PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
17 " Memutuskan untuk pindah "


__ADS_3

"Ada apa dengan Rico kenapa dia terlihat aneh gitu setelah aku berkata seperti itu, apa ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan?" batin Putri yang merasa terheran setelah melihat Rico yang tiba-tiba pergi.


Putri yang sedang berjalan menuju kedalam kelasnya, dalam perjalanannya langkah Putri tiba-tiba terhenti setelah dia lewat dihadapan ruangan kepala sekolah. Dan mengingat rencananya yang berniat ingin keluar dari SMA ini.


Punya pikiran jika Putri inggin keluar dari SMA KASUARI ini, apa Putri beneran akan melakukannya.


"Tunggu Putri? Akan lebih baik jika kamu menerima pendapat dulu dari Mama dan juga Papa kamu, jadi lebih baik aku telfon mereka dulu sekarang!"ucap Putri yang kemudian dia pun pergi ke-toilet untuk menelfon Mama ataupun Papanya.


Karena jam pelajaran yang belum mulai, Putri pun putuskan untuk menelfon mereka, tapi ternyata setelah Putri meneleponnya tak ada satupun dari mereka yang mengangkat telfon dari Putri.


Karena Mama dan juga Papanya Putri yang sedang sibuk dengan urusan Pribadi, jadi mereka sangat sulit untuk menerima telfon dari Putrinya sekaligus.


"Yahh seperti inilah jika mereka sangking sibuknya. Bahkan Putrinya sendiri yang meneleponnya saja tidak sampai bisa mengangkatnya, sudahlah lupakan saja!" ucap Putri yang kemudian dia pun menutup telfonnya dan memasukkan ponselnya kedalam tasnya yang kemudian dia pun kembali kedalam kelasnya.


15 KEMUDIAN.


Jam pelajaran pun akhirnya dimulai, para pelajar yang sudah pada berkumpul didalam kelas telah menyiapkan diri untuk kedatangan sang guru.


Dan tak berapa lama kemudian Guru pun datang. Dan dengan segera Guru BK pun menyuruh mereka semua untuk menggeluarkan tugas yang telah diberikan pada waktu yang lalu.


Putri yang tadinya hanya fokus pada buku yang ada pada genggamannya, seketika pandangan dan juga fokusnya pun tiba-tiba teralihkan setelah sesaat dia melihat kearah kanannya dimana tempat duduk yang diduduki Rico yang ternyata masih kosong.


Merasa bingung Putri pun lantas bergumam


"Kemana Rico berada? Bukannya tadi dia sudah masuk, apa setelah dia pergi tadi, dia tidak kembali lagi?" gumamnya yang merasa terheran.


Ternyata setelah Rico yang tiba-tiba pergi dari SMA KASUARI tadi. Diam-diam dia ternyata telah mengunjungi makam Rina, dengan perasaan seperti penyesalan dan juga kesedihan yang sangat dalam-lah yang akhirnya membuatnya bisa kembali mengunjungi makam ini.

__ADS_1


Setelah melihat batu nisan berwarna putih. Dan bertulisan nama Rina Puspita seketika membuat tangisan Rico pun pecah, air mata yang seketika membanjiri dari sudut mata Rico yang akhirnya membuatnya pun berlutut tepat disamping makam Rina.


Sambil mengatakan penyesalannya yang menganggap jika dia belum pantas jadi kakak kandungnya Rina setelah Rico mengingat seperti apa perlakukan Rico kepada Adik kandungnya itu. Sambil menangis dia pun mengatakan.


"Maafkan Kakak Rin! Maafkan Kakak! Yang dikatakan Putri memang benar, kakak-lah orang yang sangat jahat yang sudah membuat dirimu menderita seperti ini. Maafkan Kakak!"


Maafkan Kakak jika selama ini kakak belum bisa jadi Abang yang baik untuk Adiknya. Maafkan Abang jika abang sudah jahat karena tidak mau mengakui kamu sebagai Adik kandungku, maafkan kakak!"


Merasa sangat menyesal dengan apa yang pernah dia lakukan selama ini, Rico yang tiba-tiba mengingat kejadian pada masa yang lalu akhirnya telah menyadarkan semuanya. Jika bukan Putri-lah orang sudah membuat Adiknya terluka melainkan orang itu adalah dirinya sendiri.


