PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
AKHIRNYA PUTRI MENGETAHUINYA.


__ADS_3

"Astaga nak kamu tidak apa-apa?" tanya seorang wanita yang langsung menghampiri Sally.


"Tidak apa-apa kok tante aku baik-baik saja?"


"Kamu? Kamu itu gadis gak punya hati banget sih kenapa kamu setega itu bersikap kasar sama dia?" tegas wanita itu kepada Putri.


"Tante ini semua tidak seperti yang tante kita. Aku..aku?"


Plak.


Satu tamparan pun telah dilakukan oleh wanita itu yang tepat mengenai pipi kanan Putri. Mendapat tamparan tak terduga itu, Putri pun menahan diri agar amarahnya tidak sampai ngelunjak biarpun wanita ini adalah orang asing, Putri juga tahu jika wanita ini juga korban yang Sally lakukan saat ini.


Lantas yang dilakukan Putri dia hanya bersikap biasa dan menghormati wanita ini, apalagi wanita ini adalah seusia Mamanya jadi sudah sepantasnya dia menghargai orang yang lebih tua darinya.


"Kamu? Apa kamu tidak punya hati, apa ini yang diajarkan Mama dan Papa kamu kepadamu, susah payah mereka membanting tulang untuk biaya sekolah kamu. Tapi ini balasan yang kamu lakukan sekarang, apa kamu tidak malu dengan sikap kamu ini?"


"Bagaimana dia akan merasakan rasa malu, jika Papanya sendiri adalah seorang pembunuh, jadi bisa jadi dia ini belajar dari Papanya. Dan bisa jadi dia ini anak yang nakal yang salah pergaulan?"timpal Seseorang yang lain.


"Sudah dari pada kamu akan mendapatkan masalah lebih besar sekarang, lebih baik sekarang kamu cepat pergi dari sini. Karena kita tidak mau melihat muka kamu disini, cepat pergi!"bentak perempuan itu.

__ADS_1


"Aku tidak masalah jika tante-tante ini berkata kasar kepadaku. Aku juga tidak akan dendam ataupun tersinggung dengan perkataan yang kalian ucapkan barusan. Karena aku tahu umur kalian ini lebih tahu dariku jadi sudah sepantasnya aku memang harus menghargai kalian, tapi satu yang inggin aku katakan pada kalian, janganlah mudah kalian mempercayai perkataan orang apalagi orang itu orang asing yang sama sekali belum kalian kenal.


Dan jangan pula kalian termakan oleh omongan orang itu jika yang kalian dengar hanyalah se'ucap perkataan manis yang keluar dari mulut orang itu sendiri. Karena bisa jadi perkataan manis yang kalian dengar itu hanyalah sebuah umpan agar kalian bisa masuk ke jebakannya dan membuat kalian terlihat menjadi bodoh karena dengan mudahnya kalian bisa percaya hanya dengan se'ucap perkataan yang palsu.


Hanya itu yang inggin aku katakan pada kalian. Kalian juga gak perlu mengusirku dari tempat ini, karena tuhan memberiku kedua kaki ini agar aku bisa berjalan tanpa merepotkan orang lain. Dan aku gak mau merepotkan kalian, jadi aku bisa berjalan sendiri.


Dan sekarang kalian dengar kan lah perkataan omong kosong wanita ini, karena jika kalian mempercayainya semua perkataanya kalian terlihat jika kalian ini ibu-ibu yang bodoh yang dengan gampangnya bisa terhasut hanya dengan se'ucap perkataan yang tidak kalian lihat sendiri seperti apa kejadian yang sebenarnya permisi!"


Ucap Putri yang dengan beraninya ia pun berkata terang-terangan, sedangkan beberapa ibu-ibu itu yang tadinya marah-marah tidak jelas, seketika mulutnya pun bagaikan terkunci setelah ia mendengar sendiri jawaban apa yang dilontarkan oleh gadis yang baru aja dia marahi tadi.


Untungnya ada beberapa orang yang melihat sendiri seperti apa berlangsungnya kejadian tadi, jadi masih ada orang baik yang mau membela mana benar. Dan mana yang salah.


"Saya akui anda sangatlah pintar. Karena dengan mudahnya anda berhasil membuat mereka bisa terhasut dengan perkataan yang barusan anda katakan ke mereka, tapi kita tidaklah bodoh dan kita tahu semuanya. Dan tempat ini sangatlah tidak cocok buat wanita seperti sepertimu jadi pergilah! Pergi!"usir seorang pengunjung wanita yang merasa sangat geram. Dan tanpa ampun ia pun langsung menyeret Sally untuk pergi meninggalkan Restoran ini.


