
Melihat tatapan Reza yang sangat yang sangat tajam dan terus menerus memperhatikannya membuat Putri tambah merasa semakin takut dan sedikit tegang dibuat olehnya.
Akan tetapi semua ketakutan yang dirasakan Putri saat ini, ternyata hanya bersikap sementara. setelah Putri tahu kemana Reza dan juga temannya akan membawanya pergi.
Bahkan rasa takut yang dia rasakan tadi seketika telah berubah, bahkan dengan beraninya Putri pun menatap balik melihat Reza dengan tatapan yang sangat tajam juga. Reza yang melihat gadis yang ada dihadapannya sudah tidak ada rasa takut lagi terhadap dirinya, dia pun lantas langsung membentaknya karena tidak terima dirinya diejek seperti ini.
"Apa yang kamu lakukan? Siapa yang menyuruhmu menatapku dengan tatapan seperti itu? Apa kamu tidak takut sama laki-laki yang ada dihadapan kamu ini?" bentak Reza tapi Putri sama sekali tidak menggubrisnya Malahan sebaliknya.
"Tidak! Aku tidak takut dengan anda, lagian anda kan juga manusia jadi ngapain juga aku harus takut dengan anda, aku hanya takut dengan Allah. Lagian anda kan juga kan bukan hantu jadi ngapain juga harus takut!" ucap Putri dengan sangat santai yang kemudian membuat mereka terkejut.
"Astaga!"ucap Reza dengan wajah geramnya dan rasanya inggin sekali mencabik-cabik.
"Udah-udah mas jangan marah-marah kenapa nanti cepat tua lo, tapi kalau di lihat-lihat mas se'marah in aku jadi ingat kembaran mas yang ada di kebun binatang sana yang juga suka marah-marah kalau ada orang yang sedang lewat dihadapannya.
Dan dia adalah Macan jadi kalau lihat mas suka marah-marah tidak jelas seperti ini lebih baik nama mas diganti dengan sebutan mas Macan saja itu lebih baik bukan?" ucap Putri dengan ceplas-ceplosnya.
"Kau?" Menatap tajam kearah Putri.
"Kenapa kalian malah jadi tertawa, apa ada yang lucu? Apa kalian juga menyamakan aku dengan si macan itu?" tanya Reza dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal.
"Baru kali ini ada cewek yang sama sekali tidak takut sama lo, bahkan lebih gampangnya lagi ini cewek berani banget sama lo Rez?" ucap Rendy dengan menahan tawa.
"Iya ... dihadapan nih cewek harga diri lo sama sekali gak ada harganya Rez?"ucap David.
" Ingat aku membawamu kesini hanya untuk mengintrogasi kamu, jadi mendingan sekarang lo cepat jawab jujur pertanyaan-ku ini. Apa benar kalau si Rico lah orang yang sudah menyuruhmu untuk jadi mata-mata disini, ayo jawab!" bentak Rico.
Melihat Reza yang menunjukkan wajah kesal dan amarahnya kepada Putri. Putri malah bersikap santai bahkan setelah ada seorang pelayan wanita yang mengantarkan beberapa makanan, pandangan Putri pun seketika hanya fokus pada hidangan tersebut.
"Hey apa kamu budek? Aku sedang berbicara dengan kamu apa kamu tidak sadar itu?" bentak Reza yang kemudian, dengan santainya Putri malah bertanya.
__ADS_1
"Mas apa aku boleh makan -makanan ini?" tanya Putri yang kemudian membuat Reza semakin tidak berdaya dibuatnya.
"Sabar Rez! Sabar! Iya lo boleh memakan semua makanan ini, bahkan kalau lo mau lo juga boleh makan tuh piringnya, tapi setelah itu lo harus jawab jujur pertanyaan-ku apa lo paham?"
"Iya,"jawab Putri hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi ini sebenarnya yang agak gesrek siapa sih. Dimana kalau yang namanya di interogasi pasti si tersangka akan dibuat sangat tertekan yang akhirnya tersangka akan mengakui kesalahannya dengan sendirinya, tapi ini apa? Apa lo yakin yang lo lakukan ini sebuah Interogasi Rez, ini bukannya INTRAKTIRGASI namanya. Karena lo malah membawanya ke kantin dan menyediakan makanan yang sangat banyak seperti ini?" ucap Rendy tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Reza, setelah Reza hanya fokus melihat gadis yang ada dihadapannya ini terbilang sangat rakus.
