiba melamun.


"Putra Alexander Wijaya. Itu kan nama Papaku darimana dia bisa tahu nama Papaku itu?"batin Putri yang merasa bingung.


"Kamu sekarang sudah tahu kan siapa Papaku ini, dia itu orang yang sangat disegani disini. Dan tidak ada orang yang bisa berani melawannya jadi sekarang kamu mengerti kan?" ucap Sally tapi Putri tidak memperdulikannya. Karena Putri hanya fokus sama lamunannya.


"Hey aku ini sedang berbicara dengan kamu? Apa kamu tidak dengar itu?"teriaknya tanpa ada tanggapan dari Putri.


"Sudahlah Sally mungkin dia tidak percaya dengan semua ini, makanya jadi bingung seperti itu?" ucap Temannya.


"Iya mungkin kali, ya sudah daripada kita ladenin dia lebih baik kita duduk sekarang?"pinta Sally.


"Baiklah!"jawab temannya yang kemudian Putri pun putuskan untuk duduk. Setelah melihat pak BK yang tiba-tiba memasuki ruangan ini.


"Siapa disini yang bernama Putri Varelina Alexander?"tanya Pak BK pada semua pelajar.


"Iya Pak dengan saya sendiri, ada apa kenapa bapak memanggilku?" jawab Putri sambil mengangkat tangannya.


"Cepat pergi ke ruang kepala sekolah. Karena ada masalah yang harus kamu tangani disana!"


"Masalah? Maaf masalah apa ya pak?"


"Saya tidak tahu, jadi cepat pergilah beliau sudah menunggumu di-ruangan kepsek?"


"Baik Pak!"

__ADS_1


"Wah kayaknya dia bakal mendapat masalah besar tuh?"ucap Rendy pada Reza tapi Reza gak memperdulikannya.


"Terserah aku gak perduli!"jawab Reza santai.


"Dasar!"balas David.


"Ya kan apa aku bilang, dia pasti akan kena masalah kan, kira-kira hukuman apa yang akan dijalani? Apa dia akan dikeluarkan dari SMA ini. Setelah perbuatannya yang berani melanggar disini. Dan berani membantah orang terpenting disini?" ucap Verrel yang kemudian membuat Gibran pun angkat bicara


"Entahlah aku juga tidak tahu? Kita lihat saja nanti?" balas Gibran.


"Baiklah!"balas Verrel.


"Ya sudah anak-anak maaf kalau kalian semua tadi harus melihat kejadian yang sangat tak terduga itu. Dan sekarang mendingan kita lanjutkan lagi pelajarannya. Dan bapak minta kalian buka buku kimia halaman 5 sekarang?"


"Baik pak!"


Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, Wajah Putri pun seketika menjadi kusut. Dan terlihat bersedih, bagaimana dia tidak bersedih, setelah dia tahu hukuman apa yang akan dia terima saat ini. Setelah Kepala sekolah menyatakan jika Putri harus berdiri di-lapangan sampai jam pelajaran selesai. Akibat perilakunya yang dengan berani membantah orang terpenting disini. Dan berani mempermalukan Putri orang itu.


Dan dengan pasrah Putri pun tidak mau membantahnya lagi, dia pun akhirnya berdiri dibawah tiang bendera sambil panas yang cukup menyengat.


Dan tak berapa lama jam pelajaran kesatu pun telah usai. Dan Istirahat pun telah tiba, anak-anak yang pada berhamburan keluar dari kelas, ada yang pergi ke kantin ada juga yang lagi sama doinya, tapi tidak buat Verrel dan Gibran. Karena setelah jam istirahat tiba mereka hanya fokus melihat seorang gadis yang lagi berpanas-panasan di bawah terik sinar matahari, yang tak lain Gadis itu adalah Putri.


"Hm ... Ternyata menjadi orang yang berhati baik sangatlah sulit ya, baru aja aku sok-sok,'a melindungi seseorang, tapi ternyata malah aku sendiri yang kena imbasnya?"ucap Putri yang merasa sangat kesal.


Dari kejauhan Putri yang terlihat seperti berbicara sendiri padahal hanya dia yang sedang menjalankan hukuman sekarang, Sally dan kedua temannya yang melihatnya pun akhirnya menghampiri Putri. Dan tak disangka sesampainya Sally pun menyiram Putri dengan seember air yang dia bawanya.


"Astaga Sally kamu tuh keterlaluan banget sih, apa yang kamu lakukan?"


"Oops basah deh sekarang?"


"Kalian tuh sampai kapan sih akan terus menbully-ku seperti ini?"


