PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
MULAI BERDEKATAN.


__ADS_3

kecelakaan yang dialami Putri tadi, Pak Anwar guru Sma Putri pun akhirnya mengijinkan Putri untuk pulang terlebih awal dan tidak menginginkannya untuk mengikuti pelajaran terlebih dulu, lantaran melihat kondisi Putri yang terlihat masih lemas.


"Memang Pak Anwar mengijinkan ku untuk pulang lebih awal, tapi melihat kondisiku yang masih agak lemas ini, bagaimana caranya aku untuk bisa sampai kerumah, untuk jalan aja susah gimana mau sampai kerumah? Kalau aku minta bantuan sama Nina dia kan pasti sedang mengikuti pelajaran sekarang jadi aku tidak mau mengganggunya?"gumam Putri yang merasa bingung dengan siapa dia bisa meminta bantuan, dalam keadaan bingung itu pun ada seseorang yang masuk keruangan UKS dan menawarkan sesuatu kepadanya.


"Tenang aja lagi, aku bakal membantu ku kok?" sahut seseorang itu yang tak lain ia adalah Gibran.


"Gibran, kamu?"tanya Putri dengan wajah terkejutnya setelah ia melihat siapa orang yang mendatanginya.


"Kamu? Kamu serius inggin membantuku?" tanya Putri lagi.


"Iya aku akan membantumu, Pak Anwar memintaku untuk mengantar kamu pulang, jadi ayo kita pulang sekarang!"pinta Gibran.


"Baiklah, alhamdulillah akhirnya ada bantuan juga?" ucap Putri dengan rasa syukur.


Setelah menerima tawaran ajakan Gibran, Putri yang dengan berhati-hati ia pun akhirnya menurunkan kedua kakinya untuk bisa sejajar dengan lantai. Akan tetapi karena kejadian tenggelamnya tadi kaki Putri yang menggalami kram, bahkan sampai sekarang rasa kram itu masih bisa ia rasakan, akibat kram itu kaki Putri pun rasanya lemas sekali untuk di gunakan bisa berjalan.


Gibran yang melihat cara jalan Putri yang sangat pelan seperti sedang menahan sakit ia yang merasa tidak tega pun lantas membantunya.


"Apa kamu tidak bisa berjalan lebih cepat sedikit?"tanya Gibran.


"Kayaknya memang tidak bisa ini?" balas Putri.


"Ya sudah kalau gitu!"balas Gibran yang kemudian ia pun berjongkok sembari menundukkan kepalanya kebawah,dan lagi-lagi ia pun menyuruh Putri untuk naik ke punggungnya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Putri yang merasa bingung.


"Sudah jangan banyak tanya, lebih baik sekarang kamu cepat naik ke punggungku?" perintah Gibran yang seketika membuat Putri pun terkejut.


"Apa?Jadi maksud kamu, kamu menyuruhku untuk naik ke punggung kamu?"


"Ya seperti itulah, ayolah cepat naiklah, aku juga tahu lagi kalau kamu itu jalannya susah, jadi biar lebih gampang lagi lo cepat naiklah?" Perintah Gibran dengan memaksa


"Tapi kalau ada orang yang melihat gimana?" balas Putri yang merasa agak ragu.


"Ya biarin lah kalau ada orang yang lihat kita, berarti itu bagus dong. karena orang itu penglihatannya masih bagus!"jawab Gibran dengan santainya.


"Tapi Gibran gue?"


"Ayo cepat jangan banyak berfikir yang aneh-aneh kenapa, cepat naik!"suruh Gibran lagi.


"Baiklah aku akan naik, maaf ya?"

__ADS_1


Baru aja Putri memegang kedua pundak Gibran untuk dia gunakan sebagai pegangan, Putri pun dibuat terkejut lantaran tiba-tiba ada orang yang langsung membuka pintu ruangan ini. Karena merasa sangat terkejut, Gibran yang tadinya berada didepan Putri, Putri pun tanpa sengaja menjadikan Gibran jadi korban, lantaran tanpa sengaja Putri yang dalam keadaan syok tadi, ia langsung mendorong punggung Gibran ke depan yang akhirnya sampai membuatnya terbentur tembok karena letaknya tak jauh dari hadapannya Gibran.


