
Beberapa hari kemudian, Arsyilla tengah menikmati jam istirahat siang sebelum mengajar lagi pada jam 14.00, mengajar Mata Kuliah Perencanaan dan Desain Arsitektur di kelas yang juga diikuti oleh suaminya, Aksara. Sembari menunggu di Ruang Dosen, Arsyilla mengecek kembali Slide Powerpoint yang akan dia gunakan untuk mengajar siang nanti.
Namun, di tengah-tengah konsentrasinya mengecek kembali slide presentasi terdapat panggilan ke telepon di ruangannya bahwa ada paketan untuk Arsyilla. Wanita itu mengernyitkan keningnya, merasa bahwa dia tidak memesan apa-apa dan tidak bisa berbelanja secara online dan mengirimkannya ke kampusnya.
Lantaran mendapat kabar bahwa ada paket yang menunggunya di depan kampus, Arsyilla pun berjalan dengan gontai keluar dari ruang dosen miliknya ke parkiran fakultas teknik. Rupanya ada seorang Abang Ojek yang mengenakan jaket hijau berlari menghampirinya.
“Selamat siang, dengan Ibu Arsyilla ya?” tanya Abang Ojek itu.
“Iya, saya sendiri,” sahut Arsyilla.
“Ini Bu, ada paketan makan siang untuk Ibu Arsyilla,” ucap Abang Ojek itu dengan menyerahkan kantong plastik dan terdapat layaknya nasi kotak di sana.
Usai menyerahkan itu kepada Arsyilla, Abang Ojek itu pun pergi dan mengatakan bahwa makan siang itu sudah dibayar.
Dengan membawa kantong plastik itu di tangannya, Arsyilla pun berjalan kembali ke ruangan dosen. Sesampainya di ruangannya, Arsyilla lantas membuka kantong plastik itu. Rupanya memang berisi makanan. Ayam geprek keju dengan nasi, dan sebotol Teh dingin.
Tidak lama berselang, terdapat beberapa pesan masuk dari suaminya.
[To: Arsyilla]
[Sudah diterima belum paketannya Sayang?]
[Kita makan siang bersama yuk, dengan menu yang sama.]
[Kemarin aku bilang, aku dan kamu satu paket kan? Sekarang aku belikan paket nasi geprek buat kamu.]
[Happy lunch Honey.]
[Love U]
Deretan pesan itu masuk ke aplikasi pesan milik Arsyilla. Membaca deretan pesan itu, membuat Arsyilla tersenyum sendiri, rupanya memang suaminya yang mengirimkan paketan makan siang kepadanya. Sebelum memakan itu, Arsyilla membalas terlebih dahulu pesan dari suami sekaligus mahasiswanya itu.
[To: A]
[Paketan diterima ya Kak]
[Makasih banyak]
__ADS_1
[Jangan telat nanti kuliahnya jam 2]
[See U & Happy Lunch, Kak.]
Usai membalas pesan dari suaminya, Arsyilla lantas menikmati makan siangnya terlebih dahulu. Saat perutnya berbunyi dan minta untuk segera diisi, rupanya secara tiba-tiba suaminya memesankan makan siang untuknya. Sekalipun hanya dikirimkan oleh Abang Ojek, tetapi itu sudah cukup bagi Arsyilla. Tanda bila suaminya itu memperhatikannya. Sembari menyuapkan nasi beserta Ayam Geprek itu Arsyilla senyam-senyum sendiri. Rasanya saat ini ada suaminya yang turut makan di hadapannya.
Hingga akhirnya, waktu makan siang pun usai. Arsyilla membereskan ruangannya, karena usai mengajar dia akan langsung pulang bersama dengan suaminya. Untuk itu, Arsyilla merapikan meja kerjanya, dan mengemasi barangnya. Menjelang jam 14.00, Arsyilla keluar dari ruang dosen menuju Gedung D untuk memberikan kuliah Perencanaan dan Desain Arsitektur.
