Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Ngidam Soto Lamongan


__ADS_3

Sudah beberapa pekan berlalu, walau kadang kala masih merasa pening, tetapi Arsyilla tetap menjalani hari-harinya dengan baik. Menjalani karier sebagai Dosen dan sebagai seorang Ibu dengan seimbang.


Akan tetapi, kali ini ada yang berbeda. Sebelum berangkat ke kampus untuk mengajar, ada sesuatu yang sangat diinginkan Arsyilla. Sehingga saat berangkat ke kampus nanti, dia berencana untuk berbicara dengan suaminya.


"Mama, Syilla nitip Ara yah … Syilla mau ke kampus dulu ya Ma," pamit Arsyilla kepada sang Mama.


"Iya, hati-hati Syilla ... ngajarnya jangan terlalu kecapekan. Hati-hati kalau menaiki tangga," balas Mama Khaira mengingatkan putrinya itu.


Sebagai seorang Ibu, Mama Khaira juga ingin Arsyilla lebih berhati-hati. Ada kehidupan baru yang perlu dijaga dengan ekstra di dalam rahim Arsyilla.


"Iya Ma, Syilla pasti akan berhati-hati sekarang. Sebab, ada si baby yang harus Syilla jaga," balasnya.


Kemudian Arsyilla, bergegas keluar karena suaminya itu hendak datang menjemputnya dan mengantarnya ke kampus. Setidaknya Arsyilla merasa tenang karena Mama Khaira sangat bisa diandalkan untuk mengasuh Ara. Sebab Mama Khaira adalah wanita, Mama, dan sekaligus Eyang yang begitu sabar. Sementara itu, jadwal mengajar Mama Khaira juga tidak berbenturan dengan waktu Arsyilla mengajar. Sehingga, tiap kali Arsyilla mengajar satu hari dalam sepekan, Arsyilla akan mempercayakan pengasuhan Ara kepada Mama Khaira.


Baru membuka pintu rumahnya, rupanya Aksara sudah menunggu dan hendak membuka pintu. Sehingga keduanya kini sama-sama melemparkan senyuman. Arsyilla yang hendak ke luar rumah, sementara Aksara yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Sudah siap?" tanya Aksara kepada istrinya itu.


"Sudah Kak," balasnya.


"Berangkat sekarang?"


"Boleh, cuma mau ke suatu tempat sebentar boleh enggak Kak?" tanya Arsyilla kepada suaminya itu.


"Kamu mau kemana emangnya? Enggak takut telat?" tanya Aksara.


Sebenarnya Aksara tidak masalah untuk mengantarkan Arsyilla terlebih dahulu. Hanya saja, dia harus memastikan bahwa istrinya itu tidak akan terlambat mengajar. Sebisa mungkin sebagai seorang Dosen untuk tidak terlambat ketika mengajar, karena banyak mahasiswa yang menunggu untuk diajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan baru dari Dosennya.


"Temani aku makan Soto Lamongan mau Kak? Di depan kampusku kok," ajaknya kali ini.

__ADS_1


Tidak menyangka rupanya istrinya yang tengah hamil itu mengidam suatu makanan dan makanan itu adalah Soto Lamongan. Aksara yang mendengarkan permintaan istrinya pun tertawa, "Yuk, aku anterin. Asalkan kamu tidak terlambat saja, Honey," balasnya.


Senyuman pun mengembang di wajah Arsyilla. Sekadar ditemani makan Soto Lamongan di dekat kampusnya saja sudah membuatnya merasa senang. Sampai perjalanan dari rumah menuju ke kampusnya terasa lebih cepat.


Aksara memarkirkan mobilnya di bahu jalan yang memang diperuntukkan untuk parkir, kemudian membawa istrinya itu untuk menyantap Soto Lamongan yang terkenal enak di kampus tempat Arsyilla mengajar itu.


"Soto Lamongan dua ya Pak," pesan Aksara kepada Bapak Penjual.


"Ya Pak, silakan duduk dulu," sahut sang penjual.


Kini keduanya duduk menunggu pesanannya datang. Dua mangkok Soto Lamongan dan dua Teh hangat sudah tersaji di hadapan mereka. Sehingga, keduanya siap untuk menikmati menu Soto yang memang tersohor dengan kuah kuning dan taburan koya itu.


