PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
JADIAN.


__ADS_3

Ujian akhir semester yang sudah selesai mereka lakukan kurang lebih sampai 2 minggu lamanya, dan hanya tinggal mata pelajaran olahraga lah yang belum mereka tuntaskan.


Dan hari ini hari yang lumayan cukup cerah ini, para pelajar dari kelas IPA Xll pun akhirnya melakukan balap lari yang nantinya akan menambah nilai mereka nanti.


Putri yang pada saat itu sedang berganti pakaian seragam olah raga diruang ganti, ia lupa tidak membawa sepasang sepatu yang hendak akan ia gunakan nanti. Dan pada saat itu juga sepatunya yang berada diluar seseorang pun melihatnya.


"Ini kan sepatunya Putri, aku rasa dia lupa tidak membawanya enaknya dengan cara apa ya aku mengerjai itu orang?"gumam Revi yang kemudian ia pun tak sengaja melihat kearah samping yang ternyata ada tempat sampah yang didalamnya ada pecahan beling yang belum terbuang.


Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, Revi pun memungut salah satu pecahan beling yang terkecil dan dengan sengaja ia pun memasukkannya kedalam kaos kaki Putri berwarna putih tersebut.


"Maaf ya Putri karena aku telah jahat seperti ini, ini sebagai tanda balas dendamku ke kamu karena kamu udah beraninya menggambil Gibran dariku!"ucap Revi dengan tersenyum sinis.


Tak inggin dirinya kepergok oleh seseorang, Revi pun bergegas pergi dan meninggalkan tempat ini.


Dan tak lama Putri yang selesai ganti seragam, ia pun duduk dan memakai kaos kaki sekaligus kedua sepatunya.


Tak ada rasa curiga yang ia rasakan saat ini, setelah ia memakainya ia merasa ada yang ganjal.


"Kenapa aku merasa ada yang ganjal ya, tapi sudahlah mungkin itu hanya reaksi ganti saja jadi mendingan sekarang aku pergi ke lapangan saja pasti mereka semua sudah berkumpul disana."


Setiap regu tim yang terbagi menjadi dua yaitu Tim laki-laki dan tim perempuan, mereka pun melakukan larian. Dan baru aja sekitar 20 menit, tapi situasi berbeda dialami Putri sesaat ia berlari kurang lebih 20 menit lamanya rasa sakit pun tiba-tiba ia rasakan telat dibawah telapak kakinya, bahkan yang tadinya ia cukup cepat berlari, kini kakinya gak mampu lagi untuk dia gerakkan yang akhirnya ia pun jatuh tersungkur ketanah.


Merasa ada yang aneh pada kakinya, dengan segera ia langsung membuka melepaskan sepatu kanannya setelah berhasil terbuka pandangan Putri pun seketika tidak bisa dialihkan sesaat ia melihat bawah telapak kakinya yang sudah berlumuran banyak darah.


"Astaga kakiku, kenapa kakiku bisa terluka seperti ini, aw rasanya sakit sekali tapi sekarang apa yang harus aku lakukan, aku gak bisa diam saja aku harus bangkit.


Berusaha beranjak dari tempat duduknya saat ini, Putri yang inggin berdiri tenaganya tidak mampu lagi untuk mengangkat tubuhnya sendiri. Gibran yang dari kejauhan melihat Putri terduduk di atas tanah, ia pun lantas berlari untuk menghampirinya


Sesaat ia sampai ditengah lapangan, ia pun terkejut melihat Putri yang sudah dalam keadaan terluka dengan kaki yang sudah berlumuran banyak darah.


"Putri, apa yang terjadi, kenapa kaki kamu bisa terluka seperti ini?" tanya Gibran seketika berlutut dihadapan Putri.


"Gibran, aku gak tahu apa yang terjadi pada kakiku ini, sekarang bantu aku untuk berdiri aku harus melanjutkan lagi lari ini."


"Apa kamu sudah gila, kamu gak lihat kakimu sedang terluka seperti ini harusnya kamu itu khawatir pada diri kamu dulu jangan pikirkan soal lomba lari ini,"tegas Gibran.

__ADS_1


"Tapi Gibran?"


"Ada apa ini, astaga Putri kakimu kenapa bisa terluka? Gibran cepat larikan dia ke Uks segera obati lukanya itu!"perintah Pak Kusworo yang tak lain adalah Guru olahraga.


"Baik Pak!"p


Balas Gibran.


*****


"Kaki kamu sekarang sedang terluka, jadi lebih baik aku aja yang mengantar kamu pulang?"tawar Gibran.


"Baiklah!"balas Putri yang kemudian ia pun masuk kedalam mobil Gibran dan dalam perjalanan.


"Kamu kenapa membawaku kejalan ini, ini kan bukan jalan menuju ke area Rumahku?" tanya Putri.


"Memang ini bukan menuju ke Rumahmu. Dan aku sengaja inggin membawa kamu ke suatu tempat?"timpal Gibran yang seketika membuat pandangan Putri beralih memandangnya.


"Ke Suatu tempat, dimana?" tanya Putri lagi.


Tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai juga disalah satu taman yang dihiasi dengan adanya beberapa jenis bunga seperti Bunga Mawar, melati, anggrek dan jiga Krisan ditambah lagi dengan adanya pepohonan yang sungguh sangat indah jika dilihat. Dan suasana seperti inilah yang membuat suasana pun menjadi sangatlah indah dan tak mampu untuk dilupakan.


"Astaga indah sekali taman ini, jujur aku baru tahu kalau taman ini ternyata sangat indah. Dan ini pertama kalinya aku mendatangi taman ini,"ucap Putri dengan tangan jahilnya yang memetik bunga mawar berwarna merah tersebut.


Apa kamu tahu kalau sebenarnya tempat ini adalah tempat favoritku..jika aku ada masalah aku pasti akan mendatangi taman ini. Karena dengan aku datang kesini aku akan melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa dan sangat sulit untuk dilupakan. Ketika mataku melihat semua ini hatiku juga ikut merasa tenang, damai..dan yang pastinya aku bisa melupakan masalah yang aku hadapi pada saat itu.


"Masalah, memangnya masalah apa yang kamu hadapi sekarang ini?" tanya Putri dengan menatap tulus kearah Gibran.


"Jika membicarakan tentang masalah, semua orang pasti juga memiliki masalah mau itu masalah kecil mau pun masalah besar. Dan sekarang aku sudah memutuskan jika aku akan melupakan kamu karena aku sadar jika ternyata secara diam-diam aku sudah mengagumi wanita lain,"ucap Gibran yang seketika membuat Putri pun terdiam.


"Apa wanita yang Gibran maksud adalah Revi. Apa dia benar-benar sudah bisa mencintainya sekarang?" batin Putri pada dirinya sendiri.


"Kenapa kamu terkejut, apa kamu tidak suka kalau aku mencintai wanita lain?" tanya Gibran yang seketika membuat Putri pun terkejut.


Gibran yang sudah melihat dari ekpresi wajah Putri yang tiba-tiba terlihat lagi bersedih, dia pun tanpa pikir panjang lagi ia langsung duduk dihadapan Putri Sambil memegang tangan kanan Putri sambil mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Gibran apa yang kamu lakukan, kenapa kamu seperti ini?" tanya Putri dengan heran.


"Sejak pertama aku mengenalmu..aku sudah mulai ada perasaan yang tiba-tiba muncul dalam hatiku.


Dan kebersamaan yang sering kita lalui akhirnya telah menumbuhkan benih-benih cinta didalam hatiku ini. Dan aku sengaja berlutut dihadapan kamu..karena aku ingin kamu menjadi kekasihku.. jika kamu mau menerima cintaku ini maka ambil boneka warna pink yang berbentuk hati ini, tapi jika kamu menolak cintaku ini maka ambillah daun kering ini sebagai tanda jika hati kamu sudahlah rapuh dan gak mungkin untuk di satukan lagi, apa kamu bersedia..Putri.


Melihat mata Gibran yang berkaca-kaca. Putri pun akhirnya mengatakan sesuatu


Aku tahu memang ini terlalu cepat buat kita..tapi aku juga tahu sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah tahu jika kamu itu orang yang sangat baik..tapi maaf aku gak bisa menerima kamu menjadi kekasihku!"sahut Putri dengan menggambil sebatang daun kering.


Mendengar perkataan Putri barusan, seketika Gibran pun langsung lemas dan menundukkan kepalanya kebawah, melihat reaksi yang dilakukan Gibran, Putri pun tersenyum.


"Aku memang tidak mau jadi kekasih kamu, karena bagimu dengan status pacar hal itu tidak akan membuat hubungan akan menjadi utuh. Jadi aku mau hubungan kita lebih dari itu, dan aku mau status kita lebih jadi..."


"Jadi maksud kamu, kamu tidak menolah cintaku ini?" timpal Gibran sedikit tidak percaya.


"Iya,"jawab Putri dengan tersenyum malu sembari menganggukkan kepalanya kedua kalinya.


"Astaga Putri perkataan kamu dari awal tadi..kamu hampir saja membuatku terkena jantungan, tapi sekarang aku lega jadi sekarang status kita jadian."


"Mmm iya seperti itu,"balas Putri dengan malu-malu.


Karena terbawa oleh suasana Gibran yang melihat Putri dia pun perlahan-lahan mulai mendekatkan wajahnya ke Putri


Tatapan Gibran terhadap Putri pun tambah semakin dekat dan tinggal sedikit saja Gibran mau menci*um bibir Putri yang mungil sedangkan Putri yang melihatnya dia pun langsung mengatakan sesuatu sekaligus menghalangi bibir Gibran yang akhirnya membuat Gibran pun membuka matanya lebar-lebar.


"Ingat kita ini masih anak Sma jadi jangan coba-coba untuk melakukan c*uman seperti itu, apa kamu paham!"ucap Putri dengan mendekatkan wajahnya kearah Gibran dengan menunjukkan senyumnya.


"Iya...iya,"balas Gibran yang memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah kalau gitu ayo sekarang kita pulang,"ajak Putri dengan merangkul pundak Gibran.


"Baiklah.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2