
Masih pantaskah aku mencintai seseorang jika pada kenyataanya seseorang itu sudahlah berkeluarga. Masih pantaskah aku menangisi seseorang jika pada kenyataanya seseorang itu sudahlah tidak memikirkan ku lagi. Tuhan apa yang sebenarnya terjadi pada Hamba selama lima tahun lamanya Hamba berusaha untuk bisa melupakannya kenapa sampai sekarang hamba belum juga bisa untuk melakukan kenangan itu.
Hamba tidak mau menjadi seorang Wanita pelakor yang berani mencintai Suami dari Wanita lain. Maafkan hamba Tuhan maafkan hamba jika hamba gagal karena sudah lancang mencintai Laki-laki yang sudah menjadi Suami wanita lain maafkan hamba.
Dalam sebuah ruangan yang bermotif Spiderman terdapat lah dua seseorang yang berada diatas ranjang, dengan kehangatan pelukan yang diberikan seseorang itu, seorang anak yang telah terbaring diatas ranjang itu pun menjadi tenang berada didalam dekapan pelukan sang ayah.
"Papa?"ucap Rasya yang akhirnya Gibran pun menjawabnya.
"Iya sayang ada apa?"balas Gibran dengan memeluk Rasya di ranjangnya.
"Apa Papa tahu tadi ada Dokter cantik dan baik yang sudah menolong Rasya dan mengobati Rasya,"ucap Rasya dengan memandang kearah Papanya.
"Rasya sayang kamu itu masih kecil, tahu apa kamu soal cantik, siapa yang mengajarimu?"ucap Gibran dengan mencubit hidung Putranya.
"Tapi Dokter tadi beneran sangat baik Pa, tapi kenapa pada saat Rasya akan pulang kenapa Dokter baik itu tidak menjenguk Rasya lagi.
"Dokter tadi dia pasti sangat sibuk makanya dia tidak sempat untuk menjenguk kamu sayang.
"Gitu ya Pa...?".
"Iya sayang."
"Oh iya Pa, dimana Mama? Kenapa Mama jam.segini tidak pulang-pulang dimana Mama Pa?"tanya Rasya yang terus-menerus bertanya pada Gibran.
"Sayang Mama kamu sudah besar, nanti dia juga akan pulang."
__ADS_1
Dyar....
Tiba-tiba suara pun terdengar keras dari ruang tamu, Gibran yang pada saat itu sedang menemani Rasya, ucapannya pun terhenti setelah Gibran mau pun Rasya yang mendengar suara keras yang terdengar dari luar ruangan ini.
"Suara keributan apa itu, sayang kamu tidur dulu ya nanti Papa temenin lagi, sekarang Papa mau lihat ada apa diluar jadi kamu disini aja dulu ya?"ucap Gibran yang kemudian Rasya pun menundukkan kepalanya.
"Ya Pa,"balas Rasya yang kemudian Gibran pun menyelimutkan sebuah selimut untuk Rasya.
"Ampun Nyonya...ampun..saya ngaku kalau saya salah maafkan saya...maafkan saya.
Plak
"Tamparan itu memang pantas buat seseorang yang tidak berguna seperti anda."
"Ampun Nyonya ...Ampun!"tangis Bibik yang pecah dan sesekali Revi pun memberikan tamparan pada sang Bibik.
"Iya aku sengaja menampar pembantu tidak berguna ini. Karena dia sudah pantas mendapatkannya. Karena dia sudah buat Putraku terluka dan masuk ke Rumah sakit, jadi dia sudah sepantasnya menerima semua itu, jadi cepat pergilah karena aku tidak mau melihat muka kamu lagi cepat pergilah!"perintah Revi dengan amarahnya yang keluar.
Plak...
Tak tahan lagi, Gibran pun akhirnya memberikan satu tamparan buat Revi. Dan tangan yang tadinya ia tahan, kini tangan itu pun melayang dan tepat mengenai pipi Revi.
