
"Dokter anda disuruh Dokter Rusli untuk pergi ke ruangannya?"ucap Suster.
"Dokter Rusli memanggilku untuk kesana ada apa Suster? Apa Dokter Rusli lagi ada masalah atau sakit?"tanya Putri balik.
"Untuk soal itu saya masih belum tau Dok, sepertinya beliau butuh bantuan anda jadi segeralah kesana,"balasnya.
"Baik Suster saya akan kesana "
Tok
Tok
Tok
"Iya silahkan masuk,"ucap seseorang dari dalam yang tak lain adalah Dokter Rusli sendiri.
"Maaf Dok, tadi Suster Mella datang kesana dan memberitahu saya katanya Dokter menyuruh saya kemari ada apa? Ada Dokter lagi butuh sesuatu?"
"Iya Dok, saya sengaja menyuruh anda kenari karena saya lagi butuh bantuan anda, nanti sore saya ada acara penting sesama teman kerja dan saya tidak menghadirinya karena saya lagi ada tugas pembedahan nanti sore jadi apa anda bisa membantu saya untuk mengantikan posisi saya nanti? Jika ada yang tanya siapa anda, kamu katakan saja kalau kamu itu adik dari saudari Rusli pasti mereka akan diam jadi gimana? Apa Dokter bersedia?"
"Gimana ya Dok? Sebenarnya saya akan canggung juga ketika hadir dalam acara seperti ini, tapi jika Dokter yang datang gimana dengan pasien baiklah saya akan membantu anda dan saya bersedia mengantikan anda dalam acara itu jadi Dokter Rusli jangan cemaskan soal itu,"timpal Putri yang sesaat membuat Dokter Rusli tersenyum lega.
"Syukurlah kalau gitu, sekali lagi terima kasih atas bantuan, ini saya ada hadiah untuk beliau anda cuma punya tugas untuk memberikannya jadi terimalah!"
"Baik Dok nanti saya akan memberikannya,"balasnya dengan mengambil sesuatu yang diberikannya tadi.
"Ya sudah saya pergi dulu Dok,"
"Baiklah."
__________________________________
"Dari acaranya kelihatan jika seseorang yang lagi menyelenggarakan acara ini pasti orang besar, tapi mana orangnya?"
Berjalan menyusuri tempat dengan banyaknya orang yang hadir yang sedikit berkerumun, pandangan Putri yang tadinya hanya fokus pada langkahnya, kini pandangannya sekejab terhenti setelah dirinya melihat langsung siapa seseorang yang menyelenggarakan acara ini.
Iya Gibran. Laki-laki yang sangat dicintainya sejak SMA biar pun hubungan keduanya meregang, benih cinta dalam hatinya masihlah sama biar pun jarak dan kondisi yang tak memungkinkan keduanya untuk tetap bersama.
"Gibran ... Revi... Jadi acara ini mereka yang menyelenggarakannya? Gak! Aku tidak boleh sampai bertemu dengannya aku harus pergi!"
Langkahnya yang segera ia arahkan untuk menjauh dari tempat ini, ingatannya sadar jika dirinya masih punya tugas yang belum ia selesaikan.
__ADS_1
"Aku baru ingat, aku masih punya tanggungan hadiah ini yang belum aku berikan padanya, jadi aku harus memberikan kado ini sebelum aku pergi!"
Langkah seseorang yang berjalan kearahnya, lalu Putri memperhatikannya.
"Maaf ini ada kado untuk Tuan Gibran jadi bisakah anda memberikannya?"ucap Putri pada seseorang yang tak lain pada sekretaris Gibran sendiri.
"Tunggu? Kenapa bukan ada sendiri yang menemuinya?"tanya balik Lee.
"Saya masih ada tugas penting yang belum aku selesaikan, saya juga hanya mengantikan posisi Dokter Rusli untuk datang ke-acara ini jadi maaf aku harus pergi!"langkahnya yang akan pergi, tapi lagi-lagi Lee memperhentikkan langkahnya.
"Maaf bukannya saya tidak perduli akan tugas anda, tapi harusnya anda yang mendapatkan perintah untuk menggantikannya anda harus bersedia menjalankan bukan pergi sebelum acara ini selesai, saya sebagai sekretaris Tuan Gibran sungguh tidak akan memberikan kesempatan anda untuk keluar jadi masuklah biar saya mengatakan pada anda jika seseorang dari suruhan Dokter Rusli ingin bertemu dengan anda jadi silahkan jalan akan aku antar!"
"Tapi tuan!"
"Jangan banyak berkata ayo jalan!"
"Baik tuan, apa yang harus aku lakukan sekarang jika aku sampai bertemu dengan Gibran gimana? Seperti apa reaksi Gibran jika tau aku kembali lagi ke Jakarta setelah beberapa tahun lamanya!"batin Putri yang terus saja merasa cemas.
"Anda duduk disini lah aku akan memangil Tuan Gibran."
