PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
TEROR MISTERIUS.


__ADS_3

"Sekarang sepedahku sudah rusak jadi sekarang bagaimana caranya aku untuk pulang?"Gumam Putri yang merasa bingung.


Dalam keadaan sedikit bingung. Dan tidak tahu harus berbuat apa, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Putri sambil menggatakan sesuatu yang akhirnya membuat Putri pun seketika bingung mau berkata apa kepada seseorang itu.


"Putri kamu mau kemana?" Tanya Reza yang juga kebetulan lewat dihadapannya.


"Yahh kenapa harus bertemu dengan dia juga sih?" Batin Putri yang merasa kesal.


"Heyy aku sedang bertanya kepadamu?" kamu sedang apa disini, mana sepedahmu?"Tanya Reza lagi.


"Sepedaku rusak?"Balas Putri yang agak jutek.


"Ya elah jangan jutek-jutek kenapa, tapi jujur kalau aku melihat sikapmu yang jutek seperti ini, aku merasa kamu tambah kelihatan cantik dan juga manis!.


"Ya elah pake acara gombal lagi, ini orang kalau di jadikan perkedel, enak kali ya bisa dibejek-bejek sampai hancur!. Batin Putri yang terus memaki-makinya.


"Tunggu sepedahmu rusak, bagaimana mungkin bisa?"


"Entahlah?" Balas Putri yang kemudian, dia yang hendak akan pergi, Reza pun melarangnya.


"Heyy aku belum selesei ngomong?" Ucap Reza yang menarik tangan Putri.


"Jadi mendingam kamu pulang bareng sama aku saja?" Tawar Reza.


"Kalau aku pulang bareng dia, pasti besok aku bakal kena amukan si Sally lagi, dasar udah punya pacar juga masih saja godain aku?"Batin Putri yang memaki-maki dalam hatinya.


Merasa bingung dengan tawaran yang ditawarkan Reza, Putri pun bingung harus berbuat apa. Dan dia yang hendak akan membuka mulut tiba-tiba pandangannya pun tertuju pada dua pria yang hendak akan melewati dekat Putri, tanpa berkata lagi, Putri pun langsung menghampiri kearah mereka.


"Heyy kamu mau kemana?"


"Apa aku boleh numpang pulang bareng kalian sekarang?" Pinta Putri yang tiba-tiba langsung menghampiri Gibran dan juga Verrel yang sudah sampai didekat pintu mobilnya.


"Ap..?" belum juga Verrel bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Putri, mereka dibuat terkejut lantaran Putri yang tiba-tiba langsung menjawab perkataannya sendiri. Yang akhirnya membuat mereka berdua pun dibuat benggong.


"Iya kamu boleh menumpangnya, silahkan masuk?" Balas Putri sendiri.


"Baiklah terima kasih?" Balas Putri kembali yang kemudian tanpa berfikir dia pun langsung membuka pintu mobil. Dan segera memasukkinya.


"Gib?" Perasaan gue, tadi kita itu belum menjawab apa-apa, tapi kenapa dia asal nyelonong saja, pake acara jawab pertanyaanya sendiri lagi?"Gumam Verrel kepada Gibran yang merasa bingung.


"Sudahlah biarkan saja, ayo kita masuk sekarang?" Balas Gibran yang kemudian tanpa banyak berkata lagi, dia pun langsung ikut memasukki mobil tersebut.


"Sejak kapan si Gibran jadi bertingkah santai gini, biasanya dia yang paling bawel kalau ada orang yang mau numpang, apalagi kalau menyangkut cewek?" Gumam Verrel yang merasa bingung.


"Lo masih mau ngoceh- ngoceh terus atau mau gue tinggal nih?" Balas Gibran yang akhirnya membuat Verrel pun sepontan terkaget. Dan bergegas langsung masuk kedalam mobilnya.


"Lo tega bener sama temen sendiri?"


"Biarrin?"


"Lo sebenarnya lagi kenapa sih Gib sekarang, tidak kaya biasanya lo bertingkah seperti ini. Dan ini lagi sepedah lo mana?" kenapa lo malah menumpang mobil kita?"


"Mmm apa kamu keberatan, kalau kamu keberatan aku gak masalah kok kalau aku harus turun disini, lagian aku numpang mobil ini. Karena inggin menghindari si Reza?" jadi aku turun ya?"

