PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
RENCANA LICIK REVI.


__ADS_3

Setelah adanya pertemuan komprehensif pers pada waktu yang lalu. Semua orang akhirnya mengetahui siapa identitas Putri yang sesungguhnya. Berjalan melewati koridor sekolah, Putri buat terkejut sekaligus malu lantaran banyaknya orang yang ia temui tidak ada satu pun diantara mereka yang berani mengatakan sepatah kalimat pun kepadanya yang ada hanyalah tatapan kosong yang mereka berikan kepadanya.


Bahkan pada saat ia sudah sampai didalam kelas, semua temannya hanya memperhatikannya dengan tatapan yang sama seperti mereka semua.


Rasa heran dan bingung yang sudah menampung di pikirannya. Akhirnya tanpa mau menunggu lebih lama dan pikirannya yang sudah dipenuhi bayang-bayang keheranan ia lantas langsung bertanya pada mereka semua.


"Kalian semua kenapa pada diam ketika melihatku, apa aku punya salah ke kalian?". Tanya Putri yang akhirnya Nina pun menjawabnya.


"Sekarang aku sadar Put, mungkin karena masalah ini kamu berpura-pura menjadi gadis cupu dan berbohong kepada kita semua. Kamu berbohong karena kamu inggin menyembunyikan identitas kamu yang sebenarnya jika kamu adalah anak dari seorang miliarder kaya raya, dan setelah aku tahu siapa kamu aku sadar jika aku sangatlah tidak cocok bersanding apalagi bersahabat denganmu, jadi lebih baik kita akhiri persahabatan kita sekarang, kita tidak selevel, kamu anak orang kaya sedangkan aku hanyalah anak orang miskin bahkan untuk bisa masuk ke Sma ini aja kalau bukan karena Beasiswa aku mungkin tidak akan bisa berkumpul disini." Ucap Nina yang terlihat bersedih, dan hendak akan pergi, Putri pun mengatakan sesuatu yang akhirnya langkah Nina pun terhenti.


"Jadi maksud kamu, kamu memintaku untuk menjauhi kamu, kamu minta aku pergi dari kehidupan kamu dan melupakan persahabatan kita ini. Jika kamu berfikir aku orang yang seperti itu harusnya sedari dulu sejak aku masuk ke Sma ini aku tidak mengenalmu dan lebih baik berteman dengan seseorang yang derajatnya sama tingginya denganku.


Tapi aku tidak butuh semua ini, untuk apa aku bersahabat dengan anak orang kaya jika pada kenyataanya dia hanya memanfaatkan harta yang aku miliki, tapi sejak aku mengenalmu aku sadar jika kamu adalah teman terbaikku jadi aku minta kamu jangan berfikir jika aku sangatlah tidak pantas bersahabat denganmu jangan berkata seperti itu."


"Jadi maksud kamu, kamu masih mau bersahabat denganku?" tanya Nina yang tidak percaya.


"Iya...aku masih mau bersahabat denganmu!. Balas Putri yang akhirnya ia memberikan satu pelukan sebagai menandakan pelukan persahabatan.


"Makasih Put, makasih karena kamu sudah mau berteman denganku. Terima kasih!"ucap Nina yang masih dalam dekapan Putri.


"Iya Nin sama-sama, aku memilihmu karena aku tahu kamu orang yang baik dan aku tidak akan pernah melupakanmu.


Tring....tring...tring....


"Bel sekolah telah berbunyi jadi aku masuk duluan ya?" ucap Nina.


"Iya masuklah, tapi ingat jangan berfikir kaya tadi lagi ya?"


"Kamu tenang saja, aku gak akan berfikir aneh-aneh lagi ya sudah aku masuk dulu!"


"Baiklah berhati-hatilah!"


Setelah perginya Nina dari kelas IPA Xll, Gibran pun akhirnya datang tapi sesampainya ia dikelas. Gibran malah memberikan tatapan yang beda dari sebelumnya. Putri yang melihatnya ia pun merasa bingung.

__ADS_1


"Ada apa lagi ini, kenapa Gibran juga memberikan tatapan yang aneh kepadaku?" batin Putri dari dalam hatinya.


Jam pelajaran yang akhirnya telah terganti dengan jam Istirahat, Putri pun dengan segera langsung mengejar Gibran lantaran Gibran yang sedari tadi hanya mengabaikannya tanpa sebab yang pasti.


Berhasil menarik tangan Gibran yang hendak pergi dan berusaha menghindarinya. Putri lantas langsung bertanya.


"Kamu kenapa? Kenapa sikap kamu jadi berbeda gini sama aku. Jangan bilang kalau kamu punya pikiran yang seperti yang Nina pikirkan tadi, jujur aku tuh bingung kenapa semua orang pada berfikir seperti itu, kenapa ?" tanya Putri dengan tatapan heran.


" Kamu sudah tahu kalau kamu itu anak dari seorang miliarder yang kaya raya, tapi kenapa kamu masih mau berhubungan denganku. Apa kamu tidak malu jika reputasi kamu akan turun ketika tahu jika pacar dari anak seorang miliarder adalah seorang anak dari kalangan biasa?"


"Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu juga berfikir jika aku akan memilih-milih ketika mencari pasangan mau pun teman? Apa kamu berfikir jika aku adalah cewek matre yang akan akan menerima pasangan dari kalangan anak orang kaya?" tanya Putri yang akhirnya membuat Gibran terdiam dan tak berkutik.