"Aku ngomong apa? Jawabnya apa? Nasib! Nasib punya temen kaya dia,"ucap David dengan pasrahnya.
Melihat Putri yang makannya super duper rakus, ketiga pria kampret itu pun dibuat tercengang akan kelakuannya."
"Astaga ini cewek cantik, sih cantik tapi kenapa rakus amat?" ucap Rendy yang tidak percaya.
"Udah berapa tahun mbak tidak pernah makan, rakus amat?" ucap David.
Karena sudah menghabiskan hampir 2 piring Putri pun sudah merasa sangat kenyang, tanpa sengaja Putri pun bersendawa yang akhirnya membuat ketiga laki-laki itu pun terkejut.
"Alhamdulillah kenyang juga."
"Dasar!"
"Ya terima kasih ya atas makanannya?" ucap Putri yang kemudian dia yang tiba-tiba akan pergi, Reza spontan langsung menarik tangannya Putri. Karena terkejut Putri yang hampir saja terjatuh pun seketika membuat Reza maupun Putri sama-sama tidak sengaja berpelukan.
"Aist apa yang kamu lakukan, modus banget sih kamu?" ucap Putri yang kemudian langsung melepaskan pelukannya.
"Ye siapa juga yang mau pelukan sama wanita rakus kaya lo, GR banget!"
"Dah jangan ribut kenapa."
__ADS_1
"Ya sudah aku mau pergi?"
"Eh tunggu? Lo mau kemana urusan kita belum selesai. Dan lo juga belum jawab pertanyaan-ku tadi, jadi mana mungkin lo bisa pergi gitu aja?"
"Astaga lagian apa yang mau aku jawab, aku kasih tahu ya, aku ini bukanlah mata-mata dari SMA kasuari. Dan aku juga bukan orang suruhan Rico jadi jika kamu mau menuduhku setidaknya kamu harus ada bukti, apa kamu paham?" ucap Putri yang kemudian dia pun menghempaskan tangan Reza yang mencegahnya.
"Hey ... Aku belum selesai ngomong!"
"Sudah-sudah Reza jangan dikejar, aku percaya kalau dia memang bukanlah mata-mata, dari cara bicara dan juga matanya saja sudah membuktikan jika dia tidak bohong, jadi jangan dikejar!"ucap David.
"Tapi dia?"
"Udahlah kita pergi saja, lagian ini kan udah waktunya untuk pulang jadi mendingan kita pulang aja sekarang?"pinta david.
"Baiklah kalau gitu?"
"""""""""" """"""""""" """""""""""""
Halaman SMA Cenderawasih."
"Gila itu orang berani sekali dia menuduhku kalau aku ini mata-mata disini. Dan punya bukti apa dia bisa menuduhku seperti itu?" kesal Putri.
"Iya sekarang udah waktunya untuk pulang, terus aku harus pulang pake apa sekarang, kan aku tidak membawa dompet sama tas karena terburu-buru tadi, membawa ponsel juga tidak ada gunanya karena gak ada nyawanya. Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan, masak aku harus jalan kaki sih?" ucapnya yang sambil sangat kebingungan sembari mengigit kuku tangannya.
Dan kemudian Putri pun melihat ada dua pria yang sangat tampan sedang menuju kearahnya. Dan pria itu yang tak lain mereka adalah Verrel dan juga Gibran yang juga akan pulang dari sekolah. Karena tempat parkir yang berada diposisi Putri yang membuat mereka berdua berjalan kearahnya.
Tidak ada 10 menit lamanya Putri pun akhirnya menemukan ide yang sangat cemerlang, tanpa menunggu lama lagi Putri pun berlari kearah mereka berdua dan seketika langsung menghadang tepat didepan Gibran dan juga Verrel yang sedang berjalan tadi, sembari menunjukkan ekpresi wajah agak cenggar -cenggir sendiri, Gibran dan Verrel yang melihatnya pun seketika terkejut sekaligus bingung dibuatnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1