
Keesokan harinya pun tiba, rombongan Arsyilla sudah bersiap di depan hotel. Rencananya mini bus akan membawanya menuju Kota Solo. Perjalanan dari Jogjakarta menuju Solo, kurang lebih 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan, tergantung kemacetan lalu lintas.
Dalam Field Trip kali ini, para mahasiswa terlihat bersemangat. Sekalipun harus berpindah kota, tetapi rasanya mereka menikmati perjalanan dari dari Jakarta menuju Jogjakarta, dan sekarang akan kembali menempuh perjalanan darat dengan mini bus dari Jogjakarta menuju Solo atau Surakarta.
“Bu Arsyilla menaiki bus pertama atau kedua?” tanya Pak Bagas dengan tiba-tiba yang berdiri di sebelah Arsyilla.
Rasanya sikap dosen muda itu, kian hari justru kian menunjukkan bahwa Pak Bagas tengah berusaha mendekati Arsyilla. Dan, sudah pasti bahwa Arsyilla akan tetap berjaga jarak. Tidak akan memberikan celah bagi siapa pun, termasuk rekan dosennya itu.
“Oh, saya terserah saja, Pak … yang tersisa saja. Yang penting para mahasiswa mendapat tempat duduk dulu,” balas Arsyilla.
“Satu bus dengan saya saja, Bu Arsyilla … mungkin bisa ngobrol bersama,” balas Pak Bagas.
Arsyilla tidak menjawab, karena kebetulan ada Ryan dan melaporkan bahwa ada beberapa mahasiswa yang kesulitan mengakses Drive untuk pengumpulan tugas. Rasanya Arsyilla berterima kasih karena Ryan menyelamatkannya dari pria bernama Bagas yang tidak lain juga adalah rekan dosennya.
“Permisi dulu ya Pak Bagas, saya cek Drive dulu,” pamit Arsyilla.
Arsyilla lantas mengecek Drive miliknya dan membuka akses kepada para mahasiswa untuk mengumpulkan tugas-tugas mereka. Melihat Arsyilla yang pergi bersama, Pak Bagas pun menghela nafasnya.
“Kenapa sih Bu Arsyilla susah sekali didekatin. Kenapa ada mahasiswa yang konsultasi, sekarang ada mahasiswa lain yang bermasalah,” gerutu pria itu dalam hatinya.
Hingga lima menit sebelum rombongan akan berangkat, barulah Arsyilla selesai dengan Drive miliknya dan dia mengecek dengan gadgetnya, bahwa beberapa mahasiswa sudah mengumpulkan tugas. Arsyilla kemudian memilih harus menaiki bus mana, yang pasti Arsyilla akan menghindari untuk satu bus dengan Pak Bagas.
Arsyilla menatap layar handphonenya, dan terdapat pesan masuk dari suaminya di sana.
[From: A]
[Di bus 2, Sayang …]
[Naiklah]
Membaca pesan itu, lantas menaiki bus nomor dua. Begitu memasuki pintu bus, Arsyilla mengedarkan pandangannya rupanya seluruh kursi telah terisi penuh. Kelihatannya Arsyilla harus siap berdiri sepanjang perjalanan dari Jogjakarta menuju ke Solo.
__ADS_1
“Sudah penuh Bu Arsyilla,” ucap salah seorang mahasiswi.
Arsyilla pun mengangguk, “Iya … tidak apa-apa. Saya berdiri saja,” balas Arsyilla.
Kemudian tampak Ryan berdiri dan menengok mungkin saja ada kursi yang kosong.
“Bu Arsyilla, duduk di samping Bang Aksara saja Bu … itu masih kosong,” ucap Ryan.
“Bang, Bang Aksara … geser yah, biar Bu Arsyilla duduk di sini,” ucap Ryan lagi yang justru memanggil nama Aksara.
Pria itu pun mengangguk dan berdiri, “Silakan duduk Bu,” ucap Aksara.
Arsyilla pun mengangguk, matanya menyipit melihat pria itu yang kini justru mempersilakannya. “Terima kasih,” balas Arsyilla.
