PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
ANCAMAN BARU PUTRI.


__ADS_3

Setelah tak sengaja berciuman, Putri dan juga Gibran yang akhirnya tersadar dengan apa yang mereka lakukan saat ini, mereka pun seketika menjadi saling adu mulut. Dan pertikaian keduanya pun mulai terjadi lagi, bahkan yang lebih parahnya Putri sampai memberikan satu tamparan buat Gibran yang tepat mengenai Pipinya.


"Aww ... Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menamparku?"tanya Gibran setelah Putri menamparnya.


"Iya itu memang pantas untuk kamu dapatkan. Karena kamu telah lancang mencium-ku? Kamu pasti sengaja kan?"


"Astaga ... Heyy apa kamu tidak lihat tadi, ada motor yang hampir saja menabrak mu, apa kamu buta? Jika aku tidak menarik-mu seketika kamu pikir apa yang akan terjadi sama kamu sekarang!"


"Tapi kan gak harus kamu mesti mencium-ku juga ah bisa-bisa karatan nih bibirku karena telah bersentuhan dengan bibir kamu!"ucap Putri sambil mengusap-usap bibirnya.


"Enak aja kamu bilang ya ada bibirku nih yang bakal karatan karena telah berciuman dengan wanita mak lampir seperti kamu?"


"Kamu kenapa sih menyebalkan banget jadi cowok, kenapa juga aku harus bertemu terus sama cowok mesum kaya seperti-mu!" ucapnya Putri yang kemudian dia pun pergi dalam keadaan sangat kesal.


"Lagian ini bibir juga kenapa ikut nyosor segala sih jadi masalah aja, sudahlah lama-lama aku bisa gila gara-gara cewek gesrek itu saja dasar menyebalkan!"ucap Gibran yang kemudian dia pun pergi.


Dalam perjalanan Gibran yang ngoceh-ngoceh tidak jelas sambil memaki-maki seseorang yang tak lain seseorang itu adalah Putri. Verrel yang juga sedari tadi telah berada didalam Mobil Gibran. Karena sedang menunggunya sedari tadi tapi tak kunjung datang-datang juga. Akhirnya Verrel mulai kesal.


"Yahh si Gibran itu sebenarnya lagi beli apa sih di ALFAMART kenapa dia lama sekali, bikin kesel saja?"


Tapi kekesalan Verrel tidak menjadi lama setelah dia melihat Gibran yang akhirnya nongol dari arah selatan, tapi yang bikin Verrel bingung Gibran yang seperti orang gila. Karena ngoceh tanpa henti padahal dia lagi sendirian jalannya.


Merasa ada yang aneh, Verrel pun langsung menghampirinya.


"Hey Gibran kamu kenapa sih? kamu gak lagi gila kan? Kenapa kamu sedari tadi aki perhatiin kamu ngoceh-ngoceh sendiri kaya burung beo milik bokap-ku?" tanya Verrel yang akhirnya Gibran malah memarahinya.


"Ini semua gara-gara kamu! Kalau bukan karena kamu nyuruh aku beli sesuatu di ALFAMART disana, mungkin nasib sial ini gak akan menghampiriku. Dan mungkin aku gak akan pernah berci ...."bentakan Gibran yang kemudian terhenti setelah dia mengingat sesuatu.


"Eit tunggu kalau aku kasih tahu dia apa yang akan terjadi nanti? Bisa-bisa dia malah menertawakan ku nanti," batinnya yang malah melamun.


"Hey kamu kenapa? Apa alasan kamu tiba-tiba marah sama aku? Kenapa sekarang kamu malah melamun?"teriak Verrel


"Tidak!"balas Gibran ketika tersadar


"Apa? Hanya itu jawaban kamu?"jawab Verrel dengan terkejut.


"Sudahlah jangan bahas masalah itu lagi!"ucap Gibran yang membuat Verrel pun terkejut.


"Kamu tuh sebenarnya ada apa sih? Kenapa tingkah kamu jadi aneh kaya gini?"


"Gak! Aku gak apa-apa,"ucap Gibran


"Tunggu?" ucap Verrel yang kemudian dia pun terkejut setelah menyentuh bibir Gibran yang terlihat ada bekas lipstik berasa strawberry.


