Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Cerita Ayah Mertua


__ADS_3

“Jadi ya Ayah, ingatlah kalau Arsyilla ini pasiennya Papa, soalnya dari kecil sampai Arshaka, dia selalu ikut Mamanya buat vaksinasi ke Rumah Sakit,” cerita Ayah Bisma lagi.


Bunda Kanaya dan Aksara pun mendengarkan cerita dari Ayah Bisma itu. Rasanya unik, saat gadis kecil yang dulu selalu menjadi pasiennya, kini justru berganti status menjadi menantunya. Ada rasa geli dalam diri Ayah Bisma.


“Dulu, Bunda … Arsyilla ini setiap kali habis divaksin, selalu Ayah berikan Caramel. Dia mirip seperti Aksara waktu kecil, katanya makan Caramel bisa memberikan kebahagiaan,” lanjut Ayah Bisma yang menceritakan semuanya itu kepada Bunda Kanaya dan Aksara.


Mendengar cerita dari Ayah Bisma, dalam diam Aksara pun tersenyum. Sebenarnya, dia cukup tahu mengapa Arsyilla menyukai Caramel, sudah pasti itu semua karena ada satu kenangan saat keduanya masih kecil. Aksara justru tidak menyangka hingga dewasa Arsyilla masih menyukai Caramel.


“Wah, Ayah malah udah kenal Arsyilla ya, tahu masa kecilnya juga. Bunda aja baru kenal sekarang,” sahut Bunda Kanaya.


Ayah Bisma pun mengangguk, “Iya, kadang kan ada pasien yang unik dan teringat. Ayah ingat ya karena sering bertemu juga dulu, terus kalau enggak salah dulu Arsyilla masih usia tiga atau empat tahun tapi sudah bisa membaca. Ayah kaget saat dia bisa membaca nama Ayah di meja Dr. Bisma Adi Pradana, S.Pa,” kenang Ayah Bisma lagi.


Arsyilla pun tersenyum, “Ayah seingat itu sama Syilla ya?” tanyanya kali ini.


Ayah Bisma mengangguk, “Iya, berawal dari kamu yang suka Caramel sama seperti Aksara waktu kecil dulu,” jawab Ayah Bisma pada akhirnya.


Mendengar bahwa Aksara juga menyukai Caramel saat kecil dulu, sontak Arsyilla pun mengernyitkan keningnya dan melirik kepada Aksara. Benarkah pria itu juga menyukai Caramel? Jika demikian, apakah dia selalu memberikannya Caramel karena Ayah Bisma yang terlebih dahulu menceritakan kepadanya.


“Seru ya cerita Ayah, Bunda jadi pengen kenal Arsyilla waktu kecil dulu. Pasti lucu dan menggemaskan sekali yah,” sahut Bunda Kanaya.

__ADS_1


Setelah itu, Bunda Kanaya pun mengajak Arsyilla dan Aksara untuk makan bersama. Bahkan malam itu, Bunda Kanaya yang memasak sendiri untuk makan malam. 


“Makan yang banyak, Syilla,” ucap Bunda Kanaya yang menyuruh Arsyilla untuk makan lebih banyak.


“Iya, makasih Bunda,” jawabnya sembari mengambil nasi putih dan sayuran untuk dirinya.


Setelah itu, mata Arsyilla melihat ke Ikan Kuah Asam Pedas yang berada di hadapan Ayah Bisma, tanpa sengaja Arsyilla pun berbicara, “Ikan Kuah Asam Pedas itu favoritnya Ayah kan?” tanyanya.


Bisma pun kemudian mengangguk, “Iya, ini masakan favorit Ayah. Dulu, Bunda Naya sampai belajar sama Eyangnya Aksara buat bisa masak ini,” jawab Ayah Bisma.


Arsyilla pun mengangguk mendengar cerita dari Ayah Bisma. Dalam pandangannya kali ini, Bunda Naya pun adalah sosok istri yang baik dan mau belajar untuk memasakkan makanan kesukaan Ayah Bisma.


“Iya, Bunda … Mama Khaira jago banget masak. Masakan yang dimasak Mama itu semuanya lezat, makanya Papa jadi makin jatuh cinta sama Mama, cintanya awet karena hampir setiap hari Mama masakin buat Papa,” jawabnya dengan wajah yang tersenyum.


Ya, Arsyilla mengingat bagaimana Mamanya yang begitu rajin berjibaku di dapur dan membuatkan aneka makanan lezat untuk Papanya. Terkadang Mama dan Papanya juga sering memasak bersama di dapur. Teringat semua itu, tiba-tiba saja Arsyilla menjadi kangen dengan Papa dan Mamanya.


Bunda Kanaya pun tersenyum mendengar jawaban dari Arsyilla, kemudian terpikirkan ide dari Bunda Kanaya, “Wah, keliatannya kapan-kapan kita harus family trip, Yah … biar makin kenal sama keluarga besan. Sama mencicipi masakan Mamanya Syilla yang enak itu. Gimana Pa?” tanyanya kali ini.


Ayah Bisma mengangguk, “Boleh Ma, atur saja … cuma nanti saja, Ma. Aksara dan Arsyilla saja belum jadi bulan madu loh, masak kita sudah mau family trip duluan. Biar mereka pergi berbulan madu dahulu,” ucap Ayah Bisma.

__ADS_1


Barulah Bunda Kanaya sadar bahwa Aksara dan Arsyilla sengaja menunda bulan madunya karena akhir pekan lalu Arsyilla sedang tidak enak badan.


“Ah, iya … Bunda sampai lupa? Kamu sakit apa, Syilla? Mau diperiksa Ayah kamu? Kalau hanya demam biasa gitu, Ayah bisa tuh memeriksa kamu dan memberikan obat,” sahut Bunda Kanaya.


Sontak Arsyilla pun menoleh kepada Arsyilla, bola matanya bergerak-gerak, seakan membutuhkan bantuan dari Aksara sekarang ini.


“Sudah periksa kok Bunda, hanya demam biasa. Sudah Aksara bawa ke Dokter juga kok,” jawab Aksara kali ini.


Akhirnya Bunda Kanaya pun tersenyum, “Syukurlah, sehat-sehat ya Syilla. Semoga saja, tidak lama lagi kalian berdua akan memberikan kabar baik buat kami berdua,” ucap Bunda Kanaya kali ini.


Arsyilla hanya mengangguk dan tersenyum hambar, rasanya tidak enak berada di posisinya sekarang ini.


“Malam ini kalian menginap di sini ya, besok berangkat ke kampus dari sini saja,” ucap Bunda Kanaya.


Arsyilla pun mengangkat wajahnya dan melihat Bunda Kanaya, “Eh, tetapi Syilla tidak membawa baju ganti loh Bunda, lagipula besok ada kelas pagi,” jawabnya kali ini.


Kanaya justru tertawa, “Tenang saja, besok pakai saja baju Bunda, yang seukuran kamu ada kok. Sudah, habis makan kalian istirahat. Pengantin baru harus banyak-banyak istirahat biar sehat,” lanjut Kanaya.


“Ya Bunda,” jawab Aksara dengan singkat.

__ADS_1


Jika Aksara terlihat bersemangat, lain halnya dengan Arsyilla. Jika menginap di rumah mertuanya, artinya mereka harus tidur dalam satu kamar dan satu ranjang lagi. 


__ADS_2