Saat Arsyilla memasuki ruangan, rupanya para mahasiswa sudah memenuhi ruangan kelas.
“Selamat siang semuanya,” sapa Arsyilla kepada semua mahasiswanya.
Kedua bola mata Arsyilla mengedar ke seluruh kelas, hingga retina matanya bisa menemukan sosok Aksara yang sudah duduk di deretan paling belakang. Saat mata Arsyilla dengan mata pria itu, terlihat Aksara menyunggingkan senyuman kecil di sudut bibirnya dan mengangguk samar kepada Arsyilla. Mencoba tidak sepenuhnya terfokus kepada Aksara, Arsyilla mulai menyampaikan materi ajar pada siang itu dan kemudian memberikan kuis kepada para mahasiswa.
"Selanjutnya kita akan adakan kuis yah. Kalian bisa belajar dulu sepuluh menit, selanjutnya saya akan berikan soalnya," ucap Arsyilla.
Sepuluh menit pun berlalu, Arsyilla segera menampilkan soal yang sudah dia siapkan dalam slide presentasi miliknya.
"Ada lima soal, silakan dikerjakan secara mandiri. Jika tadi kalian memperhatikan apa yang saya ajarkan, pasti akan menemukan jawabannya," ucap Arsyilla.
Menunggu para mahasiswa yang serius mengerjakan, Arsyilla pun berniat berjalan-jalan di dalam kelas. Melihat apakah para mahasiswanya mengerjakan secara mandiri, dan apakah ada yang menyontek. Sekali pun Arsyilla adalah pribadi yang lembut, tetapi dia tetap tegas sebagai seorang dosen.
Tidak sampai di situ, Aksara pun menuliskan sebuah kata di tablet miliknya,
“Jawaban nomor 5 itu susah banget, Sayang … ajarin dong. Please.”
Arsyilla menggelengkan kepalanya secara samar, tidak akan goyah dengan permintaan suaminya itu. Baginya di rumah Aksara memang adalah suaminya, tetapi di kampus lain cerita. Hierarki antara dosen dan mahasiswanya tetap berjalan.
Melihat Arsyilla yang cuek, Aksara sembari mengetikkan sesuatu di tablet miliknya.
“I Love U, My Beautiful Lecturer, My Sexy Lecturer.”
Melihat pesan yang diketikkan Aksara itu, Arsyilla pun membolakan matanya. Lama-lama berada di belakang, justru mengganggu konsentrasinya sebagai seorang dosen. Lagipula, tidak sehat jika akhirnya mahasiswa yang lain justru akan mencurigai dirinya dan juga Aksara. Untuk itu, Arsyilla memilih pergi dan melanjutkan memeriksa pekerjaan mahasiswa lainnya.
Sudah tiga puluh menit berlalu, Arsyilla lantas pun kembali bersuara, “Ada yang sudah selesai kuisnya? Bagi yang sudah selesai, bisa dikumpulkan yah dan kalian boleh pulang,” ucapnya.
Rupanya belum ada mahasiswa yang maju ke depan dan mengumpulkan jawaban mereka, untuk itu Arsyilla kembali menunggu lembar jawaban dari mahasiswanya. Namun, tidak berlangsung lama karena rupanya lagi-lagi Aksara mengangkat tangannya dan memanggil nama Arsyilla.
__ADS_1
“Permisi Bu Arsyilla, saya sudah selesai. Berarti saya boleh keluar kan?” tanya pria itu.
Arsyilla pun mengangguk, “Iya … bisa dikumpulkan dan bisa boleh,” jawab Arsyilla.
Dengan tenang, Aksara pun mengumpulkan lembar jawaban miliknya dan berpamitan dengan Arsyilla.
“Pamit Bu Arsyilla, terima kasih,” ucapnya. Terdengar memang sangat formal, tetapi itulah bahasa dan sikap yang harus mereka jalankan selama berada di dalam kampus.
