PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
PUTRI TERSADAR


__ADS_3

Beberapa langkah ia berhasil menginjakkan kakinya memasuki ruangan ini, pandangan Gibran yang tadinya terlihat santai kini, ia pun hanya bisa terdiam setelah dirinya melihat sesosok wanita cantik yang dalam kondisi terbaring lemas diatas brankar Rumah sakit, dengan kondisi tidak berdaya beserta perban putih yang mengelilingi kepalanya


"Kenapa aku melihat kondisimu yang tidak berdaya seperti ini, kenapa rasanya hatiku seperti tercabik-cabik. Dan siapa orang yang tega melakukan semua ini sama kamu Putri?"batin Gibran yang hanya terdiam, sambil memandangi kondisi Putri yang memperihatinkan.


"Ma, gimana keadaan Putri apa dia tidak kunjung ada tanda-tanda akan kesadarannya?"tanya Papanya yang pada saat itu melihat Istrinya duduk disamping brankar Putrinya


"Belum ada apa-apa Pa, sedari tadi Mama disini menemaninya ia belum juga menunjukkan tanda akan kesadarannya. Balas Istrinya yang terlihat bersedih.


Dan tak lama kemudian Dokter pun datang.


" Dok, sekarang apa yang harus kita lakukan, sudah hampir satu hari Putri tidak sadarkan diri, apa kita harus tetap menunggu nya, apa tidak sekarang aja kita larikan dia ke Singapura sekarang. Karena saya sudah tidak bisa menunggu lagi sekarang!" ucap Papanya pada salah satu Dokter laki-laki


Mendengar ucapan Singapura, pandangan Gibran yang tadinya fokus melihat Putri, kini pandangan pun seketika teralihkan pada bapak-bapak yang berada disampingnya sesaat ia mendengar ucapannya tadi


"Tunggu. Singapura, jadi Putri akan dipindahkan ke Singapura?" batin Gibran yang menatap kearah Papanya Putri


"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan anda, kita siapkan surat pindahannya sekarang, dengan begitu kita akan terbangkan Putri anda sekarang juga!" balas Dokter kemudian


"Tidak, apa mereka tidak ada pilihan lain selain memindahkan nya ke Rumah sakit Singapura, apa hanya itu keputusan yang mereka ambil sekarang?" batin Gibran


*****


"Bik, maaf aku mau tanya apa benar Putri mau dipindahkan ke Singapura sekarang?" tanya Gibran pada Bibik minah


"Iya Non Putri memang akan dipindahkan kesana. Karena Dokter mengatakan jika dalam waktu dua hari non Putri tidak kunjung tersadar juga, maka Dokter menvonis kalau non Putri akan menggalami koma berkelanjutan, hanya pengobatan disana lah yang bisa menyembuhkan non Putri!"


"Apa orang taunya Putri sudah sepakat dengan semua ini?"


"Iya mereka sudah menyepakati keputusan yang mereka ambil sekarang.


"Apa bibik tahu, kapan Putri akan dilarikan ke Singapura?"

__ADS_1


"Kalau yang bibik tahu, ada kemungkinan kalau mereka akan melarikannya malam ini. Sekarang mereka dalam proses memesan tiketnya jadi menurut bibik, nanti malam mungkin mereka langsung akan menerbangkannya.


"Jadi itu artinya waktu bagiku untuk bisa bertemu dengan Putri hanya tinggal beberapa jam saja?"batin Gibran yang menjadi diam.


"Kenapa nak, apa kamu ada masalah?" tanya Bibik pada Gibran.


"Tidak, tidak kok bik aku baik-baik saja."


"Oh iya bibik masih ada urusan jadi bibik harus tinggal dulu, kamu gak masalah kan, kalau bibik tinggal duluan?" tanya Bibik


"Iya tidak apa-apa kok Bik, aku yang akan menjaga Putri jadi bibik tenang saja, jika bibik inggin pergi, pergilah tidak apa-apa.


"Baiklah kalau gitu nak, bibik permisi dulu ya nak?"


"Iya bik berhati-hatilah!"


"Baik nak.


"Mungkin, aku bukan teman yang baik untukmu, aku juga bukan orang yang spesial bagimu. Dan jika kesempatan ini adalah kesempatan terakhir bagiku untuk melihatmu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu wanita yang sangat baik dan juga kuat, jadi aku yakin kamu pasti bisa..kamu pasti bisa melewati semua rintangan ini, dan dengan pemberian gelang couple ini, aku inggin kamu tetap mengingatku walaupun aku tidak tahu apa aku masih bisa bertemu denganmu lagi suatu saat nanti.


Perlahan-lahan Gibran pun memasangkan gelang couple hitam itu pada pergelangan tangan kanan Putri.



Setelah ia memasangkannya ia pun berniat akan pergi dari ruangan ini, tanpa berkata maupun mengucapkan satu kata lagi, iya yang baru aja mau pergi langkah kaki Gibran pun tiba-tiba terhenti lantaran melihat jari kelingking tangan kanan Putri yang tiba-tiba bergerak.


Spontan Gibran yang melihat kejadian ini ia pun langsung memencet tombol darurat, dan tak menunggu lama Dokter pun datang.


"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Dokter yang seketika berlari kearah ruangan ini


"Ini Dok, Putri, jari kelingking nya bergerak, apa dia telah tersadar?"

__ADS_1


"Coba aku periksa dulu!"


"Baiklah, silahkan!"


"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Papanya Putri


"Iya ada apa yang terjadi pada Putri?" tanya Mamanya Putri


"Itu om, Putri jari kelingking nya bergerak?"


"Apa kamu serius?"


"Iya Om!"


"Ini benar-benar mukjizat, dia akhirnya bisa melewati masa kritisnya,"ucap Dokter yang seketika terkejut melihat Putri yang akhirnya membuka kedua kelopak matanya dengan secara perlahan-lahan


"Alhamdulilah,"ucap semua orang.


"Kamu...apa kamu bisa mendengar ku?" tanya Dokter pada Putri yang masih terlihat lemah


"Apa kamu tahu ini berapa?" tanya Dokter sambil menunjukan dua jarinya kearah Putri.


" Dua?" jawab Putri yang masih terlihat lemas.


"Syukurlah daya berfikir dan mengingatnya masih ada,"


"Sayang, akhirnya kamu sudah sadar juga Papa lega sekarang, kamu? Apa yang kamu rasakan sekarang ini, apa yang masih merasa sakit di bagian kepala?" ucap Papanya yang begitu tidak percaya, dan sangat khawatir.


"Anda siapa?" ucap Putri yang spontan membuat Papanya pun terkejut setelah melihat apa jawaban yang dilontarkan pada Putrinya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2