
Melihat Putri yang terduduk melamun sendiri tanpa ada teman yang menemaninya, Selly dan kedua temannya pun lantas langsung menghampirinya.
"Cie .... kayaknya ada yang cemburu nih?"
"Kalian? Apa lagi sih mau kalian ini, apa kalian tidak ada rencana lain selain gangguin aku terus?"
"Putri..Putri...gue tahu lagi, pasti sekarang perasaan lo sedikit terbebani kan setelah lo tahu jika Gibran itu ternyata sudah jadi milik orang lain, ya iyalah lah lo terbebani kalau lo aja kepedean banget jadi orang menggira kalau Gibran menyukai lo, ya kan gays?"
"Yoiii Sal?"
"Terserah apa kata kalian. Aku juga tidak akan memperdulikan perkataan kalian ini. Karena aku hanya akan menganggap kalian ini hanyalah anji*ng yang menggonggong!"
Baru aja Putri mau melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan mereka, tiba-tiba Sally memerintahkan kepada kedua temannya agar menghalangi Putri.
"Kalian?" tangkap dia dan kita bawa ke toilet?" perintah Sally.
"Heyy ayo lo ikut kita sekarang!"perintah kedua temannya Selly yang langsung mencengkram kedua lengan tangan Putri.
"Kalian? Kalian mau bawa gue kemana, lepasin gak! Lepasin?"balas Putri yang berusaha untuk memberontak tapi sia-sia saja.
"Cepat jangan ladenin perkataanya, ayo kita bawa dia ke toilet sekarang, cepat!"sentak Selly.
"Baik Sal, ayo tunggu apa lagi cepat lo jalan sekarang ayo!"
"Sebenarnya apa sih mau lo Sal, apa belum puas apa yang sudah lo lakuin selama ini sama gue,apa belum puas?"
"Iya memang semua itu belum puas. Aku baru akan puas jika aku melihat rahasia jati diri lo akan terbongkar. Sekarang aku bakal mengabulkan semua itu, kalian pegang tangannya dengan sangat erat karena aku inggin menghapus riasan dia dan aku akan membuat orang-orang melihat siapa dia ini?"
"Baiklah lo tenang saja kita bakal memegangginya dengan erat, sekarang tinggal tugas lo apa yang inggin lo lakuin sama nih orang!"
"Kalian sudah gila! Lepaskan gak! Lepasin gue!"ucap Putri yang berusaha untuk memberontak tapi semua itu sia-sia saja.
Setelah Selly dan kedua temannya membawa Putri kedalam toilet, Selly pun menghapus riasan di wajah Putri dengan cara paksa, kedua temannya yang memegang kedua tangan Putri dengan sangat kuat yang akhirnya membuat Putri hanya bisa berpasrah tidak bisa melakukan pemberontakan sama sekali.
Bahkan bukan hanya menghapus riasannya saja, tapi dia juga mengurai rambut Putri yang tadinya dikunci satu menjadi agak berantakan. Setelah melakukan semuanya ia pun lantas membawa Putri untuk keluar dari toilet.
Melihat suasana luar sedang ramai lantaran tidak ada tugas yang harus dikerjakan para pelajar karena guru pembimbing mereka sedang ada rapat dadakan yang akhirnya membuat seluruh pelajar pada bersantai ada yang di kantin, perpus maupun main basket ataupun main sepak bola. Melihat situasi seperti ini ia pun lantas memanggil mereka semua untuk berkerumun.
"Berhubung hari ini suasana lagi sangat cerah dan para Guru yang sedang ada rapat. Aku bakal membuat pertunjukkan yang sangat bagus untuk kalian semua, dimana pertunjukkan ku ini mengenai sebuah kebohongan dan juga rahasia seseorang, jadi biar lebih jelasnya lagi ayo kita pertunjukkan itu gays cepat keluarkan dia sekarang!"
"Selly memangnya pertunjukkan apa sih yang mau lo beritahu ke kita?"ucap teman yang lainnya.
"Sudahlah nanti lo juga akan tahu sendiri," balas Selly dengan senyuman sinisnya.
"Ini Sel!"
"Putri?"ucap Gibran yang terkejut.
"Aw!"rengek Putri setelah didorong Selly sampai jatuh tersungkur didepan mereka semua.
__ADS_1
"Selly apa yang lo lakukan, apa lo udah gila?" bentak Gibran yang kemudian ia pun membantu Putri untuk berdiri.
"Lo gak papa kan Put?"tanya Gibran.
"Gak! Gue gak papa,"balas Putri kemudian.
"Ada apa ini, kenapa lo begitu cemas sama si penipu ini, apa lo sadar lo itu udah jadi milik Revi jadi harusnya lo itu bisa pikirkan perasaan dia, tapi sudahlah itu juga bukan urusan aku. Karena yang terpenting sekarang aku hanya inggin memberi tahu kepada kalian semua dan pasti kalian sudah tidak asing dengan wanita yang ada didepan kalian ini? Apa kalian sadar siapa wanita ini?"