Kemudian Arsyilla duduk di tepi jendela, dan dengan segera Aksara duduk di samping wanitanya itu.
“Bu Arsyilla tidak apa-apa duduk dengan Bang Aksara?” tanya Ryan lagi.
“Oh, iya … tidak apa-apa. Bisa kita berangkat sekarang?” tanya Arsyilla kepada para rombongan.
Mulailah bus itu berjalan dari Jogjakarta dan kota yang mereka tuju sekarang adalah Solo. Di Solo nanti masih ada beberapa tempat yang akan mereka kunjungi dan mengumpulkan laporan untuk Field Trip mereka.
Arsyilla kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan pesan untuk suaminya yang sekarang duduk di sampingnya.
“Sengaja yah?” pesan itu terkirim.
Aksara lantas mengangguk, senyuman samar mengembang di sudut bibirnya. “Iya … kali ini aku memang sengaja,” balasnya.
Rupanya Aksara memang sengaja duduk di tengah-tengah kedua kursi itu dan menutup telinganya dengan earphone. Berharap memang kursi di sebelahnya saja yang tersisa, sehingga Dosennya itu bisa duduk di sampingnya.
Para mahasiswa berdiri, saat bus melintasi area Sleman, dan melihat keindahan Candi Prambanan dari jalan raya.
__ADS_1
“Wah, Candi Prambanan. Bu Arsyilla, kenapa tidak ke Candi Prambanan Bu?” tanya salah satu mahasiswi bernama Mona.
Arsyilla pun setengah berdiri dan melihat kepada mahasiswinya itu, “Lain kali piknik bersama saja. Kalau sekarang kita kan Field Trip,” sahut Arsyilla.
“Siap Bu … kalau pikniknya Bu Arsyilla ikut tidak masalah. Kan bisa lihat Sendratari Ramayana di pelataran Candi Prambanan,” sahut Mona lagi.
Arsyilla tersenyum dan wanita itu segera duduk kembali di samping Aksara.
Pria itu lantas mengeluarkan handphonenya kembali dan mengirimkan pesan bagi Arsyilla.
[To: Arsyilla]
[Second Honeymoon ke Jogjakarta aja yuk, Sayang.]
[Lihat Sendratari Ramayana pasti romantis deh.]
[Mau?]
Arsyilla membaca pesan itu dengan tertawa dalam hati. Tidak mengira bahwa suaminya itu justru terpikirkan untuk melakukan Second Honeymoon. Arsyilla lantas menggerakkan jari-jemarinya di layar handphonenya.
[To: A]
[Kok malahan dapat ide untuk second honeymoon sih Kak.]
[Aku mau naik Pinisi Boat lagi.]
Balasan itu terkirim ke nomor Aksara. Hingga tidak terasa, perjalanan dari Jogjakarta menuju Solo pun telah tiba. Seluruh rombongan turun dan melakukan check in di sebuah hotel yang berada di pusat kota Solo. Selanjutnya, mereka akan berkumpul lagi untuk menuju tempat Field Trip selanjutnya.
Kira-kira setengah jam, Arsyilla berada di dalam kamar hotelnya dan segera bersiap untuk ke tempat selanjutnya.
“Oke … semuanya sudah berkumpul? Sekarang kita akan menuju ke Keraton Kasunanan Surakarta. Keraton ini memiliki nilai sejarah yang tidak bisa dilepaskan dengan Keraton Jogjakarta yang kemarin kita kunjungi. Nah, nanti kalian perhatikan dan susun laporan seperti kemarin dan satu tugas lagi bandingkan desain dan arsitektur kedua keraton ini,” instruksi dari Arsyilla.
__ADS_1
“Baik Bu,” sahut para mahasiswa.
Setidaknya hari ini akan menjadi hari yang sibuk dan melelahkan bagi Arsyilla dan mahasiswa lainnya. Satu hari yang harus dimanafaatkan dengan baik, sebelum esok kembali ke Jakarta.