Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Kejutan Fantastis


__ADS_3

"Hadiah spesial buat Ayah," ucap Arsyilla dengan memberikan sebuah kotak hadiah dengan suaminya.


Merasa bahwa hari ini bukanlah hari ulang tahun, atau hari yang spesial untuknya. Aksara pun mengernyitkan keningnya. Rasanya enggan untuk membuka apa isi dalam kotak hadiah tersebut.


"Buka ... buka ... buka...."


Nyatanya seluruh keluarga besar justru kompak bersuara dan meminta kepada Aksara untuk membuka kotak hadiah itu. Sebab, seluruh keluarga pun penasaran dengan isi yang berada di dalam kotak itu.


Melihat seluruh keluarga yang begitu antusias, Aksara pun menganggukkan kepalanya. Tangannya bergerak dan mulai membuka kotak tersebut.


Betapa terkejutnya Aksara, saat mendapat kotak hadiah dan mendapati benda pipih digital dengan tulisannya yang membuat kedua matanya terbelalak. Hingga Aksara menghela nafas dan menatap istrinya itu.


“Serius Honey?” tanyanya.


Arsyilla menganggukkan kepalanya perlahan, “Ya … serius.”


Ekspresi wajah yang semula bingung, kaget, dan seakan tak percaya itu kini berganti dengan senyuman yang mereka dan pria itu segera membuka tangannya. Mengisyaratkan kepada Arsyilla untuk segera masuk dalam pelukannya.


"Makasih, hadiahnya indah banget," balas Aksara.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, "Sama-sama Ayah," balasnya.


"Hadiahnya apa Aksa?" tanya Ayah Bisma.


"Iya nih, apa hadiahnya Aksara?" Mama Khaira yang tampak ingin tahu juga.


"Disampaikan Mas, hadiahnya apa," tanya Arshaka.


Aksara tersenyum, kemudian dia mengambil benda pipih digital itu dan menunjukkannya kepada seluruh keluarga yang memang tengah berkumpul untuk merayakan ulang tahun Ara.

__ADS_1


"I will have another baby," balasnya dengan suara yang nyaring.


Tampak raut wajah penuh kebingungan dari seluruh keluarga besar. Seakan tak percaya dengan apa yang disampaikan Aksara barusan.


"Syilla, kamu hamil lagi?" tanya Mama Khaira kepada putrinya itu.


Arsyilla hanya mampu tersenyum dan tak mengeluarkan kata sama sekali. Namun, sedetik kemudian Arsyilla menganggukkan kepalanya.


"Kamu kebobolan?" tanya Mama Khaira lagi.


"Hehehehe, iya, Ma ... awalnya Syilla juga tidak tahu, tetapi sudah telat satu minggu. Syilla juga niatnya iseng-iseng aja tes, tetapi hasilnya ... i am pregnant now," jawabnya.


Beberapa hari yang lalu, Arsyilla memang merasakan tubuhnya yang merasa lebih capek dibandingkan biasanya. Arsyilla kemudian mengecek pada kalender catatan menstruasinya di handphone, Arsyilla sendiri cukup kaget karena sudah lima hari dirinya terlambat. Biasanya, masa haid Arsyilla selalu teratur. Akan tetapi, sekarang justru sudah telat.


Sekadar ingin mengetes sebenarnya, pagi-pagi jauh sebelum Aksara terbangun, Arsyilla memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu. Menampung urine ke dalam gelas takar, dan kemudian mengetes dengan menggunakan test pack. Detik demi detik berlalu, Arsyilla menunggu dengan cemas, hanya saja kali ini Arsyilla harus bisa menerima semuanya.


Hampir dua menit, benda pipih digital itu berbunyi dan mengeluarkan sebuah tulisan ‘PREGNANT’. Ya Tuhan, membaca hasil di test pack digital itu, air mata lolos begitu saja dari mata Arsyilla. Sungguh, tidak mengira bahwa di usia Ara yang akan satu tahun, dirinya sudah kembali hamil.


Sekarang, reaksi seluruh keluarga besar pun beragam. Ada yang senang, ada yang juga kaget. Terlebih keluarga dari Mama Khaira dan Papa Radit yang tampak terkaget-kaget dengan hamilnya Arsyilla lagi.


“Jadi, tahun depan cucunya Eyang tambah lagi?” tanya Papa Radit.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, “Iya Papa … maafkan Syilla ya Pa. Kali ini, kami memang tidak merencanakan, tetapi Tuhan yang memberikan,” ucap Arsyilla.


