
"Aku sedang mengandung anak Alex jika Gibran sampai tau apa yang akan terjadi? Apa mungkin Gibran akan menceraikan-ku? Sungguh itu pasti akan terjadi! Aku tidak mau pisah dengannya aku tidak mau aku harus merencanakan sesuatu?"
Memikirkan banyak cara yang tak kunjung terlintas dalam benak pikirannya, sesaat kemudian dirinya nampak tersenyum sinis mendapatkan rencana yang akhirnya berhasil ia dapatkan.
\*\*\*\*\*\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\*\*\*\*\*
Sedang dalam satu ruangan, Gibran hanya fokus disebuah leptop dan juga beberapa lembaran kertas kerja yang sudah pada berserakan didepannya.
Melihat Gibran yang hanya mengabaikan dirinya sekarang, Revi pun mulai geram hingga akhirnya dia pun terpikirkan ide licik yang terlintas didalam otaknya.
"Baiklah jika kamu hanya mengabaikan aku seperti itu Gib, kita lihat saja nanti apa kamu bisa begini terus?" batin Revi yang agak sedikit kesal dengan perilaku Gibran.
"Gibran kamu kelihatan mengantuk banget sekarang, jadi mendingan kita tidur aja ya?"
"Jika kamu ingin tidur, tidurlah tugasku akan tambah menumpuk nanti jika aku tidur sekarang. Jadi aku sudah putuskan aku akan begadang malam ini, jadi jika kamu inggin tidur, lebih baik kamu tidur duluan aja.
"Baiklah jika itu kemauan kamu. Tapi sebelum aku tidur aku buatkan kamu kopi ya, agar mengantuk kamu hilang?"
"Sejak kapan kamu jadi perhatian gini?"
"Memangnya jika seorang istri berubah itu tidak boleh? Ya sudah kamu tunggu sebentar ya, aku buatkan kamu kopi dulu?"
"Baiklah!
__ADS_1
Sesampainya Revi di dapur, Revi pun melihat -lihat suasana yang sepi dan tidak ada orang, dalam kesempatan ini Revi pun akhirnya mulai melancarkan aksinya.
Setelah mencampur kopi dan juga gula kedalam sebuah cangkir gelas, Revi dengan sengaja ternyata dia telah menambahkan sesuatu kedalam cangkir tersebut.
" Dengan kamu meminum kopi ini, bukan rasa ngantuk kamu yang akan hilang Gibran tapi ada sesuatu yang akan terjadi nanti?" batin Revi dengan tersenyum.
"Ini Gibran, ya sudah karena aku sudah buatkan kamu kopi, aku tidur dulu ya karena aku sangat ngantuk sekarang?"
"Baiklah Rev, terima kasih karena kamu udah buatkan aku kopi ini?"
"Iya sama-sama Gibran? Ini kan udah jadi kewajibanku sebagai istri kamu, ya sudah aku tidur dulu ya?"
"Baiklah tidurlah?"
Belum juga kopi yang dia minum habis, tiba-tiba dia pun merasa kepanasan, sedangkan dikamar mereka ini sudah ternyala AC nya. Dan kemudian rasa pusing pun tiba-tiba menyerangnya.
Sedangkan Revi yang melihat perubahan Gibran ini dia pun tersenyum, dan kemudian dia pun mulai melancarkan aksinya dengan mengunci pintu kamar ini.
"Kenapa jadi panas kaya gini sih sekarang padahal inikan AC nya kan sudah aku nyalain. Dan kenapa kepalaku juga sakit gini sekarang?"
Belum juga rasa pusingnya hilang, mata Gibran pun mulai berkunang-kunang. Dan agak mulai kabur ketika melihat sebuah benda-benda yang ada dihadapannya.
"Gibran kamu kenapa?"tanya Revi segera menghampirinya.
__ADS_1
"Aku tidak tau kenapa aku begitu pusing sekarang!"
Belum juga Gibran bangkit dari tempat duduknya, tubuhnya seketika roboh tepat disamping Revi, Revi dengan liciknya dirinya menampakkan senyum sinisnya berhasil akan rencananya.
"Akhirnya aku berhasil membuat kamu tidak berdaya Gib? Dan mungkin sekarang kamu akan lihat apa yang akan terjadi besok. Dan aku sangat yakin jika kamu sadar besok kamu pasti akan sangat yakin jika kita telah melakukannya?"gumamnya dengan senyum sinis yang selalu ia tunjukkan.
Setelah terjadinya kejadian malam itu, pagi harinya Gibran pun terbangun dari tidurnya tapi ada hal yang membuat dia sangat terkejut, ketika dia baru aja terbangun, dia pun terkejut ketika melihat tubuhnya yang ternyata sudah dalam keadaan bertelanjang ditempat tidur dan juga berselimut yang menutupi tubuh polosnya, merasa masih dalam keadaan bingung dengan apa yang terjadi sekarang ini, Gibran berusaha untuk mengingat tapi yang dia tiba-tiba ingat Revi.
"Astaga apa yang barusan terjadi, kenapa aku bisa bertelanjang seperti ini? Tadi aku ingat berniat ingin begadang tapi kemudian Revi membuatkan aku kopi dan selanjutnya kepalaku pusing apa yang terjadi apa malam tadi Revi sungguh-sungguh yang merencanakan semua itu? Apa jangan-jangan aku dan juga Revi baru aja melakukannya?"
Bergegas Gibran pun turun dari tempat tidurnya, yang kemudian dia pun mengambil beberapa baju untuk ganti. Setelah mengunakan semua pakaian itu, Gibran pun terkejut setelah dia yang hendak inggin keluar dari kamar, tiba-tiba Revi pun datang dari depannya dan langsung memeluk Gibran yang pada saat itu belum mengatakan apa-apa kepadanya
"Gibran terima kasih, karena akhirnya kamu bisa memberi kepuasaan batin kepadaku, aku kira karena hubungan kita akibat perjodohan kamu gak akan bisa mencintaiku, sekaligus memberiku keturunan, tapi ternyata semua itu berbeda dari dugaanku. Aku sekarang sudah bisa merasa sangat lega karena akhirnya aku bisa menjadi istri seutuhnya buat kamu.
"Apa maksud kamu, jadi benar kita sudah melakukan hubungan itu tadi malam?" tanya balik Gibran.
"Iya.
"Tapi bagaimana mungkin itu terjadi. Dan kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya semuanya?"
"Soal itu kamu tidak perlu khawatir Gibran, aku tidak mempermasalahkan soal itu. Karena yang terpenting sekarang kamu sudah memberi kepuasaan kepadaku. Dan yang paling penting kamu sudah melakukan tangung jawab kamu menjadi seorang suami, bagiku semua itu sudahlah cukup. Ya sudah aku pergi dulu ya, karena aku masih ada urusan?"
"Apa jadi aku dan juga Revi sudah melakukan hubungan itu secara sungguhan. Tapi kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya?" ucap Gibran yang merasa sangat bingung.
__ADS_1
BERSAMBUNG.