
"Aku boleh gabung sama kalian gak?"
Ujar seorang wanita yang tidak tahu dari mana datangnya, dia pun berkata yang akhirnya membuat Putri dan juga Nina yang sedari tadi sedang bercanda pun dibuat terkejut oleh kehadirannya.
"Siapa kamu?" tanya Nina yang merasa bingung sembari menatap wajah wanita itu.
"Tunggu? Kamu bukannya anak baru itu kan?" tanya Putri yang merasa tidak asing setelah melihat wanita itu.
"Iya memang aku anak baru di SMA Cenderawasih ini, apa aku boleh ikut gabung bersama kalian?" balas Revi.
"Baiklah silahkan duduk!"tawar Putri yang akhirnya Revi pun duduk bersanding dengan mereka.
"Oh iya kalian sedang apa, aku perhatikan dari kejauhan tadi, kayaknya kalian sedang serius apa yang kalian lihat tadi?"Perkataan yang diucapkan Revi tapi membuat dua orang yang diajak bicara olehnya malah menjadi bingung.
"Kalian jangan menatapku seperti itu kali, aku gak akan jahat kok sama kalian,"ucap Revi yang akhirnya membuat Putri maupun Nina merasa lega.
"Oh ini biasalah kita sering baca komik yang lucu, jadi karena efek itulah kita tertawa tidak jelas tadi jadi aneh bukan?" ucap Putri.
"Tidak itu tidaklah aneh kok , aku juga kalau lagi baca Novel maupun Komik yang ada komedinya aku juga sering tertawa sendiri,"balasnya dengan senyum-senyum.
"Oh iya kita belum kenalan aku Revi?" ucap Revi sambil menyodorkan tangannya kearah Putri.
"Aku Putri dan dia ini Nina temanku, senang bisa kenal dengan kamu Rev?" balas Putri yang kemudian dia pun menerima jabatan tangan yang dilakukan Revi.
"Iya aku juga senang bisa kenal dengan kalian, kalian kelihatannya anak yang baik dan sopan, apa aku boleh jadi teman kalian gak?" ucap Revi yang seketika membuat Putri mau Pun Nina pun bingung, saling melihat kearah satu sama lain.
"Kamu serius dengan pertanyaan kamu itu, apa kamu sungguh-sungguh inggin berteman dengan kita?" balas Putri yang tidak percaya.
"Iya aku serius inggin berteman dengan kalian, memangnya apa yang salah denganku, apa kalian menolah ajakan ku ini?" balas Revi yang terlihat agak sedih.
"Bukan gitu, tapi kamu sendiri kan lihat kamu ini anak yang cantik dan terlahir dari anak orang kaya, sedangkan kita ini kan hanya anak miskin, bahkan penampilan kita aja norak kaya gini, apa kamu tidak akan malu berteman dengan kita? Kan disana masih banyak anak yang selevel sama kamu contohnya Sally?"
"Aku tidak mau berteman dengan Sally. Karena aku sudah tahu sifat Sally itu seperti apa, jadi aku males banget berteman dengannya, jadi kamu mau kan berteman denganku aku tidak punya teman nih sekarang?"
"Baiklah kita mau berteman dengan kamu, aku rasa kamu juga anak yang baik. Dan aku senang akhirnya aku sekarang punya teman yang mau berteman denganku tanpa melihat fisik maupun membandingkan kekayaan yang dimilikinya,"ujar Putri yang menunjukkan senyumnya kearah Revi.
__ADS_1
"Ini anak percaya banget sama aku, kalau bukan karena aku inggin mendapatkan hati Gibran gak mungkin lagi aku mau berteman dengan orang sepertimu!"batin Revi yang ternyata hanya bersandiwara belaka.
Dan lagi asyik-asyiknya mereka bertiga bercanda ria tidak tidak rasa kecurigaan yang dirasakan Putri kepada gadis yang berambut sebahu ini. Tiba-tiba terdengar suara pesan masuk dari ponsel Revi, tanpa menunggu ia pun langsung melihat isi dari pesan WA yang terdapat pada ponsel genggamnya.
Dan ternyata orang yang telah mengirimkan pesan itu, orang itu yang tak lain dia adalah Sally.
" Akting yang sangat sempurna," Isi dari pesan yang telah terkirim ke ponsel Revi.
"Revi gitu loh! Sekarang tinggal tugas kamu yang harus kamu kerjakan!"balas Revi melalui ponselnya.
"Baiklah aku rasa aku juga gak akan mengecewakan!"balas Sally kemudian.
"Baiklah aku tutup dulu telfonnya!"
"Baiklah ingat jebak dia untuk masuk ketahap rencana kedua?"
"Baiklah!"balas Revi.