SETAHUN YANG LALU.


"Kak Rico? Kakak bisa ajarkan aku kan? Aku kesusahan mengerjakan tugas halaman 35 ini, jadi kakak pasti bisa kan membantuku?" pinta Rina pada Rico yang sedari tadi hanya terdiam dan fokus pada benda yang dia genggamnya yaitu Game.


Merasa sangat terganggu dengan kehadiran Rina saat ini, membuat Rico yang secara langsung, langsung mengusir Rina dari hadapannya.


"Kakak! Tapi Rina lagi butuh bantuan kakak?" tanya Rina kembali.


"Kamu tuh ya, apa kamu sebodoh ini jadi orang, apa kamu tidak bisa mengerjakan tugas itu, sekarang aku minta kamu cepat pergi, jika kamu tidak inggin aku akan tambah marah sama kamu, cepat pergi!" bentak Rico yang akhirnya membuat Rina pun dengan pasrah meninggalkan Rico.


"Kenapa nasibku harus menderita seperti ini, aku punya keluarga tapi seperti tidak punya keluarga sama sekali. Bahkan aku yang hanya inggin meminta bantuan sedikit saja pada saudaraku, secara langsung dia malah menolaknya.


Dan aku juga memiliki orang tua tapi mereka sama sekali tidak perduli dengan kebahagiaanku. Dan untuk apa aku harus hidup dengan cara seperti ini, dengan cara orang-orang yang sama sekali tidak mau menghargai-ku, apa mereka semua hanya menganggap-ku hanya sebatas sampah yang sangat tidak berguna.


Apa dengan kekurangan fisik yang aku miliki ini, orang-orang bersikap sangat berbeda padaku? Jika aku disuruh memilih aku juga tidak inggin hidup dengan cara seperti ini, aku sudah lelah menghadapi semua ini, aku sudah lelah!" batin Rina yang merasa sudah sangat putus asa.


FLASH BACK

__ADS_1


"Maafkan Kakak Rin! Maafkan kakak!" ucap Rico dengan rasa penyesalannya.


Setelah memikirkan secara matang-matang, akhirnya keputusan Putri sudah sangat bulat, jika dia memutuskan akan keluar dari SMA KASUARI ini.


Karena tidak mau menunggu lebih lama lagi, akhirnya dengan keberanian Putri, Putri pun dengan beraninya langsung bicara empat mata dengan pak kepala sekolah.


Bahkan Putri yang sudah ada didepan ruang kepsek atau ruang kepala sekolah, tanpa menunggu lagi dia pun langsung menggetok pintu tersebut


TOK...TOK...TOK.


"Assalamualaikum! Suara salam sekaligus ketokan Pintu yang akhirnya membuat kepala sekolah pun langsung menyuruhnya untuk masuk.


"Silahkan masuk!" jawab sang Kepsek.


"Maaf pak kalau saya menganggu waktu bapak?"


"Putri? Ada apa kenapa kamu datang kesini, apa ada sesuatu yang inggin kamu bicarakan pada saya, sampai-sampai dengan beraninya kamu langsung mendatangi saya?" tanya Kepsek yang kemudian membuat Putri semakin takut dan gemetaran.


"Gini pak saya?" ucap Putri yang kemudian membuat kedua tangannya pun semakin gemetaran, bahkan mulut serasa terkunci.


Pak Kepsek selain menjadi kepala sekolah di SMA KASUARI INI, dia juga salah satu teman terdekat Papanya Putri. Dan melihat Putri yang menggalami gemetaran akhirnya pak kepsek pun mengajaknya berbicara secara pribadi.


"Putri ada apa? Apa kamu inggin mengatakan sesuatu pada bapak? Apa kamu ada masalah? Ingat apa kamu lupa saya ini selain kepala sekolah kamu, saya juga teman dari Papa kamu, jadi jika kamu inggin mengatakan sesuatu katakanlah jangan ragu atau pun sungkan. Biar kamu lebih lega mendingan kamu panggil saya dengan sebutan om Taufik jika itu merasa kamu bisa lebih lega?"


"Tapi Pak?"tanya Putri.


"Sudah gak papa jadi katakanlah ada apa?"tanya balik Taufik.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2