Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Ulang Tahun Aksara!


__ADS_3

“Sayang, aku beresin administrasi kamu dulu yah … sebentar lagi kamu sudah boleh pulang,” pamit Aksara kali ini kepada Arsyilla yang sudah diperbolehkan oleh pulang.


Lebam dan luka memar di wajah Arsyilla memang sedikit berkurang. Perban di kepalanya juga sudah dilepas. Kendati demikian masih ada plester yang terpasang di kening Arsyilla. Wanita itu pun menganggukkan kepalanya.


“Iya Kak … aku tungguin,” balas Arsyilla.


Walaupun sebenarnya tidak ingin meninggalkan Arsyilla barang untuk sejenak, tetapi Aksara memilih menyelesaikan administrasi terlebih dahulu. Aksara berjanji bahwa dirinya akan segera kembali dan menemui Arsyilla secepatnya.


Sementara itu, Arsyilla yang ditinggalkan Aksara mulai mengambil handphonenya dan menelpon Mamanya terlebih dahulu.


Mama Khaira


Berdering


“Halo Mama,” sapa Arsyilla kepada Mamanya melalui panggilan seluler melalui handphonenya.


“Ya halo Sayang,” sahut Mama Khaira.


“Gimana Ma, sudah siap semuanya? Ini Kak Aksara sedang mengurus administrasi dan sebentar lagi kami mau pulang ke apartemen,” balas Arsyilla.


“Sudah Sayang … aman. Ini kami sudah di apartemenmu. Bunda Kanaya dan Ayah Bisma juga berada di sini,” sahut Mama Khaira.


Rupanya Bunda Kanaya juga ingin berbicara dengan menantunya itu. “Bagaimana Syilla?” tanya Bunda Kanaya.


“Sebentar lagi kami akan pulang Bunda … sudah semuanya kan Bunda?” tanya Arsyilla.


“Iya Syilla … aman kok. Tenang saja kami sudah bersiap di sini,” balas Bunda Kanaya.


“Ya sudah Bunda … Syilla matikan yah. Takut kalau Kak Aksara segera datang,” balas Arsyilla kemudian.


Sebenarnya, Arsyilla diam-diam menyiapkan pesta ulang tahun kejutan untuk suaminya itu. Akan tetapi, karena dirinya masih lemah dan berada di Rumah Sakit. Arsyilla memasrahkan kejutan ulang tahun suaminya kepada keluarganya. Meminta tolong kepada Mama Khaira dan Bunda Kanaya untuk bisa membelikan kue dan memasak menu makanan yang disukai suaminya itu.


Setelah hampir sepuluh menit, akhirnya Aksara kembali dengan membawa kantong plastik kecil yang berisi obat-obatan untuk Arsyilla. Sekalipun Arsyilla diperbolehkan pulang, tetapi tetap ada obat yang harus diminum sampai habis.


“Aku kembali, Honey … lama tidak?” tanyanya kepada Arsyilla.

__ADS_1


“Enggak … enggak lama. Lagian aku juga nungguin kamu kok Kak,” balasnya.


“Ini masih ada obat yang harus diminum sampai habis. Sekarang kita pulang ke apartemen kita yah,” ucap Aksara kali ini.


Pria itu sebelumnya sudah memasukkan pakaian kotor di dalam satu koper. Kemudian membawa hand bag milik istrinya dan kemudian menawarkan kursi roda kepada Arsyilla. “Mau naik kursi roda atau jalan?” tawarnya.


“Jalan saja pelan-pelan, Kak,” balas Arsyilla.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, dia menggandeng tangan Arsyilla dan kemudian mengajak istrinya untuk berjalan perlahan. Keluar dari kamar menuju ke tempat parkiran, tempat di mana mobilnya terparkir.


Begitu sampai di mobil, Aksara membukakan pintu bagi istrinya dan menaruh koper serta barang lainnya di dalam bagasi mobil. Barulah kemudian Aksara memasuki mobil dan duduk di balik kursi kemudi.


“Kita pulang yah,” ucap pria itu dengan pelan.


“Iya,” sahut Arsyilla.


Sebelum menjalankan mobilnya, Aksara melirik sekilas ke arah Arsyilla. “Tidak ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan ke aku, Honey?” tanya Aksara.


Pikirnya masih ada berita yang belum Aksara tanyakan kebenarannya kepada Arsyilla. Untuk itu, Aksara pun bertanya apakah mungkin istrinya akan bercerita kepadanya.