__ADS_1


"Heyy bukan gitu maksudku. Aku tidak bermaksud untuk menyuruhmu pergi dari sini, tapi aneh saja kan tadi gue lihat waktu lo berangkat, lo kan menggunakan sepeda tapi kenapa sekarang, lo jadi jalan kaki?"


"Yahhh permasalahannya ada pada Sally, dia yang sudah merusak sepedahku, makanya aku jadi jalan kaki gini?"


"Astaga kasihan banget lo, Sally memang gitu orangnya gak punya perasaan sama sekali. Dan elo Gib, lo kenapa hanya terdiam gini, lo gak dengger kalau kita sedang ngoceh-ngoceh kaya burung beo gini?"


"Gue kira lo bakal lupa sama teman lo ini. Setelah ada seseorang yang sedang kamu incar sekarang?"


"Incar?" Maksud lo, dia kan bukan Putri yang gue kenal. Dan dia juga bukan Putri yang aku kagumi itu, tapi kenapa lo malah berkata seperti itu?"


"Astaga gue sampai lupa, Verrel yang belum tahu siapa putri yang sebenarnya dasar bodoh?"Batinnya yang mencoba mencari penjelasan kepada Verrel.


"Dia kenapa pake acara keceplosan sih, apa dia sengaja memberikan kode kepada Verrel agar Verrel tahu siapa gue ini?" Batinnya yang menunjukkan muka kesalnya pada Gibran.


"Gini maksud gue dia kan namanya juga Putri, jadi ada kemungkinan juga kalau kamu bisa akrab dengan dia. Karena dia namanya juga Putri?"


"Apa itu masuk akal?""


"Ya jelas masuk akal lah, sudah-sudah jangan bahas soal itu, bahas yang lain kenapa kaya gak ada pembahasan yang lain saja?"


"Iya...iya..gue sampai lupa lo kan sangat kesal ya dengan Putri, makanya kamu bertingkah gini sekarang?"


"Tuh tahu?"


"Syukurlah dia benar-benar gak ngasih tahu siapa gue ini?" Batin Putri yang kemudian dia pun menggidapkan mata kanannya sebagainya simbol terima kasih buat Gibran. Gibran yang pada saat itu sedang menenggok kebelakang dia pun dibuat terkejut, dengan apa yang dilakukan Putri kepadanya.


"Kenapa melihat Putri menggedipkan matanya, kenapa aku jadi senang ya?" Batinnya yang kemudian dia pun tersenyum.


Putri yang menyadari jika Verrel tidak menggenalinya, maka Putri pun sengaja minta diturunkan dijalan yang yang jaraknya agak jauh dari kediamannya. Karena dia tidak mau Verrel akan curiga dengan dirinya.


"Baiklah kalau gitu?" Balas Verrel dengan santainya percaya dengan apa yang dikatakan Putri.


"Baiklah kalau gitu kalian pulang aja sekarang, maaf aku tidak bisa menawari kalian minum, sekali lagi terima kasih ya?" Ucap Putri.


"Iya sama-sama, gak papa lagi?" Balas Verrel, ya sudah kalau gitu kita lanjut lagi ya perjalannya.


"Iya baiklah terima kasih. Dan berhati-hati ya?"


"Baiklah?"


"Aku tahu Putri berbohong seperti itu. Karena dia tidak mau rahasianya akan terbongkar sama Verrel, tapi gak harus dia turun disini juga, dari sini menuju kerumahnya kan jaraknya masih agak jauh, jika ada preman ataupun orang jahat gimana nanti?" Batin Gibran yang tiba-tiba mulai cemas.


"Heyy apa yang sedang kamu tunggu, ayo jalan lagi, jangan benggong kenapa?" Ucap Verrel.


"Baiklah!. Balas Gibran yang masih cemas.


"Akhirnya aku sampai juga dirumah. Dan ada untungnya juga aku menumpang mereka tadi, tapi kenapa aku merasa ada yang aneh ya dengan sikap Gibran sekarang ini. Dan kenapa aku merasa dia sedikit agak berbeda dari yang dulu, tapi perbedaan apa itu?" Ucap Putri yang berkata sendiri. Dan kemudian ada seseorang yang memangilnya dari arah belakangnya.