"Dia kalau tidak salah Putri anak Kasuari bukan?"tanya Verrel.
"Tepat sekali dia memang anak Kasuari. Apa kalian mengerti siapa Putri cupu yang sok baik dan sok pemberani itu? Apa kalian tahu dialah orangnya! Dia!"ujar Selly sambil mendorong Putri tapi tidak sampai terjatuh.
"Apa? Tapi bagaimana mungkin bisa?"tanya anak-anak yang lainnya.
"Gue memang gak mengerti apa motifnya dia sebenarnya sampai-sampai dia berani membohongi kita semua, pake acara merubah penampilannya segala, tapi dugaanku mengatakan kalau dia adalah mata-mata dari KASUARI yang ditugaskan untuk jadi mata-mata disini ya kan ayo lo ngaku!"
"Heyy gue pertegaskan ke elo, lo diam ya. Dan punya bukti apa lo bisa berkata seperti itu? Punya bukti apa lo, jika dia memang beneran mata-mata harusnya disini sudah ada keributan besar, tapi apa tidak ada yang terjadi kan?"bela Gibran mencoba melerai.
"Sudahlah Selly dari pada lo cari keributan disini, lebih baik lo ayo ikut aku, ayo!" bentak Reza yang langsung menarik tangan Selly dengan keras.
"Lo mau bawa gue kemana?"tanya Selly.
"Sudahlah lo jangan banyak tanya lagi, mendingan sekarang lo cepat ikut gue jangan bikin gue harus pake kasar sama lo!"
"Gak gue gak mau, lepasin gue!"
Tanya menunggu lagi, Reza pun langsung menarik Selly dan membawanya ke suatu tempat.
"Jujur kita juga agak tidak percaya dengan semua ini Put, apalagi aku juga tahu kamu itu bukanlah orang biasa bahkan keluarga kamu sendiri aja seorang miliarder. Pastinya tindakan semua yang kamu lakukan ini juga pasti ada motif yang sebenarnya, mungkin alasan kamu yang sebenarnya melakukan semua ini karena masalah pribadi jadi aku bisa pahami itu, aku Verrel aku sudah memaafkan kamu!"
"Iya bahkan bukan hanya Verrel aja yang akan memaafkan kamu, tapi aku juga sudah memaafkan kamu kok Putri,"sahut Saga kemudian.
"Jika mereka aja memaafkan kamu, apalagi aku! Aku juga pastinya akan memaafkan kamu kok Putri tapi semua itu tidaklah gratis ya setidaknya lo harus mentraktir kita untuk makan sebagai simbol kedamaian kita ini?"
"Hmm soal makanan aja lo gak pernah lupa!" ledek Verrel.
"Sekali lagi terima kasih ya buat kalian, terima kasih karena kalian sudah mau paham dan mengerti terima kasih!"
"Gue bener-bener gak nyangka ternyata lo masih bisa bohong dengan cara seperti ini Put?"sahut Nina dari belakang yang menunjukkan jika dia terlihat kecewa sama Putri.
"Nina aku bisa jelasin semua ini sama kamu?"ucap Putri yang mendekati Nina tapi Nina menolaknya.
"Stop! Hentikan langkah kamu itu?"
"Tapi Nin, aku?"
"Selama ini aku sudah menganggap jika kamu adalah teman terbaik dan setulus yang aku miliki. Tapi ternyata semua itu bohong, ternyata kamu tidak ada bedanya sama lainnya aku paling benci sama orang yang gak pernah jujur, ternyata kamu melakukan semua itu Put, jadi selama beberapa bulan ini kita bersama kamu tidak pernah menganggap aku sebagai sahabat kamu, apa kamu hanya kasihan sama nasibku karena aku tidak punya sahabat sama sekali, maka karena hal itu kamu tidak pernah berkata jujur pada awalnya . Karena seorang sahabat harusnya bisa berkata jujur pada sahabat yang lainnya tapi apa yang kamu lakukan?"bentak Nina yang seketika membuat Putri pun terkejut.
"Nina aku bisa jelaskan semua ini? Ini semua tidak seperti yang kamu kira, aku bisa jelaskan aku mohon kamu mengertilah, aku mohon!"
__ADS_1
Balas Putri dengan memegang tangan Nina buat meyakinkan dia, tapi semua itu sia-sia karena hati Nina sudah terlanjur kecewa pada Putri yang akhirnya membuat Nina pun tak segan-segan menghempaskan tangan Putri darinya dan pergi meninggalkannya.
"Apa lagi yang mau kamu jelaskan ke aku Putri, jujur aku sangat kecewa sama kamu, Selama ini aku sudah menganggap jika kamu adalah teman yang bener-bener tulus dan juga jujur tapi apa? Apa yang kamu lakukan sekarang, ternyata selama ini kamu bukanlah teman sebaik yang aku aku kira, ternyata kamu gak ada bedanya dengan yang lainnya kamu adalah seorang penipu! Penipu!" bentak Nina yang kemudian dia pun akhirnya berlari meninggalkan kerumunan ini.