Sembari menunggu jawaban dari mahasiswa yang lain, Arsyilla mengamati hasil jawaban yang dikumpulkan Aksara. Mengecek lembar kertas itu depan dan belakang, dirinya tenang karena tidak ada pesan yang ditulis sang mahasiswa usil itu di sudut lembar jawaban. Akan tetapi, rupanya ada yang membuat Arsyilla membolakan kedua matanya.
Jika biasanya, Aksara menulis namanya di lembar jawaban dengan ‘Aksara A. Pradana,’ kali ini pria itu menuliskan namanya ‘A. Adhinata,” sama seperti akun media sosial miliknya. Bagi Arsyilla rupanya pria itu memiliki berbagai kode untuk bisa menggetarkan hatinya.
Belasan menit berlalu, akhirnya satu per satu mahasiswa telah mengumpulkan lembar jawaban mereka. Hingga Arsyilla telah menerima semua lembar jawaban milik mahasiswa. Wanita itu lantas, keluar dari kelas dan akan berjalan ke area parkir karena Aksara pasti akan menunggunya di sana.
Namun, di depan gedung fakultas, rupanya Ryan si ketua kelas datang dan menghampiri Arsyilla, “Permisi Bu Arsyilla … saya mau tanya di kelas kita nanti apa ada Field Trip ya Bu? Kira-kira untuk kelas Ibu Arsyilla akan ke mana?” tanya Ryan.
Ah, barulah Arsyilla ingat bahwa ada Field Trip atau kegiatan kunjungan ke objek tertentu di luar lingkungan kampus yang bertujuan untuk mencapai tujuan instruksional suatu mata kuliah. Rasanya Ryan mengingatkannya dengan Field Trip untuk mata kuliahnya.
“Saya sampai lupa, Ryan … terima kasih sudah mengingatkan. Nanti saya akan diskusikan dulu dengan beberapa rekan Dosen dan setelahnya pengumuman akan disampaikan. Baik, terima kasih ya,” sahut Arsyilla.
Agaknya nanti malam, Arsyilla harus mulai memikirkan kota mana yang akan mereka kunjungi untuk melakukan Field Trip dan juga esoknya dia akan berdiskusi dengan rekan dosen lainnya. Wanita itu sembari berjalan, menengok ke kanan dan kiri, mencari keberadaan Aksara. Rupanya sosok yang dia cari-cari, berdiri di dekat mobil miliknya.
“Hei, My Beautiful Lecturer,” sapanya kepada Arsyilla.
“Ya ampun, aku cariin loh Kak,” sahut Arsyilla.
Setelahnya dengan cepat Arsyilla memasuki mobil Aksara, supaya tidak ada yang melihatnya memasuki mobil milik mahasiswanya. Begitu sampai di dalam mobil, Arsyilla pun tersenyum menatap suaminya itu.
“Hei, mahasiswa modusku,” sapanya kepada suaminya itu.
Aksara pun mengernyitkan keningnya, “Modus gimana?” tanyanya.
Arsyilla pun tertawa, “Ya modus aja, thanks ya tadi paketan makan siangnya Kakakku Sayang,” sahut Arsyilla.
“Tuh, kalau gitu manggilnya Sayang-Sayang, kalau gitu cium dulu dong,” balas Aksara.
Kembali Arsyilla pun terkekeh sembari memegangi perutnya, “Tuh … mulai kan modusnya. Ayo Kak pulang, nanti malam aku harus lembur ada tugas dadakan dari kampus,” ajaknya kepada suaminya itu.
__ADS_1
Aksara pun mengangguk, “Siap My Sexy Lecturer, laksanakan!” serunya sembari menginjak pedal dengan kakinya dan mulai mengemudikan mobilnya keluar dari lingkungan fakultas Teknik, membawa pulang sang istri tercinta ke apartemen miliknya.