"Ais kamj tuh apa-apaan sih, kenapa kamu harus pake acara pegang bibir -ku segala? Najis tahu!"ucap Gibran yang langsung menghempaskan tangan Verrel karena dia merasa risi.


"Gibran? Jawab pertanyaan-ku sekarang? Apa kamu habis berciuman dengan seseorang?" tanya Verrel yang seketika membuat Gibran pun berhenti berkata.


"Apa? Gila ya kamu, ya gak mungkinlah kalau aku habis ciuman, yang benar saja?"


"Terus kalau kamu gak habis berciuman, kenapa bibir kamj ada bekas lipstiknya gitu?"


"Yahh memangnya kalau orang yang bibirnya ada bekas Lipstiknya orang itu menunjukkan kalau dia habis berciuman dengan seseorang tidak kan? Baiklah aku akan kasih tau kamu tapi kamu Jangan kasih tahu siapa-siapa ya, tadi itu aku waktu di Alfamart aku mencoba salah satu lipstik disana.


Karena Mami-ku tiba-tiba menyuruhku untuk membelikan Lipstik, ya karena aku gak tahu warna apa yang cocok jadi terpaksa deh aku coba tuh lipstik. Dan menurutku warna ini yang paling pas,"ucap Gibran dengan tersenyum, tapi berbeda dengan ekpresi Verrel ketika melihat Gibran.


"Astaga punya temen gini amat ya, dasar bodoh banget sih kamu, kalau kamu gak tahu warna yang cocok kan bisa coret'kan di telapak tangan kamu, atau gak gitu kamu coret-coret tuh ke muka kasirnya sekalian. Gak perlu kamu harus coba kali Gib, gila ya kamu?"

__ADS_1


"Iya juga sih, sudahlah itu gak perlu di permasalahkan lagi, ya sudah ayo kita cabut sekarang?"


"Tunggu?"


"Apa lagi?"


"kami kesini kok gak bawa pesanan aku? Jangan bilang kalau kamu lupa?"


"Maaf!" ucap Gibran sambil tersenyum nyengir.


"Astaga punya temen udah somplak, untung saja kamu itu teman terbaikku coba aja kalau tidak mungkin kamu udah aku gibas tuh kelaut sono?"


"Iya...iya..namanya juga lupa mau gimana lagi, apa perlu kita kembali lagi kesana?"


"Tidaklah bisa-bisa nanti kamu disana yang ada malah cobain bedak lagi, mau ditaruh dimana ini muka tampan-ku? Ya udah ayo kita cabut!"ucap Verrel yang kemudian langsung menarik tangan Gibran untuk ajak dia pergi.


"Baiklah ayo!"balas Gibran yang kemudian dia mengatakan.


"Hu untung saja aku bisa segera mencari alasan seperti itu, coba saja kalau telah sedikit?"batin Gibran yang kemudian dia pun tersenyum sinis.


* * * * * * * * * * *


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya kembali, Jam yang baru menunjukkan pukul 06:30 pagi yang artinya masih menunjukkan jika hari masih sangatlah pagi. Akan tetapi didalam sekolah yang terbilang sangat keren dan sangat elit yaitu SMA Cenderawasih terdapat-lah seorang Gadis yang sudah memakai seragam dengan penampilan yang sangat rapi yang sudah bersiaga lebih awal disana.


Iya gadis itu yang tak lain dia adalah Putri anak baru Cenderawasih yang akan merubah segalanya di SMA ini nanti. Putri sengaja datang lebih pagi karena dia tidak inggin dihari keduanya dia masuk SMA ini dia akan menggalami telat, jadi akhirnya dia pun putuskan untuk berangkat lebih baik.


Tidak menunggu waktu lebih lama lagi jam yang sudah menunjukkan pukul 06:45 menit yang artinya hanya menghitung menit maka pelajaran disekolah ini akan segera dilakukan. Dan pintu gerbang akan segera ditutup, para anak Cenderawasih yang terbiasa telat maka sudah gak jadi masalah buat mereka untuk melakukan semua itu.