"Pergilah yang jauh. Dan ingat jangan sampai berani kamu menginjakkan kaki Di Restoran mewah ini lagi, cepat pergilah!"bentak wanita itu yang kemudian menyiramkan segelas air yang tepat mengenai wajah Sally.


"Sia*an berani sekali kamu melakukan semua ini sama aku? Apa kamu tidak tahu siapa aku ini!"


"Sekarang kamu lihat kan mana yang lebih pintar. Dan mana yang terlihat bodoh, aku akui kalau kamu memanglah pintar Sally, tapi satu hal yang kamu lupakan kalau kamu itu bukanlah wanita yang cerdas, memang tadinya rencana kamu telah berhasil membuat mereka terhasut oleh perkataan kotor kamu itu, tapi kamu lupa disana masih ada orang baik dan tahu mana yang benar dan mana yang salah.

__ADS_1


Dan sekarang kamu lihat kan hasil dari perlakukan kamu ini?" sindir Putri yang terus menerus berjalan kearah Sally dengan menunjukkan raut wajah Putri yang terlihat marah.


"Sekarang kamu kasih tahu aku, punya hak apa kamu menuduh Papaku dengan sebutan seorang pembunuh? Punya hak apa anda bisa berkata seperti itu dihadapan mereka tadi, di dunia ini tidak ada seorang anak yang rela jika Papanya jadi bahan perbincangan yang bukan-bukan, apalagi sebutan yang kamu berikan itu sangatlah menyakiti hatimu, jadi cepat kamu katakan punya hak apa kamu?" tegas Putri.


"Jadi kamu tidak terima jika aku sebut Papa kamu dengan sebutan itu, jadi kamu tidak terima jika aku sebut Papa kamu dengan sebutan seorang pembunuh?" tantang Sally.


"Lancang sekali kamu berkata seperti itu lagi?" tegas Putri yang langsung mencengkram lengan tangan Sally dengan sangat erat, yang akhirnya membuat Sally pun merasa kesakitan.


"Lepasin tanganku!"bentak Sally yang berusaha inggin melepaskannya, tapi semakin Sally memberontak semakin erat juga Putri mencengkeramnya.


"Jadi kamu inggin tahu kenapa aku menyebut Papa kamu dengan sebutan seorang pembunuh, apa kamu belum percaya? Apa aku memang harus menceritakannya dari awal agar kamu percaya jika Papa kebanggaan kamu itu adalah seorang pembunuh. Apa aku memang harus menceritakannya?" tegas Sally.


17 tahun yang dimana hari itu yang terjatuh pada tanggal 3 FEBRUARI .... dimana pada hari itu adalah hari tepat dimana aku dilahirkan kedunia ini, impian terbesar seorang anak adalah hanya inggin jika hidupnya dipenuhi dengan candaan dan kebersamaan bersama kedua orang tuanya.


Tapi semua itu tidaklah berarti bagiku lantaran pada hari kelahiranku, hari ini juga menjadi hari yang paling menyedihkan bagiku lantaran tepat setelah Mamaku melahirkan aku..Mama pergi meninggalkan aku untuk selama-lamanya?"


"Apa?" ucap Putri yang langsung melepas cengkeramannya.


"Iya, dan kamu tahu! Apa kamu tahu siapa orang yang sudah membuat Mamaku meninggalkan aku. Orang yang sudah membuat Mamaku meninggal itu adalah Papa kamu, karena Papa kamu dengan egoisnya pergi meninggalkan Papa dan Mama yang pada saat itu sedang kesusahan butuh pertolongan lantaran mobil yang dikendarai Papa menggalami mogok sedangkan Mamaku menggalami kontraksi hebat dan harus segera dilarikan kerumah sakit, tapi apa yang dilakukan Papa kamu? Papa kamu bukannya membantu dia malah hanya memberikan beberapa lembar uang saja tanpa mau menolongnya dan tanpa mau membawanya kerumah sakit, apa Papa kamu pikir nyawa Mama bisa dibeli dengan hanya beberapa lembar uang saja? Tidak! dan akibat telat dilarikan ke Rumah sakit nyawa Mamaku tidak bisa diselamatkan. Semua itu gara-gara Papa kamu! Papa kamu!"gertak Sally yang langsung mendorong Putri hingga terjatuh.

__ADS_1


"Tidak! Itu tidak mungkin Papaku bukan orang yang seperti itu, itu pasti tidaklah mungkin, itu tidak mungkin!"ucap Putri yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini yang akhirnya dia pun berlari meninggalkan Sally.


BERSAMBUNG...


__ADS_2