PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
106


__ADS_3

***** LIMA TAHUN KEMUDIAN *****


Tidak disangka hari berlalu dengan sangat cepat jika dulunya Revi dan juga Gibran hanya berstatus bertunangan kini siapa sangka status itu telah berubah menjadi sepasang Suami dan Istri. Bahkan usia pernikahan mereka terbilang sudah cukup lama yaitu memasuki angka lima tahun.


Akan tetapi selama itu juga rasa cinta tidak pernah hadir dalam perasaan Gibran. Baginya melupakan cinta pertama sangatlah susah, biar pun sudah menjalin hubungan dalam ber Rumah tangga bersama seorang Wanita lain yang kini sudah jadi Istrinya, tapi biar pun begitu tidak sedikit pun perasaan yang muncul untuk bisa mencintainya.


Dan keberhasilan Gibran setelah ia menikah dengan Revi, ia diangkat menjadi salah satu Ceo di salah satu Perusahaan PT Genta Buana record yang dulunya Perusahaan itu milik Papanya. Dan kini Perusahaan itu telah ditanganinya sudah lebih selama hampir tiga tahun setelah ia berhasil lulus kuliah dengan nilai paling tinggi. Dan diusianya yang masih 25 tahun ia sudah berhasil menggapai apa yang ia inginkan yaitu menjadi seorang Ceo.


Butuh usaha besar untuk berhasil menggapai cita-cita yang ia impikan selama ini. Dan halangan terbesarnya dulu, ia sempat tidak mendapat dukungan dari Papanya lantaran tidak setuju menggambil jurusan ini, tapi sekarang semua itu telah berubah dan Papanya malah mengangkatnya jadi pimpinan Perusahaan ini diusianya yang masih 23 tahun angkat yang cukup muda bukan.


Dalam ruangan terdapat lah dua seseorang yang tak lain mereka adalah Gibran dan juga Revi.


"Sayang aku kangen sama kamu?"ucap Revi yang tiba-tiba terduduk dipangkuan Gibran yang lagi fokus mengetik sebuah laporan kerja.


"Revi kamu itu apa-apaan sih pake acara duduk disini segala, disana kan masih ada tempat duduk jadi pindah lah kesana!"balas Gibran yang berusaha menyingkirkan Revi, tapi Revi malah mempererat pelukannya sembari mengatakan.


"Sayang kamu kenapa sih gak pernah menghargai aku sebagai Istrimu, aku disini sudah dari 30 menit lalu tapi kamu masih aja fokus sama laptop kamu. Apa kamu gak sadar aku sedari tadi sedang menemanimu?"


"Rev harusnya kamu tahu kalau aku sekarang lagi sibuk, apa kamu gak lihat meja kerjaku sekarang penuh dengan beberapa lembar kerja jadi harusnya kamu mengerti akan kondisiku," gertak Gibran yang akhirnya langsung menurunkan Revi dari tempat semula tadi.


"Sudahlah daripada aku disini tapi tidak kamu perduliin lebih baik aku pergi saja, oh iya mana Atm kamu, aku inggin belanja lagi?" ucapnya dengan menodongkan tangannya.


"Astaga sudah berapa banyak barang yang kamu beli dan kamu simpan di Rumah. Apa kamu belum puas inggin menjadikan Rumah kita jadi barang-barang koleksi branded kamu."


"Gibran sayang sudahlah jangan pelit-pelit kenapa lagian aku kan tidak meminta sampai 100 juta lagi, jadi gak usah semarah itu kamu?"


"Bagaimana mungkin aku tidak marah kalau dalam sehari aja kamu mampu menghabiskan uang sampai 10 juta untuk membeli barang-barang branded yang kamu koleksi. Jika kamu teruskan sifatmu yang boros itu mau jadi apa kamu?"


"Alah sudahlah Gibran kalau kamu gak setuju bilang aja kalau kamu pelit aja susah amat, sini ATM kamu?" ucapnya lagi dengan melakukan hal yang sama yaitu menodongkan tangannya.