"Permisi?" Ucap seseorang itu yang tak lain adalah seorang penghantar paket.


"Iya mas ada apa?" Tanya Putri balik.


"Apa dengan mbak Putri varelia alezander.

__ADS_1


"Iya dengan saya sendiri.


"Ini saya hanya inggin menggasihkan sebuah paket ini buat mbaknya?"


"Paket?" tapi saya rasa mas salah orang, saya tidak pernah memesan paket apapun?"


"Tapi maaf mbak, disini sudah tertera atas nama mbak Putri, bahkan no telfon mbak sendiri juga tercantum disini?" Ucap sang paket.


"Boleh aku lihat?"


"Baik mbak silahkan?" Balas sang kurir yang kemudian dia pun menunjukkan no tersebut.


"08573***3*** iya ini beneran no kontak saya, tapi saya benar-benar tidak pernah memesannya?" Balas Putri yang merasa bingung.


"Mendingan mbak terima saja, lagian ini juga sudah dibayarkan. Dan mungkin ini salah satu seseorang yang sedang kagum sama mbak, atau mungkin dia itu penggemar mbak?" Ucap sang kurir.


"Baiklah kalau gitu saya terima mas, sekali lagi terima kasih ya?"


"Iya mbak sama-sama permisi?"


"Baik mas silahkan?" Balas Putri yang kemudian sang kurir tersebut pun akhirnya pergi.


"Siapa sebenarnya orang yang menggirimkan paket ini. Mendingan dari pada aku bingung, aku buka langsung aja paket ini?" Ucap Putri yang tanpa menunggu lagi, ia pun akhirnya membuka sebuah kotak yang berwarna putih yang telah berbalut dengan plastik yang berwarna hitam tersebut.


Dan setelah Putri berhasil membuka plastik hitam tersebut, dia yang sudah menuju kesebuah kotak putih itu, dengan langsung ia pun membuka isi dari kotak putih tersebut.


Akan tetapi setelah dia berhasil membuka kotak itu. Seketika Putri pun merasa sangat terkejut, sekaligus sangat syok yang kemudian ia pun melemparkan kotak itu lantaran isi dari kotak itu yang tak lain adalah.


Sebuah boneka yang kepalanya sengaja diputuskan, dengan adanya noda merah yang seperti da*ah yang membuat boneka itu nampak sangatlah seram jika dipandang.


Dan belum lagi adanya tulisan yang membuat Putri yang akhirnya menetaskan air mata yang membuatnya sangat lemas. Dan merasa sangat takut. Dan tulisan itu yang menggatakan KALIAN HARUS MA*I.


Merasa sangat takut, Putri pun sampai berteriak memanggil nama bibik Minah.


"Bibik...😭😭.


Mendengar Putri sedang berteriak, sepontan bibik yang mendengarnya pun langsung berlari menghampiri non Putri.


"Iya Non ada apa?"


"Itu..😭😭?" Ucap Putri sambil memejamkan matanya. Dan menunjuk kearah paket tersebut.


"Astaghfirullah haladzim?" Ucap Bibik yang langsung merapikan kiriman paket tersebut. Dan menarohnya kembali kedalam kotak tersebut.


Melihat Putri sedang menanggis sejadi-jadinya, Bibik minah pun langsung memberikan pelukannya untuk menenangkan Putri.


"Bibik aku takut...aku takut 😭😭😭?"


"Non tenang saja, ada bibik disamping non, jadi non yang tenang ya?"Ucap Bibik yang mencoba menenangkan Putri.


Setelah menggantarkan Verrel, Gibran yang masih merasa cemas dengan keadaan Putri sekarang ini, dia yang berniat inggin menelfonnya pun dibuat terkejut, lantaran tiba-tiba terdenggar dering ponsel yang berada di bangku belakang mobilnya itu.


"Ini kan ponselnya Putri, dia itu ceroboh sekali ya ternyata, bagaimana mungkin dia bisa meninggalkan ponselnya disini, sudahlah mendingan aku antar langsung ponsel ini kerumahnya, kan aku tahu alamat rumahnya dimana, tapi mendingan aku ganti baju dulu aja, barulah aku antar nih ponsel?" Ucap Gibran yang kemudian dia oun bergegas turun dari mobil.

__ADS_1


BERSANBUNG....


__ADS_2