PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
UNGKAPAN HATI GIBRAN.


__ADS_3

"Ternyata calon istriku ini sangatlah pintar dan hebat ya?"ucap Reza tiba-tiba merangkul pundak Putri dari belakang.


"Apa sih, lepasin gak, lo gak lihat apa? Aku ini sedang marah sekarang jadi jangan bikin gue tambah marah apa Lo paham?"bentak Putri yang langsung melepaskan tangan Reza dari pundaknya.


"Ciee yang lagi marah?"goda Reza sambil tersenyum.


"Bodoh!"balas Putri karena merasa kesal.


"Sudahlah terserah kamu mau bilang apa, tapi yang pasti melihat lo jutek kaya gini gue tambah semakin suka lagi sama lo. Karena jujur saja lo itu lebih cantik seperti ini, biar jutek-jutek lo gemesin lagi."


Setelah berkata seperti itu, Reza pun mencubit kedua pipi Putri karena sangking gemasnya. Setelah mencubitnya ia pun bergegas kabur dan pergi meninggalkan Putri.


"Astaga itu orang menyebalkan banget sih!"ujar Putri yang tambah merasa kesal akibat ulah Reza barusan.


"Hey!"ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba datang dari arah belakang Putri


Karena terkejut Putri pun lantas membalikkan badannya, dan melihat siapa orang itu dan ternyata orang itu yang tak lain adalah Verrel.


"Verrel?"balas Putri terkejut


"Iya ini aku Verrel rupanya kamu masih ingat ya sama aku, btw sekarang kan udah waktunya untuk pulang Sekolah apa kamu tidak keberatan jika kita pulang bareng?"ajak Verrel.


"A..aku, masih ada urusan jadi kalau mau pulang bareng maaf! Lain waktu aja ya, permisi!" balas Putri yang tanpa berkata lagi, ia pun langsung pergi meninggalkan Verrel.


"Lah dicuekin,"ucap Verrel yang terlihat sedih.


"Huu untung saja aku bisa menghindari Verrel tadi,"ucap Putri yang langsung bisa bernafas lega.


"Ayo lo ikut aku!"ajak seorang laki-laki yang tiba-tiba langsung menarik tangan Putri dan mau membawanya untuk pergi ke suatu tempat. Orang itu yang tak lain adalah Gibran.


"Kamu? Apa maksud kamu?"tanya Putri yang masih agak bingung.

__ADS_1


"Jangan banyak bertanya lagi, aku kan udah bilang tadi ayo ikut aku!"ajak Gibran yang langsung menarik tangan Putri.


"Kamu mau bawa aku kemana?"tanya Putri tapi Gibran sama sekali tidak menjawabnya.


"Ditanya bukannya menjawab malah tegang gitu?" kesal Putri.


"Sudahlah lo gak perlu takut, lo nanti juga akan tahu kemana aku akan membawamu pergi!"


****


Sesampainya mereka, ternyata Gibran membawa Putri masuk kedalam UKS lantaran Gibran yang melihat lutut Putri yang terluka akibat kecelakaan yang dia alami tadi.


"Kenapa kamu bawa aku ke UKS apa kamu sedang terluka?"tanya Putri yang menunjukkan tatapan serius.


"Iya aku sekarang memang sedang terluka, dan tidak akan ada Dokter yang bisa mengobati luka yang aku rasakan ini,"balas Gibran dengan menatap balik kearah Putri.


"Apa? Bahkan Dokter tidak bisa mengobati luka kamu? Memangnya luka yang kamu alami sangatlah serius?" tanya Putri yang memegang kening Gibran.


"Lo gak panas tapi apa yang apa nya yang sakit?" tanya Putri agak heran.


"Sudahlah jangan obati lukaku ini, aku tidak apa-apa kok. Tanpa diobati ini juga akan sembuh sendiri, kan aku hanya menggalami lecet sedikit saja jadi biarkanlah, aku ... aku ada urusan lain jadi aku harus pergi!"


