PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
RENCANA REVI


__ADS_3

Sudah dua hari aku dirawat di Rumah sakit ini dan dalam keadaan berbaring secara terus menerus, dan disitulah kejenuhan mulai menghampiriku, karena pada kenyataanya walaupun aku masih dirawat disini ingatanku juga tidak akan mungkin kembali juga kan. Jadi akhirnya aku pun putuskan untuk pulang terlebih dulu.


Rasa bosan yang sudah menghantui dirinya , awalnya Dokter yang tidak mengijinkannya lantaran kondisinya yang masih belum pulih total dan tak lama Dokter pun akhirnya menyetujui permintaan Putri setelah Putri yang mencoba memohon kepada sang Dokter


Sesampainya Putri dikediamannya yang lebih tepatnya, tepat ia yang baru aja menginjakkan kaki di depan ruang tamu , ia pun menatap satu persatu benda-benda mewah yang pada berjejer yang berada di kediamannya sendiri, Papanya yang melihatnya ia pun lantas mengatakan.


"Sayang kamu kenapa? Ada apa, kenapa kamu malah menghentikan langkah kamu didepan sini?"tanya Papanya.


"Pa, apa kita ini keluarga kaya raya, kenapa rumah kita sebesar ini?'tanya balik Putri.


"Soal itu papa tidak bisa menjelaskan ke kamu semuanya sayang. Yang terpenting sekarang kamu cepat istirahat karena besok kamu kan sudah masuk ke sekolah lagi. Dan berhubung kondisi kamu yang belum pulih total maka mulai besok Papa akan menyuruh Pak irwan untuk mengantar jemput kamu.


"Baiklah Pa!"


"Ya sudah bik anterin non Putri ke kamarnya ya?"


"Baik nyonya. Mari non bibik antar!"


"Baik bik!"


Dengan suka rela bibik pun akhirnya menggantar Putri masuk kedalam kamarnya.


"Ya sudah non, non sekarang lagi butuh istirahat jadi tidurlah.


"Bik aku mau tanya apa aku ini termasuk anak yang nakal?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Non, dan siapa yang bilang. Non itu anak yang baik dan juga pintar jadi non gak boleh memikirkan yang tidak-tidak, ya sudah sekarang non beristirahatlah!"


"Baik bik, sekali lagi terima kasih ya?"


"Iya non!"


****


Memang hari ini bukanlah hari pertama bagi Putri menginjakkan kakinya di Sekolah semegah dan semewah ini, tapi setelah adanya kecelakaan yang ia alami, ia sedikit lingkung dan kebingungan bahkan bukan hanya orang-orang terdekatnya saja yang ia lupakan. Tapi tempat dimana ia menempuh pendidikan ia juga sama sekali tidak mengingatnya.


Dan sesampainya ia dihalaman sekolah ia terus berjalan walaupun ia sendiri tidak tahu, kemana dan dimana ia akan melangkahkan kakinya untuk mencari ruang kelas IPA Xll.


Hingga akhirnya ia pun melihat ada seorang wanita yang berjalan menuju kearahnya, lantaran seseorang itu yang sibuk main ponsel sambil menunduk kearah bawah. Tanpa menunggu lagi ia pun lantas menghadang seseorang itu.


"Tunggu, maaf. Apa aku minta bantuan, aku lagi butuh bantuan anda, apa kamu tahu ruang kelas IPA Xll itu ada disebelah mana?" tanya Putri pada seseorang itu, yang kemudian pandangan seseorang itu pun akhirnya teralihkan yang tadinya sibuk pada ponsel genggamnya, kini ia pun menatap kearah asal suara itu berasal dan seseorang itu yang tak lain adalah Revi.

__ADS_1


Merasa terkejut dengan apa yang ditanyakan Putri padanya, ia pun hanya bisa melongo.


"Apa, jadi benar yang dikatakan orang-orang kalau Putri memang sedang amnesia sekarang?"batinnya yang kemudian, Putri pun bertanya lagi


"Maaf aku sedang bertanya padamu, apa kamu tahu ruang kelas IPA Xll?"


"Putri?"


Ucap Revi yang tanpa berkata sepatah katapun lagi, ia pun langsung memeluk Putri. Dan hal itu malah membuat Putri pun jadi terkejut


"Putri syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat terkejut dan cemas Setelah tahu kabar kalau kamu menggalami kecelakaan, aku bersyukur banget kalau Tuhan masih memberimu kesempatan hidup yang kedua kalinya untukmu?"


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh wanita ini, Putri pun langsung melepaskan pelukannya, beralih ia pun bertanya balik.


"Tunggu, anda kenal dengan siapa aku?" tanya Putri.


"Iya aku mengenalmu, kamu itu sahabat terbaikku ini buktinya?"ucap Revi yang kemudian ia pun menunjukkan sebuah foto yang berada di ponsel Revi.


"Dimana kamu percaya kan?"


"Jadi kamu temanku, tapi kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya. Maafkan aku karena aku sama sekali tidak ingat siapa kamu sebenarnya?"


"Kamu jangan bersedih seperti itu, semua yang kamu alami ini musibah dan tuhan lagi menguji kamu, kamu tidak sendiri jadi jangan bersedih ya?"