"Ya sampai kamu akan merasa kalah. Dan meninggalkan SMA ini. Karena SMA elit ini tuh sama sekali gak cocok untuk orang sepertimu, jadi sadarlah! Ya sudah ayo guys kita pergi sekarang?"


"Baiklah!"


Dari kejauhan Gibran dan juga Verrel yang sedang melihat mereka dari atas Koridor sekolah. Mereka pun sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Sally, tapi jujur mereka juga merasa kasihan pada Putri. Bahkan pada saat Sally dan kedua temannya lewat didepan Gibran dan juga Verrel, Gibran pun akhirnya memperhatikannya karena ada sesuatu yang inggin dia tanyakan.


"Iya memang aku yang nyuruh. Karena aku gak akan pernah membiarkan orang yang menghinaku akan hidup lega. Dan aku juga sama sekali gak merasa kasihan kepadanya. Karena dia memang pantas diperlakukan seperti itu?"balas Sally.


"Ya sudah guys ayo kita cabut!"


"Baik Sally!"


"Kalau dipikir-pikir si Sally sudah mulai kehilangan akal sehatnya ya?" ucap Verrel yang merasa kesal.


"Iya gitulah!"


"Kasihan sekali nasib gadis itu ya, niatnya hanya inggin melindungi seseorang, tapi yang ada dia sendiri yang dapat bullying selanjutnya?"ucap Verrel.


"Iya memang tujuan dia inggin melindungi seseorang, tapi dia tidak sadar jika cara yang dia pakai itu sangatlah salah. Dan dia juga tidak sadar dengan siapa dia bertanding sekarang?"ucap Gibran yang kemudian dia pun memperhatikan Gadis itu secara tajam.


"Sebenarnya siapa Gadis itu? Kenapa aku seperti tidak asing dan pernah melihatnya, tapi dimana? Dan siapa orang itu?" batinnya Gibran yang merasa penasaran.


"Putri ini aku ada minuman buat kamu?" tawar Nina yang tiba-tiba menodongkan sebotol air Aqua buat Putri.


"Alhamdulillah akhirnya ada orang yang berhati mulia. Karena mau memberiku air?" balas Putri yang langsung menggambil air tersebut. Dan segera dia pun meminumnya sampai habis.


"Astaga Putri? Gak usah sampai segitunya juga pelan-pelan kenapa meminumnya, gak ada yang bakal minta kok?"


"Aku sudah terlanjut sangat kehausan soalnya?"


"Maafin aku ya Put?Maafin aku gara-gara aku, kamu harus menerima hukuman ini, maafin aku ya?"


"Nin? Kenapa kamu berkata seperti itu, kamu sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua ini, aku bersikap seperti itu. Karena menurutku orang itu sangatlah sombong jadi dia sudah sepantasnya untuk dihina seperti itu?"


"Iya aku tahu tapi kamu salah Putri..bukan seperti itu cara kamu melawan dia, dia itu pemilik dari SMA ini, dia orang besar bahkan guru ataupun anak-anak yang lainnya tidak berani untuk melawan mereka. Dan aku peringatkan sama kamu, aku mohon kamu untuk kali ini kamu dengarkan omonganku ini ya, kamu jangan berurusan lagi dengan mereka jika kamu tidak inggin kena masalah lebih besar dari ini, aku mohon untuk kali ini aja plisss kamu mengerti ya dengan maksud aku ini?"


"Terus kalau aku tidak mau gimana?"


"Ya udah kalau kamu gak mau aku akan terus mencubit mu seperti ini?".

__ADS_1


"Ahh ... Nina kenapa kamu mencubit-ku sakit tahu?"


"Biarin! Jika itu membuat kamu mau mengerti aku ini?"


"Baiklah ... Baiklah aku akan menuruti apa perkataan kamu tadi. Aku gak akan pernah cari masalah kepadanya lagi."


"Kamu janji?"


"Iya aku janji!"


"Terima kasih!"ucap Nina yang kemudian mereka pun berpelukan.


Jam pelajaran yang telah usai. Dan kemenangan buat Putri karena dia akhirnya bisa terbebas dari hukuman yang dia jalani selama hampir 12 jam setelah dia berdiri seharian tadi. Para pelajar IPS maupun IPA yang sudah pada berhamburan kelapangan dan pergi meninggalkan SMA ini pun tak lama SMA ini menjadi sepi, bahkan tidak terlihat ada Pelajar yang masih berkeliaran disini.


Putri yang selama 20 menit telah mengayun sepeda karena sehabis pulang dari sekolah, akhirnya dia bisa merasa lega karena dia bisa sampai juga dikediamannya dan mengakhiri sandiwara yang telah dia buatnya menjadi Gadis cupu dan miskin.