"Rev kami lagi chat tan dengan siapa, kamu kok senyum-senyum gitu?" ucap Putri yang sedari tadi memperhatikan Revi.
"Kenapa, kok kamu tegang gitu?"
"Ini aku lagi chat tan dengan kekasihku jadi jangan kasih tahu siapa-siapa ya, kalau aku punya kekasih?" balas Revi yang dengan cepatnya terlintas ide dalam ot*knya.
"Ooo iya ... Iya ...!"balas Putri dengan tersenyum.
"Huu untung saja dia gak curiga,"batin Revi yang merasa lega.
"Oh iya sebentar lagi bel bakalan berbunyi mendingan sekarang kita kembali yuk ke kelas Put, sekalian aku mau tanya jadwal pelajaran ke kamu?"
"Baiklah! Nin kamu gak papa kan kalau aku tinggal duluan?"
"Gak papa lagi, kan benar yang dikatakan Revi dia kan anak baru jadi dia pasti masih bingung dengan jadwal mata pelajaran, jadi gak papa pergilah!"perintah Nina.
"Baiklah kalau gitu aku tinggal ya dah!"
__ADS_1
"Dah!"balas Nina kemudian.
Putri dan juga Revi yang berjalan menuju kedalam kelas mereka, dalam perjalanan mereka yang sudah memasuki ruang kelas mereka-mereka dibuat terkejut lantaran Sally yang hendak akan keluar dari kelas dan tak sengaja berpapasan dengan mereka, dengan sengaja dia pun menabrak Putri.
Karena seragam Sally yang ketumpahan oleh minumannya sendiri yang akhirnya menjadi kotor, ia pun merasa sangat tidak terima tak segan-segan ia pun langsung memarahi Putri tepat dihadapan banyak orang.
" Astaga cupu kamu itu gak punya mata ya, apa kamu gak lihat seragamku jadi kotor gara-gara mu?"bentak Sally.
"Sall' kamu kok malah jadi marah sama aku sih, kan udah jelas-jelas kamu duluan yang menabrakku tadi, jadi itu bukanlah salahku tapi salah kamu sendiri!"balas Putri.
"Kamu tuh ya udah tahu kamu yang salah kenapa kamu malah berganti menyalahkan ku rasakan ini!"
Satu tamparan hampir saja mengenai pipi kanan Putri, akan tetapi Revi yang pada saat itu sedang melihat tindakan Sally, dia pun spontan langsung mencengkram tangan Sally yang hampir saja mau menampar Putri. Kemudian Revi pun menghempaskan tangan Sally sambil memperingatkan sesuatu kepadanya.
"Jika kamu sampai berani menyakiti dia, maka jangan salahkan aku kalau aku bakal memberi perhitungan ke kamu, apa kamu mengerti!"gertaknya yang langsung menghempaskan tangan Sally dengan sangat kasar.
"Rev? Kamu kok jadi gini sih sekarang kenapa kamu harus membela si cupu ini, dia itu sangatlah tidak pantas untuk kamu bela?"
"Apa maksud kamu dia itu tidak pantas untuk dibela, mulai sekarang dia ini temanku jadi aku sudah sepantasnya untuk membelanya. Dan kamu jika kamu sampai berani membully nya lagi, maka jangan salahkan aku kalau aku akan melaporkan masalah ini ke ke-polisi, dengan kasus tindak kejahatan dan bullyyan apa kamu mengerti!"gertak Revi yang akhirnya membawa Putri pergi dari hadapan Sally.
"Sudah Putri, ayo kita pergi aku minta mulai sekarang kamu jangan pernah takut lagi kepada Sally kamu harus berani menghadapinya apa kamu mengerti!"
"Iya aku mengerti, terima kasih ya Rev. Terima kasih karena kamu udah mau membelaku tadi, Terima kasih!"balas Putri yang kemudian dia pun memeluk Revi sebagai tanda terima kasihnya.
"Iya Putri sama-sama lagian aku itu paling benci kalau melihat ada orang yang suka membully gini. Dan pada saat aku melihat kamu sedang di bully sama si Sally tadi, apa aku harus berdiam diri saja tidak kan?"
"Tunggu? Kamu kan anak baru disini tapi kok udah tahu kalau aku sering di Bully di SMA ini?" tanya Putri yang seketika membuat Revi pun terdiam bingung mau berkata apa.
"Astaga kenapa aku bisa seceroboh segala sih?" batinnya Revi.
"Yahh kan kalau aku lihat dari penampilan kamu yang norak gini, itu sudah menunjukkan kok, jadi jelas lah kalau aku tahu?" balas Revi.
"Iya juga sih!"balas Putri yang tanpa curiga.
BERSAMBUNG...
__ADS_1