PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
108 " Kembali lagi ke Jakarta "


__ADS_3

Selama lima tahun Putri menempuh pendidikan dan berhasil mendapat gelar sarjana dengan nilai kelulusan sangat tinggi. Dan akhirnya ia pun mendapat kesempatan untuk menjadi gelar Dokter bedah disalah satu Rumah sakit Hospitality Record yang dimana Rumah sakit tersebut adalah Rumah sakit terbebas yang berdiri di kota Jakarta tempat dimana ia menghabiskan masa remajanya disana.


Aku tidak tahu apa kabar ini akan menjadi kabar buruk atau malah menjadi kabar baik buatku, aku berharap aku akan menetap di Seoul sampai umur tuaku nanti. Akan tetapi Tuhan sudah mengatur jalanku dengan menggembalakan ku ke masa laluku.


Inggin sekali aku menolak tawaran ini, tapi aku sadar hanya dengan cara ini aku bisa berhasil menggapai apa yang aku inginkan yaitu menjadi Dokter bedah profesional jadi apapun yang terjadi ini sudah jadi keputusanku. Dan besok setelah beberapa tahun lamanya aku akan kembali ke Kota dimana Kota itu adalah Kota dimana aku menghabiskan masa remajaku disana.


Setelah mulai pemberangkatan diri dari negara Seoul yang tadinya pukul 04:00 pagi dan menaiki pesawat. Akhirnya hanya menempuh perjalanan beberapa jam lamanya kemudian, Putri pun bisa merasakan udara segar setelah ia berhasil


menginjak kakinya di Indonesia yang lebih lebih tepatnya ada Kota Jakarta Kota dimana ia menghabiskan masa balita sampai masa remaja di negara ini.


Berada didalam mobil bersama dengan Bibik minah yang saat ini berada disampingnya. Dan supir pribadi yang jadi pengawal pribadinya, Putri pun bisa merasa sangat lega. Dengan memandangi pemandangan dari luar jendela mobil Putri pun tersenyum sembari mengatakan.


"Tidak disangka aku kembali lagi ke Negara ini, suasana ini ternyata masih sama seperti dulu setelah beberapa tahun lamanya aku meninggalkan Negara ini dan menetap di Seoul. Akhirnya aku bisa menghirup udara sejuk ini lagi di Jakarta?"batin Putri yang terlihat sangat bergembira.


"Non Putri sekarang pasti sangat bahagia lantaran bisa kembali ke kota masa kecil non Putri?"ucap Bibik yang kemudian Putri pun beralih menatapnya.


"Jujur Putri sendiri juga tidak tahu perasaan apa yang Putri rasakan sekarang Bik, disisi lain Putri bahagia lantaran bisa kembali disini lagi, tapi disisi lain lagi masa lalu yang selama ini Putri telah lupakan. Putri takut jika masa lalu itu akan kembali pada diri Putri?"


"Bukan ketakutan Non Putri untuk kembali lagi ke masa lalu, tapi ketakutan yang Non Putri rasakan saat ini adalah ketika Non Putri akan berjumpa lagi pada laki-laki itu. Dan pertanyaan yang inggin bibik tanyakan pada Non Putri. Apa Non Putri masih menyukainya?"tanya Bibik minah yang seketika membuat pandangan Putri yang tadinya fokus memandangi jalan raya, kini pandangan itu beralih menatap kearah Bibik lagi.


"Putri tidak tahu perasaan apa yang Putri rasakan saat ini Bik. Karena yang jelas selama lima tahun lamanya kita berpisah dan terhalang akan jarak dan waktu, Putri merasa perasaan itu sudah mulai cukup hilang dari ingatan Putri. Apalagi dengan adanya kehadiran Bimo Pria yang dijodohkan Papa denganku. Aku tidak tahu apa perasaanku terhadap laki-laki itu masih ada?"balas Putri yang kemudian ia pun kembali menatap jalanan lagi.


"Tapi apa Non Putri juga cinta sama Samuel?"tanya bibik lagi.


"Entahlah Bik?"balas Putri yang merasa bingung.


Dalam perjalanan mereka yang sedang berkendara dan menuju ke salah salah satu kediaman baru Putri, ditengah-tengah perjalanan ada sebuah kejadian besar yang terjadi dengan sangat tiba-tiba. Setelah adanya sebuah truk yang mengangkut pasir yang diduga remnya blong yang tanpa sengaja telah menabrak sebuah Mobil hitam yang akhirnya mobil tersebut pun terpelanting kesamping dan terguling setelah menabrak pembatas jalan.


Kejadian tersebut yang tepat terjadi dihadapan mereka membuat sang supir yang mengendarai Mobil yang ditumpangi Putri pun berhenti secara tiba-tiba.


"Astaga ada kecelakaan yang terjadi, cepat kita tolong korban itu?"


"Tapi Non Putri.


Belum juga perkataan yang ucapkan Bibik selesai, Putri dan juga sang supir pun bergegas keluar dari dalam mobil dan menghampiri lokasi kejadian.

__ADS_1


Menghampiri lokasi tempat kejadian dan mendapati mobil yang sudah dalam keadaan terguling dengan korban yang dalam keadaan terjepit dan jatuh pingsan disalah satu pintu mobil. Putri dan sang Supir pun dengan beraninya ia langsung menarik tubuh Wanita itu yang akhirnya tarikan yang mereka lakukan pun berhasil menggeluarkan tubuh korban yang dalam keadaan terperangkap tersebut.


Sesaat mereka berhasil menggeluarkan korban, mobil hitam tersebut pun seketika meledak.


"Alhamdulillah hampir saja Korban ini meninggal kalau tidak segera kita menolongnya tadi."


"Pak bisa bantu saya untuk mengangkat korban ini pinggir jalan sana?".