Putri yang pada saat itu berniat akan pergi ke kelasnya, dia pun tak sengaja melihat ada seorang pelajar laki-laki yang penampilannya sangat cupu yang sedang terburu-buru berjalannya. Dan tak sengaja seseorang itu menabrak seorang laki-laki yang usianya kira-kira 46 tahunan yang berpenampilan rapi dengan jas hitam yang melekat ditubuhnya.


" Dasar gak punya hati!"ucap Putri.


"Maaf pak sekali lagi maaf, saya bener-bener tidak sengaja maafkan saya?"


"Cepat pergilah orang kampung seperti anda sangatlah tidak cocok jika harus berhadapan dengan saya. Karena kita tidaklah selevel jadi cepat pergilah!"


"Maafkan saya pak, sekali lagi maafkan saya!"


Dari kejauhan Putri yang melihat perilaku laki-laki yang sombong itu, Putri pun rasanya sangat kesal, akan tetapi pada saat laki-laki itu akan segera pergi, tiba-tiba langkahnya terhenti setelah ada seorang gadis yang memangilnya yang tak lain adalah Sally.


"Papa?"


"Astaga sayang?"


"Papa aku kira Papa tidak akan datang kesini?"


"Mana mungkin Papa tidak datang kesini, ya sudah kamu mendingan sekarang pergi ke kelas kamu. Karena Papa inggin bertemu dengan kepala sekolah disini?"


"Baik Pa! Ya sudah kalau gitu Sally pamit ya Pa?"


"Iya?"


"Papa jadi laki-laki sombong dan belagu itu adalah Papanya sally. Pantas saja perilaku mereka sama saja!" ucap Putri yang kemudian dia pun pergi. Dan masuk kedalam kelasnya.


Sesampainya Putri memasuki kelas IPA Xll, semua pelajar sudah terlihat jika mereka sudah pada berkumpul menunggu jam pelajaran dimulai. Putri yang tidak sengaja menatap Gibran begitu juga sebaliknya, Putri pun tiba-tiba merasa canggung bahkan setelah dia melihat bibir Gibran rasanya bayang-bayang kejadian malam itu pun terus menerus menghantuinya.


"Aish kenapa bayang-bayang ciuman itu terus menggangguku sih?" batin Putri yang kemudian dia pun putuskan untuk terduduk di-kursinya.

__ADS_1


Putri yang baru saja datang, dia pun memutuskan untuk duduk. Dan baru aja dia duduk di-kursinya tiba-tiba Sally dan kedua temannya pun datang. Dan langsung melepaskan kaca mata tebal yang dipakai oleh Putri.


"Kalian lagi? Aku minta kalian balikin kaca mataku?" pinta Putri.


"Oh kamu minta aku kembalikan kaca mata kamu ini? Baiklah aku akan kembalikan, ini?" ucap Sally yang kemudian dia pun menjatuhkan kaca mata tersebut.


"Ops sorry aku gak sengaja, sorry ya? Ya udah ambil gih?"pinta Sally yang kemudian Putri yang mau menggambil kaca mata tersebut, Sally dengan sengaja langsung menginjak tangan Putri yang hendak akan mengambilnya tadi.


"Sally apa yang kamu lakukan? Lepaskan sally! Lepaskan?"teriak Putri yang menahan sakit. dan kemudian Putri pun mengangkat tangannya yang ternyata telapak tangan kanannya sudah memar.


" Gimana rasanya sakit, ya seperti itulah rasanya jika kamu sedang dibully oleh seseorang. Dan sekarang aku memberi peringatan sama kamu? Jika kamu sekali lagi berani sok jadi pahlawan maka aku tidak segan-segan akan membuatmu menggalami gimana rasanya dibully. Dan jika sekali lagi kamu berani membantahku, maka kamu akan menggalami kejadian yang lebih menyakitkan dari ini apa kamu mengerti?"


Ucap Sally yang kemudian dia yang memutuskan untuk duduk, dia pun terlebih dulu melihat kacamata putri, bukannya mengambilnya dia malah menginjaknya sampai hancur.


Merasa apa yang dilakukan sangatlah benar, Sally pun bersikap seperti tidak ada masalah yang sedang terjadi. Bahkan dia tidak memperdulikan jika seluruh teman sekelasnya pada memperhatikan dia dengan tatapan sinis mereka masing-masing.