Sampai pada akhirnya, Arsyilla pun menganggukkan kepalanya. Dia memilih untuk melajukan mobilnya perlahan. Membelah keramaian Ibukota dan mulai menuju ke apartemen miliknya. Perjalanan hanya kurang lebih 20 menit, dan sekarang mereka telah tiba di parkiran basement apartemen Aksara. Pria itu kembali menolong Arsyilla untuk turun dari mobil dan menggandengnya memasuki apartemen dan menaiki lift menuju ke unit mereka.


Begitu masuk ke dalam unit mereka, di depan pintu sudah bersiap Mama Khaira dan Papa Radit, Bunda Kanaya dan juga Ayah Bisma. Terlihat Mama Khaira dan Bunda Kanaya yang membawa kue ulang tahun.


“Happy Birthday Aksara,” teriak mereka semuanya.


Aksara pun sangat terkejut dengan surprise tak terkira ini. Pria itu tampak tersenyum, wajahnya memerah begitu terharu rasanya. Melihat orang tua dan mertuanya yang datang dan memberikan kejutan ulang tahun untuknya.


“Make a wish,” ucap Bunda Kanaya kini.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, dan menundukkan kepalanya sesaat. Pria itu memejamkan matanya dan menggenggam tangan Arsyilla dengan begitu eratnya. Setelah itu, Aksara kembali membuka matanya dan tersenyum menatap wajah orang tua dan mertuanya.


“Tiup lilin Nak,” ucap Ayah Bisma kali ini.


Mulailah Aksara meniup lilin untuk dua kue ulang tahun yang dibawa Bunda Kanaya dan Mama Khaira. Di saat Aksara sudah melupakan hari ulang tahunnya karena fokus pada Arsyilla. Justru sekarang keluarganya datang dan memberikannya kejutan ulang tahun.

__ADS_1


“Terima kasih Bunda, Ayah, Mama, dan Papa,” ucap Aksara.


“Semua ini ide istri kamu, Aksara,” ucap Mama Khaira.


Terlihat Aksara yang menoleh sesaat ke arah Arsyilla yang masih berdiri di sampingnya. Terlihat Arsyilla yang tersenyum bahagia melihat pertambahan usia dari suaminya itu.


“Happy Birthday, Hubby,” ucap Arsyilla sembari memeluk suaminya itu.


Aksara menganggukkan kepalanya, dan membalas pelukan dari istrinya itu. “Makasih Honey,” balasnya.


Beberapa saat mereka berpelukan, kemudian Arsyilla mengurai pelukannya. Wanita itu lantas mengeluarkan sebuah kotak hadiah berpita biru dan menyerahkannya kepada suaminya.


“Hadiah buat kamu, Hubby,” balas Arsyilla.


Dengan ragu, tangan Aksara terulur dan menerima kotak hadiah dari istrinya itu. Pria itu tersenyum saat menerima kado dari istrinya itu.


“Buka aja sekarang,” pinta Arsyilla.


Aksara menganggukkan kepalanya. Tangannya dengan cepat menarik pita yang menghiasi kotak hadiah itu, dan kemudian membukanya. Terlihat sebuah test pack dengan simbol dua hati di sana.


“Ini?” tanya Aksara seakan tak percaya.


Arsyilla pun menangis, air matanya berlinangan begitu saja. Wanita itu menganggukkan kepalanya dan menatap Aksara.


“Iya … kamu akan menjadi seorang Ayah. Selamat ulang tahun, Suamiku,” ucap Arsyilla dengan berlinangan air mata.


Mendengar perkataan Arsyilla, seluruh keluarga pun terharu. Terlebih Mama Khaira dan Bunda Kanaya yang sekarang tampak berkaca-kaca. Tidak mengira bahwa di hari ulang tahun Aksara, justru Arsyilla yang memberikan kejutan dan hadiah untuk keluarga Raditya dan Pradhana.


“Apa benar Sayang?” tanya Mama Khaira.


“Iya Ma … Mama akan menjadi Oma,” sahut Arsyilla dengan menangis sesegukan memeluk Mamanya.


Mata Aksara pun berkaca-kaca. Dia pikir bahwa Arsyilla tidak akan mengatakan apa pun kepadanya. Ternyata Arsyilla menggunakan momen itu untuk menjadi hadiah bagi dirinya.


“Makasih Honey … ini hadiah terindah. Aku akan menjadi seorang Ayah, Kamu akan menjadi seorang Ibu. Kita akan menjadi orang tua,” ucap Aksara dengan air mata yang menetes dengan sendirinya.

__ADS_1


Sungguh, ini adalah hari bahagia baginya. Di hari pertambahan usianya, justru Arsyilla yang memberikan kejutan dan membuat Aksara begitu bahagia. Kado terindah yang diberikan Arsyilla akan selalu dikenang oleh Aksara dan seluruh keluarga.


__ADS_2