“Tidak apa-apa Syilla … Papa sepenuhnya mendukung kamu. Hanya saja, jaga kesehatan. Ara juga masih terlalu kecil. Harus membagi perhatian. Sebab, seusia Ara terkadang belum sepenuhnya bisa menyerap informasi dari orang tuanya dengan baik,” balas Papa Radit.


Yang dikatakan Papa Radit sepenuhnya benar, Ara baru satu tahun, dan Bundanya sedang hamil. Itu berarti, dalam waktu kurang lebih 9 bulan lagi Ara sudah akan menjadi Kakak. Di usianya yang kurang dari dua tahun, Ara sudah akan menjadi seorang Kakak.


“Mas Aksa tokcer juga,” sahut Arshaka dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Pria yang berdiri di samping Arsyilla itu pun tersenyum, malu juga sebenarnya. Akan tetapi, mendapatkan seorang anak lagi adalah anugerah bukan?


“Ssttss, jangan keras-keras Shaka,” balas Aksara kepada adik iparnya itu.


“Onty Syilla mau punya dedek lagi yah?” tanya Thania dengan tiba-tiba.


“Iya, Onty Syilla dan Daddy akan punya baby lagi,” jawab Rangga kepada putrinya itu.


Thania pun menganggukkan kepalanya, “Papa, Thania juga mau dong … baby lucu kayak Ara,” balasnya.


Sungguh, perkataan Thania yang spontan dan begitu lucu membuat seluruh keluarga tertawa dibuatnya. Seolah mendapatkan baby adalah perlombaan, sehingga saat Arsyilla tengah hamil muda sekarang, Thania pun juga menginginkannya.


Rangga pun hanya tersenyum dan mengusapi puncak kepala putrinya itu. Rangga sendiri merasa malu, statusnya masih belum jelas, sementara Thania sudah meminta untuk memberikan adik bayi. Namun, Rangga hanya tersenyum dan tidak mengambil pusing permintaan Thania, karena dia tahu bahwa Thania akan bisa memahaminya.


Melihat permintaan Thania, Bunda Kanaya dan Ayah Bisma hanya tersenyum. Thania masih belum mengerti betapa peliknya kisah Papanya. Papa muda yang harus mengalami berbagai masalah dan cobaan dalam hidup. Akan tetapi, seluruh keluarga percaya bahwa Thania akan bisa memahami Papanya. Terlepas dari Thania yang sering kali mengambek dan tidak akur dengan Rangga.


"Sekarang makan yuk ... Syilla laper deh," ucapnya dengan memegangi perutnya. Padahal sebenarnya Arsyilla mengatakan semua itu untuk mengalihkan pembicaraan ke hal yang lainnya.


"Bumil sudah laper, yuk, sebaiknya kita juga makan," balas Arshaka.


"Lalu, kapan kamu akan mengenalkan calon adik ipar, Shaka?" tanya Arsyilla dengan tiba-tiba.


Arshaka pun tertawa, "Nanti Kak ... udah, Kakak hamil dan melahirkan dulu saja. Aku masih muda, mau nabung dulu. Kelihatannya dulu ada kan yang menabung dari jauh-jauh hari untuk menikahi Kakakku," balas Arshaka dengan tertawa.


Merasa bahwa ucapan Arshaka tertuju kepadanya, Aksara pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Kamu bisa saja, Shaka ... siapkan semuanya secara matang. Kalau sudah berumahtangga itu rasanya lega bisa mencukup kebutuhan rumah tangga sendiri," balas Aksara.


"Cuma kalau tambah anak enggak dipersiapkan ya Mas? Tokcer loh," balas Arshaka.


Dalam hatinya, Aksara ingin menutup mulut adik iparnya itu. Sementara Rangga pun turut tersenyum, "Sekali menendang bola, langsung gol ya Mas," sahut Rangga.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, mumpung masih muda. Dua anak saja, kasihan Bundanya Ara juga kalau harus hamil dan melahirkan lagi," balas Aksara.


Sebenarnya Aksara juga tidak masalah mendapat anak sebanyak apa pun. Hanya saja, mungkin ini adalah kali terakhir dia menginginkan anak. Setelahnya, dia akan meminta istrinya memasang kontrasepsi, dan fokus untuk membesarkan Ara dan adiknya nanti.


__ADS_2