"Gak aku gak akan ngasih kamu uang, aku akan memberimu uang kalau kamu gunakan buat kepentingan yang lain, tapi bukan untuk shopping?"


"Baiklah kalau itu mau kamu, itu gak masalah?"balas Revi yang terlihat marah dan langsung pergi dengan menutup pintu dengan keras.


"Sampai kapan aku harus bertahan hidup dengan wanita seperti dia, kalau bukan karena Rasya mungkin aku sudah ceraikan Wanita seperti itu!" batin Gibran yang kemudian ia pun melihat jam tangannya.


"Ini sudah jam segini jadi aku harus percepat kerjaku agar aku bisa pulang dengan tepat waktu," gumamnya yang kemudian ia pun melanjutkan lagi pekerjaan.


Tidak membutuhkan waktu lebih lama, akhirnya tak berapa lama Gibran pun akhirnya telah sampai di kediamannya. Baru aja ia menurunkan kakinya dari Mobil, sudah ada dua orang yang sedang memperhatikannya dari depan pintu Rumahnya. Dan setelah Gibran mulai berjalan dan menghampiri mereka, salah satu dari seseorang itu pun berlari dengan kencang dang langsung memeluk Gibran dengan erat. Dan tak lupa Gibran pun membalas pelukan yang diberikan seseorang itu barusan.


"Papa....?"ucap anak kecil laki-laki yang usianya masih sekitar 4 tahunan.


"Rasya sayang...?" balas Gibran yang langsung mendekap tubuh anak kecil tersebut.

__ADS_1


"Papa..kenapa Papa pulangnya lama sekali, Rasya kangen sama Papa?"


"Maafkan Papa ya sayang, Papa lagi sibuk soalnya, jadi Papa baru bisa pulang jam segini?"


"Mama mana Pa?"tanya Rasya pada Gibran.


"Mama...?"balas Gibran yang kemudian ia menatap kearah perempuan yang berdiri disampingnya yang tak lain ia adalah Bibik rosa sang asisten rumah tangga.


"Iya Tuan dari tadi Nyonya belum kunjung pulang, Bibik juga tidak tahu kemana Nyonya perginya?" balasnya.


"Rasya sayang, Rasya jangan cariin Mama ya, Mama lagi ada urusan nanti Mama Rasya juga akan pulang. Sebagai gantinya ini Papa ada hadiah agar Rasya tidak sedih lagi?"ucap Gibran dengan memberi beberapa kotak pada Rasya.


"Hadiah apa ini pa?"


"Tra..ra..."


Sebuah mainan mobil-mobilan dan juga Robot seketika membuat wajah ceria si tampan kecil pun kembali merekah.


"Mobil..mobillan ini buat Rasya kan Pa?"


"Iya dong, Ini pastinya buat Putra tampan Papa?"


"Makasih ya Pah, ya sudah kalau gitu Rasya main dulu ya Pah?"


"Iya Pah?"


"Bik jagain Rasya ya, aku mau menelfon Nyonya dulu?"


"Baik Tuan saya akan menjaganya,"balas Bibik yang kemudian ia pun mengejarnya.


"Kemana Wanita itu pergi. Apa dia lupa kalau dia itu punya anak, mana ponselnya dimatikan segala?"gertak Gibran yang terlihat kesal.


*****


Disisi lain lebih tepatnya didalam sebuah ruangan terdapat lah seorang Wanita yang terlihat masih tertidur pulas dengan kondisi tubuhnya yang tanpa adanya pakaian yang menutupi tubuh polosnya. Dan Wanita itu yang tak lain dia adalah Revi.


Tidak tahu apa yang terjadi padanya dan kemudian setelah berjam-jam ia yang belum kunjung terbangun dari tidurnya, akhirnya sekarang dia pun telah terbangun juga, akan tetapi sesaat dia terbangun. dia pun dibuat terkejut dengan kondisinya yang tidur tanpa mengunakan sehelai baju yang menutupi tubuh polosnya. Atau bisa dibilang dia dalam keadaaan bertel*njang.