"Baik Non saya akan mengangkatnya."


"Makasih Pak."


Melarikannya dan membawanya kepinggir jalan Putri pun lantas langsung memeriksa kondisi detak jantung korban tersebut.


"Gimana Dok. Apa Korban masih bernafas?"tanya sang supir.


"Korban masih bernafas sedikit-sedikit dan detak jantungnya juga berjalan kurang normal tapi Korban kesusahan untuk bisa bernafas , jadi kenapa korban bisa sampai kesulitan bernafas padahal ia terlihat sangat baik-baik saja, hanya keningnya saja yang terluka bahkan tidak darah yang keluar pun.


"Bik bisa ambilkan minyak kayu putih di ransel saya?" pinta Putri yang kemudian Bibik pun mengambilnya.


Putri yang memeriksanya kembali, ia pun dibuat terkejut setelah mengecek di bagian dekat organ jantung Korban yang ada bercak warna merah dan hawa kulit yang terasa panas atau hangat maka tidak salah lagi, jika korban menggalami pembengkakan di bagian tersebut. Bahkan akibatnya tubuh pasien mulai berwarna kebiruan setelah adanya penggumpalan darah yang tidak bisa bekerja dengan secara normal dan mengakibatkan pembengkakan itu pun terjadi.


"Sial Korban menggalami pembengkakan dan penggumpalan darah, jika masalah ini tidak segera ditangani Korban akan meninggal? Maaf kalau boleh tahu jarak kesini menuju Kerumah sakit yang jaraknya lumayan dekat membutuhkan waktu berapa jam pak?"


"Kalau yang saya tahu dari sini tidak ada Rumah sakit dekat Non, jika pun ada itu masih membutuhkan jarak dan waktu sekitar 2 jam'an.


"Jadi itu artinya kita tidak ada waktu lagi. Dan yang perlu kita lakukan sekarang, kita perlu melakukan tindakan operasi darurat sekarang juga?".


"Operasi darurat, di jalanan yang rame ini Non?"tanya Bibik yang tidak percaya.


"Iya Bik karena kita tidak ada waktu lagi, semakin lama korban tidak ditangani dengan langsung, maka taruhannya nyawa Korban sendiri yang tidak akan selamat karena terjadi pembengkakan di bagian perut korban yang nantinya akan menjalar kebagian organ dalam yang lainnya dan itu jika tidak segera ditangani pembengkakan itu akan sangatlah berakibat fatal, jadi pak supir bersedia kan membantu saya menjalankan operasi ini. Sekarang aku minta tolong ambilkan beberapa alat medis yang aku taruh dikotak darurat yang berada didekat tas koper saya?". pinta Putri yang kemudian supir pun bergegas langsung mengambilnya.


"Ini Non!"


"Makasih pak!"

__ADS_1


Bergegas Putri pun menggeluarkan semua barang yang berada dikotak daruratnya yang terdiri dari beberapa jenis barang seperti, gunting, jarum suntik, pisau bedah , selang oksigen sekaligus infus darurat,dan juga air alcohol sekaligus obat-obatan yang lainnya.


"Kalian jika tidak inggin melihat pemandangan yang langkah seperti ini, maka kalian boleh menutup kedua mata kalian."


"Ba...baik Non!.


"Ini adalah tindakan pertama kalinya bagiku melakukan tindakan operasi darurat seperti ini. Dan tidak ada cara lain lagi jika aku tidak segera melakukan tindakan nekat ini maka taruhan pertama adalah nyawa dari korban itu sendiri. Tuhan bantu aku menyelesaikan niatku untuk menolong nyawa pasien ini, apa pun resikonya nanti aku sudah berpasrah menerima resiko besar yang akan aku hadapi nanti, jadi hamba mohon tolong bantu hamba..bantu hamba,"batinnya yang kemudian ia pun memulainya.


Dengan langkah berhati-hati dan semua perasaan yang tiba-tiba menyerangnya, Putri pun berusaha sekuat tenaga dan tetap tenang agar ia berhasil menjalankan operasi ini. Langkah pertama setelah ia memasang infus dan menyuntikkan obat bius sekaligus menyiram alcohol itu. Putri pun meminta bantuan pada salah satu seseorang.


"Pak bisakah saya meminta tolong pada bapak, tolong pegang infus ini?"


"Baik Non!"


"Bismillahirrahmanirrahim.


Dengan langkah berhati-hati akhirnya Putri pun mulai melakukan pembedahan awal pada bagian titik setelah awal pertama ia tadi yang menyoret titik tersebut. Setelah berhasil merobeknya dengan menggunakan pisau bedah kecil yang terlebih dulu ia siramkan alcohol tadi.


Darah merah segar pun mengalir dengan sangat deras dari bagian pembedahan tersebut. Dan orang-orang yang pada melihatnya mereka pun tidak berani untuk melihat pemandangan yang sangat langka terjadi seperti ini, dimana ada tindakan operasi yang dilakukan di jalanan umum. Dan ramai banyak orang.


Selama satu jam tindakan operasi darurat ini berjalan dengan sangat sempurna dan korban pun akhirnya bisa bernafas kembali.


Dan kemudian Mobil Ambulance pun datang.


"Alhamdulillah Korban bisa bernafas?"


"Apa yang terjadi ini?"tanya petugas Ambulance


"Bukan saatnya untuk bertanya, sekarang cepat larikan Korban ke Rumah sakit, Bik aku akan ikut mendampingi korban ini. Karena aku orang yang sudah nekat menggambil tindakan operasi ini, jadi apapun yang terjadi resikonya aku sudah menerimanya Bik."


"Baik Non Putri, kabari Bibik kalau Non Putri butuh bantuan Bibik?"


"Baik Bik!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2