Suasana yang tadinya terlihat canggung dan hanya Gibran yang melihat Putri dengan tatapan heran dan kurang meyakinkan. Akhirnya Gibran pun melakukan suatu tindakan yang bisa membuat Putri bisa tersenyum kembali.


"Aw...kenapa kamu mencubit ku?" tanya Putri dengan menegang pipi kanannya.


"Syukurlah kalau kamu merasa sakit, jadi itu artinya aku gak lagi bermimpi ketika kamu berkata seperti itu,"ucap Gibran yang akhirnya ia pun merangkul pundak Putri.


"Ayo kita pergi ke kantin sekarang, aku sangat lapar!"ajak Gibran dengan menunjukkan senyuman khasnya.


"Ya elah gak usah ngambek juga lagi,"ledek Gibran tapi tidak dihiraukan oleh Putri.


"Ayo dong senyum jelek tahu kalau kamu cemberut seperti itu?"ledeknya lagi.


"Iya...iya...ini aku senyum,"timpal Putri dengan menunjukkan ekpresi senyum terpaksa nya.


"Ya elah gak ikhlas banget tuh senyumannya."


"Baiklah itu tidak penting, ayo kita sekarang ke kantin!"ajak Gibran dengan langsung menggandeng tangan Putri.


Dan tanpa mereka sadari ternyata pembicaraan mereka secara diam-diam telah didengar oleh Revi yang pada saat itu sedang sengaja ia ikuti.


"Kalian pikir aku akan tenang dan ikhlas melihat kalian bersama dan bahagia seperti ini. Ini baru awal rencana lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan, dan aku pastikan hubungan kalian akan berakhir dengan secepatnya,"batin Revi dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


Jam sekolah yang sudah menandakan jika mata pelajaran telah usai maka para pelajar pun bergegas pergi dan meninggalkan kelas mereka masing-masing, pulang Sekolah Revi yang tiba-tiba mendatangi kantor Papanya dan memeluk Papanya sambil menangis sesenggukan.


"Revi sayang kamu kenapa , kamu menangis, siapa yang membuatmu menangis seperti ini?" tanya Papanya dengan ekpresi sedikit cemas.


"Pa..Gibran dia...dia mutusin Revi, dia sudah bikin hati Putri kesayangan Papa ini terluka.


"Mutusin kamu bagaimana mungkin?"


"Gibran tidak mencintai Revi. Gibran lebih mencintai wanita lain tapi Revi sangat cinta sama Gibran Pa, Revi gak mau kehilangan dia Papa harus melakukan sesuatu Papa harus melakukan sesuatu!"pintanya dengan terus memeluk Papanya.


"Sayang kamu tenang saja , Papa bakal bicara dengan Papanya Gibran sekarang kamu jangan nangis ya sayang."


"Iya Pah. Rencana yang sempurna, memang Gibran telah menolak-ku tapi aku rasa dia gak mungkin bisa menolak perintah yang dituju oleh Papanya,"batin Revi dengan senyum sinisnya.


PUKUL 17:30 SORE


"Papa. Ada apa kenapa Papa malam-malam gini terlihat marah ada apa?" tanya Gibran pada Papanya yang baru aja pulang dari Kantor.


"Cepat kasih tahu Papa apa benar kamu sudah mutusin hubungan kamu dengan Revi?" tanya Papanya yang seketika membuat Gibran menjadi malas membahas masalah ini.


"Papa tahu darimana, apa Revi memberitahu Papa?" tanya balik Gibran.


"Plak...


"Kenapa Papa malah menampar Gibran, ada apa?"


"Ada apa kamu bilang! Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan ini sangatlah salah dengan kamu berani mutusin Revi itu artinya kamu juga mutusin kerja sama Papa dengan Papanya Revi apa kamu sadar itu!"bentak Papanya yang terlihat sangat marah.


"Cukup Pa, Gibran capek hidup Gibran selalu diatur-atur oleh Papa, Gibran sudah dewasa dan Gibran tahu mana yang lebih pantas buat Gibran. Selama ini Gibran bodoh karena Gibran sudah membohongi perasaan Gibran tapi aku sadar yang namanya perasaan tidak bisa dipaksakan. Dan Gibran bakalan jujur kalau Gibran sebenarnya sudah mencintai wanita lain dan wanita itu adalah Putri. Gibran sudah tidak bisa bohongi kalian jika kalian masih mau melihat Putra kalian bahagia, Gibran mohon tolong ijinkan Gibran buat memilih pasangan Gibran sendiri Gibran mohon.


"Papa bingung harus berkata apa lagi sekarang. Jujur Papa tidak masalah jika kamu inggin berhubungan dekat dengannya karena dia anak yang baik. Tapi yang Papa mau bukan hubungan sebagai sepasang kekasih yang kalian jalani.


"Maksud Papa, Papa inggin aku mutusin hubunganku dengan Putri dan berganti balik menjalani hubungan dengan Revi. Tidak Gibran gak bisa melakukan itu, Gibran sudah sangat mencintai Putri jadi maaf Gibran gak bisa mengabulkan permintaan Papa, maafkan Gibran!"timpalnya yang kemudian tanpa berkata lagi, Gibran berlalu pergi dan masuk kedalam kamar.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2