" Astaga apa yang barusan terjadi padaku?. Kenapa aku tidak mengenakan pakaian sama sekali, Kenapa aku bisa bertelanjang seperti ini didalam kamar ini. Apa yang terjadi denganku. Dan kamar kamar ini?".gumam Revi yang terlihat masih bingung dan memegang kepalanya. Dan kemudian ia pun bangkit dari tempat tidur dan memungut satu persatu pakaiannya yang pada berserakan dilantai.


"Revi kamu sudah bangun sayang?"ucap salah seseorang laki-laki yang tiba-tiba datang entah darimana.


"Alex apa yang kamu lakukan kepadaku, kenapa aku bisa tertidur disini dan ini Hotel siapa?"tanya Revi dengan wajah kebingungannya.

__ADS_1


"Astaga sayang kamu itu pura-pura lupa atau gimana sih, kan kamu sendiri yang tadi malam datang kesini. Dan akibat minuman alcohol yang kamu minum kamu jadi mabuk berat seperti ini. Dan soal tidur apa kamu juga lupa kalau semalam kita baru aja melakukan hubungan itu?".balasnya dengan tersenyum malu-malu.


"Apa. Apa kamu udah gila apa kamu menjebak-ku, kalau Gibran sampai tahu kalau aku telah berselingkuh denganmu dan aku akan hamil anak kamu gimana, bisa-bisa ia akan membunuhmu nanti?".gertak Revi yang terus memukul Alex tanpa henti.


"Revi...Revi.. sudahlah cukup kamu itu gak perlu takut lagi, selama kalian menikah dia kan tidak pernah mencintai kamu jadi kalau pun dia marah dan akan menceraikan kamu, kita kan bisa hidup bersama nanti. Dan Rasya kamu kan bisa ambil hak asuhnya nanti?"


"Iya juga ya sayang, kenapa aku bodoh sekali."


"Ini udah malam apa kamu gak inggin pulang?"


"Sebenarnya aku males banget untuk pulang, tapi kalau aku tidak pulang dia pasti akan curiga dan marah-marah jadi mendingan aku pulang aja sekarang. Dan besok aku akan kembali lagi?"


"Baiklah kalau itu memang keputusan kamu?"


"Tunggu tapi sebelum kamu pulang, di pipimu ada apa itu?"


"Mana?"


"Ini!. ucap Revi yang dengan lancangnya ia langsung memberikan satu kecupan pada Pria itu.


"Astaga kamu itu ya?"


"Ya sudah aku pulang ya?"


"Baiklah!"


******


Setibanya Revi di Rumah, ia pun dikejutkan dengan adanya seseorang yang menghalangi langkahnya pun maju.


"Darimana aja kamu kenapa jam segini kamu baru pulang?"tegas Gibran yang langsung menarik tangan Revi.


"Sudahlah aku malas berdebat sama kamu, lagian kalau pun aku jelaskan ke kamu, kamu juga gak akan percaya kalau aku habis pergi ke pesta yang diadakan temanku," balasnya tanpa memandang Gibran.


"Jadi rupanya kamu lebih mementingkan urusanmu dengan teman sosialita kamu dari pada anak kamu sendiri. Apa kamu sadar kamu itu seorang Ibu jadi harusnya kamu itu lebih memperhatikan kebahagiaan anak kamu sendiri?"


"Curhat lagi ..curhat lagi... lama-lama aku bisa gila karena selalu mendapatkan curhatan darimu, sudahlah aku malah aku ngantuk aku inggin tidur?"


"Tunggu, kamu itu dengar gak sih perkataan yang barusan aku katakan tadi?"


"Tidak!"bentak Revi yang kemudian tanpa memperdulikan Gibran, ia langsung pergi dan meninggalkannya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2