"Dan kalian semua jika kalian berani sok-sok,'an jadi pahlawan disini, maka kalian juga akan merasakan apa yang dia rasakan saat ini, jadi aku minta sama kalian, kalian jangan sok-sok,'an jadi orang jika kalian tidak inggin menderita seperti dia?"


Mendengar ucapan yang dikatakan Sally, orang-orang hanya bisa pasrah dan terdiam tidak berani menolong Putri dan hanya bisa melihat Putri yang sangatlah menyedihkan ini. Akan tetapi Putri yang mendapat peringatan keras dari Sally dia tidak terlihat jika dia kapok atau terlihat takut. Bahkan lebih parahnya Putri sampai berani mengatakan hal yang akhirnya membuat perasaan Sally pun memuncak.


"Aku memang anak kampung. Dan aku juga anak yang tidak mampu, tapi aku rasa diriku lebih baik darimu karena kenapa? Karena aku bukan anak Mami ataupun anak Papi yang bisanya hanya mengadu kepada orang tua saja?"


Orang-orang yang melihat Putri masih bisa membantah, mereka semua pun terkejut bahkan tidak mempercayainya.


"Astaga kenapa dia harus pake acara membantah lagi sih?Berani sekali dia?" ucap Gibran yang terheran.


"Ada apa lagi ini, apa bakalan ada perang kedua diantara mereka, jika bakalan ada, aku gak mau jadi korbannya lagi?" ucap Verrel yang sudah mulai tegang.


"Kamu berani sekali kamu berkata seperti itu padaku? Apa kamu sedang menyindirku?"


"Baguslah kalau kamu paham dan mengerti dengan sindiran-ku ini, jadi kamu masih punya akal sehat?"


"Jujur sebelumnya aku berfikir kamu itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua kamu, makanya kamu jadi berandalan seperti ini, tapi ternyata aku salah. Kalau ternyata Papa kamu lah orang yang salah karena telah mendidik-mu dengan cara seperti ini dengan membanggakan dan menyombongkan kekayaan yang kalian miliki.


Dan jika kamu pikir setelah kamu memberikan peringatan kepada-ku seperti itu, aku akan takut dan nurut sama kamu, aku kira itu sangatlah salah. Karena aku sama sekali gak takut dengan ancaman kamu itu!"


"Berani kamu mengatakan itu padaku?"ucapnya Sally yang terlihat sangatlah marah.


Dan belum juga Putri menyelesaikan perkataannya tadi, Putri sudah dibuat terkejut setelah ada seseorang yang tiba-tiba bertepuk tangan. Dan mengatakan sesuatu pada Putri.


Mereka semua yang melihat siapa yang baru saja hadir dikelas ini, mereka pun sangat terkejut bahkan mereka sampai berdiri semua karena sangking tegang dengan situasi sekarang ini.


"Astaga ada apa lagi ini?"


"Jadi kamu orang yang sudah cari masalah dengan Putri saya ini?"Apa kamu sadar kamu itu siapa, Kamu itu hanyalah anak kampung yang beruntung karena bisa masuk sini dengan bantuan beasiswa, jadi kamu jangan menyombongkan itu! Perkataan kamu tadi sudah menunjukkan jika andalah orang yang sangat tidak punya sopan santun.


Karena anda berkata tanpa bukti apa anda saya anda telah berani menuduh saya. Dan apa anda tahu di tanah siapa anda berdiri sekarang? Saya kasih tahu saya ini adalah pemilik dari sekolah SMA Cenderawasih ini. Dan semuanya adalah milikku, jadi apa yang inggin anda katakan sekarang?"


"Terus jika semua ini milik anda, apa anda pantas untuk menyombongkan kekayaan anda itu. Apa anda pantas memperlakukan orang-orang miskin disini dengan aturan yang kalian buat itu?"


kalian memang kaya tapi kalian tidak punya hati dan harga diri, jadi apa yang perlu dibanggakan?" balas Putri yang kemudian membuat hermawan yang tak lain Papa dari Sally pun seketika terkejut.



Anggap saja seragam yang ada difoto ini seragam yang digunakan SMA CANDERAWASIH ya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2