
"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu?"
Menggenggam tangan Putri lalu ia gunakan untuk menampar dirinya sendiri. Putri yang terkejut sekaligus bingung ia berusaha mengendalikan tangannya untuk jangan sampai menamparnya. Berusaha ia melakukannya akhirnya tindakan ini mampu menghentikan niat gila yang barusan dilakukan Gibran.
"Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu malah menampar diri kamu sendiri, kenapa?"
"Aku pantas untuk menerima tamparan ini? Bahkan kalau kamu mau aku bersedia jika kamu ingin memukul diriku, aku tidak berguna Put! Aku tidak berguna!"
Terus saja memberontak melakukan pukulan bahkan tamparan pada dirinya sendiri. Putri yang tak tau lagi dengan cara apa dia mampu menenangkannya.
Satu kecupan akhirnya telah Putri berikan pada Suami tercintanya, satu kecupan yang mungkin mampu menyadarkan akan kesadaran suaminya.
Spontan Gibran memandang dengan seksama wajah cantik Putri yang sudah berada dihadapannya. Tatapan Gibran tak henti-hentinya berkedip, ia terus saja memandang wajah cantik Wanita yang mungkin sudah menjadi Wanita yang sangat ia cintai
Memberikan satu kecup4n lagi yang ia berikan pada Laki-laki itu, Gibran yang menyadarinya dirinya serasa tak percaya dengan apa yang barusan diberikan wanita yang sudah menjadi Istrinya.
__ADS_1
Melihat Wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan yang sama ditunjukkannya, tanpa berkata lagi Gibran langsung menci*m bibir Putri secara bringas.
Sama-sama ikut menikmati c1um4n panas tersebut, Gibran menidurkannya diatas dan sengaja menindihnya keduanya sama-sama berlarut pada c1um4n yang amat sangat panas. Melingkari leher sang Suami,beralih Suami mulai memberikan gulatan ganas pada leher jenjang sang Istri, sama-sama tidak menyadari dimana mereka sedang berbuat.
Langkah kaki seseorang terdengar mulai mendekati ruangan dimana ia dirawat. Belum juga c1um4n yang mereka lakukan berakhir bahagia dan puas. Pintu yang seketika terbuka seketika mengejutkan keduanya, takjub akan siapa yang datang lantas keduanya seketika langsung mengakhirinya.
Bahkan bukan hanya mereka, beberapa orang yang memergokinya seketika dibuat gelagapan dengan apa yang barusan mereka lakukan.
"Revan ...Nina ... Verrel ... Reza ... kalian?"ucap Putri.
"Jadi seperti ini cara kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan? Kamu sudah tau Istrimu ini habis terluka kenapa kamu tetap sama memuaskan dirimu ini?"ucap Nina yang langsung menegurnya.
"Setidaknya kalau kalian ingin bermain cari suasana yang aman, ini rumah sakit jika yang datang Suster atau pun Dokter yang jomblo gimana?"ledek Verrel.
"Sudah lupakan itu. Putri kamu tidak apa-apa?"tanya Nina dengan wajah paniknya. "Revi sungguh-sungguh kejam bagaimana bisa ia berbuat kejam seperti ini? Kamu sungguh tidak apa-apa kan?"
__ADS_1
"Kalian kenapa bisa tau aku ada disini? Reza ... Selly kalian juga kenapa bisa pas seperti ini ada disini?"tanya Putri.
"Ceritanya panjang kapan-kapan aku akan menjelaskan padamu, kamu sungguh baik-baik saja?"tanya Selly.
"Iya Alhamdulillah aku baik-baik saja kok,"balasnya.
"Put! Aku sekarang tidak tau lagi dengan cara apa aku harus berkata maaf? Revi sungguh-sungguh hilang kendali apa yang sudah dia lakukan sudah tidak bisa dimaafkan. Aku sebagai kakaknya hanya bisa meminta maaf yang sebesar-besarnya maafkan Revi! Maafkan Revi!"
"Memang untuk memaafkan Revi tidak sebuah ini bagiku untuk memaafkannya belum lagi apa yang sudah ia rencanakan hampir saja membunuh nyawaku tapi aku sadar sama-sama manusia sudah seharusnya kita sama-sama saling memaafkan jadi aku memaafkannya kamu tidak usah sedih aku tidak apa-apa lupakanlah terus sekarang Revi ada dimana?"
"Aku sudah memutuskan untuk memasukkan dia kedalam jeruji besi saat ini. Aku rasa dengan cara itu aku mampu merubah sifat kejamnya, memang aku terlihat jahat tapi sebagai seorang Abang satunya aku tidak ingin dirinya hidup dalam dendam jadi cara inilah yang tepat untuk aku ambil!"
"Apa dengan memenjarakannya ini cara tepat untuk mampu membuatnya berubah? Maksudnya apa setelah mendekam didalam sana dia sungguh-sungguh akan bisa merubah dan melupakan semuanya? Belum lagi dia lagi mengandung apa ini tidak mempengaruhi janin yang ada didalam kandungannya?"timpal Putri.
"Bagiku apa yang dilakukan Revan sudah benar. Dia butuh ketenangan jadi aku rasa dengan mendekam disana itulah cara yang tepat untuk dia didapatkan. Jujur jika dia terus dibiarkan berkeliaran takutnya keberadaannya akan jadi ancaman buat kamu Put! Jadi cara inilah yang tepat!"timpal Reza lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.