
Menepis tangan Bimo yang terus saja menariknya dengan kasar, Putri yang tak tahan lagi dirinya akhirnya mengatakan sesuatu yang spontan membuat Bimo terdiam.
"Benar yang dikatakan Gibran apa mau kamu? Apa kamu tidak bisa berfikir secara jernih sampai-sampai mempermalukan aku seperti ini?"
"Ada apa? Kenapa kamu malah ikut-ikutan ucapan yang dikatakan tuan Gibran memangnya disini siapa kekasih kamu?"
"Bukan soal siapa kekasihku tapi aku hanya ingin tau apa maksud kamu jadi secepat ini berubah! Baru kemaren kamu menunjuk perilaku baik dan pengertian kamu kepadaku tapi kenapa sekarang kamu tiba-tiba langsung berubah ada apa yang membuatmu berubah seperti ini apa?"
"Kamu ingin tanya kenapa aku berubah? Harusnya aku yang tanya apa yang membuat kamu berani membohongiku dengan mengatakan jika Revan kekasih kamu? Kenapa kamu tidak jujur jika aslinya mantan kekasih seseorang yang sangat kamu cintai adalah Tuan Gibran kenapa kamu membohongiku dan apa alasannya? Bahkan foto c1um4n kalian apa kamu bisa menjelaskannya?"bentak Bimo dengan menunjuk foto tersebut.
"Foto itu? Kamu dapat darimana dan siapa yang menunjukkan padamu? Dan soal Gibran siapa yang memberitahumu jika Gibran lah mantanku?"
"Tidak penting aku tau siapa dan dari siapa aku mengetahui kebenaran ini termasuk foto c1um4n panas kalian. Aku hanya takut aja apa kebohongan kamu ini, kamu mencoba memanfaatkan ku agar kamu bisa dekat lagi dengannya termasuk berani menjadi calon pelakor dalam merusak hubungan rumah tangga teman kamu sendiri?"
"Aku tidak tau apa maksud kamu berkata seperti ini? Aku tau dia memang mantanku tapi untuk berfikir sampai ingin menjadi pelakor itu bukanlah tujuanku kamu salah paham Bim kamu salah paham! Bahkan c1um4n ini? Semua ini terjadi karena Gibran mabuk hanya itu tidak lebih?"
"Jika aku memang salah paham apa buktinya? Dan jika Gibran mabuk bukankah pada saat kejadian kalian memang mabuk bersama ataukah malam itu kalian juga melakukan hubungan lebih dari ini? Sudahlah aku ingin menemui teman-temanku lagi pergilah terserah kamu mau kemana!"
Menjauh dari tempat Putri berdiri bersamaan dengan air matanya yang ikut berjatuhan dari kedua sudut matanya. Putri yang tidak tau lagi dirinya akhirnya pergi ke-suatu tempat entah kemana, berusaha untuk menjelaskannya ia sadar untuk menjelaskan semuanya tidak semudah hanya berucap.
__ADS_1
Terduduk menangis disalah satu taman, air mata Putri tak henti-hentinya terhenti ia terus saja menangis hingga seseorang datang dan memberikan sapu tangan untuknya.
"Gibran kamu?"
"Bukan saatnya untuk menangis ambilah!"pinta Gibran berlalu Putri menerima sapu tangan itu.
"Kenapa kamu kesini? Jika Bimo akan melihat dia malah akan semakin salah paham pergilah!"
"Aku sengaja membuntuti kamu karena aku tahu kamu membutuhkan seseorang untuk curhat! Aku tidak perduli jika dia akan salah paham lagi karena melihat kamu berpakaian seperti ini pasti banyak orang yang akan bertindak jahat sama kamu, jadi jika kamu membutuhkan teman untuk curhat aku bersedia untuk menjadi teman curhat kamu.
"Aku tidak membutuhkan kamu Gib, jadi pergilah aku mau sendiri jadi pergilah dari hadapan ku sekarang!"
"Luka. Setiap luka pasti akan ada obatnya begitu juga dengan luka hati yang kamu rasakan saat ini. Janganlah menangis, janganlah menangis hanya untuk laki-laki macam seperti dia, sadarlah hidup di dunia hanya menghitung waktu. Bahkan kapan aja kita bisa pergi jadi lupakanlah luka ini! Maafkan aku jika gara-gara aku, kamu yang harus menerima kesalahpahaman ini maafkan aku!"