"Nina aku bisa jelaskan semua ini, Nina tunggu aku!"teriak Putri yang langsung mengejar Nina.
"Putri, Rev aku harus kejar dia lepaskan tangan kamu!"suruh Gibran yang langsung melepaskannya.
"Gibran?"teriak Revi tapi sudah tidak dihiraukan oleh Gibran, lantaran Gibran sudah berlari cukup jauh.
Putri yang tanpa menunggu lagi ia pun akhirnya berlari mengejar Nina sampai keluar lapangan Sekolah. Setelah Nina yang berhasil menyebrangi jalan raya, Putri pun dikejutkan dengan adanya mobil Pike up yang melaju dari arah kanannya yang juga hendak akan melewati jalan itu. Untungnya mobil itu dengan sigap langsung mengerem laju kendaraanya tabrakan pun bisa hindari lantaran terkejut Putri pun sampai terjatuh ke aspal.
"Heyy kalau mau bunuh diri dari tengah jalan?" bentak sang supir yang memarahi Putri.
"Maaf pak aku tidak sengaja, maaf!"ucap permintaan maaf yang dilontarkan oleh Putri.
"Putri?"teriak Gibran yang terkejut setelah melihat Putri yang tersungkur ke jalanan bergegas ia pun lantas langsung menghampirinya.
"Putri lo gak papa?"tanya Gibran yang cemas ketika melihat Putri yang terjatuh tepat dihadapan mobil pike up tadi.
"Aku baik-baik saja, aku harus mengejar Nina aku harus jelaskan semua ini sama Nina!" ucap Putri yang hendak akan pergi, Gibran pun melarangnya.
"Stop Putri tidak ada untungnya juga kamu jelaskan semua ini sama dia. Karena dia gak akan pernah mau mendengar penjelasan lo itu!"
"Terus sekarang apa yang harus aku lakukan, apa aku hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa, semua ini salahku jika dari dulu aku memberitahukannya mungkin dia gak akan semarah ini sama aku, semua ini salahku!"
"Tidak. Gue gak setuju kalau lo salahkan diri lo sendiri seperti ini, lo melakukan semua ini karena sebuah alasan jadi lo gak bisa beranggapan seperti itu. Nina dia hanya butuh waktu untuk menerima semua kenyataan ini, jika ada orang yang perlu disalahkan orang itu adalah Selly karena dialah orang sudah membuat kekacauan ini."
"Iya yang katakan Gibran memang benar, semua ini memang murni kesalahan Selly, selama ini aku sudah cukup mengalah melihat perilaku dia padaku selama ini, bahkan dengan tindakannya kemaren itu aku hanya diam karena aku tidak mau masalah ini akan menjadi semakin rumit, tapi dia semakin didiemin dia akan tambah semakin ngelunjak aku tidak bisa biarkan ini seperti ini, aku harus beri dia pelajaran!"batin Putri yang tanpa berkata lagi, ia pun langsung berlari tanpa berkata apa-apa sama Gibran.
"Putri lo mau kemana, tungguin aku!"teriak Gibran yang langsung mengejarnya.
"Selly ternyata rencana lo bener-bener berhasil, kamu bukan hanya memberi dia pelajaran saja, tapi kamu juga berhasil membuat hubungan pertemanan mereka hancur lo memang paling hebat selly, lo paling hebat! Ya walaupun masih ada kurangnya karena mereka semua bisa semudah itu memaafkan si anak breng*itu?" ucap temannya.
"Iya tapi gara-gara dia aku juga dapat amukan, dan gara-gara si penipu itu juga Reza sekarang jadi semakin marah padaku, semua itu gara-gara dia!"gertak Selly.
"Gue belum selesai ngomong?"sahut Reza yang tiba-tiba langsung datang lagi dari belakang Selly dan menarik lengan tangan Selly.
"Apa lo puas sekarang! Gara-gara lo Nina dan Putri sekarang jadi berantem, apa lo puas? Apa sih untungnya lo melakukan semua ini sama Putri, apa lo berfikir setelah lo lakukan semua ini kita semua akan jadi baik hati sama lo gitu. Punya bukti apa lo berfikir jika dia itu mata-mata di Sekolah ini, lo punya bukti apa ayo katakan?"bentak Reza.
"Sudahlah gue gak mau cari masalah sama lo, jadi lebih baik lo pergi dari sini!"usir Selly.
"Terus kalau gue gak mau gimana?"balas Reza dengan menunjukkan muka geramnya pada Selly.
Belum juga Selly mengatakan sesuatu pada Reza, Selly sudah dibuat terkejut lantaran tiba-tiba ada seorang yang langsung menyiram tubuh Selly dengan menggunakan seember air.
"Siapa yang berani melakukan semua ini sama gue, siapa?"
"Kenapa apa lo terkejut, apa lo mau gue siram lo sekali lagi bahkan kalau perlu gue juga bisa siram lo menggunakan air comberan sekaligus!"sahut seseorang yang akhirnya membuat Putri pun terkejut.
__ADS_1
BERSAMBUNG....