Tidak langsung makan, rupanya Arsyilla menundukkan wajahnya terlebih dahulu dan mencium aroma Soto Lamongan yang begitu sedap itu. Keunggulan Soto Lamongan di sini, pembeli bisa menambahkan koya sesuka hati, sehingga Arsyilla pun menambahkan beberapa sendok koya ke atas Soto nya.


"Dimakan Bunda," ucap Aksara.


"Kamu ngidam ya Honey?" tanya Aksara kepada istrinya itu.


Terlihat Arsyilla yang tersenyum saja, "Mungkin saja sih Kak, tiba-tiba kok pengen banget. Jadinya ya, kayak gini deh," ucapnya sembari menyantap Soto Lamongan miliknya.


"Kalau ngidam sesuatu bilang aja ke aku, enggak usah sungkan," balas Aksara.


Sebagai seorang suami, Aksara justru merasa sangat senang jika Arsyilla menginginkan sesuatu dan bilang padanya secara langsung. Sebab, Aksara pasti akan mengabulkan apa yang diinginkan istrinya itu.


"Iya Ayah, berarti nanti pengen lagi boleh dong ya bilang ke Ayah?" tanyanya.


"Boleh, pasti akan aku berikan apa pun yang kamu mau. Asalkan kamu tidak meminta bulan saja, Honey," balasnya.


Mendengar apa yang baru saja diucapkan Aksara membuat Arsyilla tertunduk malu. Suaminya itu memang begitu pandai membuatnya tersipu malu.

__ADS_1


"Aku tahu, aku tidak akan meminta bulan," balas Arsyilla kemudian.


"Aku tidak bisa memberikan kamu bulan. Sebab, sebagaimana bulan memancarkan pesonanya di malam hari, kamu juga adalah bulan di hatiku yang selalu membuatku terpesona," balas Aksara.


Ya Tuhan, digombalin seperti ini oleh suami sendiri saja membuat Arsyilla tersipu malu dan tentunya bahagia.


"Udah Kak, malu," balasnya.


"Iya, buruan dihabiskan. Mau nambah?" tanya Aksara kemudian.


Siapa tahu efek hamil membuat Arsyilla bisa menghabiskan dua porsi Soto Lamongan. Terkadang para wanita hamil bisa demikian bukan? Sehingga Aksara menawarkan kepada Arsyilla untuk tambah lagi.


"Enggak, ini sudah cukup kok," balas Arsyilla.


"Ya sudah, lain kali kalau ngidam apa pun bilang ke aku ya Honey. Sudah pasti aku akan memberikan apa pun yang kamu mau," balas Aksara.


Hampir setengah jam keduanya berada di warung Soto Lamongan itu, menikmati semangkok Soto Lamongan dengan koya yang begitu gurih. Ngidam hari ini akhirnya terpenuhi.


Usai makan, Aksara segera berdiri dan membayar makanan mereka berdua. Setelahnya, menggandeng tangan Arsyilla untuk kembali masuk ke dalam mobil dan mengantarkan menuju Fakultas Teknik.


"Sudah diturutin ya ngidamnya. Hari ini ngajar sampai jam berapa Honey?" tanya Aksara.


"Jam 16.00, seperti biasanya Ayah. Jemput yah, jangan telat," pintanya.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Siap Honey. Aku usahakan jam 16.00 sudah sampai di sini. Ya sudah, selamat mengajarnya ya My Sexy Lecturer," balas Aksara.


"Iya Ayah... makasih sudah nurutin BM-nya (Banyak Mau) aku hari ini. Adik bayi seneng banget pasti bisa makan Soto Lamongan sekarang," balasnya dengan mengusap perutnya.


Sungguh, Arsyilla sendiri merasa senang ketika tengah ngidam dan suaminya memenuhi apa yang dia mau. Makan Soto Lamongan bersama suami tercinta rasanya justru lebih lezat bagi Arsyilla. Lain kali, jika dia menginginkan sesuatu, sudah pasti Arsyilla akan berkata dengan terus-terang kepada suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2