"Ya sudah aku akan mengantarmu kamu tadi tanya dimana ruang kelas IPA Xll kan, karena kebetulan kita itu satu kelas tapi sebelum kita ke kelas aku mau mengajak kamu ke suatu tempat, apa kamu tidak keberatan.


"Mmm tidak, aku tidak keberatan?"


"Baiklah kalau gitu ayo kita pergi sekarang!"


"Baiklah!"


Tak lama mereka pun akhirnya sampai ditempat yang Revi tuju, dan tempat itu yang tak lain adalah taman yang lokasinya berada dekat dengan SMA Cenderawasih.


Dalam perbincangan mereka, mereka pun membahas tentang pasangan.


" Apa kamu punya pacar?"tanya Revi pada Putri, Putri yang mendengar nya ia pun menatap kearah Revi.


"Soal itu aku tidak tahu, karena jujur saja aku sendiri saja masih bingung dengan kepribadianku sendiri. Jadi soal kekasih maupun pasangan entahlah aku tidak tahu!" jawab Putri yang kemudian ia pun bertanya balik.


"Terus kamu sendiri gimana, apa kamu punya kekasih?"tanya Putri.

__ADS_1


"Iya aku memang sudah punya pacar, tapi ..." Sesaat ucapan Revi yang tiba-tiba terhenti.


"Tapi kenapa, apa kamu tidak bahagia dengan pacar kamu?"sahut Putri.


"Pacar aku tidak pernah mencintaiku, karena hubungan kita yang hanya sebatas perjodohan saja yang akhirnya membuat ia tidak pernah menghargai ku sebagai kekasihnya. Dia memang orangnya sangat tampan, tapi selain tampan ia juga playboy karena jika ada wanita cantik ia pasti akan mencoba untuk merayunya dan wanita cantik itu salah satunya adalah kamu?"


"Aku. Kenapa harus aku?"sahut Putri yang terkejut mendengar perkataan yang diucapkan oleh Revi.


"Karena kamu orangnya baik dan juga cantik, maka karena hal itu dia sering sekali merayu kamu. Karena diam-diam dia itu mencintaimu, tapi ia tidak mampu untuk mengatakan perasaan itu kepadamu?"


"Jika aku sedang dirayu oleh kekasih kamu itu, gimana reaksiku, apa aku malah terlihat seperti wanita murahan yang dengan gampangnya digoda sama laki-laki dan aku akan langsung mengiyakannya.


"Kamu anak yang baik, dan kamu bukan wanita seperti itu, biarpun kamu sering dirayu dan sering di perhatikan dan dipedulikan olehnya, kamu terlihat cuek dan tidak menganggap serius godaan yang ditunjukkan pada kekasihku itu.


"Tapi?"


"Tapi kenapa?"


"Melihatmu yang dalam kondisi amnesia seperti ini, aku jadi takut kalau kamu akan merebutnya dariku, maka karena hal itu kamu mau kan membantuku jika dia masih menggoda mu, aku mau kamu jangan pedulikan dia, dan kalau perlu kamu serang aja dia karena biasanya kamu selalu menyerangnya.


"Baiklah aku akan mengikuti nasihat kamu, dan aku juga tidak mau jadi perusak hubungan kalian, walaupun hubungan kalian yang tanpa rasa suka. Dan atas dasar perjodohan saja, jadi kamu tenang saja aku gak bakal merusak hubungan kalian kok.


"Makasih ya?"


"Tapi kalau aku boleh tahu siapa kekasih kamu itu, pastinya punya fotonya kan. Soalnya sekarang aku sama sekali tidak mengingat siapa-siapa, aku juga tidak ingat siapa orang yang kamu maksud itu?"


"Baiklah aku bakal tunjukkin foto dia kepadamu?"


Sesaat Revi menunjukkan benda pipih itu kepada Putri, pandangan Putri yang tadinya baik-baik saja kini iya pun terkejut tidak man setelah ia melihat sendiri siapa laki-laki yang dimaksud oleh Revi.


"Astaga ini kan laki-laki pada waktu itu, jadi dia playboy pantesan saja pada waktu itu temannya marah kepadanya, rupanya ia tidak berbohong soal ini, dasar menyebalkan!. Batin Putri yang akhirnya malah jadi terdiam, Revi yang melihat nya ia pun lantas bertanya.


"Kamu kenapa, kok malah jadi bengong. Jangan bilang kalau kamu itu sedang tergoda oleh ketampanannya?"ledek Revi yang seketika membuat Putri pun menatap serius kearah Revi.


"Apa. Tergoda sama ketampanan pacar kamu ini, ya jelas tidaklah yang benar saja, laki-laki seperti ini banyak kali. Dan gak mungkin kalau aku bakal tergoda olehnya?"


"Oh baiklah kalau gitu, ya sudah sekarang sudah waktunya pelajaran dimulai, jadi mendingan kita ke kelas yuk?"


"Baiklah, ayo!"


"Putri...Putri...percaya aja kamu sama kebohonganku ini, ternyata ada untungnya juga kamu amnesia jadi aku bisa manfaatkan kesempatan ini untuk membuat hubungan kalian tambah semakin menjauh, dan perlahan kamu akan membenci Gibran,"batin Revi dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2