Dan baru aja dia meletakkan sepeda nya di-garasi tersebut, hendak akan pergi dia pun terkejut setelah melihat ada sebuah Mobil avanza Hitam yang telah terparkir dihalaman rumahnya. Karena tahu mobil siapa itu, Putri yang tanpa melepas sepatu maupun tas bergegas dia pun


berlari masuk kedalam Rumah dan berteriak sekeras mungkin sambil memanggil nama.


"Papa ... Mama?"teriakan Putri yang seketika membuat Mama dan Papanya yang berada diruang tamu pun seketika terkejut. Dan tidak mengatakan apa-apa.


Putri yang sangking senangnya melihat kehadiran Papa dan Mamanya, Putri pun langsung memeluk mereka dengan sangat erat. Dan tidak inggin melepasnya.


Melihat Putrinya yang mendekapnya dengan sangat erat, mereka malah memperlakukan Putri sangat berbeda, bahkan ketika Putri memeluk mereka-mereka malah melepas pelukan tersebut.


"Lepasin kita, siapa kamu? Berani sekali kamu masuk dan memeluk kita seperti itu! Kamu itu tidak punya sopan santun jadi sekali, aku minta sama kamu cepat kamu pergi dari sini, atau aku sendiri yang akan menyeret-mu dari sini, cepat pergi!" perintah Papanya dengan


membentak.


"Papa?" ucap Putri yang kemudian dia pun menangis setelah Papanya yang untuk pertama kalinya berani membentaknya.


"Tuan dia itu ...?" ucap Bibik yang berusaha inggin menjelaskannya tapi ditolak oleh Papanya Putri sendiri.


"Papa ... Mama? Ada apa dengan kalian? Ini Putri ... Putri kalian, kenapa kalian bersikap seperti ini?"


"Apa kamu Putriku? Yang benar saja, putri kita sangatlah cantik sedangkan kamu, kamu gak lihat seperti apa rupa kamu sekarang?"


"Astaga aku lupa, aku kan merubah penampilanku menjadi cupu, jadi pantasnya mereka gak mengenali-ku?"batin Putri yang kemudian dia pun malah tersenyum kearah mereka.


"Hey apa kamu gila, kita sedang berbicara dengan anda, kenapa anda malah tersenyum seperti itu, apa kita terlihat lagi bergurau?"


"Bibik mendingan bibik kasih tahu mereka sekarang siapa aku ini?"


"Baiklah non!"


"Non?" balas Papa dan Mamanya yang spontan melihat kearah masing-masing.


"Maaf tuan dia sebenarnya adalah Non Putri, entah permasalahan dan rencana apa yang telah direncanakan oleh Non Putri sekarang sampai-sampai dia bisa berubah jadi seperti ini?"


"Iya Pa. Ini aku Putri-Putri kesayangan Papa, apa Papa bener-bener tidak mempercayai perkataan yang diucapkan oleh Putri kesayangan Papa ini!"


"Tapi mana mungkin?" balas Papanya yang bingung.


"Pah? Tapi kalau Mama perhatikan suaranya dia itu seperti Putri, apa mungkin dia itu beneran Putri kita, tapi kenapa jadi seperti ini sekarang?" bisik Mamanya yang juga ikut bingung.


"Baiklah daripada bikin kalian bingung, kalian tunggu disini dulu, aku akan mencuci muka. Dan nanti kalian akan paham siapa aku ini?" ucap Putri yang kemudian dia pun masuk kedalam ruang pencuci muka.


Dan setelah membersihkan make upnya barulah mereka tahu siapa orang yang ada dihadapannya itu.


Tapi baru aja Putri melangkah kaki keluar. Dan memperlihatkannya pada kedua orang tuanya, akan tetapi mereka malah yang terlalu terkejut dan tidak mempercayai semua ini yang akhirnya membuat Papa dan Mamanya pun seketika malah jatuh pingsan.


"Ini Putri kalian yang sebenarnya Pa..Ma..?"ucap Putri yang seketika membuat Papa dan Mamanya malah jadi melongo.


"Pa...dia beneran Putri kita?" ucap Mamanya yang kemudian melihat kearah suaminya.


"Iya Ma..dia beneran Putri kita?" balas Papanya yang kemudian menatap balik. Dan seketika mereka malah jatuh pingsan. Karena tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya ini.


" Papa..Mama..?" teriak Putri yang kemudian dia pun menghampiri Orang tuanya.


"Astaga Tuan...Nyonya..?" teriak Bibik yang langsung ikut menghampirinya.

__ADS_1


BERSANBUNG...


__ADS_2