"Menangis lah! Menangis lah jika itu akan membuatmu merasa lega. Air tidak akan bisa tersembunyi jika pada dasarnya hujan sudah ditakdirkan untuk turun membasahi semua tanah yang ada dimuka bumi ini. Sama halnya dengan hatimu, janganlah kamu berusaha menyembunyikannya jika pada akhirnya rasa sakit itu akan berbalik menyerang hatimu dan membuatmu tambah semakin terluka, jadi menangis lah? Menangis lah jika itu akan membuatmu merasa sangat lega menangis lah!"
Mendengar ucapan yang dilontarkannya membuat air mata yang tadinya ditahan Putri dengan susah payah akhirnya bisa jatuh membasahi kedua pipinya.
Buliran demi buliran akhirnya mulai terjatuh hingga tidak terhitung berapa banyak buliran air mata yang berhasil terlepas dari persembunyiannya.
__ADS_1
Sedangkan seorang laki-laki yang berada disampingnya telah menjadi saksi atas apa yang telah ia rasakan saat ini. Melihatnya menangis tanpa henti ia hanya bersikap tenang dan terdiam dan sesekali pandangannya pun menatapnya. Akan tetapi sama belumlah terlihat jika air mata itu akan lah surut dari mata Wanita yang berada disampingnya saat ini.
"Sekarang aku sadar jika aku selama ini aku masih sangat mencintainya, tapi aku juga sadar jika cinta ini telah kadaluarsa yang tidak mungkin untuk bisa disatukan kembali,"batin Gibran yang dengan diam-diam telah memperhatikan Putri yang terus saja menangis, secara bersamaan air mata itu pun jatuh dari kedua sudut matanya.
Memang sifat seseorang belum tentu dipastikan walaupun dari raut wajah terlihat bahagia tanpa beban sama sekali. Karena yang ia tunjukkan hanyalah sebuah senyuman kebohongan agar ia mampu bisa menyembunyikan perasaan sedih sekaligus kekecewaan yang menyelip didalam lubuk hatinya yang paling dalam.
Walaupun kebanyakan orang mengira kita adalah orang yang kuat, tangguh dan tahan akan pukulan maupun kehancuran. Akan tetapi orang tidak pernah tahu dibalik kokohnya tembok berdiri, disitulah terdapat lah luka yang sangat dalam yang telah aku rasakan selama ini.
Jika aku mengira dia adalah jodohku aku rasa semua itu hanyalah mimpi yang tidak mungkin akan bisa tercapai. Karena perasaan yang aku miliki ini, aku rasa hanya akan menjadi perasaan yang belum tentu akan terbalaskan, belum juga adanya halangan akan hubungan masing-masing ini aku rasa ia hanya akan jadi bayang-bayang ku saja, tapi biarpun begitu aku tetap bersyukur karena aku pernah merasakan dimana rasanya jatuh cinta pada Wanita yang berada di sampingku ini walaupun kini aku tidak akan mungkin lagi memilikimu aku janji semampu aku, aku akan berusaha untuk tetap menjaga hatiku ini aku janji!"
"Apa kamu sudah selesai nangisnya?"timpal seseorang yang tiba-tiba datang diantara keduanya.
"Bimo, kamu?"ucap Gibran yang hendak akan bicara, sadar dirinya tak harus ikut campur urusan mereka, dirinya lebih memilih pergi ketimbang harus mencari masalah baru lagi.
"Kenapa kamu kemari?"tanya Putri tanya lirikan matanya memandang Bimo.
"Aku tau aku salah! Tapi tujuanku kemari aku ingin mengajakmu bergabung bersama yang lain ayo ikut aku!"ajaknya yang langsung mengandeng tangan Putri, Putri yang berniat ingin menolaknya, Bimo lagi-lagi memberikan tatapan seriusnya yang akhirnya mau tidak mau Putri pun menurutinya.Keduanya lantas duduk disalah satu kursi.
"Aku akan mengambilkan kamu minum tunggulah disini, jangan pergi!"
__ADS_1
"Baiklah!"
BERSAMBUNG.