PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
APA YANG DIPIKIRKAN OLEH PUTRI.


__ADS_3

Sudah hampir 10 menit lamanya mereka bertatapan dan memandangi satu sama lain, hingga akhirnya lamunan mereka telah tersadar juga lantaran ada seseorang yang meneriaki mereka karena menghentikan mobil mereka yang dalam keadaan belakang mereka masih ada beberapa pengendara yang mau lewat tapi terhalang oleh Mobil Gibran sendiri.


TIT...TIT...TIT...


Suara klakson Mobil pun terus-menerus berbunyi dengan sangat keras, lantaran ulah dari seseorang itu.


"Wey cepat jalankan mobil yang didepan, apa kalian mau kita gebukin satu RT?"teriak pengendara Mobil itu yang akhirnya membuat lamunan mereka pun pecah.


"Astaga aku sampai lupa, maaf-maaf aku akan menjalankannya sekarang, maaf!" balas Gibran yang tanpa menunggu lagi, ia pun langsung menginjak pedal mobilnya.


"Astaga apa yang barusan kita lakukan tadi, kita hampir saja kena marah sama orang itu?"ujar Putri.


"Bukan hanya kena marah, tapi pada kenyataanya kita memang sudah kena amarah mereka Putri?"balas Gibran.


"Lagian kamu sih ceroboh sekali, pake acara berhenti segala!"


"Ya maaf lagian aku juga tidak tahu kalau kita akan melamun kaya tadi, kan bukan hanya aku saja, kamu juga tadi ngapain ikut melamun juga?"tegas Gibran.


"Hmm sudahlah jangan bahas masalah itu lagi, btw apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Putri.


"Bertanya?Soal apa?"balas Gibran.


"Mmm soal perkataan kamu kemaren, yang dimana kamu mengatakan kalau kamu mencintaiku, apa perkataan yang kamu ucapkan itu benar-benar sungguhan?"tanya Putri yang kemudian membuat Gibran bertanya balik kepadanya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Mmm karena aku berfikir, jika kamu memang mencintaiku. Kenapa kamu bukannya memperjuangkan perasaan yang kamu miliki itu, tapi kenapa kamu malah jadian sama orang lain yaitu Revi, apa selain aku, kamu juga mencintai Revi?" tanya Putri dengan tegas"


Tanya Putri yang akhirnya membuat pandangan Gibran tertuju pada Putri. Melihat Gibran yang malah memperhatikannya ia malah menjadi malu sendiri dengan perkataannya yang barusan ia katakan tadi.


"Kamu kenapa malah menatapku seperti itu?" tanya Putri yang kemudian ia pun memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Sekarang aku tanya sama kamu? Apa kamu mencintaiku?"


Pertanyaan yang dilontarkan Gibran pada Putri, yang seketika membuat mulut Putri pun terdiam dan bingung mau menjawab apa.


"Aku...aku..


"Kamu bingung kan mau menjawab apa, aku jadian sama Revi bukan karena aku cinta ataupun tidak sama dia. Tapi aku jadian sama Revi. Karena sebuah perjodohan yang dilakukan kedua orang tua kita, memang sekarang aku belum bisa mencintainya, tapi kalau yang namanya perasaan kita kan tidak pernah tahu, bisa jadi suatu saat nanti aku bakal bisa cintainya karena hanya waktu yang bisa menjawabnya,"balas Gibran tapi tidak membuat Putri yakin, dengan apa yang dikatakan Gibran barusan.


"Kamu salah Gibran, bukan waktu yang membalasnya tapi hati kamu sendirilah yang bisa mengetahui kapan cinta dan perasaan itu akan muncul dari dalam hati kamu sendiri.


Semakin lama kamu memendam perasaan kamu untukku, semakin lama juga kamu akan bisa melupakanku. Dan semakin lama juga kamu gak akan pernah bisa mencintainya.


Karena cinta bukanlah barang yang bisa dibeli dengan harga yang mahal maupun dititipkan pada semudah nya orang. Karena cinta, cinta, kita tidak pernah tahu kapan dan dimana dia akan berlabuh pada hati seseorang.


Dan aku hanya inggin mengatakan, semakin lama kamu memikirkan ku, tambah semakin lama juga perasaan ini akan sangat sulit hilang dari dalam hati kamu. Dan aku tidak mau jika itu akan terjadi, karena itu hanya akan membuat kamu akan tambah penderita dan terluka jadi lupakanlah aku, karena hanya dengan cara itu kamu bisa melanjutkan hidup kamu nanti.


Ucap Putri yang berusaha untuk meyakinkan Gibran yang kemudian Gibran pun akhirnya angkat bicara.


