
"Den jangan main-main kesana nanti terpeleset,"ucap Bibik Rosa pada Rasya kecil yang mainnya dekat dengan anak tangga.
Dan pandangan Bibik yang tadinya fokus pada Rasya, pandangannya pun seketika teralihkan setelah ia berniat inggin menggambil sesuatu. Sedangkan Rasya yang perlahan-lahan mulai menaiki anak tangga dan tepat diatas injakan ke 9, tubuh Rasya pun oleng yang membuatnya jatuh terguling yang mengakibatkan keningnya yang terluka. Rasya yang seketika menangis histeris dengan kening yang berdarah Bibik yang mendengar teriakan Rasya bergegas ia pun berlari.
"Den Rasya?"teriak Bibik yang langsung memeluk Rasya dan bergegas ia berniat inggin membawanya ke Rumah sakit akan tetapi sesampainya di jalanan, tak ada satu pun kendaraan yang lewat mau pun berhenti, hingga kemudian pandangannya pun teralihkan dengan adanya Mobil merah yang tepat melintasi jalanan ini.
Melihat ada seseorang yang membutuhkan bantuannya, seseorang itu pun dengan segera langsung menepikan Mobilnya menghampiri seseorang dengan mengendong anak kecil itu.
"Astaga Bik apa yang terjadi pada anak ini? Cepat masukkan kedalam Mobil saya kebetulan saya juga akan ke Rumah sakit sekarang,"perintah Putri yang kemudian Bibik Rosa pun segera masuk dengan mengendong Rasya.
"Baik Dok,"balas Bibik kemudian.
Dan tak menunggu waktu lama akhirnya Putri pun sampai juga di Rumah sakit. Hospitality record, tak menunggu ia pun langsung menggendong Rasya sembari berlari yang kemudian ia memasukannya keruang rawat. Dan lima beberapa menit kemudian setelah ia memeriksanya.
"Dokter gimana keadaan anak majikan saya, dia gak kenapa-kenapa kan Dok?"tanya Bibik Rosa dengan wajah yang terlihat sangat takut dan cemas.
"Anak ini hanya menggalami luka ringan. Dan benturannya juga tidak terlalu parah jadi dia bisa dibawa pulang langsung nanti, jadi Bibik jangan cemas lagi ya, tenanglah,"ucap Putri sembari mencoba menenangkan Bibik.
"Baik Dok kalau gitu,"balas Bibik.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu apa yang terjadi pada anak ini kenapa dia bisa sampai terluka seperti ini?"tanya Putri yang kemudian Bibik pun membalasnya.
"Ini semua kesalahan saya. Karena pada saat itu Rumah hanya ada saya dan aden dan pada saat itu saya sedang sibuk membersihkan Rumah dan saya lalai karena tidak menjaga den Rasya dengan baik yang akhirnya ia jatuh dari tangga,"balas Bibik dengan wajah yang terlihat sangat menyesal. Dengan menegang pundak Bibik, Putri pun mencoba menenangkannya kembali.
"Bibik jangan berkata seperti itu, semua ini terjadi karena takdir dan sudah rencana dari Tuhan. Jadi Bibik tidak bisa menyalahkan diri Bibik seperti ini."
"Iya Dok, makasih ya?"balas bibik yang kemudian ia pun bisa tersenyum kembali. Melihat anak itu yang sudah tersadar dan melihatnya, Putri lantas langsung menghampirinya.
"Hay nama kamu siapa?"tanya Putri sambil mengelus-elus rambut Rasya.
"Tante ini sangat cantik dan sangat baik?"balas Rasya yang akhirnya membuat Putri pun tersenyum.
"Namaku Rasya Tante?"balas Rasya lagi.
"Nama yang tampan seperti nama pemiliknya. Oh iya dimana Papa kamu sekarang?"
"Papa sekarang lagi kerja sedangkan Mama, dia tidak perduli dengan Rasya, Mama tidak sayang sama Rasya?"balas Rasya yang terlihat sangat sedih dan menundukkan kepalanya kebawah. Putri yang melihatnya ia lantas langsung memeluknya.
"Sayang kamu jangan berkata seperti itu, yang namanya seorang Mama pasti akan sangat menyayangi Putranya begitu juga Mama kamu. mungkin Mama kamu itu sedang sibuk dan banyak kerjaan diluar sana, makanya dia jarang sekali memperhatikan kamu. Jika kamu berkata seperti ini didepannya, Mama kamu akan sangat sedih jadi kamu jangan berkata seperti itu lagi ya?"ucap Putri dengan membelai ujung rambut Rasya.
__ADS_1
"Iya Tante baik, Rasya tidak akan berkata seperti ini lagi,"balas Rasya dengan menunjukkan senyumnya.
"Ya sudah kamu tunggu disini dulu nanti Suster baik ini akan menemanimu.Dan Bibik juga akan menjagamu, jadi kamu jangan pergi kemana-mana ya?" perintah Putri.
"Iya Tante baik."
"Sus, jaga anak ini dulu ya. Aku masih ada tugas untuk memeriksa pasien yang lain, jika nanti orang tua anak ini akan datang kesini dan bilang saja kalau Putra mereka baik-baik saja ya?"perintah Putri.
"Iya Dokter,"balas Suster.
"Ya sudah saya tinggal dulu?" ucap Putri lagi.
"Baik Dok, sekali lagi terimakasih ya?"
"Iya Bik sama-sama," ucap Bibik yang kemudian Putri pun pergi meninggalkan ruangan ini.
"Bik, Dokter tadi sangat baik ya?"tanya Rasya dengan memeluk Bibik.
"Iya Den, dia sangat baik?"balas Bibik dengan membalas pelukannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.