Baru aja Putri mau pergi meninggalkan Gibran, seketika Gibran pun menarik tangan Putri dan menghalanginya untuk jangan pergi.


" Diam! Aku kan sudah bilang kalau aku akan mengobati luka kamu, kenapa kamu malah mencengkal nya? Luka seperti jika tidak segera diobati dengan langsung nanti akan jadi terinfeksi jadi sekarang kamu diam saja. Karena aku tidak masalah jika aku harus mengobatinya, jadi diam lah!"perintah Gibran.


"Baiklah aku akan diam sekarang!"jawab Putri.


Melihat apa yang dilakukan Gibran saat ini , membuat Putri pun bingung hingga tak tahu harus mengatakan apa. Bahkan dia merasa perlahan-lahan Gibran sudah menunjukkan jika dia sangatlah perduli pada dirinya walaupun pada kenyataannya Putri juga tahu kalau Gibran sudahlah jadi milik orang lain.


"Sampai kapan kamu akan bersikap sangat peduli padaku seperti ini? Karena jujur saja melihat tingkahmu yang seperti ini entah kenapa aku berfikir kalau kamu mencintaiku, tapi aku sadar lo kan udah punya pacar jadi mana mungkin kamu bisa mencintaiku jika pada kenyataannya lo sendiri sudah memiliki kekasih sekarang!.

__ADS_1


Batin Putri yang akhirnya hanya terdiam tanpa berkata apa-apapun lagi, hingga akhirnya Gibran yang menyadari jika Putri sedari tadi hanya diam ia pun lantas bertanya.


"Kenapa kamu jadi diam seperti ini?"tanya Gibran yang seketika membuat Putri pun terkejut.


"Ha!"balas Putri.


"Aku bertanya bukannya kamu malah bilang ha!"


"Kan tadi kamu bilang aku tidak boleh mengatakan apa-apa?"


"Astaga, ya gak gitu juga kali?"


"Oh iya lo kok sendirian mana Revi?"


"Dia lagi nolongin Selly sama temannya makanya aku sendiri sekarang!"


"Mmm baiklah!"


"Mungkin bagiku perkataan yang inggin aku katakan sudahlah terlambat, tapi semakin lama aku memendam perasaan ini, perasaan ini tambah semakin menyiksaku?"


"Maksud kamu apa?"


"Aku bakal jujur kalau sebenarnya setiap kali kita bertemu aku tidak tahu perasaan apa yang aku rasakan ini, setelah aku sadar aku baru paham dan mengerti kalau aku sebenarnya sudah mulai mencintai kamu. Dan aku tidak tahu kapan dan sejak kapan perasaan ini mulai muncul dalam hatiku ini tapi itulah kenyataan yang sebenarnya?"


"Apa?Ja..jadi kamu?"


Balas Putri yang inggin mengatakan sesuatu tapi Gibran menghalanginya, dengan memotong pembicaraannya.


"Sudahlah kamu gak perlu mengatakan apa-apa aku tahu dengan jawaban yang inggin kamu katakan sekarang, sekarang aku sudah selesai mengobati luka kamu, jadi sudah tidak alasan buatku tetap berada disini jadi sekarang aku harus pergi. Karena aku juga tidak mau kalau Revi akan salah faham dengan semua ini, akan menyalahkan kamu nanti, permisi!"


Ucap Gibran yang perlahan-lahan tubuhnya pun menghilang dari pandangan Putri. Setelah Gibran yang memutuskan untuk pergi, mendengar sendiri ungkapan perasaan yang dirasakan Gibran saat ini membuat Putri hanya bisa terdiam tanpa mengatakan apa-apa.

__ADS_1


"Jadi Gibran beneran mencintaiku?"ucap Putri bertanya pada dirinya sendiri.


BERSAMBUNG.


__ADS_2