"Dunia ini sangatlah singkat Putri, jika sekarang sore pasti akan dengan cepatnya berganti dengan pagi. Sama halnya dengan tahun dan hatiku, memang sekarang aku terjebak dalam perjodohan ini dan aku bakal kehilangan cinta pertamaku, tapi aku yakin jodoh tidak akan kemana, jika kita memang benar-benar berjodoh aku yakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan kembali dalam keadaan dan situasi yang berbeda. Karena hanya waktu yang menentukan.


"Baiklah aku tidak akan membahas soal itu lagi, tapi apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu lagi?" tanya Putri lagi.


"Kamu boleh bertanya, asal jangan yang aneh-aneh. Karena mungkin jika pertanyaanmu sangat aneh aku sendiri yang akan mengabaikan mu nanti?"


"Kamu tenang saja pertanyaanku ini tidak aneh kok, aku hanya inggin bertanya apa cita-cita kamu?"


"Tumben kamu kepo sama impian aku?"


"Jangan GR lagi, aku hanya penasaran aja lagi karena orang sepertimu pasti mungkin punya cita-cita terbesar bukan?"


"Baiklah cita-citaku ini ya sebenarnya terbilang masuk akal sih untuk bisa aku kabulkan. Karena melihat ketampananku yang sudah melewati batas, ibarat kata seperti membuat kopi yang tanpa gula jadi cukup meminumnya sambil melihatku aja pasti rasanya sudah sangat manis, karena sejujurnya aku kan sudah manis sejak sedari lahir bukan?"jawab Gibran dengan bangga.

__ADS_1


"Hmmm terserah kamu mau menjawab apa, jujur aku nyesel banget aku bertanya apa cita-citamu jika akhirnya jawaban kamu hanyalah itu!"kesal Putri yang kemudian ia pun memalingkan wajahnya.


"Tapi aku beneran tampan kan?"


"Tidak, siapa yang bilang kalau kamu itu tampan kamu itu nyebelin kali.


"Cieee ada yang kesal nih?"


"Istt dasar!"balas Putri dengan menunjukkan muka cemberut.


"Baiklah aku bakal katakan sama kamu?Apa impian aku, impian aku aku inggin menjadi orang sukses yang bisa membanggakan Mama dan Papa, dan impian aku itu aku inggin menjadi seorang Presdir muda yang dibanggakan para banyak wanita?"


" Gini nih orang yang sudah kebiasaan membaca Novel yang berbau-bau Ceo yang gini jadi kebablasan kaya gini?"


"Yahh kenapa kamu malah menertawakan ku, aku serius lagi?"


"Iya..iya..aku serius lagi Ceo,"jawab Putri yang tidak terhenti, setelah mendengar apa cita-cita Gibran barusan.


"Terus kamu? Apa impian terbesar kamu pasti kamu juga punya cita-cita kan?"


"Sebenarnya impian aku, aku inggin menjadi seorang Dokter bedah profesional yang bisa menyelamatkan nyawa banyak orang. Karena jujur saja setiap kali aku membayangkannya itu kayaknya akan sangat menyenangkan bukan? Kenapa kamu tidak menertawakan ku setelah aku menjawabnya?"


"Kenapa aku harus menertawakan mu kamu, jujur saja kamu itu gadis pemberani dan kuat jadi aku yakin impian kamu pasti akan tercapai!.


Dan tantangan menjadi seorang Dokter bedah, kamu juga sudah ahli dalam bidangnya seperti kamu berani melawan Selly itu bukannya hebat bukan.


Sebagai sabahat aku tidak bisa berbuat banyak, dan yang bisa aku lakukan aku doakan kamu semoga suatu saat ini impian kamu segera cepat tercapai!.


"Makasih atas doanya, aku juga akan mendukungmu kamu adalah anak dari seorang yang sudah ahli dalam perbisnisan, jadi aku rasa impian kamu itu juga akan lebih mudah untuk kamu capai. Karena aku yakin kalau suatu saat nanti kamulah orang yang akan jadi penerus generasi Papa kamu?"


"Thank ya atas doanya? Aku berharap aku juga bisa jadi seperti Papa, tapi entahlah aku aku bisa melakukan semua itu. Dan entah kenapa mendapat dukungan dari kamu sekarang, aku seperti mendapat semangat tersendiri dan semua itu karena kamu, jujur Papa dan Mama sebenarnya tidak inggin aku menjadi seorang Ceo, mereka inggin aku menjadi seorang militer tapi karena aku tidak mau, mau dimana lagi itu sudah jadi keputusanku?"

__ADS_1


Melihat dirinya yang tadi berkata jika orang tuanya sama sekali tidak memberi ijin pada Cita-cita Gibran yang inggin menjadi seorang Ceo, tiba-tiba Putri seketika jadi terdiam tanpa mengatakan apapun lagi setelah mendengar perkataan Gibran yang baru aja disampaikan oleh Gibran.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2