"Gibran apa yang kamu lakukan, kamu kenapa menamparku. Apa salahku?"tegas Revi dengan memegang pipinya.
"Bisa-bisanya kamu masih bisa bertanya apa kesalahan kamu, jika kamu berani menampar Bibik Rosa kenapa aku tidak bisa menamparmu. Darimana aja kamu kesibukan apa yang kamu perbuat sampai-sampai kamu tidak tahu kalau Putramu masuk ke Rumah sakit, kesibukan apa yang kamu lakukan?"bentak Gibran yang spontan membuat Revi pun seketika terdiam. Dan tidak berani berkata sepatah kata lagi.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam. Apa kamu inggin mencari alasan yang tepat untuk membodohi ku, sebagai seorang Ibu harusnya kamu yang ada untuk menemani Rasya untuk bermain. Tapi apa yang kamu lakukan, kamu hanya bisa kelayapan terus pulang malam-malam. Dan disaat Rasya jatuh Sakit seperti ini kenapa kamu marah pada Bibik. Harusnya jika kamu inggin marah, marahlah pada diri kamu sendiri dan introspeksi diri kamu sendiri apa kamu sudahlah pantas Menjadi Seorang Ibu bukannya hanya bisa memarahi tanpa alasan yang jelas.
"Maaf Gibran aku tidak tahu kalau Rasya masuk ke Rumah sakit karena seharian aku tidak menyalakan Ponsel.
"Jadi itu alasan kamu, kamu buat membodohi-ku sekarang, gampang banget ya hidup kamu?"
"Mama..?"ucap Rasya yang hanya bisa terdiam melihat pertengkaran kedua orang tuanya.
"Sayang,"ucap Revi yang kemudian ia pun berlari menghampiri Rasya, akan tetapi Rasya malah mundur dan tidak mau mendapat pelukan dari Mamanya sendiri.
"Rasya kamu kenapa menghindari Mama, ini Mama sayang, ini Mama?"
"Papa..Rasya tidak mau dipeluk sama Mama. Mama jahat Mama tidak sayang sama Rasya jadi bawa Rasya masuk Pa...bawa Rasya masuk?"perintah Rasya yang kemudian ia lun menghampiri Gibran, dengan segera Gibran pun langsung mengangkat dan menggendongnya.
"Baik sayang, Papa akan bawa kamu masuk.
"Sayang ini Mama..Mama yang melahirkan kamu, kenapa kamu tidak mau minta peluk sama Mama. Ada apa sayang?"
"Mama tidak sayang sama Rasya,yang Mama sayangi hanyalah diri Mama sendiri. Papa bawa masuk Rasya Pa."
"Iya sayang Papa akan membawamu masuk, sekarang kamu lihat kan Putramu sendiri aja sudah mulai bosan kepadamu, jadi sama halnya denganku aku juga bisa bosan karena harus hidup bersama Wanita sepertimu. Bukan aku yang tidak bisa mencintaimu dengan mudah Rev, tapi kamu sendirilah orang yang membuatku jadi sulit untuk mencintaimu. Dan aku pertegaskan sekali lagi ke kamu, berubah lah jika kamu inggin agar aku bisa mencintai kamu. Dan berubah lah agar aku tidak sampai tergoda akan Wanita lain. Karena jujur di dunia ini masih banyak Wanita yang lebih baik darimu, jadi itu yang hanya inggin aku pertegaskan ke kamu cepat berubah lah!"
Pergi dari pandangan Istrinya dengan perasaan kecewa, Revi yang mendengar akan curhatan yang diberikan suaminya sendiri dirinya nampak tak memikirkannya dengan serius. Dan lebih memilih untuk pergi dengan jalan yang dia pilih sendiri.
"Kamu bisa menasehati -ku seperti itu, tapi tidak dengan hatiku Gib, aku bisa saja berubah tapi setelah aku pikir untuk apa aku berubah jika pada kenyataannya hatimu masih tersusun akan cinta pertama kamu, jadi maaf aku tidak bisa mengabulkannya,"ucapnya segera ia pun pergi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.