Duk..


"Ah!"rengek Gibran yang terkena apes, lantaran keningnya yang tanpa sengaja telah terbentuk sebuah benda keras berwarna putih tersebut.


"Astaga kalian?" ujar Verrel yang seketika terkejut.


"Verrel, kamu itu bisa gak kalau mau buka pintu itu ketok-ketok dulu, jangan asal masuk aja!"sentak Putri yang langsung menghampiri Gibran.


"Iya sorry-sorry gue ngaku lancang tadi!"balas Verrel.


"Lo gak papa kan Gibran, jidat lo gak penyok kan?" tanya Putri pada Gibran.


"Lo itu kalau mau dorong orang bilang dulu kenapa, ini jidat gue yang tadinya mulus jadi penyok gara-gara lo, ah..sakit lagi?" rengek Gibran yang sambil memegangi jidatnya itu.


"Iya maaf-maaf, gue gak sengaja maaf ya. sini biar aku pijitin pake rambutku agar itu tidak bengkak nanti?" balas Putri yang terlihat sedikit cemas. Tanpa berkata ia pun terduduk dan langsung memijat jidat Gibran menggunakan rambutnya itu.


Gibran yang sedari tadi hanya bisa merengek sakit, tiba-tiba ocehannya pun terhenti sesaat ia melihat gimana Putri yang terlihat begitu peduli kepada Gibran.


Bahkan Putri yang sekarang ini sedang memijat jidat Gibran dengan sangat lembut, lamunan Gibran pun seketika muncul. Lagi-lagi pandangannya pun hanya teralihkan dengan adanya sesosok wanita cantik yang tepat berada dihadapannya itu.


Putri yang sama sekali tidak menyadari jika dirinya sedang diperhatikan oleh seorang laki-laki tampan dihadapannya, fokusnya pun seketika memudar setelah Verrel yang tiba-tiba meledek Gibran lantaran melihat temannya itu yang terus menerus menatap kearah gadis yang berada didepannya .


"Apa maksudnya?" tanya Putri yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Verrel saat ini.


"Ya itu dia yang?"balas Verrel yang seketika mulutnya pun terbungkam oleh Gibran.


"Mulut lo itu memang perlu diperban ya?" balas Gibran yang langsung senyum kepada Putri.


"Jangan pikirkan apa yang dikatakan ini orang ya Putri, dia memang seperti ini orangnya kamu datang kesini kan hanya untuk mengantar tas Putri kan? Jadi sekarang mendingan sekarang lo pergi ya dari sini, berhubung gue ini teman yang baik, gue bakal antar lo untuk minggat dari tempat ini sekarang. Putri gue antar ini orang dulu ya?" Ijin Gibran yang sedari tadi membungkam mulut Verrel dan tidak membiarkannya untuk berkata apa-apapun.


"Lucu sekali ya mereka?" ucap Putri dengan menggelengkan kepalanya sembari melihat tingkah dua pria tersebut.


*****


"Kok cepat sekali kamu mengantarnya?" tanya Putri ketika melihat Gibran yang sudah kembali.


"Iya tadi gue sudah bawa dia ke emaknya, jadi jangan pedulikan itu ya, ya sudah cepat naiklah kalau kamu gak naik-naik kapan kita akan sampai kerumah lo?" kesal Gibran.


"Baiklah aku akan naik!"

__ADS_1


"Cieeee yang lagi gendong-gendongan?" ledek Verrel yang tiba-tiba muncul. Dan meledek Gibran lagi.


"Verrel lo ya, rasakan ini!"balas Gibran yang kemudian ia melempar sesuatu kearah Verrel, tapi tidak mengenainya.


"Cie...tidak kena?" ledek Verrel kembali.


"Sudahlah jangan pedulikan omongannya itu, anggap saja dia itu seseorang yang sering kamu lihat dijalan persimpangan lampu merah ya, ya rambutnya acak-acakan?" balas Gibran dengan wajah kesalnya.