"Baik Tuan.
"Gimana ini apa yang harus aku lakukan?"batinnya.
"Itu nyonya Revi, Dokter Rusli meminta anak buahnya untuk mengantikan posisinya pada acara ini lantaran beliau sedang sibuk. Dan Wanita tadi ingin menemui Tuan Gibran untuk menyerahkan kado seserahannya?"
"Baiklah biar aku aja yang menemuinya, kamu temani Gibran disana,"pinta Revi.
"Baik Nyonya.
"Siapa wanita itu? Kenapa juga Wanita itu serasa gaunnya seperti sama percis seperti punyaku?"
"Anda siapa? Apa benar anda ingin menemui Suami saya?"tanya Revi, spontan Putri yang mendengar suara itu pandangannya ia alihkan padanya. Bagaikan tersambar petir disiang bolong, Revi yang tadinya hanya berekspresi biasa, pandangannya menajam menatap balik siapa seseorang yang dia temuinya saat ini.
"Putri?"
"Revi?"
"Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu ingin menemui Gibran dan kenapa? Apa alasannya?"
"Aku tidak ada waktu, syukurlah kamu yang datang jadi aku tidak harus menemui Gibran secara langsung, ini ada kado dari Dokter Rusli beliau tidak bisa datang karena masih ada tugas yang belum ia selesaikan mohon terima!"ucapnya yang langsung memberikannya, langkah Putri yang langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi pada Revi, Revi yang berniat ingin mengejarnya dirinya dibuat marah lantaran adanya pelayan yang malah menumpahkan cairan merah/ minuman pada gaun putih cantik yang dikenakannya.
__ADS_1
"Gaunku? Kamu kalau kerja bisa becus gak sih? Ini gaun mahal bisa-bisanya anda menumpahkannya?"
"Maafkan saya Nyonya, maafkan saya!"
"Pergilah!"
"Baik Nyonya.
"Aku harus segera membersihkannya sebelum ada orang yang akan melihat kondisiku seperti ini." Lantar dirinya pun masuk kedalam kamar mandi.
"Syukurlah aku tidak ketemu langsung dengan Gibran. Dan untungnya juga aku bisa kabur dari hadapan Revi sebelum dirinya bertanya yang tidak-tidak!"
"Ini Mbk mohon dipakai, sebentar lagi acara topeng bakal segera dilaksanakan jadi mohon kenakanlah!"ucap seseorang yang tak lain adalah pelayan.
"Apa harus saya memakai topeng ini Mbk?"tanya Putri balik.
"Iya mbk, memang Mbk harus memakainya karena ini sudah jadi salah satu partisipasi dalam berjalannya acara ini jadi kenakanlah!"
"Baik Mbk saya akan mengenakannya,"balas Putri sembari tangannya yang mengambil topeng tersebut dan mengenakannya.
"Lee kamu cari Revi ada dimana dia sekarang, sebentar lagi acara bakal dimulai jadi cepat carilah!"pinta Gibran dan Lee sekretarisnya.
"Baik Tuan saya akan mencarinya."
_____________________________________
"Kenapa bisa sampai seperti ini sih? Niatku datang kesini hanya untuk menyerahkan hadiah, tapi kenapa yang ada malah harus memakai topeng seperti ini tapi ada baiknya juga jadi aku bisa manfaatkan kesempatan ini, sekaligus Gibran tidak mungkin akan mengenali diriku kalau aku memakai topeng ini,"batinnya yang merasa lega, tak lama seseorang datang dari pandangannya.
"Nyonya? Sebentar lagi acara bakal segera dimulai, tuan Gibran menyuruh saya untuk memberitahu anda jadi cepat nyonya harus bersanding dengan Tuan Gibran agar acara ini cepat berjalan mari!"
"Maaf aku bukan Revi?"
"Astaga Nyonya ini kenapa? Ada apa dengan Nyonya kenapa Nyonya malah memperhalus suara nyonya, kita tidak ada waktu jadi maaf jika aku harus memaksa anda ayo nyonya cepat jalan lah!"perintah Lee yang langsung menarik Putri atau yang dia sangka Revi, terus memaksa Putri untuk terus berjalan hingga dirinya berada tepat disamping Gibran tanpa Gibran sadari.
"Ini Nyonya Tuan, maaf lama menunggu!"
"Tidak apa-apa pergilah!"
"Baik Tuan!"
"Kamu itu kalau marah sama aku marah aja, tapi jangan bawa-bawa keegoisan kamu dalam acara ini, disini banyak orang penting yang hadir apa kamu sengaja ingin mempermalukan aku?"tegas Gibran dengan amarahnya.
__ADS_1
"Kayaknya mereka berdua sedang berantem. Dan kayaknya dia juga gak ngenalin siapa seseorang yang ada dihadapannya saat ini jadi syukurlah,"batinnya yang merasa lega.
BERSAMBUNG.