"Baiklah aku tidak akan memperdulikannya?" balas Putri yang kemudian ia pun akhirnya naik ke punggung Gibran.


******


"Astaga serius badan Putri seberat ini?" batin Gibran yang seperti menahan sesuatu di punggungnya.


"Gibran lo kenapa tadi lo ngoceh-ngoceh terus tapi sekarang lo kok jadi pendiam sih, bensin lo abis ya?" ledek Putri sambil menahan tawa.


"Lo itu bisa-bisanya ya ngeledek gue dalam keadaan seperti ini, sekarang aku mau tanya sama lo, tapi lo harus jawab ya pertanyaanku ini dengan jujur?"


"Mmm baiklah aku akan jawab pertanyaan kamu, memangnya pertanyaan apa yang inggin kamu tanyakan ke aku?" tanya Putri dengan wajah agak bingung.


"Lo itu sebenarnya makannya apa sih kenapa badan lo bisa seberat ini. Lo itu manusia apa kuda nil kenapa berat banget, heran gue?"ucap Gibran yang akhirnya membuat Putri pun kesal.


"Oh...jadi ceritanya lo itu gak ikhlas gitu gendong gue, baiklah turunin gue aja sekarang, gue juga gak butuh bantuan dari lo, jika lo ngeluh seperti ini?" Balas Putri yang malah membuang muka ke Gibran.


"Ya elah baperan amat sih nih orang, baru dikatakan gitu aja udah ngambek, baiklah gue bakal turunin lo lagian kita juga udah sampai kali di mobil gue, jadi gak harus lagi gue capek-capek gendong, ini kan yang terakhir kalinya juga kali. ya sudah cepat masuklah!"perintah Gibran.


"Mmm baiklah!"tanpa berkata lagi Putri pun akhirnya dengan langsung ia pun masuk kedalam mobil Gibran.


"Yahh kenapa harus si Gibran juga sih yang harus nganterin Putri, jika seperti ini caranya bakal lebih susah nih untuk menyingkirkan dia?" gerutu Reza yang terlihat kesal ketika melihat pemandangan ini.


"Tapi jujur aja ya kenapa kok gue merasa Putri itu agak berbeda ya sekarang, kan yang sering aku lihat Putri itu bukannya wajahnya itu ada beberapa jerawat kan yang menempel diwajahnya. Belum lagi make-upnya juga, bahkan dari cara penampilannya juga dia terlihat norak, tapi yang bikin gue heran setelah dia tercebur ke kolam sana kenapa wajahnya terlihat lebih bersinar ya, bahkan jerawatnya juga seketika menghilang bak seperti ditelan bumi.


Apa mungkin jangan-jangan di kolam itu airnya itu keramat yang bisa membuat wajah yang terbilang biasa-biasa aja jadi berubah jadi luar biasa, dimana yang dulunya itu seperti LEM AJA LAH berubah menjadi cakep jadi LEE MIN HOO gimana masuk akal kan?"ucap David yang mulai ngelantur ngomongnya.


"Sudahlah terserah lo! Lo mau ngomong apa, gue hanya inggin bilang bodo amat! Bay!" balas Saga yang tanpa berkata lagi, ia pun akhirnya pergi,kemudian disusul oleh Reza .


"Iya yang dikatakan Saga memang benar, terserah lo mau ngomong apa kalau memang menurut lo itu air, air keramat lo langsung nyemplung aja ke kolam sono, dijamin besok wajah lo jadi berubah ganteng bak seperti Artis seperti Jungkook itu, jadi cepat nyemplung lo kesana?" balas Reza yang kemudian ia pun akhirnya pergi menyusul Saga.


"Kenapa sih mereka, apa yang gue katakan memang benar adanya kan?" Ucap David yang merasa bingung sendiri.


__ADS_1


BONUS FOTO SAGA. KARENA PENULISNYA BUTUH HIBURAN 😂😂😂.


BERSAMBUNG....


__ADS_2